Saturday, January 24, 2015

The Relationship Status

*day 13 of 20 day blog challenge

Sepertinya, untuk tema ini saya engga bakal menulis panjang lebar. Im happily married with an adorable daughter!:)

Friday, January 23, 2015

What's in A Name?

*dat 12 of 20 day blog challenge

Do i like my name? Yes of course, why not?

Walaupun sewaktu kecil saya punya keinginan untuk berganti nama -biasanya sih disebabkan nama karakter di buku cerita atau komik:p-, saya suka dengan nama yang diberikan mama.

Jadi ceritanya, saya terlahir prematur 7 bulan, saat kakak saya masih berusia 10 bulan. Iyaaa, saya dan kakak cuma berbeda usia 10 bulan saja:))) Mama bahkan tidak menyadari kalau sedang hamil sampai saya hampir lahir. Otomatis mama belum bersiap dengan nama, sehingga konon saya belum bernama sampai acara akikahan 40 hari-__-"

Sejak lahir sampai 40 hari itu, saya dipanggil ala kadarnya saja. Mulai si eneng, si adek, dll, tetap masih belum bernama. Banyak calon nama yang diajukan oleh keluarga seperti Kameshwari, Mita sampai Siti.

Pada akhirnya, karena the power of kepepet, mama terpikir untuk menamakan saya dengan Meta -seharusnya Metha disederhanakan penulisannya-, berdasarkan tanggal lahir saya. Saya dilahirkan tepat  pada hari Valentine, sedangkan Metha dalam bahasa Sansekerta berarti "Cinta".

Kemudian untuk nama panjangnya, entah karena kurang kreatif atau asli kepepet, mama memodifikasi nama kakak saya yang sudah terlebih dahulu diberikan. Nama kakak saya "Andre Herdian Hanintya", Andre berarti Lelaki, Herdian berarti Cahaya, dan Hanintya berarti -saya lupa-:P
Akhirnya orangtua saya menamakan saya Meta Herdiana Hanindita, Meta berarti Cinta, Herdiana berarti Cahaya, dan Hanindita berarti Sempurna. Singkatnya, nama saya berarti Cahaya Cinta yang Sempurna:D

Nama adalah doa, mungkin orangtua mengharapkan saya menjadi orang yang penuh cinta dan memberikan cahaya cinta pada semua orang di sekeliling saya sesempurna mungkin. Mungkin:p

Thursday, January 22, 2015

Why I Started Blogging

*day 11 of 20 day blog challenge:D

Saya suka menulis, sejak kecil. Terkadang saya merasa lebih mudah mengungkapkan apa yang saya pikir dan rasakan melalui tulisan. Karena itulah saya menganggap menulis sebagai terapi jiwa. Lagi senang, dengan menulis saya bisa membagi kebahagiaan saya. Lagi sedih, menulis dapat membuat saya menumpahkan kesedihan sehingga terasa lega setelahnya. Lagi marah, menulis dapat meredakan emosi saya. Mood pun dapat diperbaiki dengan menulis.

Dulu sebelum ada internet, saya suka menulis di lembaran kertas yang gampang tercecer dimana-mana. Menulis di diary eh malah hilang entah ke mana:)))

Begitu mengenal internet, jaman friendster tepatnya, mulailah saya menulis di internet, lalu karena friendster akan dihapus, saya pindahkan blog saya ke blogspot sampai dengan sekarang.

Saat memilih tema blog, saya dengan yakin memilih lirik lagu favorit yang artinya dalam untuk saya:D -Sudah pernah saya ceritakan sebelumnya yaaa-

Jadiiii begitulah "sejarah" ngeblog saya:D

Wednesday, January 21, 2015

Favourite Item of Clothing

*day 10 of 20 day blog challenge

Saya paling suka celana jeans yang nyaman digunakan. Menurut saya basic item clothing yang wajib dipunyai seseorang adalah celana jeans, pastinya yang enak dipakai.

Celana jeans bisa dipakai dalam segala kesempatan, kecuali yang formal ya. Untuk bekerja misalnya, saya merasa lebih nyaman mengenakan celana jeans karena bahannya yang kuat dan relatif lentur. Jadi, buat saya sih membeli celana jeans yang mahal harganya bisa dibilang investasi. Celana jeans yang saya pakai sekarang umurnya sudah belasan tahun lho, awet banget!

What's yours?

Tuesday, January 20, 2015

Nicknames

Saya punya banyak nicknames alias nama panggilan. Kebanyakan orang memanggil saya Meta atau Met. Walaupun begitu, saya punya juga nama panggilan lain lho:D

Di rumah, keluarga dekat memanggil saya "Neng", sebutan untuk anak perempuan dalam bahasa Sunda. Keponakan saya yang lebih kecil memanggil saya "Teteh". Ada juga yang masih memanggil saya dengan sebutan masa kecil, "Metdom" berarti "MetMet Dombret, yang konon diberikan pada saya karena saya chubby:D

Di sekolah dulu, saya dipanggil dengan Meta oleh teman-teman, "Teh Meta" oleh adik kelas, atau Odieth oleh sahabat dekat. Saya lupa juga ya bagaimana ceritanya dipanggil begitu:)) Tapi saya ingat banget beberapa tahun lalu, saya pernah satu lift dengan teman SMA saya di rumah sakit. Sejujurnya, saya kurang memperhatikan siapa saja yang ada di lift karena sibuk dengan pikiran sendiri. Rupanya teman saya itu mulai bertanya-tanya benarkan saya adalah teman SMAnya. Akhirnya ia memanggil saya "Odieth", saya kaget -karena tidak ada yang tahu panggilan ini selain sahabat SMA saya-:))))

Setelah pindah ke Surabaya, panggilan saya kembali standar, Meta, menggunakan nama depan. Walaupun begitu, di radio banyak "orang kreatif" yang memanggil saya "ceu" karena saya orang Sunda. "Ceu" atau "Ceuceu" dalam bahasa Sunda adalah panggilan untuk perempuan yang lebih tua. Mungkin karena panggilan seperti ini kurang familiar di Surabaya, banyak pendengar yang menyalahartikan panggilan "Ceu" dengan "Ce' atau "Cece":)))) Ditambah kulit putih dan mata sipit saya, jadi banyaklah orang yang mengira saya Chinese. Banyak lho yang mengirim email dalam bahasa Mandarin. Hahahaha, padahal saya engga ngerti sama sekali.

Lumayanlah ya, jumlah nama panggilan saya;D

*day 9 of 20 day blog challenge

Monday, January 19, 2015

Favourite Line From A Song

..definetely would be "Open up your heart and let the sun shine in"!, a line from Frente's song with the same title. Actually its originally sang by Joan Regan and her son, Rusty in 1954. But i know this song from Frente's cover version.

I like it because its very optimistic, and energizing to hear. Whenever i feel down, sad, full of problems, just remember the line from this song, and voilaaaa, i remember to smile again:)

That's why i pick the line to be my blog's title:D

*day 8 of 20 day blog challenge

Sunday, January 18, 2015

How Have You Changed in The Last 5 Years

The last 5 years would be year  of 2010.

5 tahun yang lalu, saya masih baruuuu saja menjadi residen tahun pertama di ilmu kesehatan anak. Berangkat sebelum matahari terbit, pulang ke kost saat matahari sudah terbenam.
Sekarang saya sedang dalam detik-detik menunggu ujian untuk mengakhiri pendidikan saya sebagai residen:p

5 tahun yang lalu, saya belum mempunyai anak, masih bisa seenaknya melakukan apapun yang saya mau tanpa memikirkan siapapun selain suami. Lagi pula suami yang masih residen junior pun saat itu lebih sering dinas di luar kota.
Sekarang, mau ke kamar mandi saja saya harus bilang dulu ke Naya supaya tidak dicari-cari:)))

5 tahun yang lalu, saya masih rutin syuting di televisi selain siaran di radio hampir setiap hari.
Sekarang, seminggu sekali saja rasanya sudah sibuk:p

5 tahun yang lalu saya masih suka berkeliling mal sendirian. Rasanya enak sekali bisa jalan-jalan sesukanya. Sekarang, ke manapun saya, tak nyaman rasanya tanpa membawa Naya:D

Yes, ive changed. But actually not that much.

5 tahun yang lalu, rambut saya panjang. Sekarang pun masih.
5 tahun yang lalu, saya suka sekali warna ungu. Sekarang pun masih.
5 tahun yang lalu, saya suka meluangkan waktu menulis. Sekarang pun masih.
5 tahun yang lalu, saya bermimpi membahagiakan mama saya. Sekarang pun masih.
5 tahun yang lalu, saya sudah berniat operasi LASIK. Sekarang pun masih. (Niat doang, berani kagak:p)
5 tahun yang lalu, saya bercita-cita libur panjang. Sekarang pun masih, belum terlaksana juga:(

How about you?;)

*day 7 on 20 day blog challenge

Saturday, January 17, 2015

Celebrity Crushes You Have Had

Wait. Do you consider Prince William as a celebrity? Because if you do, then he is the answer!:))
I have had a fan of him since i was in elementary school. I knew his date of birth, his full name, his anything and i even kept his picture on my wallet LOL *Shy*

I cried out loud when i saw him cry on his mother's funeral. I cut his picture from magazines and newspaper. OMG:)))

All of my friends were aware of this they gave a Prince William poster on my birthday. Hahaha.

