Saturday, March 31, 2012

RUM

Pertama kali ngedenger istilah RUM aka Rational Use of Medicine adalah waktu Meta kuliah Farmasi Kedokteran.

Rational use of medicines requires that "patients receive medications appropriate to their clinical needs, in doses that meet their own individual requirements, for an adequate period of time, and at the lowest cost to them and their community". (WHO)

Simplenya, pemberian obat yang tepat indikasi, tepat dosis, tepat waktu dan cara pemberian.
Setelah berhadapan langsung dengan pasien, terkadang keinginan kita untuk menerapkan RUM ini tidaklah mudah. Penghalang yang paling besar siapa lagi kalau bukan orangtuanya sendiri?

“Dok, saya pokoknya minta Antibiotika yang paling bagus, paling cespleng”

(Padahal sudah dijelaskan penyakit anaknya hanya common cold yang bisa sembuh sendiri tanpa obat. Kalaupun mau obat, hanya simtomatik dan bukannya antibiotik. Karena tidak diberi, akhirnya malah beli sendiri Amoxicillin yang anehnya bisa ditebus tanpa resep. “Setiap batuk pilek saya kasih Amoxicillin bisa sembuh cepet kok dok”. Errrrr.)

“Dok, saya minta anak saya disuntik supaya cepat sembuh.”
(Entah ini pemahaman asalnya dari mana, tapi ada lho-banyak bahkan-orangtua yang berasumsi obat yang disuntik lebih manjur daripada sekedar obat yang diminum)

Dan masih banyak contoh lainnya.

Jadi saat RUM ini lagi hot-hotnya beredar, Meta cuma ngebatin aja. Yeah, we’ll see. Ada engga orangtua pasien yang ngeh soal RUM ini.

Eh ternyataaaa, thanks to technology and uncle Google, bener lho sekarang banyak orangtua yang lebih informed, dan sangat smart. Engga mau sembarangan dikasih obat, rajin menanyakan obat apa yang diberi, efek sampingnya apa, bagaimana pemberiannya dll. Ini menyenangkan! Meta salut sekali sama orangtua yang mau belajar, mau mencari dulu. Smart parents.

Tapiiii, sayangnya, banyak juga yang pada akhirnya jadi menyalahartikan RUM ini. Remember, RUM TIDAK SAMA DENGAN tidak minum obat sama sekali. Demam 3 hari memang bisa berarti banyak. Bisa juga cuma karena common cold yang bisa sembuh sendiri. Tapi ya bukan berarti engga perlu minum obat. Pernah ngerasain panas kan? Gimana engga enaknya ke badan dan gimana engga nyamannya kita? Apalagi bayi atau anak kecil. Antipiretik dengan dosis tepat engga akan membunuh kok.

Keukeuh tetep engga mau ngasih obat? Oke, jangan sampai menyesal kalau sampai anaknya kejang ya. Meta jadi inget salah seorang temen Meta yang sangat pro RUM –so they said- dan anaknya –umur 1 tahun-sakit. Batuk pilek, demam tinggi. Engga mau obat apapun, dan akhirnya kejang karena panasnya. Akhirnya dia merasa ‘dibohongi’ oleh orang-orang yang RUM, menyesal dan malah jadi orangtua yang ngasih-obat-apa-aja-buat-anaknya-perlu-atau-engga-perlu.

Yaaa engga gitu juga sih. Gini deh, being smart for parents is a big must. Smart disini adalah tau kapan harus dibawa ke dokter, kapan harus dikasih obat ini itu, tau kapan harus dikasih antibiotik,tau kapan engga usah dikasih obat. Jangan kebablasan. Kalau emang engga ngerti, mbok ya percayakan ke dokter. Dokter sekolah puluhan tahun tuh ada maksudnya lho, bukan cuma sekedar main-main doang di rumah sakit sampe ga bisa main sama anak sendiri *lho kok jadi curcol:p*

Meta suka engga abis pikir sama ibu-ibu yang punya grup sendiri, atau gabung di milis, rajin browsing dan menganggap mereka lebih mengerti, lebih pintar daripada dokter. Meta pernah gabung ke salah satu milis model beginian. Ada lho, ibu yang konsultasi soal anaknya yang sakit, terus dibalas dengan segala macem diagnosis dari ibu-ibu yang lainnya. Hebat juga yaa, dokter aja musti ngeliat dulu biar bisa ngediagnosis, sementara orang-orang ini bisa diagnosa lewat email.

