Friday, August 18, 2017

Bolehkah MPASI Diberikan Sebelum 6 Bulan? (Boleh, Tapi...)

Sebetulnya saya agak enggan menulis postingan ini karena merasa useless. Sedih juga kalau melihat ibu-ibu muda millenial kekinian yang entah mengapa sepertinya lebih percaya pada selebriti, blogger, selebgram atau selebtwit dibandingkan dengan dokter spesialis anak. Saya sempat patah hati lho, duh sedih sekali melihatnya, lalu jadi baper. Ada gunanya engga sih saya menulis di blog? #yangnulisgampangbapereaaaa. Namun setelah saya pikir-pikir lagi, walaupun mungkin yang membaca postingan ini hanya segelintir, saya masih bertanggung jawab memberikan edukasi kepada para orangtua dengan benar. Karena, sekali lagi, yang sedang happening dan tren belum tentu yang benar bukan?:D

Beberapa hari terakhir, sosial media sedang diramaikan dengan twit seorang dokter (i assumed he's a surgeon?), kemudian diikuti pula oleh dokter-dokter lain, yang membahas mengenai seorang artis dan pola pemberian makannya kepada sang anak.

Jadi dokter tersebut mengecam sang seleb karena memberikan MPASI terlalu dini pada anaknya, diikuti oleh banyak ibu-ibu muda, yang berakibat banyak kasus operasi terlipatnya usus bayi karena pemberian MPASI terlalu dini.

Oke, kita bahas satu-satu yaaa.

Pertama, apa sih yang dimaksud dengan pemberian MPASI terlalu dini?
Pemberian MPASI dikatakan terlalu dini jika diberikan sebelum 4 bulan.

Thursday, August 17, 2017

Stunting: Bukan Hanya Sekadar Pendek

Menepati janji saya nih pada beberapa pembaca blog, kali ini saya akan membahas lebih dalam lagi mengenai stunting. Sebelumnya, saya sudah pernah membahas stunting pada anak tapi hanya sekilas saja. Semoga berguna untuk buibu dan pakbapak semua yaa:D

Stunting itu apa sih sebetulnya?
Stunting (pendek berdasarkan umur) adalah tinggi badan yang berada di bawah minus 2 standar deviasi (<-2 SD) dari tabel status gizi WHO.

Apa penyebab stunting?

Ada beberapa faktor penyebab stunting, mulai dari malnutrisi dan kurangnya status kesehatan ibu hamil, malnutrisi pada anak akibat praktik pemberian makan yang salah dan juga infeksi.

Mengapa stunting bisa terjadi?
Jadi normalnya, saat bayi naik berat badan sesuai dengan seharusnya, tinggi badan pun akan bertambah. Jika tinggi badan bertambah sesuai dengan seharusnya, demikian pula dengan lingkar kepala sehingga terlihat proporsional. Maha besar Allah dengan segala ciptaanNya. Kebayang engga sih kalau berat badan naik terus, tinggi badan naik terus tapi lingkar kepala engga bertambah? Atau sebaliknya, berat badan engga bertambah tapi tinggi badan naik terus, lingkar kepala naik terus?:D

Nah pada kondisi berat badan yang naik tidak seperti dengan seharusnya atau malah tidak naik-naik, tinggi badan juga tidak akan naik untuk "menjaga" keproporsionalan tubuh. Jika ini terjadi berkepanjangan, jadilah anak akan stunting alias pendek.

Friday, August 11, 2017

Sugeng Rawuh @Konika Yogyakarta

Tahun ini, event ilmiah nasional dokter spesialis anak diadakan di Yogyakarta. Sejak tahun lalu, saya sudah berencana mengikuti acara ini sehingga semua persiapan dilakukan jauh hari sebelumnya. Tadinya sih, saya berencana mengikutkan salah satu penelitian ke acara ini. Namun karena satu dan lain hal, batal deh.

Ada satu hal yang istimewa buat saya. Kebetulan sejak awal tahun ini saya mengikuti Post Graduate course dari Boston University. Acara convocation dan graduation alias wisudanya diadakan bersamaan dengan event KONIKA alias Kongres Nasional Ilmu Kesehatan Anak. Sebetulnya KONIKA baru dimulai pada hari Selasa, tanggal 8 Agustus. Tapi karena harus mengikuti convocation dan graduation, jadilah saya sudah berangkat sejak hari Sabtu.

Perjalanan ke Yogya bukan yang pertama kalinya buat saya. Tapi tetap saja rasanya excited! Mungkin karena sudah membayangkan akan bertemu banyak teman yang sudah terpencar ke seluruh penjuru Indonesia ya. Kesempatan nih buat reuni:D

Sabtu sore, saya tiba di Yogya. Sempat stress berat karena pesawat (baling-baling!) bolak/i membuat saya ketakutan. Apalagi saat landing yang seperti terpleset lalu terbanting-_-". Padahal Garuda lho maskapainya. Tahu tidak, saking stressnya, begitu landing saya langsung memesan tiket kereta api online, walaupun sebetulnya saya sudah memegang tiket pulang dengan pesawat yang sama. Daripada stresssssss:))

Saturday, August 5, 2017

Cinta Dia Putri Ayu

Seperti biasa, hari Minggu pagi saya sudah berangkat ke studio radio tempat saya siaran sejak jam 6.15 pagi. Seperti biasa pula, jalan yang saya lewati cukup ramai karena banyak orang menuju ke Car Free Day yang memang tempatnya berdekatan dengan studio. Namun saat tiba, ada yang tak biasa. Tumben-tumbenan, ada beberapa orang yang duduk di sana. Biasanya sih, boro-boro, sampai kelar siaran pun, saya sendirian! :))

Ternyata, yang sudah hadir di sana adalah Putri Ayu! Memang saya terjadwal melakukan interview dengannya. Tapi saya pikir, jadwal interviewnya lebih siang. Biasanya sih, interview baru diadakan di satu jam terakhir siaran saya.