Not only good looking, i think Prince Will is smart, has a good personality and attitude. Well it was years ago. Not now:p

*Day 7 on 20 day blog challenge:D

Friday, January 16, 2015

The First 5 Songs

..in my shuffled-playlist are:

1. Beyonce - Love on Top
2. GAC - Bahagia
3. Craig David - Dont Love You No More
4. MKTO - Classic
5. Tulus - 1000 Tahun Lamanya

*day 4 on 20 day blog challenge:D

Thursday, January 15, 2015

What Do You Think People Misunderstand Most About You

Day 3 of 20 day blog challenge.

...that would be im an extrovert!

So many people think that since im talkative and happy-go-lucky, so i must be an extrovert. But sorry to say, im not. Actually i am both introvert and extrovert.

I read this article to find out that it is sooo me!

I will copy that here:
1. You’re not anti-social, you’re selectively social.
-->Yes, i am!

2. At any given point, you have one (maybe two) best friends who are your entire life. You’re not a “group of friends” person. You can’t keep up with all that.
--> Correct. I have 2 best friends whom i share my whole life:D
3. Social gatherings that are supposed to be “rites of passage” like prom and dances and other such typical nonsense is just… not for you. You don’t understand it. You want nothing to do with it.
--> Yes. I dont like crowd. It causes me headache.

4. When you do choose to grace a party with your presence, you are the life of it. You’re dancing on the table and doing body shots until 3 a.m.
--> Well, not literally:p

5. … You then retreat into three days of complete solitude to recover.
--> Probably:D

6. You go out of your way to avoid people, but when you inevitably have to interact with them, you make it seem like there’s nothing in the world you’d rather be doing.
--> Hell yeah!

7. Dating is weird, because you’re smiling and laughing and talkative at dinner, and then you don’t want to answer their texts for four days, because like, you just want to be left alone.
--> So true

8. You’re accused of being flirty with everybody, which is hilarious, because in reality, you can only tolerate like four people.
--> CORRECT!

9. You retain an air of mysteriousness about you, completely unintentionally. (There’s no mystery. You just feel no need to update the social sphere on what’s going on in your life every two hours.)
--> Yes
10. Not to mention the fact that you either have days in which you’re tweeting and status updating every five minutes… or you delete your accounts for a month.
--> Been there:D
11. You become unintentionally awkward because you at once feel the need to be a social life jacket for other people, though you’re just as uncomfortable yourself.
--> yes.

12. You’ve never really understood the whole “introvert vs. extrovert” dichotomy (can we call it that?) Because you’re… both…
--> I guess.

13. You’re always thrown into the wringer because people think you’re best suited to be the one who gives the presentation, confronts the boss, gives the speech, etc. Meanwhile, you’re practically throwing up over the thought of it.
--> Yes.

14. You ebb and flow between wanting to be noticed for your hard work, reveling in the attention and achievement you receive, to sinking and panicking over the thought of somebody else paying more than 30 seconds of attention to you.
--> yeaaaah

15. The entirety of your being is a conundrum, so needless to say, indecisiveness is your Achilles’ Heel.
--> :))

16. You’re at your happiest in places like coffee shops and caf├ęs: surrounded by people, but still closed off and keeping to yourself.
--> Very true!

17. You prefer to travel alone, but meet up with people once you’re there.
--> Yes!

18. It’s taken you years to figure out that you’re shy. Literal years. And when you tell people, even your closest family members, that you’re “actually just shy” they pause, and then their eyes go big, and they go: “Oh my god you so are.”
--> It happens to me ALL THE TIME:))))

Wednesday, January 14, 2015

What Kind of Person Attracts You?

Hari kedua dalam 20 Day Blog Challenge yang saya ikuti. Topik hari ini adalah orang seperti apa yang menarik perhatian saya?

Errrr, baik lelaki atau wanita, saya selalu tertarik pada mereka yang pintar. Bukan hanya pintar dalam hal pelajaran saja tetapi pintar membawa diri, pintar berbicara, pintar bertingkah laku. Saya juga selalu tertarik pada mereka yang selalu tepat waktu. menurut saya, orang yang tepat waktu menghargai diri mereka sendiri sehingga layak untuk kita hargai.

Selain itu, saya suka sekali dengan orang berselera humor tinggi. Tapi bukan yang hobi becanda mesum atau slapstick ala komedi di televisi ya, kalau itu saya paling engga suka deh-___-. Maksud humor di sini adalah mereka yang tahu waktu, tempat dan sasaran saat bercanda. Menurut saya orang yang suka bermain kata seperti plesetan itu menarik. Aneh ya? Hehehe.

Above all, saya seringkali tertarik pada mereka yang terlihat sekali mempunyai passion dan menjalaninya dengan semangat. Kelihatan jelas lho seseorang mengerjakan sesuatu karena terpaksa atau karena memang suka. Melihat seseorang menjalani passion dengan semangat ikut memberikan saya semangat menjalani hari. Makanya saya suka deh dekat-dekat orang seperti ini:D

Tuesday, January 13, 2015

20 Day Blog Challenge-Day 1

Detik-detik menjelang ujiang seperti sekarang membuat saya stress bukan kepalang. Apalagi yang paling pas untuk menghilangkan stress selain menulis?:D

Karena itulah saya memutuskan untuk mengikuti 20 Day Blog Challenge ini. Semoga setelah terapi jiwa ini, stress saya jadi menghilang dan saya jadi refreshed lagi, amiiiinnn!
Saya akan memulai challenge ini dengan tema hari pertama, your zodiac sign and if you think it fits your personality.

Saya lahir pada tanggal 14 Februari sehingga zodiak saya adalah Aquarius.
Ada beberapa kepribadian Aquarius yang saya dapat hasil googling:D
Menurut saya sih, ini saya banget:D Saya sangat open-minded, suka pengetahuan dan quirky hehe.
Ini pun saya akui. Semua teman dekat dan keluarga bilang saya keras kepala hahaha. Tapi susah juga buat berlama-lama marah sama saya, kata mereka lho:p

Saya lebih suka menyimpan perasaan sendiri dibandingkan mengungkapkannya, saya juga memilih belajar sesuatu bukan untuk menghasilkan uang/keuntungan tetapi karena memang saya ingin bisa. Sisanya saya anggap saya banget:D

Kesimpulannya, sepertinya memang saya cocok banget bernaung di bawah zodiak Aquarius, karena semua kepribadian Aquarius itu saya banget:D

Friday, January 9, 2015

Its (NOT) All About The Money

"Met kamu kok masih siaran aja sih sampai sekarang? Bayarannya gede banget ya?"
"Aku kemarin baca namamu jadi narasumber lho di salah satu portal berita, hebat ih pasti kaya raya dong kamu."
"Emang masih kurang ya jadi penyiar sama penulis? Kok masih mau susah-susah jadi dokter anak sih?"
"Enak ya Met kamu diem aja royalti buku terus mengalir."

Kalimat-kalimat di atas adalah beberapa hal yang sering sekali saya dengar dari kerabat atau teman. Awalnya sih saya senyum saja menanggapinya, tapi lama-lama kok sebal juga ya. Kok kesannya saya ini material-minded banget gitu. Memang sih, yang ngomong seperti itu pastilah bukan mereka yang benar-benar kenal saya. Tapi tetap saja, gemas:p

Belum lagi kalau "omongan" tadi berekor dengan "Ah masa sih kamu engga bisa ikut ke luar negeri buat berlibur?" atau "Ga mungkinlaaah kalau kamu engga punya uang buat beli mobil baru, masa mobil tahun jebod gitu masih dipake ke mana-mana?" atau "Ya ampun Meeeet, masa dokter kayak kamu yang punya sampingan banyak handphonenya kayak handphone pembantuku begini?" :)))) dsb dsb.

Sejak kecil, saya dididik oleh orangtua untuk hidup sederhana. Saya ingat waktu kecil pernah protes pada papa karena mobil keluarga kami sering sekali mogok. Saya melihat ada program cicilan mobil yang lebih baru dan membujuk papa untuk membeli mobil baru secara cicilan. Papa bilang "Buat apa nyicil? Kalau memang belum mampu beli yang baru ya engga usah. Iya kalau papa masih hidup sampai cicilan berakhir. Kalau sudah engga ada kan jadi hutang yang dibawa mati. Toh mobilnya masih bisa jalan, mogok juga masih bisa dibenerin. "

Pernah juga saya merayu papa membelikan saya tas baru bergambar Tweety -dulu karakter favorit saya-, jawabnya selalu "Tasmu masih ada kan? Masih bisa dipakai kan?"-______-"

Dulu sih saya sebal bukan kepalang. Pelit amat sih, masa dokter anak mobilnya jago mogok? Masa anaknya dokter anak tasnya cuma 1 itu-itu saja? Hih.

