Wednesday, March 4, 2015

Road to Naya's 4th Birthday

Sama seperti tahun-tahun lalu, saya selalu mempersiapkan ulang tahun Naya jauh hari sebelumnya. Tahun ini, saya tidak merencanakan perayaan ulang tahun layaknya ulang tahun Naya yang ke-3. Hanya saja seperti yang sudah saya niatkan sejak dulu, ulang tahun Naya yang ke-4 akan dirayakan bersama teman-teman dari panti asuhan serta sekolah, tentunya. Nothing fancy, it will be just simple.

Karena ingin yakin benar Naya mengerti apa esensi dari merayakan ulangtahunnya bersama anak panti asuhan, saya rutin menjelaskan Naya apa itu panti asuhan, kenapa kita harus berbagi dll.

Suatu hari, saya mencoba mengecek apakah Naya sudah mengerti benar maksud saya.
Saya: "Kak, nanti ulangtahun kakak dirayain sama anak panti asuhan ya?"
Naya: "Iya ma. Rencananya."
Saya: "Anak panti asuhan itu apa sih kak?"
Naya: "Itu lho ma, anak-anak yang engga punya mama papa. Mama papanya meninggal. Ada yang jatuh pesawatnya terus masuk laut (SUER dah, pas Naya bilang gini itu belum ada kejadian AirAsia QZ8501!), ada yang kecelakaan mobil, ada yang ketabrak kereta, ada yang sakit di rumah sakit, ada yang naik kapal terus tenggelam di laut. Macem-macemlah."
Saya: *bengong* *lalumerindingsendiri* :)))

Anyway, yang pertama saya siapkan adalah tema ulangtahun. Tidak sulit sih mengingat karakter favorit Naya setelah Hello Kitty adalah Mickey Mouse and Friends. Naya tidak suka Frozen yang sedang happening saat ini, ataupun segala macam princess-princessan.

Saya mulai memesan goodie bag  Naya sejak bulan Oktober 2014, lama sekali ya sebelum ulang tahunnya tanggal 24 Maret. Biasa deh emak lebay:)) Eh tapi ada hikmahnya lho, waktu itu harga masih belum naik sehingga saya bisa menghemat hampir 30%. Irit:p


Naya sendiri sudah tak sabar ingin segera berulang tahun. Eh malah sakit:( Sedih sekali deh saya. Semoga Naya cepat sembuh yaaa. Ayo dong kak, sembuh sembuh sembuuuh!

PS: Sudah baca postingan ini kan? Yuk ikutan!:)

Tuesday, March 3, 2015

Naya Sakit

Selama ini saya selalu bertanya-tanya, kira-kira pasien perdana yang saya hadapi begitu menjadi SpA kasusnya apa ya? Rupanya pertanyaan tadi bisa langsung terjawab tak lama setelah saya menyelesaikan rentetan ujian. Anak saya sendiri, Naya Sunaya yang sakit.

Awalnya Naya batuk dan pilek sejak hari Kamis malam. Naya bilang temannya di kelas ada yang sakit serupa dan tiap batuk tidak ditutup. Saya masih santai saja karena menganggap batuk pileknya yaaa batuk pilek biasa. Namanya juga balita sekolah, risiko sekali bolak-balik tertular batuk pilek, kan?

Malamnya, alias Jumat dini hari Naya demam. Saya pun masih santai saja, memberikan obat penurun panas dan meminta Naya tidak bersekolah. Naya sendiri tidak terlihat seperti anak sakit. Naya masih cerewet seperti biasa, masih menari-nari dan berlompat-lompatan di tempat tidur. Namun begitu diukur suhu tubuhnya, jeng jeng jeeeeeng.. 40 derajat! Entah ada hubungannya atau tidak ya, mama saya bilang kalau saya waktu kecil pun begitu. Pada saat demam bersamaan dengan kakak saya, pada suhu yang sama saya masih bisa menyanyi teriak-teriak, berlarian ke sana kemari sementara kakak saya sudah lemah tak berdaya di atas tempat tidur. Naya masih mau makan dan minum walaupun tidak sebanyak biasanya.

Hari Sabtu, demam Naya tetap bergeming selalu di atas 39 derajat Celsius. Turun setelah diberi obat, tapi akan naik lagi begitu efek obat abis. Lagi-lagi saya masih santai. Karena saya sudah tak punya lagi kewajiban di rumah sakit, saya senang sekali bisa 24 jam bersama Naya selama sakit. Naya pun terlihat senang sekali saya temani terus.

"Mama engga ke rumah sakit lagi ya? Nemenin kakak terus? Kita berdua bersama selamanya?" Begitu tanya anak gadis saya yang bahagia sekali saat saya jawab pertanyaannya dengan anggukan kepala.

Hari Minggu, saya memperkirakan demam Naya akan selesai. Periode demam disebabkan virus kan biasanya memang 3 harian ya, jadi saya senang sekali setelah Naya bebas demam selama 6 jam. Saya pikir Naya sudah sembuh. Saya pun memberanikan diri  meninggalkan Naya sebentar saat dia tidur siang untuk pergi menemui teman-teman seangkatan demi syukuran kelulusan. Kan tak lucu ya kalau si pengundang justru tak datang ke acaranya sendiri?