Masih ingat Putri Ayu? Runner up Indonesia Mencari Bakat pertama yang ditayangkan 2010 ini jauh berbeda dengan yang sering saya lihat di televisi waktu itu. Lebih remaja, suara pun lebih matang. Yang pasti sih, sama enaknya hehe. Maklumlah, saat di IMB, Putri masih berusia 13 tahun sedangkan sekarang sudah semester 5!

Friday, August 4, 2017

Travelling Dengan Anak


Berikut ini adalah beberapa pertanyaan dari Jawa Pos yang telah dimuat mengenai melakukan perjalanan atau travelling dengan anak. Semoga berguna ya:)


Sumber: Google


Di usia berapa bulan/tahun anak bisa diajak traveling? Lalu, di usia berapa anak mulai bisa bepergian dengan pesawat?
Sebetulnya tidak ada aturan baku kapan anak sehat dapat diajak travelling atau bepergian dengan pesawat. Banyak juga lho newborn yang baru berusia beberapa hari (dengan catatan sehat) sudah bepergian dengan pesawat. Walaupun begitu, pada umumnya sangat penting untuk mencegah bayi baru lahir terekspos dengan orang banyak karena sistem daya tahan tubuhnya yang masih rentan, Apalagi belum imunisasi kan ya, tinggi risikonya untuk terkena virus atau bakteri yang ada di sekitarnya. Perusahaan penerbangan juga memiliki kebijakan sendiri-sendiri mengenai batas umur bayi boleh dibawa naik pesawat. 

Untuk usia bayi, apakah anak perlu menjalani pemeriksaan dokter lebih dulu sebelum melakukan perjalanan?
Kembali lagi ke aturan perusahaan penerbangan, ada yang mewajibkan bayi di bawah 3 bulan jika ingin terbang membawa surat keterangan sehat dari dokter. Kalaupun tidak, tak ada salahnya memeriksakan bayi untuk meyakinkan bahwa ia sehat sebelum travelling. Selain itu, orangtua pun bisa berkonsultasi mengenai obat-obatan apa saja yang perlu dibawa pada saat travelling.

Apakah ada kondisi yang membuat anak dilarang bepergian? 
Tentunya saat ia sakit. 

Monday, July 31, 2017

Susu Untuk Batita

Ngomongin soal makanan dan minuman pada anak memang tak ada habisnya. Setelah MPASI homemade atau pabrikan, BLW atau konvensional, salah satu yang sering membingungkan orangtua  adalah "Susu formula atau UHT ya? Atau engga usah minum susu sama sekali?". Ini terutama terjadi pada mereka yang tidak lagi mendapat ASI setelah berusia 2 tahun.
Sumber: Google, salah satu kampanye susu di USA.

Apalagi beberapa waktu yang lalu ada ribut-ribut di social media yang menyatakan bahwa "Susu TIDAK wajib untuk anak.", lengkap dengan segala penjelasan bahwa enzim susu sapi justru sulit dicerna manusia dan bisa berakibat buruk pada kesehatan. (Entah berdasar bukti ilmiah atau hanya sekadar "katanya").

Berhubung saya mendapat banyak request dari banyak pembaca blog ini, kita bahas satu-satu yuk! Oh ya, saya tidak punya Conflict of Interest dengan pihak mana pun yaa. Semua murni berdasarkan ilmiah:)

Kenapa sih susu baik untuk anak?
1. Kalsium yang terkandung dalam susu jumlahnya tinggi dan mudah diserap tubuh. Tubuh manusia menggunakan kalsium untuk membangun tulang dan gigi yang kuat, proses ini biasanya mulai menurun saat kita dewasa dan kehilangan massa tulang terjadi sejak itu, terutama pada wanita. Jika asupan makanan/minuman seorang anak tidak mencukupi kebutuhan kalsiumnya, maka kelak mereka berisiko tinggi terkena osteoporosis. Jadi akibatnya tidak akan dirasakan sekarang, tapi jauh ke depan saat anak sudah dewasa.

Sunday, July 23, 2017

Imunisasi MR

Bulan Agustus dan September 2017 mendatang, pemerintah akan megadakan kampanye imunisasi campak dan rubella atau disingkat MR (Measles-Rubella). Apa dan bagaimananya bisa disimak di sini yaa..
Sumber: Kemenkes


1. Apa itu imunisasi MR?
Imunisasi MR atau Measles Rubella adalah imunisasi yang diberikan untuk mencegah penyakit campak dan rubella.

2. Apa itu penyakit campak?
Campak adalah penyakit infeksi menular lewat saluran napas yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini sangat menular, dan risiko tertinggi tertular adalah mereka yang belum pernah mendapat imunisasi campak dan rubella atau mereka yang belum pernah menderita penyakit ini.

Campak ditandai dengan demam, ruam, batuk, pilek, dan mata merah berair. Campak dapat menyebabkan komplikasi seperti radang paru, radang otak, gizi buruk hingga kematian. (Untuk lebih detailnya bisa dibaca di sini ya)

Saturday, July 22, 2017

Mengapa Berat Anak Sulit Naik?