Bukan berarti dokter selalu benar juga. Tapi setidaknya, kami, para dokter punya basicnya. Sah-sah aja lho diskusi sama dokter mengenai pengobatan. Dan kalau mau puas, yaa carilah dokter yang emang pro ASI pro RUM kalau anda termasuk yang pro ASI dan pro RUM. Intinya sih, pilih dokter yang sreg dan cocok dengan anda, karena percayalah, para dokter pun lebih senang menghadapi pasien yang percaya dengan kami:)

Sekian curcol dari Meta hari ini. Engga ada maksud menyinggung siapapun, kalau ada yang tersinggung ya maaaaaap:p

Welcome to the Motherhood -Judgemental- World!

Selama ini Meta pikir dunia kedokteran-pediatric to be exact:p-adalah dunia yang penuh dengan kestressan tingkat tinggi tiada tanding tiada banding*halah*:p

Tapi ternyata, setelah masuk ke dunia motherhood, oh well, sama aja deh stressnya.
Mungkin memang belum menandingi, tapi setidaknya hampir menyamailah.
Bukan sekedar stress karena adaptasi dengan tne new baby born that crying all the time, tapi juga dengan lingkungan sekitar. Trust me, motherhood is really a wild jungle inside:p

Entah kenapa, selalu ada ibu-ibu lain yang sangat intimidatif. And it started as early as our baby was born.

" Operasi atau normal lahirnya?"
Begitu jawabannya operasi, pasti akan dikomentari mulai dari " Oh enak sih ya operasi, ga ngerasain sakitnya kontraksi. Belum afdol jadi ibu tuh " atau " Kenapa operasi? Takut suami nanti protes ya?" dsb dsb disertai pandangan ah-ni-orang-pasti-pengen-gampangnya-aja-masih-mendingan-aku-deh.

Setelah itu, pertanyaan akan berlanjut menjadi:
"Asi atau sufor?"
When your answer is "ASI", mereka akan berkomentar "Wah emang udah keluar asinya? Emang cukup?" dan lagi-lagi disertai pandangan mari-kita-lihat-bisa-nyusuin-berapa-lama.
Sementara kalau sufor jawabannya, oh you're a dead meat. " Ih emang anaknya sapi ya kok dikasih susu sapi?" “Pasti takut bentuk payudara berubah ya jeng?” “Emang repot sih kalo ASI, harus punya motivasi kuat.” (baca: yah elu sih kayanya ga mungkin bisa sih emang) dan komentar intimidatif lain tentunya masih dengan pandangan meremehkan.

Seiring berjalannya waktu, pertanyaan-pertanyaan semacam ini akan mulai berkembang, seperti:
"Baru demam 2 hari, batuk pilek 2 hari kok udah dikasih obat sih? Ga pro RUM (Rational Use of Medicine-Red) ya? Kasian dong anaknya masih bayi udah dikasih bahan kimia. Home treatment dong"

"Duh kasian ya, baru 3 bulan tapi udah batuk pilek. Soalnya ga ASI sih."

"Lho, kok anaknya dikasih makanan instan kaya S*N? Itu kan ga sehat"

"Eh, anak kita kan seumuran ya padahal. Anakmu kok belum tumbuh gigi sih? Anakku udah tumbuh gigi 24 biji lho” *inimetaajayanglebay*

"Anakmu belum bisa berdiri ya? Anakku udah ikut lomba lari marathon lho" *iyeeeinijugalebay*

"Anakmu nempel trs ya sama kamu. Bau tangan tuh, makanya jangan suka digendong2"

"Eh, anakmu masih pake pa*pers? Pake clodi dong, lebih sehat lhoo. Engga ramah lingkungan pake diaper sekali pake gitu."

"Anakmu kok masih belum bisa ngomong ya? Anakku yang seumuran udah cas cis cus."