Ehhhh, belum selesai acara di sana, saya dihubungi nanny Naya yang memberitahukan Naya demam lagi. Kecele:p Saya langsung pulang dan meminumkan obat penurun panas pada Naya. Naya mulai malas makan, walaupun masih mau minum banyak. Semalaman saya tidur bersama Naya, rutin memeriksa vital sign Naya seperti nadi, suhu dan laju nafasnya permenit. Persis seperti apa yang saya lakukan kalau sedang dinas jaga di rumah sakit deh:p

Senin pagi, saya memutuskan membawa Naya cek darah ke rumah sakit. Saya sih sebenarnya yakin Naya terkena infeksi virus. Tapi karena demam berdarah sedang musim, ditambah mama saya bolak/i menelpon sambil menangis sampai memohon-mohon Naya dicek darah -ps: sepertinya mama saya masih trauma dengan kehilangan cucunya-, akhirnya berangkatlah saya.
Menunggu giliran cek lab. Naya jadi kurusan, hiks sedih banget emaknya:'(

Alhamdulillah, saking mulusnya, Naya hampir tidak menyadari darahnya diambil. Saya sendiri yang memegangi dan mengalihkan perhatiannya. Naya hanya menangis saat jarumnya masuk, itu pun karena kaget dan hanya sepersekian detik. Hebat deh kakak Naya!:*

Hasil laboratorium langsung jadi dalam waktu 15 menit. Alhamdulillah semuanya masih dalam batas normal, bukan dengue seperti yang saya khwatirkan. Memang dari gambaran hasil darahnya, Naya terkena infeksi virus -entah apa- sehingga seharusnya membaik sendiri dalam 5-7 hari. Sepulang dari rumah sakit, saya menemani Naya seharian di rumah. Barulah ketika Naya tidur siang, saya tinggal sebentar karena saya harus mengikuti ujian akhir Magister alias S2 saya supaya bisa diwisuda bersamaan dengan pelantikan spesialisasi. Setelah ujian, saya langsung pulang dan mendapati Naya masih saja panas. Saya mulai khawatir, maklum saja kalau untuk anak lain sih saya bisa menempatkan diri sebagai dokter spesialis anak. Tapi kalau anak sendiri, kesubyektifan saya sangat tinggi. Saya takut juga misdiagnosed. Tak ada ruginyalah meminta second opinion, ya kan?

Saya membawa Naya ke tempat praktek salah satu guru saya yang akhirnya pun mengkonfirmasi dugaan saya sebelumnya. Iyes, Naya terkena infeksi virus -entah apa- dan hanya diberi obat simtomatik. Fyuh, lega deh. Sedih banget ya kalau anak sedang sakit. Rasanya pengin transfer sakit anak ke kita saja. Tak tega melihat Naya kurusan, sedih:(

Doakan yaa semoga tidak ada yang serius dengan sakit Naya kali ini, doakan juga Naya cepat sembuh supaya bisa kembali ceriwis seperti biasanya, amin!

PS: Sudah baca postingan ini kan? Yuk ikutan, masih banyaaaaak waktu masih banyaaaaak kesempatan:D

Monday, March 2, 2015

Reborn Giveaway

Seperti yang pernah saya tulis di sini, selain iPhone keluaran terbaru, suami juga memberikan hadiah lain untuk saya saat berulangtahun. Tiba-tiba saja saya dihubungi oleh seorang web-designer untuk mengatur appointment. Rupanya suami saya sudah melunasi semua biaya yang diperlukan untuk mengganti tampilan blog saya ini:)))

Anyway, saya sudah bertemu dan brainstorming dengan web-designer tadi. Semoga dalam waktu dekat tampilan blog saya akan berubah menjadi lebih "saya banget".

Sehubungan dengan blog saya yang rebranded and reborn itu, saya ingin membagi beberapa buah hadiah nih pada pembaca setia blog ini. Caranya pun gampang banget!
1. Jawab pertanyaan ini:
    a. Sudah berapa lama membaca blog ini?
    b. Apakah rutin membaca blog ini? Dari mana anda tahu pertama kali soal blog ini?
    c. Apa yang paling anda cari dari blog ini?
    d. Apa yang anda harapkan ada di blog ini?
    e. Adakah usul dan saran membangun?
2. Kirimkan lewat email ke: metahanindita@yahoo.com dengan Subject: Reborn Giveaway
3. Follow twitter @metahanindita atau instagram @metahanindita
4. Twit "Sudah ikutan Reborn Giveaway!" lalu mention twitter atau instagram saya.
5. Nantikan pengumuman pemenangnya!D
Salah "tiga" hadiah giveaway ini

Bagi-bagi hadiah ini akan berlangsung sampai tanggal 16 Maret 2015. Masih lama kan ya? Yuk ikutan!

Sunday, March 1, 2015

#LatePost : Ulang Tahun

Alhamdulillah, tahun ini saya masih diberi kesempatan Allah SWT untuk mensyukuri berkurangnya "jatah" setahun umur saya. Kalau tahun lalu saya harus melewati hari ulang tahun jauh dari keluarga, Alhamdulillah tahun ini saya merayakannya bersama orang-orang tercinta.

Jauh sebelumnya, suami sudah bolak-balik menanyakan kado apa yang saya minta. Saya dengan spontan menjawab kalau saya sudah punya semuanya, tidak usah diberi kado. Saya minta doanya saja supaya lulus ujian dengan baik dan lancar. Karena setelah itu suami tidak pernah mengungkit soal ulang tahun saya lagi, saya pun kembali fokus kepada ujian yang tak ada hentinya itu.