Tapi semakin lama saya justru sangat berterimakasih pada papa. Sepertinya papa memang sengaja mengajarkan saya hidup sederhana untuk lebih menghargai uang. Bukan itu saja, papa juga menanamkan pola pikir pada saya kalau dalam hidup yang penting kebutuhan dasar kita terpenuhi. Kalau ingin kaya raya sih sulit ya, karena definisi "kaya raya" pun relatif. Lagipula sudah sifat dasar manusia yang tidak pernah puas. Punya mobil satu masih kurang, beli lagi jadi dua. Dua mobil masih juga kurang, beli yang ke-3,4,5,6 dst. Betapa sulitnya kalau semua hal didefinisikan dengan materi.
Apalagi kalau kita terbiasa melihat ke atas, tentu kita akan merasa "miskin" terus.

Seingat saya, papa engga pernah tuh bilang bekerja untuk mencari uang. Kalau saya tanya tujuannya bekerja, jawaban papa selalu untuk mencari tabungan di akhirat. Tanpa disadari, sepertinya saya pun meniru papa sekarang ini. Setiap saat saya bekerja, entah sebagai penulis atau dokter atau penyiar atau yang lainnya, saya tidak pernah memikirkan berapa banyak uang yang ingin saya dapat. Saya hanya ingin bermanfaat bagi orang banyak, mengamalkan ilmu yang saya punya sehingga inshaAllah bisa menjadi tabungan saya juga kelak di akhirat. Saya bekerja karena menyenangi pekerjaan saya.

Its not all about the money or the fame, when you do something with all of your heart, all that stuff comes. - David Cassidy-

Tidak munafik, tentulah uang penting untuk kehidupan. Tanpa uang, bagaimana kita bisa makan? Susah juga membayangkan hidup tanpa uang, tapi percayalah buat saya, its not all about the money.

Saya percaya bahwa rejeki masing-masing orang sudah dicukupkan dan diatur olehNya. Tidak akan tertukar, tidak akan menghilang begitu saja. Selama kita berihktiar, pasti Allah mencukupkan rejeki kita. Menurut saya, rejeki tidak selalu berupa materi. Kesehatan, keluarga yang harmonis, anak dan suami yang sehat,  teman-teman yang care justru adalah rejeki yang tak ternilai dengan uang.

Wednesday, January 7, 2015

A to Z- Meningitis

Sudah lama saya ingin sekali menulis mengenai meningitis pada anak ini namun selalu saja terlupakan. Beberapa bulan terakhir, jumlah kasus anak dengan meningitis ini meningkat, ditambah keponakan saya sendiri pun meninggal karena meningitis, saya jadi ingat keinginan sebelumnya.

Semoga membantu ya!

1. Apa sih meningitis itu?
Meningitis adalah radang datau infeksi selaput jaringan otak yang dapat disebabkan oleh bakteri atau virus. Berdasarkan kuman penyebabnya, meningitis dapat dibagi menjadi meningitis bakterial, meningitis viral dan meningitis TB yang disebabkan kuman TBC.

2. Anak umur berapa yang bisa terkena meningitis?
Meningitis paling sering terjadi pada anak di bawah 5 tahun. Jangan salah, baru lahir saja bisa lho terkena meningitis.

3. Bagaimana gejalanya?
Meningitis seringkali didahului infeksi pada saluran napas atau saluran cerna, misalnya batuk, pilek, diare atau muntah. Gejala meningitisnya sendiri bervariasi mulai dari demam, nyeri kepala, lemah, kejang, muntah sampai penurunan kesadaran. Penurunan kesadaran ini bukan hanya berarti koma ya, anak mengantuk minta tidur terus atau melek tetapi pandangan kosong dan tidak kontak mata sudah bisa dikatakan penurunan kesadaran. Untuk anak yang lebih kecil atau bayi terkadang gejalanya hanya rewel. malas minum atau menangis melengking.

4. Bagaimana pertolongan pertama pada anak yang diperkirakan meningitis?
Tergantung pada gejala yang timbul. Saat anak kejang misalnya, jangan memasukkan apapun pada mulut anak, sendok atau kopi, teh atau susu tidak dianjurkan. Longgarkan pakaian pasien, kemudian jauhkan barang-barang di sekitar pasien. Kemudian bawa segera ke dokter (Saya sih lebih memilih IRD atau UGD karena fasilitas yang lengkap dan penanganan yang segera) untuk ditangani lebih lanjut. Jika gejala yang timbul penurunan kesadaran, pastikan jalan napas anak tidak terhalang, lalu segera bawa ke rumah sakit.

5. Apa yang akan dilakukan dokter di rumah sakit?
Pertama, dokter akan menanyai riwayat penyakit anak. termasuk status imunisasinya. Kemudian setelah pemeriksaan fisik, dokter akan meminta pemeriksaan laboratorium untuk menentukan adanya proses infeksi juga radiologis seperti CT Scan. Selain itu yang tak kalah penting, dokter akan melakukan pemeriksaan LP (Lumbal Pungsi).

6. Apa itu Lumbal Pungsi?
Lumbal pungsi adalah tindakan pengambilan cairan otak di daerah tulang belakang untuk diperiksakan. LP dilakukan untuk mengetahui penyebab penyakit, apakah karena bakteri/viral/TBC. Dengan mengetahui pasti penyebabnya, maka terapi yang diberikan tentu akan lebih maksimal.

7. Benarkah pemeriksaan Lumbal Pungsi berbahaya? Katanya bisa bikin lumpuh atau buta ya?
Tidak. Bila dilakukan sesuai dengan prosedur, LP tidaklah berbahaya.

8. Bisakah meningitis dirawat jalan?
Karena membutuhkan pengawasan ketat dan pengobatan jangka panjang, tentu harus dirawat di RS.

9. Obat apa yang diberikan?
Tergantung pada penyebabnya. Untuk meningitis karena bakterial, maka diberikan antibiotika. Untuk meningitis viral diberikan antiviral, sementara meningitis TB diberikan OAT (Obat Anti TBC).

10. Bisakah meningitis disembuhkan?
 Lagi-lagi tergantung dari penyebab dan komplikasinya. Meningitis viral misalnya, lebih berkemungkinan sembuh sempurna dibandingkan meningitis bakterial maupun TB. Untuk meningitis bakterial dan TB, ada risiko sekuel setelah sembuh. Sekuel di sini maksudnya adalah gejala sisa seperti kehilangan pendengaran, menjadi retardasi mental, epilepsi atau cerebral palsy. Prognosisnya pun tergantung adakah komplikasi selama dirawat. Beberapa komplikasi yang bisa terjadi misalnya saja pneumonia atau radang paru,sepsis atau infeksi berat yang menyebar di darah sampai henti napas.

11. Bagaimana pencegahannya?
Imunisasi tepat waktu, jaga kebersihan diri dan lingkungan dengan baik, tingkatkan imunitas tubuh anak dengan gizi yang baik.

12. Bisakah meningitis menular? Tetangga saya ada yang terkena meningitis, saya takut juga nih.
Tidak.

Saturday, January 3, 2015

Live Your Life Like You're Going to Die (Because Yes, You Are)

Tahun lalu, saya membuat resolusi spesifik untuk menjalani hidup dengan lebih positif. Bukan hanya sekadar membiasakan diri ber-positive thinking, tapi pengertian positif yang lebih luas lagi. Saya berusaha bersyukur setiap hari, mengurangi mengeluh -hey, i USED to be the whiny queen:p-, dan menjauhkan segala hal berbau negativity, termasuk tidak menonton infotainment, tidak membaca tabloid gosip serta meng-unfollow akun twitter dan instagram yang banyak dihias oleh komentar menghujat dari para haters seleb tertentu.

Seperti yang saya ceritakan di sini, saya merasa cukup puas karena lumayan berhasil menerapkan resolusi serba positif tadi. Walaupun saya tidak tahu benar apakah memang ada hubungannya atau tidak, tapi saya merasa dengan menjalani hidup secara positif, banyak lho hal-hal positif yang terjadi di hidup saya. Alhamdulillah.

InshaAllah menjalani hidup dengan positif ini akan saya teruskan di tahun 2015.

Selain itu, saya juga membuat resolusi lain. Saya terinspirasi untuk membuat resolusi setelah berkaca terhadap beberapa musibah yang terjadi akhir-akhir ini. Saya mengikuti berita mengenai jatuhnya pesawat #AirAsia QZ8501 mulai dari proses pencarian, evakuasi korban sampai cerita personal masing-masing penumpang yang ada di dalam pesawat tersebut. Berkali-kali saya membaca cerita yang sama, berkali-kali pula saya disadarkan bahwa memang betul bahwa umur sama halnya dengan jodoh dan rejeki adalah mutlak rahasia Allah Swt.

Ada yang menyesal karena baru saja berselisih pendapat dengan tunangannya tanpa mengetahui kalau perselisihan tadi adalah pertemuan terakhir dengan yang terkasih. Belum sempat maaf terucap, belum juga perselisihan selesai. Ada yang menyesal karena belum sempat membalas pesan BBM dari sang anak, yang akhirnya menjadi pesan terakhirnya. Ada pula yang kehilangan seluruh keluarganya mulai ayah, ibu, kakak dan adik.