Menyambung postingan saya sebelumnya nih mengenai Stunting pada Anak, MPASI Homemade vs Pabrikan, serta Baby Led Weaning vs Konvensional, kali ini saya akan membahas satu masalah yang cukup sensitif bagi orangtua. Apalagi kalau bukan soal berat badan? Biasanya sih yang selalu membuat orangtua (terutama emaknya yeee) galau adalah kalau berat anak tak naik-naik, dan berat emak tak turun-turun. Betul tidak buibuuuu? Ngacung yang merasaaa:))

Memang apa sih penyebab berat badan anak sulit naik?

Sebelumnya, saya mau memberi contoh satu kasus dulu ya supaya lebih mudah dimengerti. Karena yang paling banyak digunakan untuk memonitor pertambahan berat anak di Indonesia adalah KMS (Kartu Menuju Sehat), jadi dalam contoh ini saya pakai KMS. Btw kalau tidak punya, bisa di-download gratis kok.

Misalnya nih, ada bayi perempuan bernama Bunga (bukan nama sebenarnya:p) berusia 4 bulan yang berat badannya begini saat diplot di KMS. Sekilas, baik-baik saja ya? Kan engga sampai memotong garis merah? Mufakaaaaat?

Friday, July 21, 2017

Klarifikasi: Stunting pada Anak

Saya menulis postingan ini gegara mendapat banyak respons dari orangtua yang baper setelah membaca tulisan sebelumnya.  Ada yang merasa tersinggung karena merasa saya men-judge orangtua dengan anak kurus atau pendek sebagai orangtua yang abai, tidak memberikan makanan bergizi cukup. Ada lagi yang sampai mengira saya suudzon kepada orangtua tersebut sebagai orangtua yang tidak peduli pada anak. Ada pula yang "menuduh" saya menulis tulisan tadi supaya lebih banyak pasien yang datang ke praktik pribadi saya. (Duh, kok bisa sampai ada yang berpikir begitu ya, heran juga).

Sebetulnya lebih banyak yang merespon positif sih. Hanya segelintir saja merespon seperti yang saya tulis di atas. Tapi, saya jadi merasa tak nyaman hehe.
 
Sejujurnya, saya sendiri tidak menyangka sama sekali kalau tulisan saya akan menjadi viral. Saya mendapat banyak sekali respon setelahnya. Begini ya, saya tidak dalam kapasitas untuk men-judge apalagi menyinggung orangtua yang memiliki anak kurus atau pendek. Percayalah, saya sebagai seorang ibu pun pernah melakukan hal yang sama.

Thursday, July 20, 2017

Baby Led Weaning VS Responsive Feeding

Pernah mendengar istilah Baby Led Weaning alias BLW? Saya yakin kalau istilah ini tak asing untuk para emak, apalagi yang anaknya sudah menjalani masa MPASI. Sejak diperkenalkan sekitar 2008 lalu, BLW memang menjadi salah satu cara pemberian MPASI pada anak yang cukup populer. Apalagi di Indonesia banyak anak selebriti yang menjalani masa MPASI-nya menggunakan BLW.

Apa sih BLW itu? BLW merupakan suatu metode yang diperkenalkan oleh Gill Rapley dan Tracey Murkett dengan membiarkan bayi untuk memimpin seluruh proses, menggunakan naluri, dan kemampuan mereka dalam hal menangani makanan. Sederhananya, sejak awal mendapat MPASI, bayi dibiarkan mengeksplorasi makanannya, termasuk memutuskan sendiri seberapa banyak yang akan ia makan. Tidak ada aktivitas suap-menyuap oleh orang tua/pengasuh. Makanan yang diberikan pun tidak berupa bubur/puree tapi langsung dalam bentuk finger food (yang bisa dipegang oleh tangan bayi).

Gampangannya begini deh, kalau pemberian MPASI dengan metode konvensional kan bayi diperkenalkan dengan makanan lunak dulu kemudian perlahan-lahan teksturnya dinaikkan tingkat kekasarannya. Pada BLW, bayi diberikan potongan makanan lunak dalam bentuk dan ukuran yang dapat ia pegang sendiri (misalnya wortel kukus atau brokoli kukus). Sementara itu, jika pada metode konvensional bayi disuapi dan didampingi oleh orangtua, pada BLW, bayi dipersilakan mengeksplorasi makanannya sendiri. Bayi sendirilah yang menentukan mulai berapa banyak yang ia makan sampai berapa lama waktu makannya.

Wednesday, July 19, 2017

MPASI: Homemade atau Pabrikan?

Salah satu issue di dunia emak-emak yang tak kunjung padam -dikata api:p- adalah masalah MPASI. Sepanjang saya menjadi dokter, salah satu masa dimana emak-emak kompak galau berjamaah adalah saat anaknya memulai masa MPASI. Saya juga kok:p

Beberapa waktu sebelum masa MPASI mulai deh mencari-cari informasi. Mau dikasih makan apa ya? Lalu gegara Googling, malah tambah galau. Yasalaaam, ada yang bilang harus diberi sayur dululah, ada yang karbo dululah, ada yang buah dulu. Belum hilang bingungnya, eh ada lagi yang namanya Baby-Led-Weaning-lah, Responsive Feeding-lah. Ada pula yang bilang MPASI homemade lebih baik daripada MPASI pabrikan. Terus yang benar yang mana? Harus pilih yang mana?