Tepat pada pukul 00.00 pada tanggal 14 Februari, saya sudah tertidur lelap. Terlalu letih sepertinya karena begadang hampir setiap malam selama 2 minggu berturut-turut. Suami membangunkan untuk mengucapkan selamat, dan memberi saya hadiah kotak putih.
My husband made this super sweet e-card. Isnt it lovely?

Saya kaget juga. Lah kan saya sudah bilang tak perlu kado, kue atau tiup lilin segala. Suami menjawab "Aku yang pengin ngasih kok emang." Errrr, baiklah. Thats a very kind of you:*

Saya buka kotak putih tadi yang ternyata berisi eng-ing-eng... iPhone 6 terbaru!
Asal tahu saja, suami saya adalah seorang gadget freak apple-minded. Segala gadget mutakhir pasti dia usahakan untuk punya. Beberapa bulan sebelumnya, suami saya pernah bilang ingin menabung untuk membeli smartphone berharga selangit ini. Sebagai istrinya yang tahu benar passionnya, yaaa saya iyakan saja walaupun tidak habis pikir. Kok bisa sih ada orang yang mau menghabiskan uang banyak seperti itu untuk membeli smartphone? Buat saya sih, handphone atau smartphone itu yang paling penting bisa dipakai whatsapp, telepon dan SMS. Yang lain tugasnya laptop. Eh tapi itu kan saya ya, beda lagi dengan suami:)))

Makanya jelaslah saya terkejut bukan main begitu menyadari iPhone 6 yang diidamkan suami entah sejak berapa bulan lalu justru diberikannya ke saya. Istrinya yang bahkan tak mengerti apa beda iPhone 1,2,3,4,5,6 dan smartphone merk lain hahaha. Thank youuuu love! I love you to the moon and back, to the moon and back, to the moon again, back, again and back again and again and again and again:*

Bukan cuma itu, suami saya juga menghadiahkan sesuatu yang lain, nanti saya ceritakan yaaa. Sementara masih rahasia dulu. Yang jelas ada hubungannya dengan blog ini;)

Saya juga mendapat hadiah dari anak gadis tercinta. Puding coklat kesukaan saya yang dibungkus pita:))) Rupanya Naya membobol celengan Mickey Mousenya dengan bantuan nanny, dan membeli puding tadi untuk hadiah saya di supermarket dekat rumah. So sweet ya:')

Selain itu, ART, nanny saya patungan untuk membelikan saya coklat Silverqueen kesukaan saya sebagai hadiah. Awwww, im very touched!
Kiri: hadiah dari anak gadis. Kanan: hadiah hasil patungan.

Terimakasih yaaa semuanya atas atensi, ucapan, doa dan harapannya. Saya bersyukur Allah SWT telah membuat path hidup saya selama ini begitu indahnya. Alhamdulillah. Semoga sisa umur saya dapat dimanfaatkan sebaik mungkin dan membawa keberkahan bagi orang lain. Aminnnn aminnn amin yra.

Saturday, February 28, 2015

Boleh Kan?

"Apa rasanya lulus Met?" Pertanyaan semacam ini sedang gencar-gencarnya saya dapatkan:)))
Selain teman senasib seperjuangan, keluarga, teman pekerjaan lain juga ikut menanyakan.

Well, sejujurnya rasanya LEGA! Saya lega banget. Engga perlu lagi "ngelonin" handphone semalaman dan tidur dengan rasa ketakutan. Takut kalau terjadi sesuatu pada pasien saya, takut kalau ada pasien datang tengah malam dalam kondisi gawat yang mengharuskan saya datang saat itu juga. Saya juga lega engga perlu lagi begadang sampai mirip zombie di rumah sakit. In fact, waktu pengumuman  ujian, begitu mengetahui saya lulus, kalimat pertama yang saya ucapkan setelah bersyukur adalah : "YES! Engga jaga lagi!" :))))

Selain lega, saya juga senang pada akhirnya bisa "menebus" waktu yang selama ini saya pinjam dari Naya dan suami. Sudah seminggu ini, Naya selalu minta dimandikan, disuapi, diantar sekolah sampai dikeloni saat tidur. Padahal biasanya Naya mengerjakan semuanya sendirian. Alasannya begini: "Ma, tolong suapin kakak makan ya. Kakak itu lupa caranya makan sendiri." atau "Mama, kakak lupa pakai sepatu gimana sih caranya? Mama tolongin kakak ya!" :)))) Iyaaa, saya tahu Naya cuma beralasan saja supaya dapat perhatian full dari saya:D

Saya juga akhirnya bisa sesuka hati siaran atau menerima jadwal syuting tanpa bingung membagi waktu dengan kegiatan rumah sakit yang super hectic. Rasanya menyenangkan sekali!

Baru seminggu sih saya terbebas dari segala macam tugas. Baru seminggu yang penuh dengan euforia. Senang sekali terbangun setiap pagi tanpa perasaan takut, tertekan atau khawatir. Senang sekali bisa tidur nyenyak di malam hari. Senang sekali bisa menghabiskan waktu sepuasnya dengan Naya dan suami.