Seandainya saja kita mengetahui kalau besok -misalnya- adalah hari terakhir kita hidup, apakah kita masih akan mempermasalahkan persoalan yang sebenarnya sepele? Would you live differently if you knew you were going to die? Apakah kita masih berpikir untuk bilang sayang dan menunjukkan rasa tsb kepada keluarga yang terkasih? Apakah kita masih akan membuang waktu mengerjakan hal tak bermanfaat? Apakah kita masih akan "mengisi" waktu dengan mengeluhkan ini-itu? Apakah kita masih akan ngoyo bekerja sampai lupa keluarga? Apakah pekerjaan kita masih akan menjadikan ibadah nomor 2? Apakah kita akan menghabiskan sisa hidup kita dengan kebencian dan kemarahan terhadap orang yang pernah menyakiti hati kita?

We need to start living our life by identifying what's important and what doesn't actually matter. Focus on whats important, dont sweat small stuffs, go for anything you want, dont fear or failure.

Life is not measured by the number of breaths we take but by the moments that take our breath away.

Kemarin, saya juga baru saja mengalami musibah. Perginya keponakan saya yang baru saja menginjak usia 6 bulan lagi-lagi menyadarkan saya betapa singkatnya hidup di dunia ini. InshaAllah tahun 2015 ini, jatah usia saya akan berkurang setahun. And what have i done?  Selama hidup, saya belum merasa memberikan yang terbaik. Saya belum berkarya untuk banyak orang. Saya belum merasa bermanfaat bagi orang lain.


InshaAllah resolusi saya di 2015 adalah to live my life to the fullest. Saya ingin lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, mengingat kembali tujuan saya diciptakan adalah memang untuk beribadah sehingga sudah selayaknyalah beribadah menjadi prioritas nomor satu sebelum pekerjaan dan yang lainnya. Saya ingin lebih bersyukur atas segala nikmat yang diberikanNya "sesederhana" bisa lebih lama bernapas dan menikmati dunia.  Saya ingin berkarya semaksimal yang saya bisa, berharap semoga bisa bermanfaat bagi orang banyak. Saya ingin menjaga kesehatan sebaik mungkin, lebih care terhadap diri sendiri, sebagai wujud bersyukur kepada Allah Swt. Saya ingin lebih dekat dengan keluarga, menghabiskan lebih banyak waktu bersama mereka. Karena kita tak pernah tahu kapankah pertemuan terakhir dengan orang terdekat, kapankah pelukan terakhir yang bisa kita berikan, kapankah percakapan terakhir dengan orang tersayang akan terjadi. Wallahualam.

Itu tadi resolusi saya. Doakan berhasil ya!

Live your life like you're going to die (Because yes, you are)

Ps: Sepertinya saya akan jarang mengupdate blog nih karena akan menjalani ujian nasional. Sejujurnya saya merasa engga siap banget ikut ujian, tapi kalau menunggu sampai siap sih engga bakalan ujian sampai kapan-kapan:p Mohon doanya ya, semoga -akhirnyaaaaaa- selesai juga sekolah saya yang tak kunjung usai ini:p


Friday, January 2, 2015

Good Bye Dear!

Pagi pertama di tahun 2015,mama saya menelpon untuk mengabari kalau beliau baru saja terbangun karena mimpi. Di mimpinya, mama berjumpa dengan sang ibu -baca: nenek saya- yang sudah meninggal saat mama masih kecil. Mama bilang pada saya kalau beliau bertanya pada nenek. "Bu, cucuku mana Bu? Aku kangen." yang dijawab "Iya, sabar ya. Sebentar lagi pulang kok."

Mama saya terkejut dan mulai bertanya-tanya apakah "pulang" yang dimaksud.

Di saat yang hampir bersamaan, kakak saya mengabari kalau anaknya -keponakan saya, Red- yang sudah lebih dari 3 minggu tidak sadarkan diri dan harus dibantu mesin untuk bernapas akhirnya melek. Benar-benar melek. Setiap disentuh anggota badannya, Zaza langsung membuka mata walaupun belum kontak. Bukan itu saja, mesin bantu pernapasan pun dicabut karena dia sudah bisa bernapas spontan dengan kuat. Alhamdulillah, senang sekali saya mendengar kabar tersebut.

Saya dan mama pun lalu berpendapat mungkin "pulang" yang dimaksud nenek saya adalah pulang ke rumah, dalam keadaan sehat.

Secara teori, memang sulit untuk mempercayainya tetapi saya yakin kalau keajaiban itu pasti ada. Saya percaya bahwa saat kita bingung tak tahu harus bagaimana, tidak mengerti apa yang harus dilakukan dan tampak sudah tidak ada harapan lagi, yang harus kita lakukan hanyalah pasrah dan ikhlas. Begitu kita sudah menyerahkan semua pada Allah Swt, semua jalan terbaik akan dibukakanNya. Demikian pula yang terjadi pada Zaza. Hampir sebulan sakit, keluarga kami benar-benar dibuat sport jantung. Keadaannya membaik sebentar, lalu memburuk. Membaik lagi, lalu memburuk. Begitu seterusnya. Pada akhirnya setelah sekian lama, inshaAllah kami sudah ikhlaskan pada Allah. Apa saja yang terbaik untuknya. InshaAllah kami sudah berpasrah.

Karena itu, terbayang kan betapa senangnya saya hari itu? Saya berpikir bahwa mungkin karena kami sudah ikhlas menerima apapun jawabanNya, Allah justru memberikan kesembuhan untuk Zaza. Mungkin karena kami sudah pasrah, Allah memberikan kesehatan kembali untuk Zaza.

Mood saya baik sekali seharian, bahkan saya sudah merencanakan mencarikan Zaza dokter tumbuh kembang untuk kelanjutannya. Setiap jam, saya mengupdate kabarnya dari kakak saya. Jawaban kakak selalu menentramkan hati dan saya tak hentinya bersyukur atas keajaiban Allah Swt. Kakak mengirimkan foto terakhir Zaza pada saya. Tanpa selang napas di mulut, keponakan saya ini melek melihat kamera. Saya tunjukkan fotonya pada Naya yang ikut senang. Just FYI, setiap hari Naya mendoakan sepupunya ini dengan sungguh-sungguh. Bahkan setiap Maghrib, Naya meminta mendoakan dari masjid sebelah rumah. Supaya Allah lebih mendengar doa kakak Naya, begitu katanya.

Tidak ada satu pun firasat buruk yang saya rasakan. Saya berangkat tidur malam hari dengan tenang setelah shalat Isya dan mendoakan Zaza.

Lalu tiba-tiba telepon saya berbunyi di dini hari. Sungguh, saya sama sekali tidak merasa apapun. Saya malah berpikir mungkin teman saya yang sedang jaga IRD menelpon untuk meminta bantuan saya. Saya mengangkat telpon dengan setengah nyawa karena masih belum bangun benar tanpa melihat nomor yang memanggil.

Begitu mengangkat telepon, terdengar suara serak mama saya yang jelas habis menangis. "Neng, Zaza meninggal barusan jam 02.45." kemudian telpon ditutup.

Saya blank. Saya berusaha bangun penuh. Saya mencuci muka untuk meyakinkan diri kalau ini bukan mimpi. Sampai beberapa menit setelahnya saya masih bingung dengan apa yang terjadi. Lho, kok? Bukannya sudah membaik kondisinya? Bukannya sudah dilepas semua mesinnya? Bukannya sudah melek? Lalu kenapa?

Saya segera menelpon kakak yang sangat tegar menghadapi ujian ini. I cant imagine what he's been through. "Zaza sudah engga menderita lagi, Neng. Sudah engga kesakitan, sudah bahagia. Kita semua sayang Zaza tapi Allah lebih sayang. "

.......
And i burst into tears.

Inna Lillahi wa inna ilaihi ro'jiun
We indeed belong to Allah and we indeed toward him are returning.
Altezza Levino Hanintya, passed away at the age of 6 months old.

No words i write could ever say how sad i am
May Allah SWT in his infinite mercy grants him a place in Jannah
Aminnnn

Losing a child is the worst thing could ever happen to a parent
My thought and prayer go to my brother and his wife
May Allah SWT provides solace and strength to his family
Aminnnn

We love you so much, but Allah Swt loves you even more
Good bye dek Zaza, til we meet again sayang!

-written in tears, waiting for the plane to Bandung-

Wednesday, December 31, 2014

Renungan Akhir Tahun

Belakangan ini ibu pertiwi kembali dirundung duka. Setelah tanah longsor di Banjarnegara, banjir, pasar Klewer yang terbakar, beberapa hari lalu pesawat dari salah satu maskapai yang terkenal dengan keamanannya dinyatakan "menghilang". Kurang dari 72 jam setelahnya, tim pencarian berhasil menemukan serpihan pesawat dan jenazah yang mengapung di wilayah selat Karimata.