Betul tidak?:p

Kali ini, saya akan memfokuskan menulis postingan mengenai MPASI homemade dan pabrikan yaa. Sisanya nanti saya bahas di postingan selanjutnya. Oh ya, saya tidak punya Conflict of Interest dengan pihak manapun, semua yang saya tulis murni berdasarkan Evidence Based atau ilmiah. Beberapa tahun lalu saat Naya mulai MPASI, saya pun melakukan beberapa kesalahan (yang baru saya ketahui sekarang setelah mendalami ilmu nutrisi pada anak). Saya menulis ini karena ingin sharing pada banyak ibu yang saya yakin sama galaunya dengan saya waktu anak memulai masa MPASI. Alasan itu pulalah yang membuat saya menulis Mommyclopedia.

Tahu tidak sih kenapa saat ini direkomendasikan anak mendapat MPASI sejak usia 6 bulan? Salah satu jawabannya adalah karena pada usia 6 bulan tersebutlah, saluran cerna anak mulai siap. Tapi ada juga alasan lainnya.


Tuesday, July 18, 2017

Stunting pada Anak


Akhir-akhir ini, saya sering merasa gemas melihat semakin banyak anak yang mengalami gizi kurang, bahkan gizi buruk. Kalau beberapa waktu lalu anak dengan gizi kurang atau gizi buruk kebanyakan diderita mereka dari kalangan menengah ke bawah, sekarang yang dari kalangan menengah ke atas pun banyak lho! Tapi yang lebih banyak lagi saat ini adalah anak yang stunting atau pendek.
Sumber: Google

Yang membuat saya lebih “gemas” lagi adalah “pembenaran” yang sering kali terdengar dari orangtuanya.

“Ya maklumlah dok, anak ini aktifnya bukan main. Lari ke sana, lompat ke sini, tak ada diamnya. Wajar kalau badannya jadi terlihat langsing”

“Habis bapak ibunya juga kecil begini dok, yaa gimana dong hehe”

Monday, July 17, 2017

Luka Lebam pada Anak

Beberapa waktu lalu saya mendapat pertanyaan dari Mommies Daily terkait postingan yang sedang viral di social media mengenai pasien anak yang datang dengan luka lebam di area mata. Sudah merah kehitaman, terasa lembut, bengkak dan berwarna hitam. Ibu pasien tadi langsung memberikan Thrombophop begitu anak terbentur. Benarkah ini?
 
Sumber: Google
1.   Ketika anak luka lebam akibat terbentur, apa yang sebenarnya terjadi pada area yang terbentur itu? 
Luka lebam sebenarnya adalah bercak kebiruan atau berwarna ungu yang muncul di kulit saat pembuluh darah kapiler pecah. Darah dari kapiler ini bocor ke jaringan lunak di bawah kulit yang menyebabkan perubahan warna. 

Friday, July 14, 2017

Congenital Rubella Syndrome


Pernah dengar Congenital Rubella Syndrome atau Sindrom Rubela Kongenital? Kemarin saya sempat diwawancara oleh Detik Health mengenai ini. Saya share sekalian yaa. Semoga berguna:)

1. Apa itu definisi Congenital Rubella Syndrome? Apa bedanya dengan rubella biasa?

Congenital Rubella Syndrome atau Sindrom rubela kongenital (SRK) adalah suatu kumpulan gejala penyakit yang terdiri atas katarak, penyakit jantung bawaan, gangguan pendengaran, dan keterlambatan perkembangan, termasuk keterlambatan bicara dan disabilitas intelektual.

SRK disebabkan infeksi virus rubela pada janin selama masa kehamilan akibat ibu tidak mempunyai kekebalan terhadap virus rubela.

Infeksi rubella yang sering disebut dengan German Measles atau campak Jerman sendiri adalah infeksi yang disebabkan virus Rubella. Gejala yang ada adalah demam serta ruam pada kulit.

Wednesday, July 12, 2017

Naya Berlibur

Sejak pertama kalinya berkunjung ke Kidzania, entah sudah berapa puluh kali Naya meminta kami kembali ke sana. Rupanya, pengalaman Naya selama berada di sana sungguh sangat berkesan untuknya. Karena itulah, saya dan suami menjanjikan akan mengajak Naya ke sana lagi saat liburan naik kelas ke kelas 2.

Liburan naik kelas tahun ini bertepatan dengan libur panjang lebaran. Kebetulan sekali, tahun ini saya kebagian tugas jaga kandang sehingga tidak dapat pergi ke mana-mana. Serius lho, selama libur panjang itu, di kala yang lain sedang bersantai-santai, saya tetap datang ke rumah sakit untuk visite. Berhubung ART maupun pengasuh Naya sedang mudik, jadilah setiap hari pula Naya saya ajak berkeliling rumah sakit.

Setelah saya masuk seperti biasa, Naya tetiba mengingatkan saya "Lho, terus kapan kakak ke Kidzania-nya? Kan minggu depan kakak sudah kelas 2?". Saya langsung mengambil cuti 2 hari. Tujuan utamanya sih untuk berlebaran dengan mama. Maklum, saya belum sempat sungkem leba

Friday, June 30, 2017

Fenomena Kekinian

Baru-baru ini saya membaca satu postingan di social media yang sedang viral. Mungkin ada juga yang sudah membacanya? Tulisan tersebut menanggapi tren kekinian yang memang sering terjadi di jaman sekarang. Pasti pernah lihat dong antrian mengular saat ada outlet makanan atau minuman yang baru dibuka?

