Friday, November 17, 2017

Pentingkah Vitamin untuk Anak?

Seandainya saja saya mendapat 1000 rupiah setiap kali ada yang meminta vitamin penambah nafsu makan untuk anaknya, pasti deh sekarang saya sudah kaya raya. Mungkin bisa ikut Princess Syahrini ke Iceland pakai boot dan longcoat bebuluan #eh.

Hehe, saya cuma mau menunjukkan betapa sering (dan banyak)-nya orangtua yang menanyakan vitamin penambah nafsu makan untuk anak. Terkadang disertai dengan tambahan "Yang paling bagus, yang paling mahal ya dok! Apapun saya lakukan asal anak saya pintar makan dan cerdas!".

Sayangnya, saya bukan pedagang vitamin sehingga setiap permintaan demikian tidak dapat serta merta saya resepkan:p Eh, bukan itu sih alasannya, becandaaa:))) Terus kenapa? Karena pemberian vitamin sesungguhnya tidak serta merta dapat langsung menyelesaikan masalah anak yang mengalami gangguan makan.

Sebagai contoh nih, saya punya pasien yang sukanya melepeh makanan. Sebut saja namanya Duri ya! (Bosan kalau Mawar atau Melati hyahaha).  Orangtuanya mengeluhkan kalau Duri ini seolah tidak memiliki rasa lapar. Dalam 24 jam, ia tahan hanya makan roti tawar 5 gigit dan susu UHT sekotak, titik. (Duh, seandainya saya bisa seperti itu, pasti sudah langsing deh. Sayang, walaupun kadang tak merasa lapar, saya suka lapar mata melihat makanan enak. Yah gimana mau langsing:'( #kokjadicurcol).

Sunday, November 5, 2017

Bisnis Buku

Linimasa di media sosial kini seringkali menampilkan berita "mati"nya usaha yang sudah berdiri berpuluh-puluh tahun, entah karena memang daya beli masyarakat menurun, atau era digitalisasi. Sebut saja Matahari, departement store yang namanya sudah begitu melekat di masyarakat Indonesia. Sewaktu kecil dulu, saya ingat selalu membeli pakaian, sepatu hingga tas sekolah baru di pusat perbelanjaan ini. Bahkan sampai sekarang, saya masih sering mengunjungi Matahari untuk membeli berbagai kebutuhan. Ditutupnya beberapa cabang Matahari (dan bisa jadi, cabang lain akan menyusul) sempat membuat saya terkejut. Masa sih?

Tak hanya Matahari, Ramayana, Lotus di Jakarta hingga bisnis ritel macam Debenhams pun perlahan mengikuti jejak menutup satu persatu outletnya. Demikian pula dengan bisnis supermarket seperti Hypermart.

Sebetulnya, saya tidak terkena imbas dari penutupan beberapa bisnis ini secara langsung. Toh sejujurnya, saat ini saya lebih sering berbelanja online. (Mungkin saya juga nih salah satu penyebab bisnis offline jatuh:p). Entah lewat Tokopedia, Shopee atau Instagram. Engga ngefek-ngefek amat sih:D

Saturday, November 4, 2017

Subspesialisasi Dokter Anak


Sudah beberapa kali saya mendapat pertanyaan “Apa sih bedanya dokter spesialis anak dan spesialis anak nutrisi?”. Tak hanya itu, sering juga saya ditanya “Harusnya anak saya ini datang ke dokter spesialis anak yang mana?”. Karena itulah, kali ini saya akan membahas mengenai subspesialisasi pada anak.

Jadi saat seseorang kuliah di Fakultas Kedokteran, ia akan lulus s1 dalam 4 tahun (bisa lebih, tidak bisa kurang) dengan gelar S.Ked  atau Sarjana Kedokteran. Sarjana Kedokteran tentu belum boleh berpraktik, karena masih harus menjalani pendidikan klinis selama minimal 2 tahun sebelum akhirnya mendapat gelar dokter. (Di kurikulum yang baru, durasi pendidikan sedikit diubah), Dokter yang dimaksud di sini adalah dokter umum.

Ia dapat berpraktik sebagai dokter umum. Di antara dokter umum ini, ada yang memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan spesialis. Pendidikan spesialis pun bermacam-macam, salah satunya adalah spesialis anak. Pendidikan untuk mendapat gelar spesialis anak ditempuh dalam waktu rata-rata 5 tahun. Begitu lulus, tentunya ia dapat berpraktik sebagai dokter spesialis anak umum.