Jujur, saya tidak pernah menonton televisi lokal, termasuk acara berita. Tetapi saya tetap berusaha terus update dari membaca kabar yang beredar di linimasa. Walaupun begitu, karena saya sungguh penasaran mengikuti perkembangan, akhirnya saya pun mulai menyalakan televisi lokal yang meliput berita ini. Its heartbreaking to see their families in such grief. Tanpa terasa, saya pun ikut menangis menyaksikan foto-foto relasi yang histeris menunggu kepastian anggota keluarganya. Tampak jelas duka yang mendalam tergambar di wajah masing-masing. Bingung menunggu ketidakpastian, ditambah "harapan palsu" yang berasal dari berita hoax mengenai telah ditemukannya pesawat tsb dengan semua penumpang yang selamat. Saya benar-benar engga habis pikir. Di sela bencana seperti ini kok ya adaaaaaa manusia yang begitu teganya menyebarkan kabar palsu entah apa maksudnya. Buat saya sih, ini jelas menunjukkan kurangnya kadar empati kepada sesama.

Ada pula yang "sempat-sempatnya" menggunakan musibah ini sebagai bahan candaan, dan yang lebih parah lagi, mendoakan keburukan para penumpang pesawat tersebut. Ya Allah, how come?

Saya memang tidak mengenal secara personal satu pun penumpang Air Asia QZ8501. Tapi sebagai manusia, saya merasa ikut bersedih mendengarnya.

Hari ini mereka yang mendapat musibah. Besok, lusa atau entah kapan bisa saja kita yang ada di posisi mereka. Atau anak kita. Atau orangtua kita. Atau keluarga kita.

Sungguh ini kembali mengingatkan saya bahwa umur, sama halnya dengan rejeki dan jodoh adalah benar-benar rahasia Allah Swt. Tidak ada yang tahu, tidak ada yang bisa mengubah. Entah berakhir di mana hidup kita, di laut lepas, di udara tinggi, di tempat tidur, di rumah sakit, di masjid, di tempat dugem, sungguh hanya Allah yang Maha Mengetahui.

Saya pun diingatkan bahwa sesungguhnya tidak ada yang kita miliki sebenarnya. Tidak anak kita, tidak orangtua, tidak suami/istri, tidak juga satu pun. Karena kita bukan milik mereka, dan mereka pun bukan milik kita. Hanya Allah Swt yang kita miliki.

Saya turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya untuk semua penumpang dan staf Air Asia QZ8501. Semoga diampuni semua kesalahannya, dan diberikan tempat terbaik.Amiiiin yra.

Monday, December 22, 2014

Review 2014

Benar-benar engga terasa ya dalam hitungan hari, tahun 2014 akan terlewati dan digantikan tahun 2015. Buat saya, tahun 2014 ini benar-benar roller coaster, deh!  There are so many ups and downs.

Masih ingat resolusi 2014 saya? Alhamdulillah, saya merasa berhasil menjalani hidup dengan lebih positif tahun ini. Saya sudah tidak pernah melihat infotainment, tidak membaca tabloid gosip, juga  meng-unfollow akun instagram atau twitter beberapa seleb yang sering dihujat oleh haters. Saya membiasakan positive thinking, saya berusaha memulai setiap hari dengan positive attitude. I believe that positive attitude will bring you a positive life!:D

Saya memulai tahun 2014 dengan sakit. Alhamdulillah tidak sampai harus masuk rumah sakit, tapi saya ingat betul rasanya menderita karena panas tinggi dan paranoid ketakutan terkena dengue lagi:p
Di saat yang sama, saya mendapat pencerahan untuk move on dan melupakan seseorang yang sukses benar membuat saya sakit hati selama ini. Saya percaya, move on-nya saya ini merupakan awal yang sangat baik untuk hidup yang lebih positif:D

Entah ada hubungannya atau tidak dengan usaha saya untuk hidup positif,  saya merasa mendapat banyak rejeki tahun ini. Rejeki engga selalu berbentuk materi kan ya?:D Buku saya, "Dont Worry to be A Mommy!" tahun ini banyak diresensi oleh berbagai media seperti Tabloid Mom and Kiddie , Good Housekeeping Indonesia , Family Guide, sampai Tabloid Nakita. Saya juga mendapat pengalaman dipercaya sebagai model cover majalah Dokter Kita. Alhamdulillah.
Oh ya, ngomongin soal media, tahun ini pula saya dipercaya Jawa Pos for Her dan Jawa Pos untuk ditulis sebagai artikel. Thank you, Jawa Pos! Selain itu, per tahun ini, saya pun diberi kesempatan oleh Detik.com menjadi konsultan kesehatan di DetikHealth. Menyenangkan sekali lho! Saya bahkan diberi kesempatan ditampilkan menjadi satu artikel sendiri:))) Terimakasih yaaa Detik.com!


Tahun ini pula saya berhasil menyelesaikan thesis alias penelitian karya akhir dengan nilai memuaskan -buat saya- setelah menguras tenaga, emosi, peluh, darah dan air mata *lebay* selama setahun lebih.
Keliatan stress engga?:p Mana acak-acakan pula lagi ga ada ART dan nanny:)))

Masih soal pekerjaan, di awal tahun 2014 saya dipercaya bertugas di Soe, salah satu kabupaten di NTT. Walaupun harus berjauhan dengan keluarga -sampai Naya ngambek dan mogok ngomong sama emaknya hiks-, banyak sekali pelajaran yang saya ambil dari pengalaman tersebut. Betapa saya harus sangat bersyukur dengan hidup saya dan bukannya selalu membandingkan dengan mereka yang berada di atas.

Tahun 2014 adalah tahun pertama kami merayakan ulangtahun Naya. Alhamdulillah, benar-benar rejeki buat kami karena venue yang kami pilih ternyata mau tutup sehingga harga yang kami bayar jauh di bawah rerata. Alhamdulillah pula, acaranya berlangsung meriah.

Seperti yang saya tulis di atas, tahun ini benar-benar roller coaster buat saya. Saya mengetahui ada apa dengan Naya tepat setelah Naya berulangtahun ke-3. Sepertinya, inilah highlight of the year untuk saya:D
Knowing to be a parent to gifted child:D

Syukurlah, saya dapat mengetahui sejak dini karena dengan demikian saya dapat segera merencanakan segalanya untuk Naya. Setengah mati mencari sekolah, alhamdulillah lagi-lagi kami mendapat rejeki karena ada sekolah yang mau dan bisa menerima Naya di kelas yang lebih tinggi dari seharusnya. Walaupun begitu, tetap saja saya merasakan naik turunnya emosi dengan sangat cepat karena ternyata banyak juga masalah yang dialami Naya di sekolah. Saya harus bolak/i menghadap psikolog, dokter tumbuh kembang sampai kepala sekolah dan guru Naya untuk berkonsultasi. Kalau dihitung-hitung, mungkin tahun ini saya sering sekali merasa deg-degan, sedih, kesal, gembira, takut dan khawatir. Semua emosi tadi digabung menjadi satu deh:D Alhamdulillah, sepertinya saat ini Naya sudah bisa beradaptasi dan bersosialisasi dengan baik.

Masih soal Naya, saya bersyukur tahun ini bisa lebih banyak menghabiskan waktu bersama Naya. Bukan sekadar jalan-jalan ke mall -:p-, tapi beraktivitas positif sekaligus menstimulasi Naya untuk #PlayAndLearn. Ini juga menjadi salah satu bentuk rejeki lain saya. Pluuuus, karena sering menghabiskan waktu dengan Naya, menginspirasi saya menulis buku terbaru yang inshaAllah akan terbit awal tahun depan:D

Rejeki lain datang saat lebaran tiba. Alhamdulillah, setelah sekian lama -hampir sewindu cyiiin!- jadi anak hilang, saya dan keluarga bisa merayakan lebaran bersama keluarga saya di Bandung. Senang sekali rasanya bisa sungkem pada mama dan shalat Ied bersama:D Kami juga memanfaatkan moment pulang kampung ini untuk berlibur. Senang sekali, Alhamdulillaaaaaah:D

Selain pada saat lebaran, saya dan Naya juga sempat berkunjung ke Semarang untuk menghadiri acara keluarga. Senang! Biasanya sih boro-boro, dengan jadwal saya yang ketat acara keluarga model apa pun tidak bisa dijadikan alasan untuk ijin. Lain ceritanya dengan tahun ini:D

Seperti tahun lalu, tahun ini pun saya masih dipercaya menjadi pembicara di acara Speak Up yang diadakan mahasiswa FK Unair Surabaya. Bedanya dengan tahun kemarin, tahun ini saya mengajak Naya yang entah bagaimana ceritanya setelah menyaksikan saya berbicara di depan audiens, jadi terlihat lebih percaya diri berbicara dengan orang lain, Alhamdulillah.

