Saturday, July 28, 2012

Nikmat Allah

The best part of being a doctor is when someone asks what you do for living, you can answer "I save lives!".
Entah siapa yang pertama kali menulis quote ini, tapi saya membacanya dari tweet seorang teman.

Bener atau engga? Yaa, bisa jadi memang benar. Tapi kalau menurut saya pribadi sih, the best part of being a doctor is the chance given.

Sebagai dokter, saya merasa diberi banyaaaak sekali kesempatan untuk beramal, kesempatan untuk menolong orang lain. InsyaAllah, apabila diniatkan semata-mata karena mengharap ridho Allah, kesempatan ini bisa dijadikan 'tabungan' amal di akhirat kelak. Selain itu, saya juga punya banyak sekali kesempatan untuk bersyukur.

Terkadang, sebagaimana layaknya manusia lain, sering terlintas pikiran seperti 'Kenapa saya engga sekaya si X ya, yang bisa keluar negri bolak-balik." Atau " Yaah, coba saya bisa nyanyi, udah jadi penyanyi dah sekarang, ga perlu jaga rumah sakit terus". Atau bahkan yang jauh lebih sederhana, saya mengeluhkan keadaan mobil yang "Engga secanggih mobil lain, engga matic sih jadi pegel kalau harus nyetir", mengeluhkan handphone yang "Susah banget makenya, boro-boro keren". Atau yang rutin sehari-hari terlintas, "Gila ya, Surabaya panas banget sih", "Ini kenapa deh pilek udah seminggu engga sembuh-sembuh", "Ya ampun, jaga lagi? Kapan bisa istirahatnya?" dan masih banyak lagi yang lainnya.

Untung saja, pikiran demikian hanya sempat terlintas sepersekian detik. Saya langsung tersadarkan begitu melihat kondisi pasien di depan saya. Ada yang terlahir dengan penyakit jantung bawaan, kelainan anatomi bawaan, epilepsi, cerebral palsy sampai ke penyakit keganasan atau kanker. Tentu, kalau bisa memilih, mereka pasti tidak akan memilih terlahir dengan sakit demikian.

Saya teringat waktu masih koass dulu di bagian pediatri. Ada satu pasien leukemia yang sangat kooperatif. Tidak rewel setiap diambil darah, tidak meronta-ronta setiap diperiksa. Saya pernah menulis cerita tentangnya dulu disini. Saya ingat sekali, pasien itu tidak pernah sedikit pun mengeluh. Sama sekali. Tidak walaupun darahnya harus diambil setiap hari, tidak juga ketika dia harus keluar dari sekolahnya karena menjalani kemoterapi. Saat kemoterapi mulai merontokkan rambutnya, membuat mual muntah setiap saat, tetap tidak ada keluhan keluar. Bahkan sampai saat akhir hidupnya, saya tidak pernah mendengar dia mengeluh. Saya sungguh sangat terinspirasi dan terkagum-kagum padanya. Bayangkan, anak kecil lho ini! Menyadari keadaannya, penyakitnya, tapi tidak mengeluh sedikit pun. Malah, dia berusaha membuat sisa hidupnya berguna bagi orang lain. Dia masih bisa menghibur pasien lain yang menangis saat diambil darah, dia masih bisa menghibur pasien lain dengan nyanyian dan senyumnya.

Sungguh saya malu bila membandingkan dengan diri saya pribadi. Bayangkan betapa sepelenya 'masalah' yang saya keluhkan dibandingkan 'masalah' pasien saya yang malah tidak dia keluhkan. Selain itu, sering juga saya menerima pasien dengan gizi buruk karena seumur hidupnya hanya diberi air putih dan tajin. Tidak mengerti bahwa ASI yang terbaik, tapi tidak cukup mampu membeli susu formula. Ada lagi pasien bayi yang datang karena sakit tapi kemudian ditinggal oleh orangtuanya begitu saja, sampai akhirnya harus diambil dinas sosial karena tidak ada keluarga yang mau merawat. Dan masih banyak lagi kasus lain dengan hikmah yang bisa saya ambil.

