Friday, August 4, 2017

Travelling Dengan Anak


Berikut ini adalah beberapa pertanyaan dari Jawa Pos yang telah dimuat mengenai melakukan perjalanan atau travelling dengan anak. Semoga berguna ya:)


Sumber: Google


Di usia berapa bulan/tahun anak bisa diajak traveling? Lalu, di usia berapa anak mulai bisa bepergian dengan pesawat?
Sebetulnya tidak ada aturan baku kapan anak sehat dapat diajak travelling atau bepergian dengan pesawat. Banyak juga lho newborn yang baru berusia beberapa hari (dengan catatan sehat) sudah bepergian dengan pesawat. Walaupun begitu, pada umumnya sangat penting untuk mencegah bayi baru lahir terekspos dengan orang banyak karena sistem daya tahan tubuhnya yang masih rentan, Apalagi belum imunisasi kan ya, tinggi risikonya untuk terkena virus atau bakteri yang ada di sekitarnya. Perusahaan penerbangan juga memiliki kebijakan sendiri-sendiri mengenai batas umur bayi boleh dibawa naik pesawat. 

Untuk usia bayi, apakah anak perlu menjalani pemeriksaan dokter lebih dulu sebelum melakukan perjalanan?
Kembali lagi ke aturan perusahaan penerbangan, ada yang mewajibkan bayi di bawah 3 bulan jika ingin terbang membawa surat keterangan sehat dari dokter. Kalaupun tidak, tak ada salahnya memeriksakan bayi untuk meyakinkan bahwa ia sehat sebelum travelling. Selain itu, orangtua pun bisa berkonsultasi mengenai obat-obatan apa saja yang perlu dibawa pada saat travelling.

Apakah ada kondisi yang membuat anak dilarang bepergian? 
Tentunya saat ia sakit. 
Apakah ada batasan bepergian (durasi penerbangan atau perjalanan darat/laut) untuk anak usia tertentu?
Tidak ada sih, namun sebaiknya perhatikan juga kondisi anak jika ingin membawanya travelling jarak jauh. 

Seberapa rawan kah anak mengalami mabuk perjalanan? Kondisi apa yang bisa memicu anak mengalami mabuk perjalanan?
Motion sickness alias mabuk perjalanan dapat terjadi saat otak menerima sinyal yang membingungkan dari berbagai bagian tubuh berkaitan dengan gerakan. Pada saat kendaraan bergerak, sinyal yang diterima terkadang tidak konsisten. Misalnya saat kita melihat balapan mobil di TV, mata merasakan gerakannya, tapi telinga tengah (yang mengatur keseimbangan) dan sendi tubuh tidak. 

Otak akan mengaktivasi respon yang membuat kita mabuk. Anak kecil saat di dalam kendaraan biasanya tidak bisa melihat ke luar, sehingga mata tidak dapat merasakan gerakan, tapi telinga tengah bisa. Mabuk ini bisa berupa mual, pusing. nyeri perut, muntah. Tidak perlu ke dokter jika tidak berlangsung lama. Namun jika terlihat sangat nyeri, ke dokter segera.

Cara mencegah mabuk perjalanan:   
-Kata orang dulu, posisi menentukan prestasi hahaha. Posisi duduk yang paling aman dari serangan mabuk perjalanan bagi anak dalam mobil adalah di barisan depan atau tengah. Bila dalam perjalanan udara, posisi yang paling aman adalah di posisi tengah (sayap) pesawat.  

-Dalam perjalanan darat, upayakan anak lebih banyak melihat jauh ke depan dan tidak melihat benda-benda yang bergerak secara cepat di dekatnya (misal mobil yang melaju berlawanan arah). Refleks mata yang mengikuti benda bergerak cepat terlalu lama dapat membangkitkan rasa mual.

-Hindari kondisi pencernaan yang terlalu penuh dengan makanan berat atau minuman bersoda. -Berikan makanan ringan dan tidak banyak berlemak sebelum dan selama perjalanan bila memang lapar. Hindari pula kondisi kekurangan cairan, karena ini juga akan membuat mual dan mudah pening.