Saya engga pernah terpikir sebelumnya kalau saya akan menulis ini. Tapi, jujur saya kok malah kangen ya:))) Saya kangen suasana "menegangkan" yang memaksa saya belajar lebih banyak. Saya rindu situasi yang membuat saya -kepepet- harus siap setiap saat. Dasar manusia ya, engga pernah ada puasnya haha.

Biasanya pertanyaan "Apa rasanya lulus?" akan menyambung ke pertanyaan "Habis ini rencananya apa Met?"

Jawabannya: saya sendiri juga masih belum tahu.
Entah akan bekerja sebagai home pediatrician di sebuah rumah sakit atau cukup praktek sendiri saja di rumah, atau lebih fokus pada siaran dan syuting serta menulis atau justru malah sekolah lagi, saya belum tahu.

Boleh engga menikmati dulu masa-masa euforia ini? Boleh yaaa? Boleh kan? Boleh dong! *nanya sendiri, jawab sendiri*:))

Thursday, February 26, 2015

Sembelit Pada Anak

Engga jarang, orangtua datang membawa anaknya ke dokter dengan keluhan sembelit. Mumpung saya sedang kebagian tugas membahas sembelit, sekalian saja saya tulis di blog ini ya. Semoga berguna!
Apa sih sembelit itu?
Sembelit atau konstipasi adalah gangguan buang air besar (BAB) ditandai keluarnya tinja yang sulit, keras, tidak basah dengan ukuran lebih besar dari biasanya atau frekuensi BAB kurang dari 3 kali seminggu.


Memang sembelit bisa terjadi pada anak ya? Apa sebabnya?
Bisa banget. Sembelit dapat disebabkan karena gangguan anatomis, masalah syaraf, obat-obatan atau faktor metabolik seperti kurangnya hormon tiroid. Namun lebih dari 95% sembelit pada anak di atas satu tahun adalah konstipasi fungsional yang berawal dari kurangnya makanan berserat, kurang minum atau kurangnya aktivitas. 

Apa saja gejala penyerta sembelit?
Sembelit bisa dikuti dengan nyeri perut, nyeri saat BAB, turun atau hilangnya nafsu makan, turunnya berat badan, rembesan tinja pada celana dalam (soiling), kembung, buang angin berlebihan sampai bercak garis darah yang menempel pada tinja. 

Apa yang harus dicermati saat anak sembelit?
Pada anak di bawah satu tahun, kemungkinan selain konstipasi/sembelit fungsional harus diamati dengan cermat, terutama jika sembelit disertai gejala lain seperti:
1.    Keluarnya tinja pertama lebih dari 48 jam setelah lahir, diare yang disertai darah, muntah kehijauan atau teraba benjolan di perut.
2.    Perut yang kembung.
3.    Lemahnya otot kaki.
4.    Selalu tampak lelah, denyut nadi yang lambat, gagal tumbuh.
5.    Diare atau pneumonia (radang paru) berulang,
6.    Anus yang tidak tampak normal baik bentuk maupun posisi.


Bagaimana penanganan anak sembelit?
Anak yang mengalami sembelit harus dilatih untuk embangun kebiasaan BAB yang baik. Salah satu caranya adalah dengan membiasakan anak duduk di toilet secara teratur sekitar 5 menit setelah sarapan walaupun anak tidak merasa ingin BAB, Anak juga harus belajar untuk tidak menahan keinginan BAB. Selain itu, makanan tinggi serat penting untuk anak sembelit. Serat membuat BAB lebih lunak karena menahan lebih banyak air sehingga lebih mudah dikeluarkan. Perbanyak jumlah serat untuk anak dengan buah, sayur, roti gandum sebagai ganti roti putih atau sereal tinggi serat seperti oatmeal dan wheat.

Apakah benar banyak minum dapat mencegah sembelit?
Ya. Biasakan anak untuk minum setiap kali makan, sekali di antara waktu makan dan sebelum tidur. Perlu diperhatikan bahwa terlalu banyak susu sapi atau produk susu lain seperti keju dan yoghurt justru dapat mengakibatkan sembelit pada sebahian anak.
 
Apa itu obat laksatif? Perlukah diberikan pada anak sembelit?
Obat laksatif adalah obat-obatan yang digunakan untuk mengosongkan isi usus. Salah satu contoh laksatif adalah Bisacodyl (Dulcolax) yang bekerja dengan menstimulasi usus untuk mengosongkan isinya. Laksatif bisa jadi dibutuhkan untuk menangani sembelit. Namun jika laksatif tidak bekerja atau harus diberikan berulang kali, anak harus dievaluasi oleh dokter.

Bolehkan supositoria (obat yang dimasukkan ke dalam dubur) digunakan?
Boleh. Jika setelah 2-3 hari penggunaan laksatif sembelit tetap tidak membaik, supositoria seperti gliserin atau dulcolax dapat digunakan. Sebaiknya pemberian obat seperti ini berdasar konsultasi ke dokter.

Kapan anak sembeilt harus dibawa ke dokter?
Pada umumnya, kasus sembelit pada anak dapat membaik sendirinya. Walaupun begitu pada beberapa keadaan, segeralah bawa anak ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut. Keadaan tersebut:
1.    Sembelit bertahan lebih dari 2 minggu.
2.    Disertai demam.
3.    Terdapat darah pada tinja.
4.    Disertai muntah.
5.    Berat badan anak menurun.
6.    Terdapat nyeri berat saat anak BAB.