Sumber: Google

Atau saat outlet makanan terkenal seperti Br*** T*** dan J** sedang ada promo, antriannya gila-gilaan? Nah, rupanya di Jakarta sedang ada kehebohan kekinian saat ada merchant minuman baru asal Thailand yang baru pertama kali dibuka di Indonesia. Konon, antriannya bisa sampai 4 jam! Warbiyazak yaaa.

Sebetulnya kehebohan kekinian serupa tak hanya bisa ditemukan di Jakarta. Di Surabaya pun samaaaa. Saya ingat betul saat melihat antrian mengular di Galaxy Mall Surabaya saat tempat makan B** Ch** baru buka. Atau Yo**ino**. Sampai-sampai saya membatin seenak apa sih makanan di sana? FYI, namanya juga tren ya, pasti ada akhirnya juga. Sekarang sih untuk membeli makanan di sana tak pakai antri sama sekali. Bahkan outlet B** Ch** di sana sudah ditutup.

Thursday, June 22, 2017

Kenapa Menulis Buku?

Salah satu pertanyaan yang sering saya dapat terkait dengan buku saya adalah "Kenapa sih Met? Kok susah-susah bikin buku? Memangnya lebih menguntungkan dibanding praktek ya? Atau biar terkenal aja?"

Selama menjadi dokter spesialis anak, banyak pengalaman saya yang menarik dan unik terkait pengasuhan anak oleh orangtua.

Sumber: Google
Saya seringkali mendapat pertanyaan dari orangtua yang kebingungan dan khawatir. Masih ada yang percaya kalau ibu menyusui minum es, maka bayinya akan batuk pilek. Atau panik luar biasa saat ASInya terkena wajah bayi karena ketakutan wajah bayi akan kemerahan. Ada yang sampai percaya kalau genital bayi terkena tetesan ASI bisa mandul lho!

Mitos lain yang sering kali ditanyakan orangtua adalah suara napas grok-grok pada bayi yang konon katanya karena saat lahir tertelan ketuban dan tidak dibersihkan dengan baik (Padahal tidak ada hubungannya). Lalu bayi harus dipakaikan gurita agar perut tidak buncit, dan dibedong erat agar kaki tidak bengkok.

 Yang juga sering terjadi, ada orangtua yang membawa anaknya ke dokter karena panas/demam yang tak kunjung turun walaupun telah diberikan obat penurun panas berhari-hari. Setelah ditanya berapa suhunya, orangtua hanya bilang terasa panas jika diraba oleh tangan. Waktu diukur dengan thermometer, ternyata suhunya normal. Bayangkan deh, bayi tadi berhari-hari diminumkan obat yang tidak tepat indikasi.

Monday, June 19, 2017

Surprise Visit!

Masih inget dengan cerita saya saat melakukan Mommyclopedia Promo Trip bulan Februari kemarin tak? Saat itu, saya berkesempatan untuk syuting Ibu Pintar Trans TV dengan Zaskia Adya Mecca dan Donita. Nah sejak saat itu, kami (saya dan Zaskia tepatnya) masih sering berkomunikasi.
Mirip ga? #Ngarep :p

Suatu hari, Zaskia mengabari saya kalau akan pergi ke Surabaya dalam rangka pekerjaan. Semua anaknya alias 3K (Kana, Kala, Kaba) yang lucu-lucu itu dibawa. Zaskia mengajak meet up di tempatnya menginap. Saya sih senang bukan kepalang. Yeeeees! Akhirnya bisa juga bertemu dengan Alali yang super gemashhh! Sejak Kala aka Alali aka Mpret aka Abon ini lahir, saya sudah setia stalking di akun Instagramnya. Saya pun suka sekali melihat Kana alias Sybill yang super girly dan Kaba yang menggemaskan.

Thursday, June 15, 2017

Campak pada Anak

Baru-baru ini, ramai pemberitaan adanya seorang artis (artis atau bukan yaaa hmmm) yang anaknya sakit campak. Yang membuat pemberitaan ini menjadi heboh adalah karena ternyata ia memilih untuk tidak mengimunisasi kedua anaknya. 

Karena kebetulan saya baru saja diwawancarai Detik Health mengenai campak, saya share di sini sekalian yaa. Semoga berguna:)


1. Apa sih gejala utama campak? Bagaimana membedakan sakit campak dengan penyakit infeksi lain karena sama-sama demam tinggi, cacar air misalnya?
Sumber: Google
Sebetulnya gejala campak memang hampir mirip dengan infeksi virus yang bergejala fever and rash (demam dan ruam). Walaupun begitu campak atau morbili ini punya gejala klinis khas yang terdiri dari 3 stadium:

1.Stadium prodormal berlangsung kira-kira 4-5 hari dengan gejala demam, malaise, batuk, fotofobia, konjungtivitis dan koriza.
2.Stadium erupsi yang berlangsung 4-7 hari setelah stadium prodormal ditandai dengan timbulnya bercak koplik dan ruam mulai muncul dari belakang telinga menyebar ke wajah, badan, lengan dan kaki. Ruam ini mulai muncul saat demam tinggi.

Tuesday, June 13, 2017

Jatuh Dari Tempat Tidur

Ayo mengaku deh, siapa orangtua yang pernah mengalami kepanikan dan kekhawatiran luar biasa saat anaknya jatuh dari tempat tidur? Saya yakin pasti banyak karena memang kasus ini sering terjadi. Nah, kebetulan sekali beberapa waktu yang lalu saya menjadi narasumber mengenai hal ini di Detik Health. Saya share di sini juga yaa, semoga berguna:)
Sumber: Google


1. Apa saja yang harus diwaspadai saat bayi jatuh dari tempat tidur?
Yang paling ditakutkan oleh orangtua saat bayinya jatuh dari tempat tidur adalah jika terjadi cidera kepala dan gegar otak atau cidera otak.