Mungkin memang saya bukan orang yang kaya raya, bisa keliling dunia, bisa beli mobil canggih atau handphone keluaran terbaru, tapi Alhamdulillah Allah Swt memberikan saya kesehatan yang tak ternilai, memberikan saya kesempatan untuk hidup berkecukupan, memberikan saya keluarga yang sangat mendukung dan menyayangi saya. Saya tersadarkan, tidaklah salah untuk bermimpi atau bercita-cita tinggi, tapi jangan lupa untuk selalu melihat ke bawah juga. Jangan sampai karena "melihat ke atas" terus, kita jadi mendustakan nikmat Allah.

 Semoga tidak ada lagi nikmat Allah yang saya dustakan. Amin.

Thursday, July 26, 2012

Superkids Indonesia

  Superkids Indonesia

The interview





Yayyyy.. i was interviewed by Superkids Indonesia, an indonesian edutainment portal for kids in english language. You can read the whole interview here.

Really hope it could inspire all kids not to be afraid of doctors. Well, especially when the doctor is me myself:p

Credits for mbak Pipit and mbak Anastasya:D

Wednesday, July 25, 2012

Sunday, July 22, 2012

Another Review

This is another review of MetaMatika written by Riza Farrie, (one of) the giveaway contest winner. Thank you, Riza!:*

MetaMatika..
Udah lama banget selese bacanya, tapi belum sempet nulis reviewnya, karena lagi suibuk kerja tugas feat uas plus kerja juga :D

Hari Sabtu (7/7) kemaren bukunya nyampe rumah, pulang kerja jam 4 sore, tau bukunya ada di tempat tidur Riza, langsung deh posisi pw banget buat baca, dan jam 6 pun udah selesai bacanya :)

Bukan bacanya dengan tergesa2, atau dilompat2in loo, tapi emang excited banget buat pengen tahu isi dalamnya gimana, karena sebelumnya Riza sudah bacain blog Meta mulai tahun 2008..dan menginspirasi Riza untuk kembali menulis, nulis apa aja deh :

Apa yang Meta tulis itu semunya bener2 dari hati, dan apa2 yang dari hati itu pasti jujur, dan setiap apapun yang disajikan dari hati nyampainya ke hati yang lain ya gampang banget.

Kalau Meta itu orang yg bisa jadi inspirasi, itu bener banget. Dari buku ini Riza terispirasi oleh kemandiriannya, sekolah dengan banyak side job, menjadi ibu yang baru melahirkan tapi ditinggal suami dinas, Meta ga sedikitpun bercerita keluhannya.

Meta menjadi sosok wanita yang emang sibuk dg banyak "dunianya", dia sangat enjoy dengan apa2 yang menjadi kegiatannya sehari-hari, dari baca buku ini, saya pribadi terispirasi juga dengan beberapa contoh sikap yang tidak diharuskan untuk ditiru, tapi saya berkeinginan besar untuk meniru,yang Riza suka banget ada kata2 "I can say proudly to my husband, u're my first and wud be my very last luv", suka A Letter for (Her) Dad, suka Harapan Untuk Naya, semoga papanya dikasih banyak rezeki untuk masa depan Naya.

Meta itu wanita yang modern, bagi setiap wanita yang baca buku ini harusnya punya suatu harapan, khususnya Riza pribadi ingin menjadi seorang wanita yang benar2 punya "this is my world",,terus berkarya ya mbak Meta :) karena emang menginspirasi :)
Sent from my PurpleBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

#10 Tahun di Radio-Part 3

"Penyiar radio? Emang ada yang masih dengerin radio jaman gini Met?"

Meta yakin, banyak juga yang punya pendapat gini. Radio didengarkan untuk mendapat informasi aktual dan lagu-lagu terbaru sebagai sarana hiburan secara gratis. (Cuma bayar listrik aja).

Tapiiiii..di era bebas merdeka kaya sekarang, gampang banget buat dapetin file MP3 lagu terbaru di internet. Tinggal googling aja judul lagunya, langsung deh bisa diunduh gratis! Atau kalau engga mau ngunduh, CD MP3 lagu-lagu terbaru sampai album terbaru banyak beredar dengan harga murah kok di pasaran kok sekarang.