Pada keadaan bagaimana anak lebih mungkin terkena sembelit?
Sembelit pada anak lebih sering terjadi pada anak yang:
1.    Tidak cukup makan mengkonsumsi serat.
2.    Tidak cukup minum.
3.    Sedang minum obat-obatan tertentu.
4.    Mempunyai riwayat keluarga lain dengan sembelit.

Wednesday, February 25, 2015

Jawa Pos For Her 12 Feb 2015

Agak terlambat upload-nya, harap maklum yaa hehe.
Beberapa hari yang lalu saya diminta menjawab beberapa pertanyaan mengenai growth spurt pada anak oleh Jawa Pos For Her. Ini adalah artikelnya:)

 Thank you Jawa Pos!:)

ps: oh ya kalau mau membaca versi onlinenya ada di sini--> http://www.jawapos.com/baca/artikel/12801/Masa-Masa-Bayi-Alami-Growth-Spurts

Tuesday, February 24, 2015

I Made It!

Alhamdulillaaaah, setelah ujian demi ujian -termasuk ujian hidup:p- selesai juga masa pendidikan saya sebagai residen dan -akhirnyaaaa pemirsaaaaa- per tanggal 2 Februari kemarin, saya berhak menyandang gelar spesialis anak. Yaaaaay!

Bohong banget kalau saya bilang engga kerasa. Sejujurnya, perjuangan mencapai titik ini benar-benar penuh tetesan darah, keringat serta air mata:)) 5 tahun -termasuk setahun penuh cuti saat hamil dan melahiran Naya- terakhir dalam hidup saya terasa bagaikan 5 abad haha.

Entah sudah berapa kali acara keluarga yang terlewati, berapa pernikahan kerabat yang berlalu begitu saja, berapa berita duka dari keluarga atau kerabat yang tak sempat dikunjungi. Entah berapa kali pula saya harus meninggalkan suami atau Naya yang sedang sakit demi melaksanakan tugas. Entah berapa banyak waktu saya bersama Naya dan suami yang harus saya "pinjam". Semoga bisa saya kembalikan setelah ini:)

Kemarin, saya dan seorang teman berkesempatan mengikuti ujian kompetensi di Yogyakarta. Kami naik kereta api karena saya sedikit parno dengan pesawat terbang pasca insiden #QZ8501. Hampir sebulan sebelumnya, saya sudah tak bisa makan dan tidur enak. Rasanya menelan saja susah. Buku-buku dan kertas bertebaran di mana-mana, termasuk tempat tidur. Segala catatan pun berserakan hampir di tiap ruangan dalam rumah. Alhamdulillah ya, ada hikmahnya. Saya jadi melangsing beberapa kilogram:))))

Syukurlah, suami sangat mendukung. Setiap hari, suami siap sedia mengajak Naya bermain karena tahu benar saya sedang dalam kondisi senggol bacok. Jadilah setiap weekend, suami dan Naya berjalan-jalan keliling taman sampai ke Kenjeran sementara saya di rumah membaca segala bahan ujian.

Di Yogyakarta, kami tinggal di Wisma MM UGM. Saya yang memilih wisma tersebut karena letaknya yang berdekatan dengan lokasi ujian. Namanya memang wisma, tapi menurut saya fasilitasnya tak kalah dengan hotel bintang 3. I highly recommend this hotel. Free wi-fi, ruangan kamar cukup luas, ada tv cable, hot water sampai kulkas. Katanya sih, wisma ini dekat dengan Malioboro. Tapi namanya juga mau ujian, boro-boro jalan-jalan ke Malioboro. Bisa menelan makanan saja sudah Alhamdulillah:))))

Hari pertama kami di Yogyakarta, kami tidak pergi ke mana pun. Karena sampai di sana sudah cukup siang, begitu tiba di hotel kami beristirahat lalu meneruskan kembali berkutat dengan textbook.

Keesokan harinya, setelah sarapan, kami menyempatkan diri berkunjung ke lokasi ujian untuk mengetahui kira-kira seperti apa situasi dan kondisinya. Karena sedang long weekend, Yogyakarta ramai sekali dan kami kesulitan mencari taksi. Akhirnya, saya dan teman naik bentor alias becak bermotor ke lokasi ujian. Enak lho! Angin sepoi-sepoi ditambah sensasi naik kendaraan "tradisional" seperti ini cukup menyenangkan.

Di lokasi ujian, saya dan teman malah berfoto-foto:)) Yah, maklum namanya juga banci foto. Jangan tertipu dengan tampang kami yang terlihat sumringah ya. Aslinya kami sedang stress luar biasa.
Hello UGM!


Setelah berfoto-foto dan melihat lokasi, kami kembali ke wisma dengan bentor untuk berkutat lagi dengan segala bahan ujian.

Hari selanjutnya adalah hari pertama ujian OSCE. Suasananya mengerikan sekali buat saya. Saya diare, mulai gatal-gatal dan bersin terus menerus, petanda sedang stress berat. Syukurlah sudah terlalui. Saya tak bisa membayangkan kalau harus mengulang itu semua lagi. Hihhhh.

Hari kedua ujian adalah hari dimana kami diuji secara wawancara. Bahannya seluas Indonesia Raya. Mulai dari imunisasi sampai segala macam penyakit. Sama mengerikannya. Setelah itu, kami menunggu sidang yudisium penentu kelulusan.
Atas: sebelum yudisium, Tegaaaaaang! Bawah: sesudah yudisium. Legaaaaa!