2. Bisakah menjadi suatu kefatalan, misalnya terjadi gangguan persarafan atau patah tulang atau gegar otak? Apa tanda-tandanya terjadi kefatalan akibat bayi yang jatuh dari tempat tidur?
Tanda-tanda gegar otak yang harus diwaspadai:
- Muntah-muntah terus
- Kejang
- Mata juling atau pupil yang tidak sama besar
- Pucat
- Keluar cairan atau darah dari telinga
- Tidak seimbang saat duduk, merangkak atau berjalan
- Gangguan napas (pola napas tidak seperti biasanya)
- Penurunan kesadaran mulai tidur terus sampai tidak sadar

Tuesday, June 6, 2017

Mengajarkan Naya Berpuasa

Alhamdulillah, mulai tahun ini Naya sudah ikut berpuasa. Walaupun hanya setengah hari, tapi menurut saya ini sudah luar biasa untuk anak 6 tahun yang hampir tak pernah bisa berhenti mengunyah hehe. Saya sendiri waktu masih kecil, sejak usia 4 tahun kalau saja diijinkan, bisa berpuasa penuh. Senang sekali malah rasanya. Yeeeees! Tidak ada yang mengejar-ngejar harus makan atau minum. Karena itu juga orang tua saya yang malah khawatir.

Tapi memang yang namanya anak itu unik. Lain saya, lain pula dengan Naya. Sejak lahir, Naya ini memang jauh berbeda dengan saya dalam hal makan atau minum. Kalau saya dulu susah sekali makan sampai harus ditakut-takuti dengan sapu lidi (yang ternyata saya baru tahu sekarang kalau inilah cikal bakal saya picky eater sampai sekarang!), nah Naya ini justru sepertinya susah berhenti:p Serius lho. Maka itu, bisa menahan lapar dan haus sampai tengah hari untuk Naya menurut saya sudah hebat sekali.

Sunday, June 4, 2017

Kejang Demam

Sesuai hasil wawancara saya dengan Mommies Daily beberapa waktu lalu, berikut adalah beberapa pertanyaan yang seringkali ditanyakan orangtua terkait kejang demam pada anak. Semoga bermanfaat ya!:)


Apa yang dimaksud dengan Febrile Seizures? 
Sumber: Google
Febrile seizure atau kejang demam adalah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu rektal di atas 380C) yang disebabkan oleh suatu proses ekstrakranium.
Seberapa umumkah kejang demam (febrile seizure)? Siapa saja yang berisiko mengalaminya?
Kejang  demam  terjadi  pada  2-4%  anak  berumur  6  bulan    5 tahun. Anak yang pernah mengalami kejang tanpa demam, kemudian kejang demam kembali tidak termasuk dalam kejang demam. Kejang disertai demam pada bayi berumur kurang dari 1 bulan tidak termasuk dalam kejang demam.

Thursday, June 1, 2017

Gendongan Bayi

Karena beberapa waktu lalu saya baru saja diwawancara oleh tabloid Mom and Kiddie mengenai gendongan bayi yang saat ini sedang hip, sekalian saja saya share di blog ini yaa. Semoga lebih bermanfaat:)
Sumber: Google


1.     Apa manfaat gendongan untuk bayi?
Ada beberapa manfaat gendongan untuk bayi dan ibunya:
- Bonding. Jalinan kedekatan ibu dan anak dapat lebih dilatih dengan menggendong bayi.
- Menenangkan. Menggendong bayi dapat memberikan rasa aman dan nyaman pada yang bayi yang dapat menenangkannya.
- Menstimulasi sistem keseimbangan bayi yang dapat menstimulasi gerakan motoriknya.
- Lebih mudah menyusui.
- Praktis jika bepergian atau tetap beraktivitas.

Tuesday, May 30, 2017

Wajibkah Bayi Merangkak?

Beberapa saat lalu, saya diwawancara oleh MommiesDaily terkait kemampuan merangkak pada anak. Supaya berguna untuk lebih banyak orang, saya share di sini juga yaa. Semoga bermanfaat:)
Sumber: Google


1.     Biasanya/umumnya bayi umur berapa bisa merangkak?
Sekitar usia 7 bulan – 10 bulan.

2.     Betulkah tahapan merangkak para bayi itu sebetulnya nggak wajib. Kenapa k?
Betul, sampai saat ini sebetulnya wajib tidaknya seorang anak masih kontroversial. Mungkin pernah baca/dengar nih, ada yang mengatakan seandainya anak tidak merangkak. Kelak perkembangan otaknya akan terganggu. Padahal sampai sekarang, TIDAK ADA bukti ilmiah yang menyatakan demikian. Merangkak memang banyakmanfaatnya untuk perkembangan anak. Tapi worries nit, yang tidak merangkak pun tidak masalah, otaknya tetap akan berkembang. Jadi, orangtua tidak perlu merasa cemas berlebihan.

Selama bayi dapat melakukan gerak koordinasi kanan kiri dan menggunakan tangan serta kakinya secara seimbang, tidak masalah kok. Kalau dilihat di salah satu screening tool perkembangan anak yang paling sering dipakai para ahli, Denver, jelas tidak ada milestone merangkak yang harus dilewati.