Informasi aktual? Bisa didapet dari televisi yang engga cuma bisa ngasih "penjelasan" lewat audio tapi juga visual. Lebih jelas dong yang disampaikan. Selain itu, sama gratisnya. Siapa sih yang engga punya televisi jaman sekarang? Kayanya engga ada ya. Kalo Meta balik, siapa sih yang engga punya radio jaman sekarang? Meta yakin jawabannya pasti banyak:D

Terlepas dari itu semua, Meta yakin seyakin-yakinnya kalo radio ga bakal pudar dimakan waktu *halah*. At least, engga sekarang-sekarang ini. I'm pretty sure, masih banyak lho pendengar radio sekarang. Saat berkendara di tengah kemacetan,bosan mendengarkan koleksi MP3 yang dibawa, radio adalah jalan keluarnya. Ga mungkin juga kan bawa2 TV di jalan? Atau kalopun ada yang masang TV di mobil, gak nyaman juga ngeliat TV dengan layar kecil.

Buat Meta pribadi, mendengarkan coincidentally lagu yang Meta suka diputar di radio itu senangnya berkali lipat dibandingkan dengan mendengarkan di MP3 player. Beda aja rasanya:D

Ada yang (masih) suka dengerin radio juga? Share dong:)
Sent from my PurpleBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Friday, July 20, 2012

Ramadhan

Alhamdulillah dipertemukan kembali dengan Ramadhan tahun ini.

Setelah 2 tahun berturut-turut engga ikut puasa (tahun pertama karena hamil yang bermasalah, tahun kedua karena masih dalam masa ASIX), insyaAllah tahun ini Meta kembali ikut berpuasa. Deg-degan juga nih:p

Semoga semua ibadah kita di Ramadhan ini lancar, berkah dan diterima Allah Swt,amiiiin!

Selamat berpuasa yaaa!:D
Sent from my PurpleBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Wednesday, July 18, 2012

MomDad&I

Featured at MomDad&I Magazine July 2012

Dukung keluarga kami yaaa.. #Halah
:p

Twitter-an Berbuah Mejeng

Mejeng:p    
Bu Liana Kirana waktu itu yang pertama kali ngasih tau ada twitnya Meta mejeng di majalah Mother & Baby. Kaget juga sih, soalnya lupa pernah ngetwit apaan hahaha:))


#10 Tahun di Radio - Part 2

Kalau ditanya apa sukadukanya jadi penyiar radio, jawabannya banyaaaak!
Dengan jadi penyiar radio, wawasan jadi bertambah. Engga cuma sekedar soal musik aja, tapi macem-macem. Gaya hidup, olahraga bahkan fashion. How? Selama siaran, banyak info yang disampaikan dan bidangnya bermacam-macam. Engga jarang juga ada wawancara ahli dari berbagai bidang, selain itu, Meta berulangkali kebagian tugas mewawancarai selebriti lokal maupun luar macam Christian Batitusta, juga anak-anak SMA yang merupakan segmen pasar radio. Jadi ngeh deh bahasa gaul atau issue gaul anak SMA;)

Meta juga belajar tentang bagaimana komunikasi yang baik. Engga gampang lho siaran itu, gimana caranya menyampaikan suatu pesan ke pendengar hanya dengan suara tanpa visual, tidak monoton dan bisa terdengar menarik. How to work as a team pun Meta pelajari di radio.
Selain dengan partner (kalau siaran berdua), scriptwriter, pendengar, juga dengan OB sekalipun.
Menjadi penyiar radio membuka kesempatan Meta berkenalan dengan orang dari berbagai kalangan. Yang membuka kesempatan jadi presenter TV pun awalnya adalah dari penyiar radio. Demikian halnya dengan scriptwriter, MC dan voice talent pengisi suara di iklan-iklan. Semua berawal dari radio.

Meta pernah beberapa kali menjadi narasumber talkshow tentang broadcast, dosen tamu di UK Petra sampai pengajar tetap public speaking class dan kursus broadcasting. Semua lagi-lagi karena radio.
Jadi engga berlebihan kalo Meta bilang radio is my life. Tanpa radio, I would never be what and who I am now.

