Thursday, August 24, 2017

Serba/i MPASI


Kalau diusut dengan teliti, growth faltering alias kenaikan berat badan yang mulai seret biasanya dimulai saat anak memulai masa MPASI. Coba cek Kartu Menuju Sehat milik anak masing-masing deh:D Betul tidak?

Seharusnya anak berusia 7-9 bulan mengalami kenaikan berat sekitar 450 gram/bulan, sementara anak berusia 10-12 bulan sekitar 200-300 gram/bulan.  Namun yang sering terjadi, anak yang mulai makan justru beratnya malah tidak naik atau kalaupun naik, iriiiiit banget.
 
Sumber: Google
Nah kali ini saya akan membahas beberapa hal mengenai MPASI yang sering (sekali!) ditanyakan oleh orangtua. Kalau googling dengan keyword MPASI, banyak tulisan yang menurut saya membingungkan. Yang ini bilang A, yang itu bilang B, yang lain lagi bilang C. Lah yang benar yang mana?

Sebetulnya, baik IDAI, WHO sampai AAP sudah memiliki guideline terkait MPASI. Sayangnya, (mungkiiiin lho! Ini asumsi saya) mungkin bahasa yang digunakan terlalu berat sehingga sulit dipahami. Lebih mudah membaca blog atau postingan di social media kan ya (walaupun belum tentu benar) :p

Betulkah sayuran harus diperkenalkan dahulu sebelum buah supaya kelak anak tidak menolak sayur?
Sayur dan buah dapat dikenalkan bersamaan. Tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan pengenalan buah lebih dahulu mempersulit penerimaan sayur, atau sebaliknya.

Jadi MPASI perdana apa yang sebaiknya diperkenalkan dahulu?
Sebelum saya menjawab pertanyaan yang ini, coba deh baca dulu ya postingan saya di bawah ini:
Pemberian MPASI pertama yang direkomendasikan adalah makanan pokok (staple food) yang merupakan sumber energi dan paling hipoalergenik. Di Indonesia, makanan pokoknya adalah beras. Tapi beras ini rendah kandungan zat besi, zinc dan kalsiumnya, sehingga sebaiknya beras dimakan dengan sumber makanan lain agar bayi mendapat cukup nutrisi. Bubur susu yang terfortifikasi pun dapat menjadi pilihan sebagai MPASI pertama.

Bagaimana dengan buah? Bolehkah memperkenalkan bayi dengan buah?
Boleh, tapi sebagai snack (selingan) yaaa, BUKAN sebagai makanan pokok. Misalnya nih, anak berusia 6 bulan yang baru saja memulai MPASI dapat diberikan bubur susu 2-3 sendok makan dulu. Jika napsu makannya memang menungkinkan, boleh ditambah snack berupa puree buah.

Benarkah pemberian bahan makanan yang berpotensi alergi seperti ikan, ayam atau telur harus ditunda hingga anak berusia 9 bulan?
Tidak. Dulu sih memang iya, tapi yang namanya ilmu kan update terus ya engga mau kalah sama aplikasi handphone.  Penelitian terbaru menunjukkan tidak ada hubungan antara penundaan makanan yang berpotensi alergi dengan meningkatnya risiko alergi. Malah yang terjadi justru sebaliknya, pengenalan lebih dini justru menurunkan risiko alergi.

Bolehkah memberikan telur pada anak 6 bulan?
Boleh banget. Coba baca lagi jawaban pertanyaan di atas.

Betulkah pemberian MPASI harus dimulai dengan menu tunggal selama 14 hari?
Sebetulnya saya bingung juga setiap mendapat pertanyaan ini, karena berbagai guideline yang saya baca TIDAK ADA yang menyatakan hal tsb. Kalau baca dari blog orang-orang atau postingan social media sih, “katanya” dari WHO. Tapi, sudah berulang kali aku mencoba untuk slalu mengalah saya membaca guideline MPASI WHO dan tidak pernah menemukan rekomendasi untuk pemberian menu tunggal selama 14 hari. Coba deh, mungkin ada yang memiliki sumber jelasnya (bukan sekadar “katanya” ya!), bisakah diemail ke saya?