Tahun ini pula, kami sekeluarga pindah rumah ke tempat baru. Walaupun banyak kekurangan di sana-sini, tapi rumah ini sangat nyaman untuk kami, syukurlah:)

Tahun ini ditutup dengan musibah dan ujian sangat berat untuk saya dan keluarga. Keponakan saya tetiba tidak sadar tanpa keluhan apapun sebelumnya. Tidak panas, tidak diare, tidak kejang, tidak sakit apapun. Bahkan beberapa jam sebelumnya masih tertawa-tawa saat dibawa berjalan-jalan. Kakak kandung saya menikah cukup lama sebelum mempunyai anak yang saat ini berusia 6 bulan itu. Tentu semua menjadi shocked dan sedih. Sampai dengan sekarang saat saya menulis postingan ini, keponakan saya masih tidak sadar, terpasang pipa selang napas di parunya dan harus dibantu dengan mesin untuk life-supportnya karena belum kuat bernapas sendiri. Di rumah sakit, saya menghadapi banyak sekali pasien dengan kasus yang sama. Sepertinya memang lagi musim ya, -Ingatkan saya menulis soal penyakit ini ya kelak!- tetapi rasanya sungguh sangat berbeda apabila "pasien" nya adalah keponakan sendiri yang selama ini sudah saya anggap anak saya sendiri.

Memang masih ada beberapa hari lagi sebelum tahun 2014 resmi berakhir. Saya berharap semoga keluarga kami mendapat rejeki dengan sembuhnya keponakan saya sesempurna mungkin. Well, semoga.

Secara garis besar, saya bisa menyimpulkan bahwa tahun 2014 ini benar-benar menguras emosi saya, as a person and a mother. Alhamdulillah banyak sekali rejeki yang saya dapat tahun ini, walaupun ada juga ujian dan musibah. Words to describe 2014= Roller coaster! :D

Saya percaya, everything happens for a reason. Termasuk rejeki yang diberikan Allah pada saya dan juga musibahNya. Dengan memberikan rejeki, Allah ingin mengingatkan saya untuk bersyukur dan bersedekah karena di balik rejekiNya, ada hak orang lain juga. Dengan memberikan musibah,Allah ingin melatih saya untuk lebih sabar dan mengingatkan saya lebih mendekatkan diri padaNya. Terima kasih, ya Allah, terima kasih 2014!

Sunday, December 21, 2014

Children See Children Do

Cukup lama juga ya saya engga mengupdate blog. *lap debu*
Harap maklum, saya memang sedang disibukkan oleh banyak hal nih. Selain saya sendiri akan menghadapi ujian dalam waktu -sangat- dekat *freaking out*, Naya libur sekolah sangat panjang dan menempel terus pada sang emak, saya juga masih harus mengurus printilan pasca pindah rumah yang entah kapan selesainya-_-"

Oh ya, terima kasih banyak atas doa dan perhatian untuk keponakan saya. Sampai saat ini, keponakan saya masih belum sadar dan masih harus menggunakan mesin untuk membantu napasnya. Ini merupakan ujian yang sangat berat untuk keluarga kami. Setelah 2 minggu dirawat, belum ada perbaikan yang sigifikan sehingga -seperti yang pernah saya tulis sebelumnya- doa maupun pikiran positif masih sangat dibutuhkan. Please, send your prayers and positive thoughts to him owkay:D

Anyway, beberapa waktu yang lalu Naya ikut pentas balet yang diadakan di Empire Palace, Surabaya. Biaya yang kami keluarkan untuk membayar seragam sampai membeli tiket masuk untuk menonton tidaklah sedikit. Wajar saja sih, acaranya kan diadakan di gedung yang wah. Untuk event yang diadakan setahun sekali, saya tidak keberatan sama sekali.

Dari awal, para orangtua telah diingatkan bahwa tidak diperkenankan untuk mengambil gambar atau foto dalam bentuk apapun. Kamera SLR/kamera saku/handphone/tablet/smartphone/video recorder, tidak diperbolehkan. Lagi-lagi, menurut saya peraturan seperti ini sangat wajar. Namanya konser yang bersifat "formal", agar dapat dinikmati semua pihak memang harus ada peraturan seperti ini. Kalau orangtua berminat untuk menyimpan dokumentasi, pihak sanggar menyediakan vendor profesional yang menjual DVD konser.

Karena harga tiket cukup mahal, saya pikir siapapun yang mampu membeli seharusnya sih mengerti mengenai etika dan sopan santun termasuk dalam mengikuti peraturan. Seharusnya. Eh, ternyata tidak. Rupanya tidak ada hubungan langsung antara tingkat sosial ekonomi dengan etika ya. Di tempat ballroom dimana kursi tertata sangat apik, pada saat pentas, banyak lho ibu-ibu yang tidak tahu malu merekam anak-anaknya pentas padahal jelas ada peraturan yang bolak/i ditekankan. Engga main-main pula, merekamnya pakai tablet segede talenan, sambil berdiri! Kurang mengganggu bagaimana lagi, coba?:)))

Saya -maaf ya bu!- menegur ibu tersebut karena merasa terganggu. Saya tidak bisa melihat apa-apa di depan saya selain tubuh sang ibu yang heboh merekam anaknya pentas. Untungnya walaupun saya sempat dijudesin, sang ibu menyadari kesalahan dan duduk biarpun sambil tetap merekam menggunakan talenan.

Saya jadi ingat beberapa bulan lalu, tempat les Naya menyelenggarakan lomba fashion show. Begitu mendengar ada acara ini, Naya semangat sekali meminta saya menyiapkan bajunya yang seperti princess berenda-renda bergambar Mickey Mouse-iya nih, unyil lagi suka sekali Mickey Mouse and friends- Saya kaget juga karena tahu pasti kalau Naya bukan tipe anak yang percaya diri di atas panggung. Berkali-kali saya yakinkan Naya, "Benar nih mau ikut fashion show?". Naya bolak/i bilang "Iya mama, kakak mau!".

Karena itulah saya segera menghubungi pihak tempat les untuk mendaftarkan Naya. Ternyata, saya diberitahu bahwa saat lomba fashion show, semua peserta diwajibkan menggunakan kaos bertuliskan nama tempat kursus tsb yang merupakan seragam. Saya menjelaskan pada Naya bahwa untuk lomba fashion show, Naya tidak bisa memakai baju kesukaannya ala-ala princess itu tapi harus mengenakan baju seragam. Naya agak sedikit sedih, tapi karena tahu semua temannya juga harus pakai seragam akhirnya mengerti dan tetap minta ikut lomba fashion show.

Acaranya diadakan di salah satu clubhouse yang elit di kawasan Surabaya Timur. Pada saat lomba fashion show akan dimulai. saya kaget setengah mati karena semua peserta lomba fashion show TIDAK ADA yang mengikuti aturan mengenakan seragam. Hanya Naya saja. Teman-temannya mengenakan baju Elsa-Frozen, Cinderella, dan lain sebagainya. Saya menangkap raut muka Naya yang langsung berubah.

Saya tanya Naya, "Kakak masih mau ikut lomba? Kalau engga juga engga apa-apa kok."
Naya: "Kenapa cuma kakak yang pakai seragam?" *sedih*

Saya bertanya pada salah satu ibu yang anaknya ikut lomba. Jawabannya kurang lebih begini, "Iya sih, memang aturannya pakai seragam tapi anaknya engga mau tuh, pengin pakai baju Elsa katanya. Ya udahlah, lagian seragamnya kan jelek juga ya, masa fashion show pakai seragam?"

-_______________-"

Saya langsung protes pada pihak penyelenggara, tapi rupanya karena hanya Naya yang pakai seragam, mau tak mau lomba tetap berlangsung walaupun yang lain tidak mengikuti aturan. Oh ya, saat acara dimulai, semua ibu yang anaknya ikut lomba lari ke depan panggung *literally*, sibuk merekam menggunakan talenan masing-masing dan berteriak-teriak menyemangati anaknya tanpa peduli bagaimana yang lain bisa menonton. Yang penting gue liat anak gue jelas, yang di belakang keliatan apa kagak emang urusan gue?

Saya bangga sekali Naya mau tetap naik ke atas panggung dan menjalankan bagiannya berlenggak-lenggok walaupun saya tidak bisa melihat dengan jelas. Pandangan saya dipenuhi oleh punggung ibu-ibu yang heboh sendiri.

Entah ya, mungkin saya adalah ibu yang aneh. Yang terlalu menuruti peraturan, padahal mungkin jaman sekarang peraturan dibuat untuk dilanggar. Mungkin. Tapi saya yakin bahwa disiplin pada peraturan adalah salah satu cara kita menunjukkan kemampuan menghargai pihak lain, berempati,  bersopan santun dan beretika.

Saya percaya kalau children see children do. Cara terbaik mengajarkan sesuatu pada anak adalah dengan mencontohkannya. Seandainya kelak anak kita tumbuh menjadi anak yang tidak sopan, tidak disiplin, tidak bisa diatur, sudah sepatutnya kita melihat diri sendiri dulu. Sudahkah kita berempati? Sudahkah kita berdisiplin? Sudahkah kita teratur?