Alhamdulillah kami berdua lulus! Ada beberapa orang yang tidak lulus dan harus mengulang ujian periode depan. Begitu mengetahui lulus, kami langsung berangkat ke Malioboro untuk membeli oleh-oleh.
Saya, mbak Sherly dan rekan-rekan dari USU

Syukur Alhamdulillah atas segala nikmat yang diberikan. Terimakasih ya Allah. Semoga "gelar" baru ini dapat bermanfaat untuk banyak orang, amin.

Though no amount of "thank yous" will suffice, i wanted to thank my mom for the endless support, love and encouragement. I would not be the person i am today without you. Thank you for always believing me when no one does, thank you for teaching me to never give up and follow my dreams. Being a pediatrician is one of those. Thank you for being my super mom, my super hero, my best friend, my everything. Thank you for being you!

To my Dad who's the reason why i wanted to be a pediatrician. Because i wanted to be a great one, just like him. I know he's watching me from heaven, proudly smiling ear to ear to know his little girl is now a pediatrician.

To my Mom-in law, and Dad-in law, thank you for the support and prayers. It really meant so much for me. 

To my beloved husband for the unconditional love and devotion, the continous support and understanding. Words or actions can not ever begin to express how much i thankful to have you beside me. Thank you love:*

And of course to my babygirl, apple to my eye, beat to my heart, music to my ear, the one who is always supporting me. I kept remember how she prayed everyday. "Ya Allah, berikanlah mama Aya kelulusan supaya mama dan kakak bisa selalu bermain bersama untuk selamanya" :))))
Yes, we will kakak!

I love you all, thank God for giving me such a perfect family:)

YES, i made it!

Thursday, February 19, 2015

Wish Me Luck!

Lama banget ya saya engga ngeblog! Padahal punya segudang cerita deh, mulai dari ulangtahun saya yang dapet surprise sampai ke celotehan terbaru Naya yang bikin ngakak. Nanti lah ya, kalau saya sudah selesai ujian. InshaAllah.

Hari ini, saya dan teman berangkat ke Yogyakarta demi mengikuti ujian board. Yasalaaaam stressnya jangan ditanya:))) Bedanya, teman saya kalau stress mukanya terlihat suntuk banget, sedangkan saya justru bertambah "gila" :)))

Eh serius lho, entah kenapa saya juga engga mengerti. Tapi sejak dulu setiap stress, saya bukan diam, murung, cemberut apa bagaimana. Justruuuu kerjaannya tertawa-tawa engga jelas, lebih hiperaktif dibanding biasanya, dan jadi suka menyanyi plesetan. Ajaib ya?

Anywaaaay, doakan kami berdua yaa (yang 2 lainnya dayang-dayang:p) semoga diberi kelancaran, ketenangan, keterangan pikiran dalam mengerjakan ujian sehingga mendapat hasil yang sebaik-baiknya. Amin.

Oh ya, sepertinya karena hari ini tanggal merah dan besok hari kejepit nasional, banyak orang yang memanfaatkan untuk berlibur. Penuh bangeeeeet di Yogyakarta! -__-"


Jangan lupa doanya yaaaa;;)


Friday, February 6, 2015

World Cancer Day 2015


Hari Selasa 3 Februari yang lalu adalah World Cancer Day 2015. Saya dan beberapa teman mewakili bagian anak mengikuti acara peringatan yang dilaksanakan di Grahadi Surabaya. Ini dia foto-fotonya!:D





Wednesday, February 4, 2015

First Love

Have you watched this video? You should:)

video

Do you know today is World Cancer Day?

I always have a thing for people with cancer. I saw my dad struggle with it for 13 years.
I used to be his little girl and his little princess. He taught me so many life lessons i needed to learn. He was a doctor so he knew he was going to die soon. He prepared everything for me, my brother and my mom to be strong, independent and how to survive in this whole wide world without him.

I lost him to cancer 14 years ago. I could be the one i am now because of him. I could be this strong because of him. But still, im not strong enough to hear songs, read stories or watch videos about dad like this without even crying. Well, maybe im not that strong:p

He's the reason why i wanted to be a pediatrician in the first place. Because i just wanted to be a good one, just like him. He's laso the reason for me to pursue all of my dreams and never give up.

"Its better to feel sorry because you've tried and failed than sorry because you've never tried at all", once he said. So here i am, trying all the stuff i like, from writing to broadcasting, medical to anything.

Have you heard a quote "Daddy is a girl's first love?"

He is to me:)

Saturday, January 24, 2015

The Relationship Status

*day 13 of 20 day blog challenge

Sepertinya, untuk tema ini saya engga bakal menulis panjang lebar. Im happily married with an adorable daughter!:)

Friday, January 23, 2015

What's in A Name?

*dat 12 of 20 day blog challenge

Do i like my name? Yes of course, why not?

Walaupun sewaktu kecil saya punya keinginan untuk berganti nama -biasanya sih disebabkan nama karakter di buku cerita atau komik:p-, saya suka dengan nama yang diberikan mama.