Yang jelas, AAP memang merekomendasikan pengenalan bahan makanan baru selama 3-5 hari untuk melihat potensi alergi. Tapi, AAP jugalah yang merekomendasikan pemberian daging sejak awal. Demikian pula dengan WHO yang merekomendasikan pengenalan sumber protein hewani segera saat MPASI.

Nah yang sering kali terjadi, karena “katanya” tadi, akhirnya saat MPASI, anak pertama kali diperkenalkan dengan puree pepaya+ASIP selama 5 hari berturut-turut, kemudian 5 hari selanjutnya diperkenalkan dengan puree alpukat+ASIP, lalu 5 hari berikutnya dengan puree pisang+ASIP. Kira-kira apa yang terjadi? Pasti defisiensi zat besi bukan? (Coba baca lagi tulisan saya yang iniJ

Jadi harus bagaimana?
Sebagai contoh nih, berikan bubur susu (bisa menggunakan cereal terfortifikasi + ASIP atau kalau memang mau membuat sendiri misalnya bubur + ASIP) di 3-5 hari pertama. Lalu dilanjutkan dengan bubur dan ati ayam di 3-5 hari kedua. (Ingat, protein hewan harus diperkenalkan sejak awal), kemudian bubur + ikan di 3-5 hari ketiga. Selanjutnya, bubur+ati+tahu selama 3-5 hari misalnya, dan boleh ditambahkan dengan puree sayur. Puree buah dapat diperkenalkan sebagai snack atau selingan.

Katanya hati ayam tidak baik untuk anak karena mengandung racun. Betulkah ini?
Engga. Justru hati ayam adalah sumber zat besi yang dibutuhkan oleh anak.

Anak saya belum tumbuh giginya. Memang tidak apa-apa ya memberikan makanan bertekstur?
Tidak ada hubungan antara gigi dengan makanan bertekstur karena anak bisa kok mengolah makanan lunak tanpa gigi.

 Betulkah pada anak di bawah setahun tidak boleh diberikan gula dan garam?
Memang di bawah setahun, anak sebaiknya hanya diberikan gula dan garam sedikit saja. Namun, boleh saja kok menambahkan gula dan garam, apalagi jika dengan pemberiannya anak jadi lebih mau makan.

Ini adalah Frequently Asked Question yang sebenarnya beberapa sudah saya tulis di Mommyclopedia Seri Bayi 0-1 Tahun. Rencananya sih akan saya tulis lebih lengkap lagi di Mommyclopedia seri ke -3 yang masih akan terbit tahun depan kalau engga malas huahahaha karena di blog tentunya saya tidak bisa menulis terlalu panjang:D

Semoga berguna!:)

4 comments:

Yulia Dwi Setia said...

Dok,mau nanya,maksudnya cereal yg terfortifikasi itu bgmn ya?kalau bikin sendiri apa seperti bubur beras yg masaknya pakai beras dan air?

Meta Hanindita said...

@Yulia: Sereal terfortifikasi itu yang banyak dijual di pasaran mbak, orang2 bilangnya MPASI pabrikan. Betul, bubur beras dimasaknya pakai beras dan air.

Sri Widiyastuti said...

Dok, kemarin baru saja kejadian sama anak saya yanh baru mulai mpasi. Ini memang salah saya sih dok. Ngasih telur dadar yg disajikan untuk orang dewasa. Saya kasih dikit. Ini entah karena saya juga makan cumi cmi atau bukan. Anak saya keluar alerginya. Sampai bengkak dan gatal. Pertanyaannya. Apakah sebab telur bisa sefatal itu dok? Terus kalau kita makan seafood juga bisa pengaruh ke ASi ya dok? Hingga timbul alergi ke bayi?

masy syitha said...

Dok.. mau tanya. Klo bikin bubur susu gitu, pakeny susu apa ya dok?
Nuhun jawabanny :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...