Semua orangtua tentu menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Saya pun inginnya Naya ikut fashion show dengan baju terbaik, terbagus yang dimiliki, saya juga ingin mempunyai foto atau rekaman Naya saat balet, saya ingin menyemangati Naya dengan berteriak-teriak agar Naya tahu saya ada di sampingnya. Siapa yang tidak ingin? Tapi terlepas dari itu semua, yang saya inginkan adalah Naya menjadi anak yang berempati, punya attitude, bisa berdisiplin dengan peraturan, menghargai orang lain, bersopan santun, dan punya etika. Siapa yang bisa mengajari Naya kalau bukan saya?

Saya juga agak "tegas" mengingatkan orang lain yang jelas-jelas tidak mengikuti peraturan yang berlaku karena buat saya, membiarkan kesalahan sama saja dengan melakukan kesalahan tersebut. Rupanya apa yang saya lakukan, saat ini mulai dicontoh oleh Naya.

Jangan kaget ya kalau melihat ada anak unyil yang tidak sungkan menegur orang tak dikenal di mall saat antriannya diserobot, atau anak unyil yang mengingatkan tanpa malu bapak-bapak tak dikenal saat sedang merokok di dekatnya. Jangan bingung juga kalau menyadari ada anak 3 tahun yang menegur ibu-ibu tak dikenal membuang sampah sembarangan:))) Yes, she's my baby and im proud of her:D

Tuesday, December 16, 2014

#PrayForZaza

These few past days have been really hard for me, and my family. Well, especially for my brother.

After married for a couple years, my brother finally has a very handsome boy. Im really happy for them. My nephew is cute and adorable. Naya always calls him as her little brother.

On Sunday night, my mother called me hysterically and told me that my nephew was taken to hospital due to unconscious. I was really shocked, just as shocked as his parents and grandparents. He had no fever before, he was really healthy, without any complain like diarrhea, seizure or even cough. Really healthy. Out of sudden, he was just unconscious. There was no history of trauma either.

I booked a flight to go there, but unfortunately, there was no flight available so i had to wait until Wednesday morning.

On Tuesday afternoon, my mother called to tell me there's something weird about my nephew. But she could not explain what kind of weirdness. I asked my mom to calm down, but i got panic myself, i grabbed my purse and ran to the airport to buy a go-show plane ticket. It was heavy raining in Surabaya, the traffic were very crowded. I prayed all the time. Alhamdulillah, i got the ticket.

Right after i landed in Bandung, I went to hospital just in time my nephew was gasping. All of my family were there, without any sanity left. I meant it. I could not talk to anyone of them, so i thought i should be the one that think rational.

I saw my nephew struggled. Double intravenous lines were inserted, a endotracheal tube also was inserted to clear his airway. There were so many cables attached to his small tiny body. He was powerless. As a doctor, ive been dealing with same cases like a lot. But it felt different when the baby was your family.

After so many physical, laboratory, radiology and additional examinations, my nephew was diagnoses with bacterial meningoencephalitis. We didnt know how he got this disease since there was no risk factor in him. His nutritional status was good, he got full immunizations, and he was taken care by his own mother without any helper.

Anyway, days passed, and up until now (the 11th day) my nephew is still hospitalized, unconscious, with ventilator machine to support his life.  The treatments are already given maximally, and all we can do now is waiting for a miracle. I believe in the miracle of prayers. I believe in the miracle of  positive thoughts. I believe in Allah SWT. Please pray and send your positive thoughts for him.

#PrayForZaza

Saturday, December 6, 2014

Complete Version Jawa Pos 24 Nov 2014

Sesuai janji saya di sini, ini adalah versi lengkap harian bersangkutan:D
Btw, saya memang rajin mengupdate blog ini dengan hal-hal yang paling sepele sekalipun supaya tersimpan rapi, maunya sih supaya Naya kelak bisa membaca-baca sendiri segala hal yang terjadi padanya.


PS: Kak, kalau baca postingan ini, masih inget engga kakak disuruh senyum pas foto susahnya minta ampun? Pas korannya terbit, kakak sebel karena fotonya "jelek" (engga smile, engga happy). Jadilah pagi-pagi banget, mama papa belum baca, korannya udah disembunyiin kakak entah di mana. Untung ada beberapa temen mama yang kirim capture-an korannya jadi mama bisa kira-kira gimana isinya. Mama bilang, "Salahnya kakak sendiri kenapa pas difoto engga mau senyum?", kakak jawab "Lho, kan kakak itu lagi sibuk kerjakan soal, kok malah disuruh senyum. Lagi konsentrasi tau!". Hahahaha, okelah, btw akhirnya mama nemuin korannya di belakang lemari kamar mama, makanya baru bisa mama scan hari ini. Lain kali kalau mau nyembunyiin, jangan di kamar mama dong sayang:p

Thursday, December 4, 2014

FAQ Imunisasi

Semakin lama semakin banyak saja email yang masuk di inbox saya menanyakan soal imunisasi. Serius lho, saking banyaknya saya sampai menyimpan draft jadwal dan FAQ imunisasi di handphone sehingga bisa langsung dicopy-paste saja.

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan mengenai imunisasi.

1. Saya bingung karena jadwal imunisasi di posyandu, rumah sakit atau beberapa dokter anak berbeda. Jadi sebenarnya yang benar yang mana? Yang terbaik diikuti yang mana?
Perbedaan penjadwalan imunisasi pada anak memang bisa saja terjadi karena adanya modifikasi untuk memudahkan orangtua atau pertimbangan khusus tergantung keadaan bayi saat itu. Selama imunisasi dilakukan pada rentang waktu yang direkomendasikan IDAI, baik kok.

2. Anak saya batuk pilek nih dok. Boleh engga diimunisasi?
Boleh. Batuk pilek ringan tanpa demam boleh diimunisasi, kecuali bayi sangat rewel, bisa ditunda seminggu.

3. Kalau sedang minum antibiotik bagaimana? Boleh engga diimunisasi?
Boleh, antibiotik tidak menganggu potensi vaksin.

4.Anak saya alergi, sering sekali terkena serangan asma. Aman diimunisasi engga?
Pasien asma, pilek alergi boleh-boleh saja diimunisasi. Tapi seandainya ada riwayat alergi berat terhadap telur, pernah ada riwayat anafilaktik terhadap telur (Kemerahan luas di kulit, sulit napas, suara napas ngik ngik sampai syok), jangan lupa menyampaikan ke dokter yang mengimunisasi. Ada beberapa vaksin seperti influenza, demam kuning yang kontra indikasi pemberiannya adalah anak dengan riwayat anafilaktik terhadap telur.

5. Anak saya sejak bayi rutin imunisasi sesuai jadwal. Tapi kok masih bisa terkena cacar air ya dok? Apa imunisasinya percuma?
Anak yang telah diimunisasi MASIH DAPAT tertular penyakit tersebut, namun akan jauh lebih ringan dibanding mereka yang belum diimunisasi.

6. Kalau habis diimunisasi polio yang diteteskan ke mulut, harus menunggu berapa lama sebelum anak minum susu?
Untuk susu formula, boleh langsung diberikan begitu diimunisasi. Tapi untuk ASI, kalau anak sudah berusia di atas seminggu boleh langsung disusui. Di bawah usia seminggu sebaiknya ditunggu sebentar sebelum disusui. Kolostrum pada ASI yang biasanya terdapat sampai bayi berusia seminggu dapat mengikat vaksin polio oral.

7. Sehabis disuntik BCG, anak saya jadi bisulan kemudian seperti koreng. Malpraktik ya?
Bisul yang biasanya timbul 4-6 minggu pasca imunisasi BCG adalah normal, merupakan reaksi tubuh terhadap vaksin BCG. Bisul ini dapat membesar dan menjadi koreng setelah 2-4 bulan lalu menyebuh perlahan dan menimbulkan scar. Jangan khawatir, cukup dikompres menggunakan cairan salin saja kok:D

8. Anak saya sudah kena campak waktu umur 5 bulan, apa perlu divaksin lagi saat 9 bulan?
Boleh. Banyak penyakit yang menyerupai campak sehingga belum tentu yang diderita anak sebelumnya benar-benar campak. Walaupun ternyata memang benar campak, pemberian vaksin campak tidak merugikan bayi kok:D

9. Benar engga imunisasi MMR menyebabkan anak autis?
Tidak. Berita ini sebetulnya bermula ketika ada seorang ilmuwan yang mempublish hasil penelitiannya bahwa ada hubungan antara MMR dengan autis pada anak. Tapi setelahnya diketahui bahwa ilmuwan ini memberikan data palsu sehingga jurnal tersebut dicabut dari "peredaran". Setelahnya banyak ilmuwan yang melakukan penelitian serupa dan tidak satu pun yang berhasil membuktikan. Dont worry!:)

10. Anak saya sering banget batuk pilek nih. Kalau diimunisasi influenza bisa sembuh engga ya dok?
Perlu dicatat, imunisasi influenza hanya untuk mencegah penyakit influenza berat yang disebabkan virus influenza A dan B jenis tertentu yang berbahaya. Vaksin ini tidak dapat mencegah batuk pilek karena virus lain, alergi atau iritasi.