"Masa kamu ga langganan tv cable? Anakku pinter banget bahasa inggrisnya gara-gara tiap hari nonton Barney"

Dan masih banyak contoh lainnya. Percayalah, motherhood is not easy.
Siapa coba yang engga stress? Engga sedikit lho pasien Meta yang dibawa ke poli karena “anaknya tetangga saya tuh udah bisa ini itu ini itu, kok anak saya belum ya?” dan hasilnya sebenernya masih normal.
Selalu adaaaa aja ibu-ibu lain yang memasang label “Supermom” (Baca: melahirkan dengan normal, water birth kalo bisa, ngasih ASI, no MPASI instan, Home treatment, pro RUM, pro clodi dan segambreng embel-embel lainnya yang emang kebetulan lagi ngetren:p)
Noooo, i dont say that they are wrong. Engga sama sekali. Bagus malah, walaupun kadang suka jadi kebablasan:p Yang bikin Meta ngerasa sedikit –well, kadang banyak juga sih:p-sebel, is their judgmentally attitude. Entah kenapa, ada aja yang ngerasa paling bener, paling oke, paling hebat, dan yang engga sejalan dengan mereka adalah yang paling salah, paling engga banget.
Engga percaya? Buat para mom-wannabe, coba nanti dibuktikan ya bener engganya:D
Buat Meta, engga ada yang 100% bener ataupun salah. Semua ibu pasti punya cara sendiri dalam membesarkan anaknya dengan alasan masing-masing. Tidak juga berarti mereka yang engga ngasih ASI atau melahirkan secara operasi, atau ngasih MPASI instan bukan merupakan ibu yang baik. Since now im a mother, im pretty sure that every mother in the world always wants the best for their children. Engga ada yang salah, engga ada yang bener juga. Memang, melahirkan normal adalah yang terbaik. Tapi kalau engga bisa, ya engga salah juga. Sama halnya dengan ASI, RUM (ah ya Meta pengen ngebahas RUM ini lebih detail, ntar aja deh ya, lain posting), disposable diapers etc etc.
Yang baru jadi ibu, welcome to the Motherhood (judgemental) World!:p

Friday, March 30, 2012

Book Giveaway Contest

Morniiiing;)

Alhamdulillah, akhirnya buku MetaMatika:1+1=2 rilis juga. Meta mau bagiin beberapa buku for free nih. Caranya gampaaaaang banget. Cuma jawab this simple question:

"What do you expect from my upcoming book?"

Send your answer by email to: metahanindita@yahoo.com with subject : Giveaway books.
The answer could be written in Indonesia or English.


Im waiting!:)

Ps. Time limit for submitting your entry is until April 30th 2012, still a lot of time to go, take your time!:)

Wednesday, March 28, 2012

Sneak Peek:p


Yes, this is what will my next book look like. How to get it? Will tell you soon. (I hope:p)

Our Little Fam

Seperti yang pernah Meta ceritain disini, inilah salah satu foto keluarga kecil kami waktu Naya ulangtahun:D

Tuesday, March 27, 2012

Bayi Centil:p



Kejadian ini rutin terjadi setiap pagi saat emaknya Naya (yang sebenarnya malas sekali) berangkat ke rumah sakit. Karena ada bayi centil ini, tentunya jam berangkat sang emak jadi mundur, dan emak jadi tambah malas berangkat:p

Monday, March 26, 2012

Nayara's Bday Goodie Bag



Ada beberapa item buat goodie bagnya Naya di ulangtahun kemarin.

Ini dia foto-fotonya:

(Semoga yang menerima senang:D)

Dari Ulang Tahun Pertama Nayara



Jauh sebelum hari-H, saya sudah memikirkan ulang tahun pertama Nayara. Namanya juga yang pertama, tentunya saya ingin yang spesial.

Saya sempat mensurvey beberapa tempat yang bisa dijadikan tempat ulang tahun. Tapi setelah dipikirkan lagi, saya malah takut di hari dimana seharusnya menyenangkan, Nayara malah rewel karena merasa tidak nyaman dengan orang banyak.

Tempat yang paling ideal sepertinya memang rumah sendiri. Sayangnya kondisi rumah kami yang kecil mungil tidak memungkinkan. Mengingat toh Nayara masih belum mengerti acaranya, saya memutuskan untuk merayakan dengan keluarga kecil saja. Sementara itu, saya berencana membagikan dus berisi nasi kuning dan goodie bag untuk anak-anak di panti asuhan,tetangga dan kerabat.

Tema yang saya pilih adalah monkey, karena memang akhir-akhir ini Nayara sedang menggemari monkey. Entah ada hubungannya dengan saya yang sewaktu hamil dulu ngidam topeng monyet atau tidak. Tema ini saya gunakan untuk memesan kue, pemilihan goodie bag, stiker untuk ditempel di lunchbox serta ucapan terimakasih yang ditempel pada dus maupun goodie bag.