Dukanya? Ooooh banyak juga:p
Bayangin ya, Meta setiap hari siaran jam 4-6 pagi, which means harus bangun tidur jam setengah 3, mandi, beberes dan langsung ke studio. Dari studio, berangkat ke rumah sakit. Di rumah sakit sampai jam 4 sore, langsung ngebut ke bilangan Ahmad Yani buat syuting live jam 5 sore. Tau sendiri dong jam segitu gimana macetnya Ahmad Yani:@ selesai syuting, ada siaran lagi jam 7-10 malem di DJ FM. Sabtu dan Minggu, jadwalnya ngMC kalo pas lagi engga jaga. Kalo jaga ya engga.
Gempor? Anehnya engga:D I did it with fun. When you do what you love and love what you do, everything will be amazingly fun.

Terus kapan belajarnya? Jangan salah, Meta punya banyaaaak banget tugas ilmiah lho. Case report, Review, Problem case, Death case, dll. Yak itu dia, selama sela-sela waktu nunggu siaran, nunggu syuting atau nunggu giliran ngMC.

Meta sadar kalo tugas dan kewajiban utama Meta adalah sebagai mahasiswi FK (waktu itu). Jadi waktu mama tau Meta punya kerja sambilan sebagai penyiar,presenter dan MC, keluarlah ultimatum. 'Jangan macem-macem. Nanti kamu engga bisa jadi dokter karena sibuk sendiri.'
Sedih banget rasanya waktu itu. Tapi akhirnya setelah diskusi panjang lebar, mama mengijinkan Meta berkegiatan di luar kampus dengan satu syarat: IPK harus di atas 3.25!
Edan ya:p Kedokteran gitu lho, batas lulusnya aja 2.5, ini malah minta 3.25. Karena Meta udah kadung suka dengan dunia broadcasting, baiklah, I took the deal.
Featured at GirlFriend Magazine:D

Thanks to the insomnia I had, I could stay awake longer than anybody else. When anyone else slept, I was doing everything I could, like studying or reading those medical textbooks:D
Sama sekali engga keberatan, karena Meta emang pengen banget siaran, whatever it costs. I studied harder than my friends since I realized im not that smart. Meta pengen bebas dari UP atau SP simply karena pengen punya lebih banyak waktu buat siaran. Konsekuensinya? I had to study much much harder than before:D Lagi, engga keberatan sama sekali kok:)

Duka yang paling kerasa adalah kalau ada satuuuu aja pihak yang ngaret. Duh, rasanya pengen ngamuk. Jadwal Meta yang runtut, udah disesuaikan sama kemacetan Surabaya, dan insyaAllah bakal lancar kalaaaau semua pihak bisa ontime. Tapi kalo ada yang ngaret, walhasil semua jadi kacau balau:(

Contoh nih, misalnya Meta ada jadwal siaran jam 4, sebelumnya ada kuliah sampe jam 3. Udah Meta perhitungkan, jarak kampus ke studio, masih sempetlah. Eh ternyata, dosen yang mau ngasih kuliah ngaret, telat sejam datengnya. Otomatis, kuliah tadi selesainya juga molor sejam. Coba, gimana Meta bisa dateng siaran tepat waktu?

Contoh lain, kalo pas jaga, selesai jam 7 pagi (pas weekend), seharusnya bisa langsung ditinggal setelah operan sama koass jaga selanjutnya, dan bisa cabut untuk siaran jam 8. Tapu, ternyata koass jaga selanjutnya datengnya ngaret sejam, aaaarghhh. Emosi deh!
Biasanya sih, kalo ada kejadian kaya gitu, Meta tetep on schedule aja. Jam 3 atau setengah 4lah keluar duluan. Nanti minjem catetan temen yang ikut sampe kuliah selesai:D

Duka yang lain, kalau sampe sakit! Dengan padatnya aktivitas, wajarlah kalau kecapekan dan terus jatuh sakit. Hiks, namanya juga anak kost, sakit itu siksaannya dobel deh. Jauh sama mama, engga bisa beli makanan, engga bisa ngapa-ngapain. Tapi Alhamdulillah, Allah maha mengetahui, selama jadi anak kost, Meta cuma sekali sakit berat:D