Saturday, May 27, 2017

Motivasi Menulis

Tahu tidak, saya sering kali mendapat pertanyaan dari banyak orang. "Bagaimana sih caranya menulis buku?' Tentu, motivasi masing-masing berbeda. Ada yang ingin pasiennya tambah ramai setelah menulis buku, ada yang ingin jadi terkenal, ada juga yang ingin menjadi kaya.

Pertanyaan-pertanyaan tadi mengingatkan diri saya sendiri, apa sih motivasi menulis saya?
Sumber: Google
Pada dasarnya, saya suka menulis sejak kecil. Saya ingat, sejak baru pertama kali bisa menulis, saya suka sekali menulis cerita pendek, puisi, atau sekadar jurnal harian. Saya menulis di sobekan kertas, di belakang kertas bekas milik papa, di tissue, di manapun yang bisa ditulis deh. Saya merasa lebih dapat mengekspresikan pendapat saya, apa yang saya pikirkan, apa yang saya rasakan lewat tulisan. Tidak pernah terbayang waktu kecil kalau kelak saya akan membuat buku.

Friday, May 26, 2017

Marhaban Ya Ramadhan

Alhamdulillah, tahun ini saya masih diberi kesempatan untuk menjalankan ibadah kembali di bulan Ramadhan. Harapan saya tak muluk-muluk, semoga dapat beribadah semaksimal mungkin. Setidaknya lebih baik dari tahun sebelumnya.

Untuk yang beragama Islam, saya mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa, semoga semua ibadah kita di bulan ini lancar dan mendapat berkah Allah Swt. Selamat berpuasa!:)

Wednesday, May 24, 2017

Last Day in Europe

Setelah lebih dari seminggu melakukan perjalanan keliling Eropa timur, akhirnya hari ini tiba juga. Sejujurnya, saya sudah benar-benar bosan dan kangen rumah. Well, tepatnya kangen Naya dan suami sih hehe. Engga kangen sambal, Met? Naaah biasanya, setiap pergi ke luar negeri saya selalu kangen sambal sampai ngidam segala haha. Tapi di perjalanan kali ini saya belajar dari pengalaman, membawa sambal sendiri.

Ternyata bukan saya saja yang berpikiran sama, teman-teman dalam rombongan pun membawa berbagai macam sambal. Mulai sambal botol sampai sambal bawang bu Rudy. Tak hanya itu saja, mulai abon, kering tempe, bawang goreng, lengkap ada! Jadi, bisa dibilang kali ini saya tak terlalu merindukan makanan Indonesialah yaa.

Di hari terakhir ini, kami sudah merencanakannya sematang mungkin. Karena hari sebelumnya kami belum berbelanja sama sekali akibat hari libur di Budapest sehingga semua tutup, hari ini kami berencana melipir ke Central Market Hall, pasar terbesar di Budapest. Pasar tradisional sih, tapi banyak juga yang menjual souvenir sampai baju.
Di dalam Budapest Keleti Train Station
Menurut Bugi, pemilik apartemen kami, Central Market dibuka mulai jam 6 pagi. Kami sudah siap sejak 7 pagi dan keluar apartemen setelah sebelumnya packing. Maklum, kami harus check out jam 12 siang itu. Saya sudah bertanya terlebih dahulu harus naik apa ke Bugi. Hanya dengan naik subway 1 stopan, disambung dengan tram 2 stopan dari stasiun Keleti dekat apartemen kami. Semalam sebelumnya, saya juga sempat googling bagaimana menggunakan public transportation.

Tuesday, May 23, 2017

Üdvözöljük Budapesten!

Hari pertama kami di Budapest dimulai dengan shalat Shubuh dan mulai beberes. Rencananya hari ini kami akan memuaskan diri berkeliling Budapest untuk melihat keindahan ibukota Hungary ini. Dari hasil browsing di aplikasi andalan setiap travelling, Trip Advisor, saya sudah mencatat kalau kebanyakan toko di Budapest tutup setiap hari Minggu. Sebetulnya ada sih beberapa toko souvenir yang buka tapi tentunya dengan harga yang lebih mahal.

Jam 8 pagi kami sudah keluar apartemen menuju stasiun kereta. Kami berniat untuk mengikuti Hop On Hop Off selama 24 jam di Budapest. Saya sudah mencari meeting pointnya yang ternyata terletak lumayan jauh dari apartemen. Saat di stasiun, saya setengah mati kebingungan karena tak tahu harus naik kereta yang mana, bagaimana membeli tiket, dan sebagainya. Lagi-lagi, tidak ada satu pun petugas yang bisa berbahasa Inggris. Duh, sengsara amat deh.

Monday, May 22, 2017

Off to Vienna-Parndorf-Budapest

Setelah semalaman berkutat dengan koper dan bawaan masing-masing, pagi ini kami menuju stasiun kereta api utama, Prague Hlavni Nadrazi untuk pergi ke Vienna dan Budapest. Karena kereta kami dijadwalkan jam 7 pagi, maka sejak jam 6 kurang kami sudah keluar dari apartemen.

Semalaman saya tidak bisa tidur, gaduh gelisah karena takut kebablasan hehe. Alhamdulillah setelah mandi, bersiap-siap, check and recheck, kami bertiga (satu di antara kami pulang ke Jakarta dari Prague) langsung check out dan memesan Uber untuk pergi ke Hlavni Nadrazi. Jarak antara apartemen dengan stasiun ini tidaklah jauh, apalagi karena masih pagi dan bukan hari kerja, perjalanan dapat ditempuh dalam waktu kurang dari 10 menit saja,

Stasiun Hlavni Nadrazi ini sama halnya dengan bangunan lain di Prague, sangat tua dan tampak kusam. Saya sering sekali membatin selama di Prague, ini kenapa ya kok pemerintahnya tidak mengecat ulang atau merestorasi bangunan-bangunan tua supaya tampak lebih bagus? Ketika kami masuk ke dalam, kami kebingungan bukan main. Tidak ada keterangan yang tertulis dalam bahasa Inggris sehingga kami tak tahu harus menuju ke mana.