Jadi ceritanya, saya terlahir prematur 7 bulan, saat kakak saya masih berusia 10 bulan. Iyaaa, saya dan kakak cuma berbeda usia 10 bulan saja:))) Mama bahkan tidak menyadari kalau sedang hamil sampai saya hampir lahir. Otomatis mama belum bersiap dengan nama, sehingga konon saya belum bernama sampai acara akikahan 40 hari-__-"

Sejak lahir sampai 40 hari itu, saya dipanggil ala kadarnya saja. Mulai si eneng, si adek, dll, tetap masih belum bernama. Banyak calon nama yang diajukan oleh keluarga seperti Kameshwari, Mita sampai Siti.

Pada akhirnya, karena the power of kepepet, mama terpikir untuk menamakan saya dengan Meta -seharusnya Metha disederhanakan penulisannya-, berdasarkan tanggal lahir saya. Saya dilahirkan tepat  pada hari Valentine, sedangkan Metha dalam bahasa Sansekerta berarti "Cinta".

Kemudian untuk nama panjangnya, entah karena kurang kreatif atau asli kepepet, mama memodifikasi nama kakak saya yang sudah terlebih dahulu diberikan. Nama kakak saya "Andre Herdian Hanintya", Andre berarti Lelaki, Herdian berarti Cahaya, dan Hanintya berarti -saya lupa-:P
Akhirnya orangtua saya menamakan saya Meta Herdiana Hanindita, Meta berarti Cinta, Herdiana berarti Cahaya, dan Hanindita berarti Sempurna. Singkatnya, nama saya berarti Cahaya Cinta yang Sempurna:D

Nama adalah doa, mungkin orangtua mengharapkan saya menjadi orang yang penuh cinta dan memberikan cahaya cinta pada semua orang di sekeliling saya sesempurna mungkin. Mungkin:p

Thursday, January 22, 2015

Why I Started Blogging

*day 11 of 20 day blog challenge:D

Saya suka menulis, sejak kecil. Terkadang saya merasa lebih mudah mengungkapkan apa yang saya pikir dan rasakan melalui tulisan. Karena itulah saya menganggap menulis sebagai terapi jiwa. Lagi senang, dengan menulis saya bisa membagi kebahagiaan saya. Lagi sedih, menulis dapat membuat saya menumpahkan kesedihan sehingga terasa lega setelahnya. Lagi marah, menulis dapat meredakan emosi saya. Mood pun dapat diperbaiki dengan menulis.

Dulu sebelum ada internet, saya suka menulis di lembaran kertas yang gampang tercecer dimana-mana. Menulis di diary eh malah hilang entah ke mana:)))

Begitu mengenal internet, jaman friendster tepatnya, mulailah saya menulis di internet, lalu karena friendster akan dihapus, saya pindahkan blog saya ke blogspot sampai dengan sekarang.

Saat memilih tema blog, saya dengan yakin memilih lirik lagu favorit yang artinya dalam untuk saya:D -Sudah pernah saya ceritakan sebelumnya yaaa-

Jadiiii begitulah "sejarah" ngeblog saya:D

Wednesday, January 21, 2015

Favourite Item of Clothing

*day 10 of 20 day blog challenge

Saya paling suka celana jeans yang nyaman digunakan. Menurut saya basic item clothing yang wajib dipunyai seseorang adalah celana jeans, pastinya yang enak dipakai.

Celana jeans bisa dipakai dalam segala kesempatan, kecuali yang formal ya. Untuk bekerja misalnya, saya merasa lebih nyaman mengenakan celana jeans karena bahannya yang kuat dan relatif lentur. Jadi, buat saya sih membeli celana jeans yang mahal harganya bisa dibilang investasi. Celana jeans yang saya pakai sekarang umurnya sudah belasan tahun lho, awet banget!

What's yours?

Tuesday, January 20, 2015

Nicknames

Saya punya banyak nicknames alias nama panggilan. Kebanyakan orang memanggil saya Meta atau Met. Walaupun begitu, saya punya juga nama panggilan lain lho:D

Di rumah, keluarga dekat memanggil saya "Neng", sebutan untuk anak perempuan dalam bahasa Sunda. Keponakan saya yang lebih kecil memanggil saya "Teteh". Ada juga yang masih memanggil saya dengan sebutan masa kecil, "Metdom" berarti "MetMet Dombret, yang konon diberikan pada saya karena saya chubby:D

Di sekolah dulu, saya dipanggil dengan Meta oleh teman-teman, "Teh Meta" oleh adik kelas, atau Odieth oleh sahabat dekat. Saya lupa juga ya bagaimana ceritanya dipanggil begitu:)) Tapi saya ingat banget beberapa tahun lalu, saya pernah satu lift dengan teman SMA saya di rumah sakit. Sejujurnya, saya kurang memperhatikan siapa saja yang ada di lift karena sibuk dengan pikiran sendiri. Rupanya teman saya itu mulai bertanya-tanya benarkan saya adalah teman SMAnya. Akhirnya ia memanggil saya "Odieth", saya kaget -karena tidak ada yang tahu panggilan ini selain sahabat SMA saya-:))))

Setelah pindah ke Surabaya, panggilan saya kembali standar, Meta, menggunakan nama depan. Walaupun begitu, di radio banyak "orang kreatif" yang memanggil saya "ceu" karena saya orang Sunda. "Ceu" atau "Ceuceu" dalam bahasa Sunda adalah panggilan untuk perempuan yang lebih tua. Mungkin karena panggilan seperti ini kurang familiar di Surabaya, banyak pendengar yang menyalahartikan panggilan "Ceu" dengan "Ce' atau "Cece":)))) Ditambah kulit putih dan mata sipit saya, jadi banyaklah orang yang mengira saya Chinese. Banyak lho yang mengirim email dalam bahasa Mandarin. Hahahaha, padahal saya engga ngerti sama sekali.