Untuk goodie bag, saya memilih tas ransel monkey yang dibungkus cantik. Isinya lunchbox dan gelas plastik bertutup. Saya juga mencetak kalender berisi foto-foto Nayara tiap bulan sejak lahir sampai berusia setahun. Sebenarnya awalnya hanya untuk koleksi pribadi, tetapi kerabat yang kebetulan melihat banyak yang ingin memiliki kalender ini. Jadi sekalian saja. Saya juga memesan t-shirt bergambar monyet dengan nama untuk keluarga dekat. (Inginnya sih semua dikasih, tapi apa daya budget tak sampai:p Tunggu sampai saya lulus spesialis anak ya*HARAP DIAMINKAN*:p

Untuk dus makanan, saya tempelkan ucapan terimakasih yang bergambar sesuai dengan tema. Demikian pula dengan birthday cake yang berbentuk monyet.

Sehari sebelum hari-H, saya dibantu nanny dan ART sibuk meniup balon dan menyiapkan semuanya. Malam harinya, saya kebagian dinas jaga malam di rumah sakit sampai keesokan harinya.

Pada hari-H, sebelum Morning Report, saya menyempatkan diri untuk melipir pergi sejenak pulang, untuk mengucapkan selamat ulangtahun untuk Nayara. Sempat juga sih berfoto-foto dengan kue yang saya pesan sebelumnya. Setelah itu, saya kembali ke rumah sakit. *sigh*

Sepulangnya dari rumah sakit, saya langsung menyusul Nayara dan suami yang terlebih dahulu ke sekolah. Disana, kami menunggu sampai waktu pulang dan dimulainya acara tiup lilin serta berdoa bersama.

Ketika acara dimulai, sebelum meniup lilin dan potong kue, ada musibah yang terjadi. Salah seorang teman sekelas Nayara menyenggol kue tanpa sengaja dan kuenya jatuh berantakan tanpa bisa diselamatkan. Semua orang dewasa yang hadir teriak, dan menyebabkan Nayara diikuti bayi-bayi yang lainmenangis histeris. Hahaha.. benar-benar berkesan dan tidak akan terlupakan!
Untung saja saya sudah foto-foto duluan dengan kuenya:p

Sepulang dari sekolah, saya dan Nayara membuka kado dari teman-temannya. Nayara was so excited. Sepertinya sih dia lebih suka membuka bungkus kado tanpa peduli apa isinya:p Senang sekali melihat raut muka Nayara.
PR selanjutnya adalah membagikan dus berisi makanan dan goodie bag pada kerabat, tetangga dan panti asuhan . Semoga berkah yaa:)

Ah ya, khusus untuk TUM March Babies, saya memesan lunchbox bergambar monyet dan juga bernama. Semoga berguna:)

Keesokan harinya, masih dalam rangka ulangtahun Nayara, kami sekeluarga berfoto-foto *yeah right:p*
Nanti kalau sudah jadi, saya share yaa:D

Once again, happy birthday Nayara:*

Shameless Stories


Jadi, beberapa waktu yang lalu mbak Pipit (halo mbak:p) dari harian Radar Surabaya yang pernah menginterogasi*halah:p* Meta dan Naya soal ASI (dan bisa dibaca disini) mem-BBM Meta, nawarin nulis untuk rubrik Shameless Stories di Radar.

Mungkin mbak Pipit ini baru ngeh betapa dudulnya saya setelah membuka-buka blog ini:p

Ini diaaaaa tulisan yang dimuat hari Minggu, 25 Maret 2012 kemarin.
Enjoy!:)

Saturday, March 24, 2012

NayaMorphosis-1st Year

Happy 1st Birthday Nayara:*


Dear Nayara,
Exactly a year ago you were born. You popped out as a very tiny baby and now here you are all walking, crawling, dancing, clapping your hands all the time and beginning to talk. It’s been amazing to look at you today and watching you grow over the past year. Time really flies. Every milestone or step you reach makes me a happy and proud mommy.

I still remember clearly how i felt on the day you were born. I was happy -of course- but panic as well. I had no idea about the motherhood,i didnt know what to, i was clueless how to make you turn out. What should i do if you... how about if... blablablabla. I didnt know whether i could be a good mother for you. But whatever it takes, i'll try the best that i could for you. For me, there is nothing happier than holding you in my arms for the first time, breastfeeding you and look at your beautiful eyes. Never before had my heart known such love:)

After this year, i finally realized that actually im the one that learn a lot of things from you. I learn how to be really good in time management, i learn patience, honesty, and a lot more. You have enriched my life in ways i will never be able to properly thank you for. The diapers and late nights are a very small price to pay to hold you in my arms everyday. You are an amazing gift that I intend to treasure for a lifetime.