-Hindari membaca buku atau bermain gadget selama dalam perjalanan di mobil.

-Pastikan udara dalam kendaraan cukup segar dan memiliki sirkulasi yang baik. Hindari membawa sesuatu yang beraroma terlalu keras dan menyengat

-Dalam perjalanan darat dengan kendaraan pribadi, upayakan kendaraan melaju dalam kecepatan yang stabil dan tidak berguncang terlalu banyak. Bila anak tampak mulai jenuh atau mual, menepi dan beristirahatlah sejenak sekitar 10-15 menit di area istirahat yang ada. 

Bagaimana mengatasi jam makan anak ketika sedang bepergian? 
Sebaiknya jam makan anak tetap dibuat teratur. Jika pada saat waktu makan sedang berada di jalan, yaa berhenti dulu untuk makan. Jangan lupa untuk memberi cairan yang cukup untuk anak agar tidak dehidrasi.

Bagaimana mengondisikan anak agar tenang selama perjalanan (terutama kalau pergi tidak dengan kendaraan sendiri)?
Buatlah anak sibuk dengan mainan atau kegiatan lain. Bisa juga bermain di kendaraan bersama,    sekadar tebak-tebakan misalnya.

Barang-barang apa saja yang harus disiapkan ketika bepergian bersama si kecil?
Ini akan sangat tergantung usia si kecil. Namun secara umum untuk bayi sampai 6 bulan pastikan membawa susu (jika tidak disusui), baju ganti, popok sekali pakai,  selimut, topi, mainan, tissue basah, baju hangat. Untuk bayi 6 bulan ke atas: makanan utama, snack, minuman (termasuk susu), baju ganti, popok sekali pakai, selimut, mainan, tissue basah, baju hangat. Jangan lupa juga membawa obat-obatan yang mungkin dibutuhkan. 

Kendala bepergian dengan anak adalah makanan yang "beda" dengan makanan yang biasa dimakan di rumah. Apalagi, waktu makan banyak dilakukan di rumah makan atau resto. Dalam memilih menu buat anak saat bepergian, apa saja yang harus dipertimbangkan? 
Idealnya sih memang anak tetap mendapat asupan seperti di rumah, tetapi bisa jadi selama perjalanan banyak kendala yang dijumpai. Supaya anak tetap sehat dan tidak makan yang berlebihan, penting diperhatikan kecukupan kebutuhan kalori sesuai dengan umur anak dan memperhatikan aktivitas anak selama berlibur.. Minuman dingin yang manis boleh diberikan, tetapi batasi jangan berlebih, cukup satu porsi dalam sehari. Berikan anak agar lebih banyak minum air putih. Ini yang untuk anak ya mbak (di atas setahun). Kalau untuk bayi dibawah setahun, pastikan ASI tetap diberikan, kemudian untuk makanannya memang sebaiknya disiapkan dari rumah, atau kalau ingin membeli di luar pastikan konsistensi/tekstur MPASI serta kandungan nutrisinya sesuai dengan kebutuhan anak. Jangan lupa juga membawa snack yang disukai anak seperti biskuit misalnya. 

Penyakit atau gangguan kesehatan apa saja yang rawan dialami anak ketika bepergian? 
Mabuk perjalanan, demam, sakit perut, diare, sembelit, alergi, ISPA

Selama liburan, anak biasanya sulit mematuhi jam tidur (misalnya, tidur siang atau malam pada jam tertentu) karena banyaknya kegiatan. Apakah hal itu berdampak pada kondisi anak? Seberapa penting istirahat buat anak dalam kondisi bepergian?
Tentunya. Istirahat sangat penting untuk anak. Walaupun sedang bepergian, usahakan anak tercukupi kebutuhan tidurnya. Sebetulnya ada triknya juga sih, Jika memang harus terbang lama misalnya, pilihlah jadwal penerbangan pada waktu tidur anak. Demikian pula jika harus pergi jarak jauh dengan jalur darat/laut, pilihlah waktu keberangkatan di saat waktu tidur anak.

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...