Yang paling susah dari semua adalah me-manage waktu. I really wish a day is more than 24 hours. Tapi semuanya bisa diatur dengan prioritas. Meta naro kuliah di prioritas pertama, teratas di antara yang lain. Jadi kalo dihadapkan di suatu keadaan dimana Meta harus milih antara kuliah/siaran, kuliah/syuting, kuliah/ngMC, kuliah/ngisi iklan, kuliah/meeting dan pilihan-pilihan lain, pastilah kuliah yang Meta dahuluin:D

Alhamdulillah, Meta masih bisa siaran terus, dan lulus juga jadi dokter dengan IPK lebih dari 3.25 sesuai perjanjian:D

Duka lainnya (errr ini duka bukan ya?), adalah Meta engga pernah punya waktu buat nongkrong2 di kampus. Baru dateng beberapa menit sebelum kuliah mulai, dan langsung pergi lagi begitu kuliah selesai:D

-bersambung-
Sent from my PurpleBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Tuesday, July 17, 2012

#10 Tahun di Radio-Part 1


Engga kerasa, di tahun 2012 ini, genap sudah 10 tahun Meta jadi penyiar radio:D

Sebenernya dari dulu emang pernah kepikiran buat jadi penyiar radio aja, terutama kalo pas lagi ngomong atau cerita sesuatu dan engga didengerin:p Many people I know said that im talkative. I thought, it would be nice to be an announcer. Everyone would (have to) listen to me while im speaking. Tapiii, karena sadar diri suara Meta cempreng,engga sebagus para penyiar radio umumnya di masa itu (baca: serak-serak basah ala Reza atau berat), ya sudahlah, tenggelam deh keinginan jadi penyiar. Lagi pula, dengan jadwal penuh ala mahasiswa kedokteran, mana bisa kerja sambilan?

Suatu hari di tahun 2002, teman kost Meta bilang kalau ada audisi penyiar di radio EBS Surabaya. Pendaftar harus berpasangan dan nantinya, 8 pasang yang beruntung diperkenankan siaran mengisi 1 jam acara hari Minggu berjudul DJ On Sunday setiap minggunya selama 1 bulan. Teman kost yang sedang mencari pasangan siaran ini kemudian membujuk rayu Meta supaya mau ikutan.

Berdasarkan ‘sungkan’, akhirnya Meta iyakan saja ajakannya. Pada hari-H audisi, Meta janjian dengan teman kost untuk langsung ketemuan di stasiun radio yang dimaksud. Yang sudah ada disana banyaaaak sekali, ratusan, tapi tidak ada teman kost (calon) pasangan Meta.

Ditelpon ke kost, katanya tidak ada. Di-SMS, tidak dibalas, ditelpon ke HP, tidak diangkat. Sesaat setelah Meta memutuskan untuk pulang, nama kami berdua dipanggil oleh pihak radio. Meta masuk ke ruang audisi untuk menjelaskan pasangan yang seharusnya datang malah tidak hadir. Waktu itu, mas Iyok dari pihak radio memutuskan Meta diaudisi sendiri saja. Karena Meta pikir sudah kepalang basah, ya sudaaaah, hayuk aja deh!

Waktu itu audisinya berupa tes pengetahuan umum, mulai gossip sampai berita yang aktual. Selain itu ada tes bahasa inggris dan kepercayaan diri. Karena nothing to lose, Meta cuek aja ngejalaninnya. Keterima engga keterima terserah dah!

Selang seminggu kemudian, Meta ditelpon dan dinyatakan lulus ke audisi tahap kedua. Padahal serius, Meta udah lupa sama sekali sama audisi sebelumnya:p Oh ya, ternyata sang teman kost waktu itu ketiduran! Begitu dia tau Meta lolos ke babak selanjutnya, dia juga yang meminta supaya Meta ikut terus. Sempet ragu-ragu karena di saat yang bersamaan, Meta lagi heboh-hebohnya mau ujian. Entah gimana, Meta akhirnya setuju untuk lanjut ke babak audisi selanjutnya dan selanjutnya dan selanjutnya. (Ada 4 tahap cyiiiin!).

Alhamdulillah,  Meta lolos dan berhak untuk siaran selama 1 jam di radio tsb. Pasangan Meta diambil dari peserta audisi yang sama-sama tidak punya pasangan. Inget banget, selama siaran 1 jam itu, Meta malah baca buku kedokteran karena besoknya mau ujian hahaha. Di akhir bulan, pendengar boleh memvote siapa pasangan favorit mereka yang kelak akan mendapatkan hadiah magang sebulan di radio.