Sunday, May 21, 2017

Espghan Day-2

Hari ke-2 mengikuti kongres, kami berangkat pagi hari sekali karena ingin mendapatkan tempat duduk di depan. Acara paling awal adalah breakfast symposium dimana semua pesertanya mendapatkan breakfast. Berbeda dengan di Indonesia yang kalau kongres persertanya berebut memenuhi tempat di belakang, di sini kami harus berangkat pagi jika ingin mendapat tempat duduk di depan.


Materi yang diberikan hari itu sangat menarik. Bayangkan ya, dari jam 7 pagi kami mulai berangkat. Tempat kongresnya hanya dipisahkan oleh jembatan penyebrangan saja dari apartemen kami. Dekat sekali. Lalu belajar dari berbagai materi yang ada di sana. Saya bahkan terinspirasi untuk membuat beberapa penelitian setelah mendengarkan materi di kongres. Wish me luck ya!

Saturday, May 20, 2017

ESPGHAN Day-1

Hari ke-4 kami di Eropa merupakan hari pertama kongres ESPGHAN (European Society of Pediatric Gastroenterology, Hepatology and Nutrition) diadakan. Saya sudah super excited sejak hari-hari sebelumnya.

Sebelum datang ke venue yang dekat sekali dari apartemen kami, saya terlebih dahulu mengunduh aplikasi ESPGHAN. Aplikasi ini sangat mudah digunakan, dan membantu sekali bagi para peserta kongres. Ada informasi mengenai waktu, tempat dan daftar topik serta pembicara, denah lokasi, dan lain sebagainya. Pokoknya lengkap!

Acara pagi itu dimulai dengan breakfast symposium jam 7.30 pagi. Kami mendaftar ulang dan langsung menuju lokasi acara. Saat registrasi, tidak ada proses menulis seperti di Indonesia. Cukup scan barcode yang ada di email konfirmasi, kami  bisa mencetak sendiri kartu peserta. Lalu setelahnya, tinggal menunjukkan kartu peserta, kami mendapat symposium kit yang berupa tas belacu (jauuuuh dengan kongres di Indonesia yang lebih mewah) berisi buku dan beberapa brosur. Selain itu, kami juga mendapatkan public transportation card untuk digunakan bebas di Prague selama acara berlangsung. Mulai bis, trem, sampai MRT. Gratis!

Friday, May 19, 2017

Morgen, Dresden!

Hari ketiga di Eropa, rombongan kami sudah merencanakan untuk melaksanakan daytrip seperti sebelumnya. Namun, kali ini tujuan kami berada di luar dari negara Czech Republic, tepatnya di Jerman. Kami memutuskan untuk mengunjungi Dresden.

Perjalanan dari Prague menuju Dresden dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 2 jam. Jadilah pagi-pagi sekali kami menuju pusat kota Prague dengan Uber, untuk menuju meeting point. Mungkin karena jaraknya yang tak sejauh Prague- Cesky Krumlov, kami baru berangkat dari meeting point jam 10 pagi.

Kami berangkat dari apartemen sejak jam 7 pagi. Memang kami berniat untuk mengeksplorasi pusat kota Prague terlebih dahulu sebelum ke meeting point. Yang pertama kami tuju adalah icon kota Prague, yaitu astronomical clock. Jam besar yang sudah berdiri ratusan tahun ini memang benar-benar atraktif untuk banyak turis. Sayangnya, kalau datang agak siangan sedikit, penuuuh minta ampun! Makanya, kami datang pagi sekali. Walaupun sedang direnovasi, jam ini masih tampak indah, dan kami bisa puas berfoto di depannya.

Thursday, May 18, 2017

Mengunjungi Cesky Krumlov

Hari kedua di Prague, saya terbangun jam 2 pagi (Karena di Indonesia sudah jam 7 pagi). Rasanya lelah luar biasa tapi sangat excited ingin segera mengeksplorasi Prague. Rupanya tak hanya saya saja, ketiga teman lain pun semua terbangun dini hari. Akhirnya kami menghabiskan waktu dengan menghangatkan diri (suhunya sampai 2 derajat di malam hari) dan bersiap-siap.

Hari itu, kami merencanakan untuk mengikuti daytrip slama 10 jam ke Cesky Krumlov. Cesky Krumlov ini adalah kota kecil yang terletak di ujung selatan Czech Republic. Cesky Krumlov mendapatkan gelar World Heritage dari Unesco karena sejarah dan keindahannya. Perjalanan dari Prague ke Cesky Krumlov ditempuh selama 2,5-3 jam.

Kongres yang akan kami ikuti baru dimulai 2 hari setelahnya. Kami memang sengaja datang lebih dulu agar berkesempatan mengeksplorasi Prague dan sekitarnya. Mumpung sedang di Prague kan ya hehe.

Kami mengikuti daytrip yang diadakan oleh Viator. Kami cukup mendatangi meeting pointnya yang berada di pusat kota, berangkat pukul 9 pagi, dan setelah selesai akan diantarkan kembali ke meeting point tadi.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...