Nah, di antara dokter spesialis anak umum ini, ada juga yang berkesempatan melanjutkan pendidikan subspesialis. Pendidikan subspesialis  ditempuh dalam waktu rerata 2-3 tahun. Jika melihat gelar (K) di belakang SpA, itu adalah singkatan dari Konsultan, dokter anak yang sudah menjalani pendidikan subspesialis.

Subspesialis dokter anak yang ada di Ikatan Dokter Anak Indonesia terbagi dalam 14 bidang:

1. Neonatologi/ Perinatologi
Dokter spesialis anak yang mendalami bidang ini ahli dalam urusan bayi baru lahir. Bayi risiko tinggi, resusitasi (bantu napas) bayi baru lahir, dll.

2. ERIA  (Emergensi dan Rawat Intensif Anak)
Sesuai dengan namanya, dokter spesialis anak ini menangani kasus-kasus pada anak yang membutuhkan perawatan intensif. Anak yang dirawat di PICU (Pediatric Intensive Care Unit) misalnya, akan berada di bawah penanganan mereka.

Tuesday, October 31, 2017

Late Post: DJFM RadioActive

Sejak berkenalan dengan dunia radio 15 tahun lalu sebagai penyiar, sepertinya saya menemukan passion yang benar-benar "saya banget". Benar lho, tanpa dibayar pun, saya akan dengan senang hati tetap bersiaran radio. Di dunia radio pula saya merasa telah belajar banyak hal. Public speaking, contohnya. Saya tidak pernah memiliki background pendidikan baik formal maupun non formal di dunia public speaking, broadcasting ataupun media. Semua yang saya miliki murni berdasarkan pengalaman sebagai praktisi di dunia ini.

Selain menemukan penyeimbang dengan dunia kedokteran yang dapat membuat saya tetap waras tidak stress, radio jugalah yang mengenalkan saya ke banyak pengalaman baru. Kalau ditanya orang "Kamu kok masih siaran aja sih, Met?", saya selalu menjawab kalau siaran radio ini adalah "satu yang tak bisa lepas" untuk saya hehe.

Friday, October 13, 2017

Hello, (Late) October!:p

Heyho! Wow, lama juga ya saya tidak mengupdate blog ini:D Harap maklum, NCIS sudah memulai season barunya, berhubung saya sudah memulai aktivitas sekolah lagi, kegiatan minta ampun deh padat merayap. Menyambi antara mengajar, mengurusi pasien, mengurusi akreditasi rumah sakit, akreditasi perguruan tinggi, praktik di swasta, belajar, mengerjakan tugas sekolah, sampai mendampingi suami dan anak itu ruar biasa rasanya:))

Karena itu, maaf ya kalau saya belum dapat menulis di blog ini secara aktif seperti sebelumnya. Saya janji, begitu ada sedikit waktu luang, pasti saya sempatkan menulis lagi. Eh tapi tema apa sih yang ingin dibaca? Boleh deh email ke saya ya! Sekalian, kalau ada yang punya ide atau masukan apa tema yang pas buat Mommyclopedia seri ke-4, email juga oke!

Oh ya, saya juga sedang sibuk menulis untuk buku Mommyclopedia seri ke-2 dan ke-3 nih! Alhamdulillah, proses penulisan dan pengeditan sudah selesai. Rencananya, yang seri ke-2, "Panduan Lengkap Merawat Batita 1-3 Tahun" akan terbit bulan depan. Sedangkan untuk yang ke-3 (rahasia dulu ya judulnya:p), saya sedang galau. Inginnya sih double release alias di-launching bersamaan. Kenapa? Supaya saya tidak perlu melakukan launching, promo dan kawan-kawannya 2x. Kalau bersamaan kan bisa digabung sekalian:D

Saya sih happy banget sebetulnya melakukan aktivitas apapun terkait buku, masalahnyaaaa adalah -lagi-lagi- keterbatasan waktu:( Seandainya 1 hari bisa lebih dari 24 jam.
#KemudianCurhat:))))

Doakan saya punya kesempatan lebih banyak untuk menulis ya:D





Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...