11. Saya ditawari imunisasi DTP yang katanya engga pakai demam, tapi harganya mahal banget. Memang lebih bagus pakai vaksin DTP tanpa panas ya dok?
Vaksin DTP ada 2 macam, DTwP (yang banyak ditemukan di posyandu atau puskesmas) dan DTaP (yang disebut engga pakai panas). Keduanya sama-sama mencegah penyakit difteri, pertusis dan tetanus. Bedanya hanyalah pada komponen antigen untuk pertusis. Vaksin DTwP berisi sel bakteri pertusis utuh yang berisi ribuan antigen termasuk yang tidak diperlukan sehingga seringkali menimbulkan panas, bengkak, merah atau nyeri di tempat suntikan. Vaksin DTaP berisi bagian pertusis yang jarang menimbulkan demam (bukan pasti tidak demam ya!). Proses pembuatan DTaP lebih rumit sehingga harganya lebih mahal.

12. Katanya ada jadwal imunisasi 2014 yang baru ya dok. Bedanya apa dengan yang sebelumnya?

Ada beberapa perbedaan seperti pemberian vaksin hepatitis B yang sebaiknya diberikan 12 jam setelah lahir, kemudian vaksin BCG dianjurkan sebelum 3 bulan dengan optimal 2 bulan. Pada prinsipnya hampir sama kok.

13. Ada ringkasannya engga dok, umur segini imunisasinya apa? Saya suka bingung liat jadwalnya.
Berikut saya ringkaskan jadwal imunisasi sesuai umur. Tapi ingat ya, jadwal bisa dimodifikasi tergantung keadaan anak masing-masing. Untuk lebih jelasnya, diskusikan dengan dokter anak anda:D
14. Imunisasi wajib itu yang mana saja ya dok? 
Imunisasi semua adalah wajib. Tapi kalau yang disubsidi pemerintah berhubungan dengan program pemerintah adalah hepatitis B, polio, BCG, DTP, Hib, Campak dan dT.

15. Katanya imunisasi itu haram lho dok. 
Sepengetahuan saya, hukum suatu benda itu ditentukan berdasarkan keadaannya yang terakhir. Bukan ditentukan berdasarkan asal muasalnya. Misalnya buah anggur itu halal. Tetapi bila sudah difermentasi jadi wine hukumnya berubah jadi haram. Padahal asalnya halal.  Bila wine yg haram itu lalu difermentasi jadi cuka. Maka hukumnya berubah jadi halal kembali. Hal itu harus dilihat keadaan terakhirnya. Iya kan ya?

Ada vaksin yang dalam prosesnya pembuatannya menggunakan enzim babi, tapi hasil akhirnya tidak mengandung produk babi. Jadi menurut saya tidak haram ya:)

Semoga membantu:D

Monday, December 1, 2014

Kamus Besar Bahasa Indonesia

..versi online adalah salah satu web yang paling sering saya buka akhir-akhir ini. Alhamdulillah, thanks to technology, saya tidak perlu berepot-repot membuka buku yang beratnya minta ampun itu karena sudah ada versi onlinenya.

Bukan karena saya sedang menulis buku, bukannya juga karena sedang menyusun karya ilmiah. Satu-satunya alasan saya rajin mengakses KBBI online ini tak lain dan tak bukan karena makhluk kecil berjudul Naya.

Sejak dulu, saya memang sudah selalu kewalahan menjawab pertanyaan Naya yang beragam di segala bidang dan tak berbatas. Tidak ada hentinya.

"Mama, kenapa Allah bikin manusia hidup kalau nanti pasti meninggal juga?"
"Kata Mama Allah itu Maha Pintar, kalau memang betul kenapa Allah bikin manusia yang nakal yang harus masuk neraka? Mustinya kalau Allah pintar bikin manusianya yang pintar semua dong."
"Mama orang yang pertama kali bisa baca siapa? Yang bikin huruf-huruf itu siapa?"
dsb..dsb.. *emaknyamewek*

Selain pertanyaan-pertanyaan "kompleks" macam itu, sekarang Naya justru sedang hobi sekali menanyakan hal-hal sederhana yang basic. Tapi justru karena sederhananya, saya terkadang kesulitan menjelaskan artinya pada Naya.

Misalnya saja,
Naya: "Mama, benda itu artinya apa sih?"
Saya: "Benda itu barang kak, sesuatu yang berwujud."
Naya: "Wujud itu apa?"
Saya: "Wujud itu bentuk kak."
Naya: "Bentuk itu apa mama?"
Saya: "Bentuk itu lingkaran, kotak, segitiga, macam-macam kan."
Naya: "Kalau angin itu bukan benda?"
Saya: "Benda kak."
Naya: "Emang apa bentuknya kalau angin?"
Saya: "Errrrrr... *bingung sendiri*

Setelah mencari di KBBI, saya jelaskan pada Naya bahwa benda adalah semua yang bermassa (punya berat) dan berwujud, bisa benda padat, cair maupun gas. Duh terbantu sekali saya dengan KBBI online ini, woohooo!

Kesempatan lain,
Naya: "Mama cita-cita itu apa?"
Saya: "Cita-cita itu keinginan kak. Misalnya kakak kalau sudah besar mau jadi dokter, nah artinya cita-citanya kakak jadi dokter."
Naya: "Kalau kakak pengin makan es krim, berarti cita-cita kakak makan es krim ya ma?"
Saya: ................ *tariknapaspanjang*

Belum lagi setiap Naya mengenal lagu baru yang di dalam syairnya terdapat kata-kata baru. Wah bisa dipastikan pertanyaannya bertambah panjang.

"Mama terbentang itu apa?"
"Kalau arahan itu apa?"
"Kalau bimbingan?"

ZzzzZZZzzzzz... hahaha, terimakasih KBBI!

Thursday, November 27, 2014

Naya and Me - Jawa Pos 24 Nov 2014

Hey! Look who's on the Monday Newspaper?:D

Cerita behind the scene dan versi komplit -yang lebih jelas- coming soon ya!:)

Sunday, November 23, 2014

B-o-r-e-d-o-m

Akhir-akhir ini saya sepertinya kehilangan semangat untuk mengerjakan apapun. Entahlah, saat di mana saya seharusnya memasang gigi empat untuk belajar karena ujian sudah di depan mata, saya malah lebih senang sibuk bermalas-malasan dan kruntelan bersama Naya atau mencari pernak-pernik lucu untuk mengisi rumah:p

Beberapa minggu terakhir ini, kegiatan saya memang super hectic. Mulai ditinggal ART dan babysitter selama hampir sebulan, pindahan rumah (ps: suami memutuskan pindah lalu pergi meninggalkan saya ke luar negeri berminggu-minggu langsung setelahnya hahahaha, sempat mangkel tapi ya sudahlah ya:p) yang artinya saya harus mengurus semua-semua-semuanya sendirian, belum lagi masalah persekolahan Naya yang tak kunjung usai. Saya jenuh sekali lho survey sekolah, btw.
Selain itu pun saya cukup terengah-engah menyelesaikan naskah karena sudah dikejar deadline buku terbaru. Belum cukup, saya pun dikejar-kejar oleh UTS yang akhirnya terlewati juga. Tinggal UAS S2 dan ujian akhir saja sebentar lagi, dan saya belum siaaaaap, saudara-saudara! *mulaipanik*

Have i told you how well-prepared i am? 

Saya tidak bisa mengerjakan sesuatu within last minutes. Mungkin karena saya gampang panik, kalau mengerjakan sesuatu last minutes, bisa dipastikan saya langsung blank karena heboh duluan dengan kepanikan. I never consider it as my weakness, until now. Serius, saya panik banget setiap lihat tanggal di kalender yang berjalan terus. Dan karena panik itu, saya malah blank dan justru tambah malas belajar:))) Its vicious cycle, i know. And i have to break it, i know. But how? That's the question.

Kejenuhan seperti ini bukan baru pertama kali saya rasakan. Sebelumnya sih, bisa teratasi dengan syuting dan siaran hehehe. Tapi mungkin karena buat saya kejenuhan yang sekarang ini bisa digolongkan kelas berat (no proper holiday or proper vacation for 5 years, imagine that), syuting, siaran atau blogging pun belum cukup untuk "mengobati" kejenuhan saya.

Saya tahu saya butuh libur. A proper one. I need my me time. Without thinking anything else but myself. Sulit juga mewujudkannya, saya langsung terbayang Naya yang lagi hobi mengekor saya ke mana pun, termasuk saat mandi. Serius lho, saya di kamar mandi pun anak gadis pasti ikut stay tuned di depan pintu. Manalah saya tega meninggalkan Naya? Belum lagi suami yang selalu ke luar kota atau negeri. Siapa yang mau mengurusi macam-macam di rumah kalau saya seenaknya berlibur? Jadi jelaslah ya harapan saya masih jauh dari angan-angan karena memang kondisi yang belum memungkinkan, entah kapan. I hope ASAP since i need my full speed now.

Now i really now why they said "Surga di telapak kaki ibu", really.
The key to heaven lies beneath you mother's feet, indeed.

The best thing i could do for now is crossing my fingers. Hopefully, i could overcome this boredom immediately so i could go back to my full speed. And please, do cross your fingers for me too, will you?:D


 
Design by Free Wordpress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Templates