I wish I could hold on to your youth forever. Soon you will have metamorphed into an adorable woman. I know that I cannot hold on to this moment forever, but I hope that one day you will read this letter and understand how much I love you. That word still seems too small, but I will always love you, as your mother, your bestfriend, your supporter, your biggest fan. You saved my life, Nayara:) you gave meaning to my life, you gave joy to my heart, and you gave that butterflies in my tummy:)

Dear Nayara,
It's so hard to believe that was one short year ago. A year seems like short time. Yet, in the past year, you have made me love you even more than I thought possible a year ago. My love for you grows each and every day. Just when I thought I couldn't love anymore, I love you even more:)
I love your smile, i love your laugh, i love your smell, i love your cry, i love you, i love every single thing about you!

365 days. Seems like such a lot amount of time. But it feels very short. Yet, in a year, you have gone from the fragile, tiny powerless newborn in my arms to the energetic, talkative,smart, cute adventurous one year old sweety you are today. All those milestones, all the steps, all the growing in just 365 days.

365 days that really changed my life forever:) With you, there is nothing about me will be the same. You make my life more beautiful, you fill it with more laughter, and you make my heart warm more than I ever dreamed possible.

Im so excited to pass any other-365-days with you.
Happy Birthday Nayara!:*

Xoxo,
Mommy


Alhamdulillah:)

Monday, March 19, 2012

@ Radar Surabaya



Heyho!

Maafkan lama engga mengupdate blog, rempong sama jadwal jaga soalnya:@
Sementara, baca ini dulu aja yaaa:)


Friday, March 9, 2012

2 weeks to S2 ASI

Lagi liat kalender buat ngecek jadwal jaga, dan yaaaay.. tersadarkan kalo ulangtaunnya Naya tinggal 2 minggu lagi.

Selain ngerayain ulangtaun yang pertama, di hari yang sama, Meta juga ngerayain keberhasilan ngASI buat Naya nih:D

Waktu Naya lahir, target Meta engga muluk-muluk. Cuma pengen ngASI sampe Meta masuk sekolah lagi, sampe Naya umur 4 bulan. Cukup deh, mengingat begitu masuk sekolah, kesibukan bakal segudang. Belum tentu bisa pulang setiap hari:D

Nyatanya, Alhamdulillah, terlampauilah targetnya. Naya bisa ASIX sampe umur 4 bulan. Akhirnya, target Meta adalah ngASI sampe sebulan kedepan, sampe Naya umur 5 bulan. Sempet khawatir engga bisa karena jadwal jaga yang gila-gilaan tapi lagi-lagi ternyata target terlampaui. Begitu seterusnya. Setiap terlampaui, target berikutnya adalah ngASI untuk Naya sebulan kedepan. Engga muluk-muluk kan?

Alhamdulillah, as said before, tinggal 2 minggu lagi sampe Naya genap setahun disusui Meta::D

Susah? Ribet? Berat?
I wont hide the fact. It is:) Breastfeeding is easy, but its not that easy.

Kemana-mana harus bawa perlengkapan perang *lebay*. Mulai dari coolerbag, breastpump dan segala printilannya, icegel, botol-botol susu sampe apron.

Dengan kesibukan yang engga pernah bisa ditebak kapan berhentinya (kita engga bisa nolak pasien dateng bukan?:D Pernah lagi jaga IRD, asyik-asyik mompa, diteriakin 'Doooook, pasiennya ga napas!' Ngoookk. Boro-boro inget nasib pompaan, masih inget benerin baju aja udah Alhamdulillah:p), dan kerjaan yang juga hanya Tuhan yang tahu kapan selesainya, sangat susah buat mempertahankan konsistensi mompa.

Setiap hari, kerjaan Meta di rumah adalah mompa, mengganti waktu mompa di RS. Artinya: lupakan tidur nyenyak nan panjang untuk kesehatan dan kecantikan. 2 jam sekali, handphone ungu Meta pasti udah teriak ngebangunin, ngingetin mompa.

Kenapa harus 2 jam, Met? Yaaa.. karena entah kenapa, biarpun udah makan segala macem makanan yang konon bisa memperlancar ASI, dari sejak Naya kecil sampe sekarang, Meta cuma bisa dapet hasil pompa segitu-segitu aja. 20-30cc. Melas ya?:p Makanya, dengan mempersering frekuensi mompa, hasil yang didapet bisa dikumpulin dikit-dikit.

