Friday, May 26, 2017

Marhaban Ya Ramadhan

Alhamdulillah, tahun ini saya masih diberi kesempatan untuk menjalankan ibadah kembali di bulan Ramadhan. Harapan saya tak muluk-muluk, semoga dapat beribadah semaksimal mungkin. Setidaknya lebih baik dari tahun sebelumnya.

Untuk yang beragama Islam, saya mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa, semoga semua ibadah kita di bulan ini lancar dan mendapat berkah Allah Swt. Selamat berpuasa!:)

Wednesday, May 24, 2017

Last Day in Europe

Setelah lebih dari seminggu melakukan perjalanan keliling Eropa timur, akhirnya hari ini tiba juga. Sejujurnya, saya sudah benar-benar bosan dan kangen rumah. Well, tepatnya kangen Naya dan suami sih hehe. Engga kangen sambal, Met? Naaah biasanya, setiap pergi ke luar negeri saya selalu kangen sambal sampai ngidam segala haha. Tapi di perjalanan kali ini saya belajar dari pengalaman, membawa sambal sendiri.

Ternyata bukan saya saja yang berpikiran sama, teman-teman dalam rombongan pun membawa berbagai macam sambal. Mulai sambal botol sampai sambal bawang bu Rudy. Tak hanya itu saja, mulai abon, kering tempe, bawang goreng, lengkap ada! Jadi, bisa dibilang kali ini saya tak terlalu merindukan makanan Indonesialah yaa.

Di hari terakhir ini, kami sudah merencanakannya sematang mungkin. Karena hari sebelumnya kami belum berbelanja sama sekali akibat hari libur di Budapest sehingga semua tutup, hari ini kami berencana melipir ke Central Market Hall, pasar terbesar di Budapest. Pasar tradisional sih, tapi banyak juga yang menjual souvenir sampai baju.
Di dalam Budapest Keleti Train Station
Menurut Bugi, pemilik apartemen kami, Central Market dibuka mulai jam 6 pagi. Kami sudah siap sejak 7 pagi dan keluar apartemen setelah sebelumnya packing. Maklum, kami harus check out jam 12 siang itu. Saya sudah bertanya terlebih dahulu harus naik apa ke Bugi. Hanya dengan naik subway 1 stopan, disambung dengan tram 2 stopan dari stasiun Keleti dekat apartemen kami. Semalam sebelumnya, saya juga sempat googling bagaimana menggunakan public transportation.

Tuesday, May 23, 2017

Üdvözöljük Budapesten!

Hari pertama kami di Budapest dimulai dengan shalat Shubuh dan mulai beberes. Rencananya hari ini kami akan memuaskan diri berkeliling Budapest untuk melihat keindahan ibukota Hungary ini. Dari hasil browsing di aplikasi andalan setiap travelling, Trip Advisor, saya sudah mencatat kalau kebanyakan toko di Budapest tutup setiap hari Minggu. Sebetulnya ada sih beberapa toko souvenir yang buka tapi tentunya dengan harga yang lebih mahal.

Jam 8 pagi kami sudah keluar apartemen menuju stasiun kereta. Kami berniat untuk mengikuti Hop On Hop Off selama 24 jam di Budapest. Saya sudah mencari meeting pointnya yang ternyata terletak lumayan jauh dari apartemen. Saat di stasiun, saya setengah mati kebingungan karena tak tahu harus naik kereta yang mana, bagaimana membeli tiket, dan sebagainya. Lagi-lagi, tidak ada satu pun petugas yang bisa berbahasa Inggris. Duh, sengsara amat deh.

Monday, May 22, 2017

Off to Vienna-Parndorf-Budapest

Setelah semalaman berkutat dengan koper dan bawaan masing-masing, pagi ini kami menuju stasiun kereta api utama, Prague Hlavni Nadrazi untuk pergi ke Vienna dan Budapest. Karena kereta kami dijadwalkan jam 7 pagi, maka sejak jam 6 kurang kami sudah keluar dari apartemen.

Semalaman saya tidak bisa tidur, gaduh gelisah karena takut kebablasan hehe. Alhamdulillah setelah mandi, bersiap-siap, check and recheck, kami bertiga (satu di antara kami pulang ke Jakarta dari Prague) langsung check out dan memesan Uber untuk pergi ke Hlavni Nadrazi. Jarak antara apartemen dengan stasiun ini tidaklah jauh, apalagi karena masih pagi dan bukan hari kerja, perjalanan dapat ditempuh dalam waktu kurang dari 10 menit saja,

Stasiun Hlavni Nadrazi ini sama halnya dengan bangunan lain di Prague, sangat tua dan tampak kusam. Saya sering sekali membatin selama di Prague, ini kenapa ya kok pemerintahnya tidak mengecat ulang atau merestorasi bangunan-bangunan tua supaya tampak lebih bagus? Ketika kami masuk ke dalam, kami kebingungan bukan main. Tidak ada keterangan yang tertulis dalam bahasa Inggris sehingga kami tak tahu harus menuju ke mana.

Sunday, May 21, 2017

Espghan Day-2

Hari ke-2 mengikuti kongres, kami berangkat pagi hari sekali karena ingin mendapatkan tempat duduk di depan. Acara paling awal adalah breakfast symposium dimana semua pesertanya mendapatkan breakfast. Berbeda dengan di Indonesia yang kalau kongres persertanya berebut memenuhi tempat di belakang, di sini kami harus berangkat pagi jika ingin mendapat tempat duduk di depan.


Materi yang diberikan hari itu sangat menarik. Bayangkan ya, dari jam 7 pagi kami mulai berangkat. Tempat kongresnya hanya dipisahkan oleh jembatan penyebrangan saja dari apartemen kami. Dekat sekali. Lalu belajar dari berbagai materi yang ada di sana. Saya bahkan terinspirasi untuk membuat beberapa penelitian setelah mendengarkan materi di kongres. Wish me luck ya!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...