Karena Meta yakin engga bakal menang, (ps: sadar kok suara Meta cempreng:p), Meta yakin aja buat pulang kampung ke Bandung pasca ujian. Baruuuuu sampai di stasiun, Dina, pasangan siaran Meta menelpon dan ngabarin kalau kami jadi pemenang voting pendengar. Yaaayyy!

Teringat obsesi dahulu, Meta langsung kembali ke Surabaya. Apalagi mama yang tau kalo Meta pernah pengen banget jadi penyiar, langsung nyuruh balik ke Surabaya lagi. Yaa lumayan bisa dapet kesempatan siaran sebulan:D

Selama magang, Meta dapet jam siaran lumayan banyak, partneran sama Andra dan Alvin. Ampir 12 jam sehari dihabiskan di radio deh. I really love it! Suka sama suasananya, suka sama teman-teman kerjanya, menyenangkaaaan<3
Banyak pengalaman yang Meta dapet, bahkan sempet jadi target Katakan Cinta juga, hahahahaha kalo inget itu bawaannya pengen ngakak:p

Begitu sebulan berlalu, sedih juga. Tapi Meta sadar kalo kewajiban utama sebagai mahasiswa FK mungkin emang engga bisa diduakan, jadilah Meta pamitan ke pendengar, teman-teman yang lain, mengira that was my last time announcing on radio. Dan kembalilah kesibukan Meta sebagai mahasiswa FK setelah liburan.

Beberapa minggu setelahnya, harian DetEksi Jawa Pos mengadakan polling ke pembacanya mengenai penyiar radio favorit arek Surabaya, daaaaann.. I was one of them! Meta ada di posisi 3 besar, while I was not even a real announcer:D
3 besar penyiar favorit radio Surabaya

Karena itulah, Program Director radio tadi manggil Meta dan nawarin untuk siaran tetap. Happy? Jelas! Bingung? Jelas juga! I really wanted to be an announcer but above all, I wanted to be a doctor. Akhirnya Meta diskusi sama bang Yudi, PD radio tadi, dan dapat beberapa kesepakatan kalau kegiatan di radio engga bakal mengganggu kuliah Meta. Bayangin deh saking baiknya beliau, Meta dapet jadwal siaran jam 5-7 pagi, sementara kuliah Meta dimulai jam 7 pagi teng. Beliau mengijinkan Meta untuk pamitan jam setengah 7, dan setelahnya memasang lagu non-stop. Selain itu, Meta dibebaskan untk tidak ikut meeting kalau memang sedang kuliah, dibebaskan untuk mengambil libur siaran waktu dapat jadwal jaga, dan sejuta kebijakan lain yang sangat-sangat mempermudah Meta.

Juli 2002, pertama kalinya Meta mengudara di radio sebagai penyiar. Banyak kejadian lucu, menyenangkan yang pernah Meta alami. Yang Meta inget banget, Meta sempet diledekin dan dicap si kutu buku sama teman radio lain karena setiap break siaran bacaannya buku kedokteran yang tebal.

Inget juga, harus bisa bagi waktu antara siaran dan kuliah. Terbiasa ngebut di jalan, karena pantang bagi Meta untuk terlambat datang, bahkan satu menit pun.

Semua terbayar saat Meta lagi-lagi terpilih jadi penyiar favorit versi DetEksi Jawa Pos:D
Yaaay! Jadi penyiar paling favorit!

Meta engga punya basic pendidikan tentang dunia broadcasting. Sama sekali. Semua dilakuin dengan learning by doing. Suara memang penting, tapi Meta sadar kalo ternyata ada yang lebih penting lagi dari sekedar suara. On-air personality, being smart dan humble adalah modal penting buat jadi penyiar. Jangan pernah terlambat, dengan alasan apapun. As far as I remember, Meta cuma pernah satu kali terlambat siaran, itu pun karena banjir mencapai setengah meter di jalan raya Kertajaya. Mobil Meta mogok, dan akhirnya siaran by phone. Tapi selebihnya engga pernah semenit pun terlambat. Dengan menghargai waktu, sebetulnya menurut Meta, kita menghargai profesi kita dan juga pendengar kita. Penting!