Jadi, jangan ada yang komentar ' Yaa syukurlah Met, kamu bisa nyusuin Naya sampe umur segini. Kan engga semua ibu dianugerahi ASI berlimpah ruah kaya kamu'. Please, dont.

(Engga sedikit komentar kaya gini lho, and trust me, it hurts me. A LOT.)

Tapi Alhamdulillah, bisa kok buktinya. Selalu cukup buat Naya yang mimiknya banyak itu.
Jangan komentar juga : ' Kamu sih enak Met, Naya mungkin mimiknya sedikit jadi ASImu bisa cukup. Kalo anakku mimiknya banyaaaak. Sekali minum bisa seliter mungkin *inisilebay:p*'

(Just FYI, selama ini Naya pun mimiiiik terus sampe Meta bingung kenapa ni bayi kok growth spurt melulu. Tapi beratnya naik terus, dan in fact udah catch up sama bayi-bayi yang ga prematur. Jadi jelasnya, ASI Meta cukup buat Naya, OKEEE? -->emosi sendiri;p)

Setiap hari galau di depan kulkas sambil ngitungin jumlah botol ASIP yang terus berkurang dan bahkan beberapa bulan terakhir cuma ada 1 botol aja setiap harinya. Kejar tayang engga mau kalah sama sinetron.

Pernah buang puluhan botol ASIP gegara freezer mati tak diketahui orang sampe cair semua, Buangnya pun dengan nangis sesenggrukan bak melepas suami dinas ke medan perang. Bolak/i ketinggalan coolerbag (padahal isinya ASIP cuma 20cc) di taksilah, di Rumah Sakit tetangga, di gedung inilah, di gedung itulah. Selalu dikejar sampe ketemu. Karena setetes ASI pun sangatlah berharga:)

Beberapa weekend terakhir ini sibuk berkencan dengan breastpump buat power pumping. (Bisa dibaca disini). Sampe eneg tiap liat breastpump.

Beberapa kali juga sempet kepikiran ' Ah, kayanya udah engga bisa ngASI lagi nih. Mungkin emang udah waktunya ditambah susu formula.' Dan, works like charm, selalu ada jalan untuk ngASI.
Subhanallah.

Emang bener deh, sudah disunnahkan, insyaAllah dimudahkan.

Ah ya, Meta bukan termasuk those judgemental mommies:D
Im owkay with those mommies that give formula to their babies. Sama sekali engga pernah (dan engga mau) memojokkan. Itu pilihan masing-masing yaa. Toh, formula pun bukan racun. Meta dari lahir minum formula kok, bisa jadi dokter sekarang:p

Tapiiiii, please, do very well informed before you decide to use formula.
Karena Meta yakin, selama ini, banyak ibu yang engga ngASI karena ketidaktahuan alias tidak well-informed tadi. Meta haqul yaqin, siapapun yang tau segala kelebihan ASI dan serba-serbinya (termasuk hanya sedikit persentasi ibu yang engga bisa menyusui anaknya, engga ada ASI yang engga cukup, engga ada bayi yang engga mau nyusui ibunya dll dll), kayanya formula malah jadi engga laku deh nanti:D
Today, more than 95% all chronic disease is caused by food choice, nutritional deficiencies and toxic food ingredients.

Doctor of the future will no longer treat the human frame with drugs, but rather cure and prevent disease with nutrition.

The best nutrition for (our) babies is breastmilk for sure. Why even think not to give it to our babies?:D

Monday, March 5, 2012

Sunday, March 4, 2012

On a Monkey



Im riding a monkey,mommy!

Beberapa waktu yang lali, Meta ngajak Naya jalan-Jalan ke Galaxy Mall. Di deket Gunung Agung, tetiba Naya teriak sambil nunjuk ke arah mainan yang bisa ditunggangi ini. Terus dengan tampang menggemaskannya, noleh ke Meta sambil ngoceh. Kepingin banget naik monyet kayanya:p

Look how happy she is!

Friday, March 2, 2012

Innalillahi..

..wainnailaihirajiun..

Telah berpulang ke rahmatullah, ayahanda (dan akung Naya) tercinta pada Rabu 29 Februari 2012 pukul 20.30 WIB di RS Tlogorejo Semarang.
Mohon maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan beliau, mohon doa semoga khusnul khotimah dan amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT!. Amin amin amin ya rabbalalamin.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...