Bersambung ke part 2 yaa.. Panjang sih, 10 taun gitu lho!

Monday, July 16, 2012

Beli Buku

Buat yang nanya gimana caranya ngedapetin buku MetaMatika, this is how to order:

- Kirim email ke : admin@nulisbuku.com
- Sebutin judul bukunya: MetaMatika, berapa copy yang mau dipesen, nama dan alamat serta no telp kamu.

Tunggu sampe pihak nulisbuku bales email kamu beserta jumlah uang yang harus ditransfer. Bukunya bakal nyampe kurang lebih 2 minggu setelah kamu order.

Happy ordering!

Naya Anak Shalehah

Halloooo..

Lumayan lama juga engga ngupdate blog. Sorry, divisi Pediatric Gastroenterology where i worked now is such a mess everyday. Semua manusia kecil yang mencret, muntah, sakit perut dan kawan-kawannya dikonsulin:D

Anyway, masih belum mau cerita panjang lebar karena Meta masih punya tugas bejibun yang harus diselesein:p

Cuma mau share sedikit, bayi -no longer- berjudul Naya ini sekarang engga mau dipanggil Naya, harus pake kakak. Dan hobiiii sekali shalat-alhamdulillah-:D

Kalau denger suara azan dari mesjid atau dari tivi, langsung ambil mukena sama sajadah hellokittynya, nyuruh emaknya shalat. Nanti semua gerakan sang emak selama shalat diikutin, tapi bedanya, kalo emak ngadep kiblat, Naya ngadep emak:)))

Pernah, Meta lagi engga shalat dan kepaksa pura-pura shalat, karena diomelin sang bayi. Bingung juga mau ngejelasin konsep "wanita dewasa engga boleh shalat kalo lagi halangan" ke bayi umur setaun.

Emak shalat, Naya ikut pose.
Naya minta dipakein mukena.

Semoga Naya jadi anak yang shalehah ya naaaak:*

Thursday, July 5, 2012

Naya-15mo

Update dulu Naya 15 bulan ini yaaa..

Di usia 15 bulan, kosakata Naya:
Mama, papa, mbak yaci (lastri), mbak citi (siti), ucie (utie), minta, minjem, amin (tiap habis berdoa), mici (permisi), maci (makasi), halo, gajah, ayam, pus, nyam (makan), mimik (minum), mau, udah, abis, engga ada, engga mau, adek, kakak, iya, pak, bu, wan (one), cu (two), ti (three), stop, tuus (terus), ini, itu, lho, mana, kici (hellokitty), apa, pegi (pergi), mol(mall), enak, lolong(tolong), apa lagi yaa.. Kalo inget ntar diupdate deh:D

Pinter2 terus ya Nyaaa:*

Ps: ini foto Naya kalo lagi minta sesuatu. Di foto ini, Naya lagi minta uang hahaha. Ngikutin ART yang minta uang belanja tiap Meta berangkat sekolah:D
Sent from my PurpleBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Tuesday, July 3, 2012

Miciiiiii..

Satu hal yang Meta harapin banget dari Naya adalah sopan santun. That's why, Meta selalu ngajarin Naya untuk salim kepada orang yang lebih tua, bilang makasih setiap dikasih sesuatu, atau ngomong minta sambil menengadahkan kedua tangan kalau minta sesuatu, juga ngomong permisi setiap lewat.

Ini video contoh Naya ngomong "MICIIIII!!" kalau ngelewatin orang.

video

Adorable:*

MOL:p

Hari Minggu siang, sepulang dari Delta. Meta ngebeliin Naya stroller ubtuk boneka hellokittynya karena udah beberapa hari keukeuh jumeukeuh mau ngedorong stroller punyanya sendiri. Berhubung stroller Naya berat dan lebih besar dibanding Naya, Meta takut Naya malah jatoh.

Begitu sampe rumah, hellokitty langsung ditaro diatas stroller dengan bahagianya:D

M: Naya mau kemana sih?
N : Pegi.
M : Sama siapa?
N : Adek Kici (Hellokitty maksudnya)
M: Kemana?
N: MOL.

:))))) Hahahahahaha, ketauan deh emaknya anak mol:p


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...