Lumayanlah ya, jumlah nama panggilan saya;D

*day 9 of 20 day blog challenge

Monday, January 19, 2015

Favourite Line From A Song

..definetely would be "Open up your heart and let the sun shine in"!, a line from Frente's song with the same title. Actually its originally sang by Joan Regan and her son, Rusty in 1954. But i know this song from Frente's cover version.

I like it because its very optimistic, and energizing to hear. Whenever i feel down, sad, full of problems, just remember the line from this song, and voilaaaa, i remember to smile again:)

That's why i pick the line to be my blog's title:D

*day 8 of 20 day blog challenge

Sunday, January 18, 2015

How Have You Changed in The Last 5 Years

The last 5 years would be year  of 2010.

5 tahun yang lalu, saya masih baruuuu saja menjadi residen tahun pertama di ilmu kesehatan anak. Berangkat sebelum matahari terbit, pulang ke kost saat matahari sudah terbenam.
Sekarang saya sedang dalam detik-detik menunggu ujian untuk mengakhiri pendidikan saya sebagai residen:p

5 tahun yang lalu, saya belum mempunyai anak, masih bisa seenaknya melakukan apapun yang saya mau tanpa memikirkan siapapun selain suami. Lagi pula suami yang masih residen junior pun saat itu lebih sering dinas di luar kota.
Sekarang, mau ke kamar mandi saja saya harus bilang dulu ke Naya supaya tidak dicari-cari:)))

5 tahun yang lalu, saya masih rutin syuting di televisi selain siaran di radio hampir setiap hari.
Sekarang, seminggu sekali saja rasanya sudah sibuk:p

5 tahun yang lalu saya masih suka berkeliling mal sendirian. Rasanya enak sekali bisa jalan-jalan sesukanya. Sekarang, ke manapun saya, tak nyaman rasanya tanpa membawa Naya:D

Yes, ive changed. But actually not that much.

5 tahun yang lalu, rambut saya panjang. Sekarang pun masih.
5 tahun yang lalu, saya suka sekali warna ungu. Sekarang pun masih.
5 tahun yang lalu, saya suka meluangkan waktu menulis. Sekarang pun masih.
5 tahun yang lalu, saya bermimpi membahagiakan mama saya. Sekarang pun masih.
5 tahun yang lalu, saya sudah berniat operasi LASIK. Sekarang pun masih. (Niat doang, berani kagak:p)
5 tahun yang lalu, saya bercita-cita libur panjang. Sekarang pun masih, belum terlaksana juga:(

How about you?;)

*day 7 on 20 day blog challenge

Saturday, January 17, 2015

Celebrity Crushes You Have Had

Wait. Do you consider Prince William as a celebrity? Because if you do, then he is the answer!:))
I have had a fan of him since i was in elementary school. I knew his date of birth, his full name, his anything and i even kept his picture on my wallet LOL *Shy*

I cried out loud when i saw him cry on his mother's funeral. I cut his picture from magazines and newspaper. OMG:)))

All of my friends were aware of this they gave a Prince William poster on my birthday. Hahaha.

Not only good looking, i think Prince Will is smart, has a good personality and attitude. Well it was years ago. Not now:p

*Day 7 on 20 day blog challenge:D

Friday, January 16, 2015

The First 5 Songs

..in my shuffled-playlist are:

1. Beyonce - Love on Top
2. GAC - Bahagia
3. Craig David - Dont Love You No More
4. MKTO - Classic
5. Tulus - 1000 Tahun Lamanya

*day 4 on 20 day blog challenge:D

Thursday, January 15, 2015

What Do You Think People Misunderstand Most About You

Day 3 of 20 day blog challenge.

...that would be im an extrovert!

So many people think that since im talkative and happy-go-lucky, so i must be an extrovert. But sorry to say, im not. Actually i am both introvert and extrovert.

I read this article to find out that it is sooo me!

I will copy that here:
1. You’re not anti-social, you’re selectively social.
-->Yes, i am!

2. At any given point, you have one (maybe two) best friends who are your entire life. You’re not a “group of friends” person. You can’t keep up with all that.
--> Correct. I have 2 best friends whom i share my whole life:D
3. Social gatherings that are supposed to be “rites of passage” like prom and dances and other such typical nonsense is just… not for you. You don’t understand it. You want nothing to do with it.
--> Yes. I dont like crowd. It causes me headache.

4. When you do choose to grace a party with your presence, you are the life of it. You’re dancing on the table and doing body shots until 3 a.m.
--> Well, not literally:p

5. … You then retreat into three days of complete solitude to recover.
--> Probably:D

6. You go out of your way to avoid people, but when you inevitably have to interact with them, you make it seem like there’s nothing in the world you’d rather be doing.
--> Hell yeah!

7. Dating is weird, because you’re smiling and laughing and talkative at dinner, and then you don’t want to answer their texts for four days, because like, you just want to be left alone.
--> So true

8. You’re accused of being flirty with everybody, which is hilarious, because in reality, you can only tolerate like four people.
--> CORRECT!

9. You retain an air of mysteriousness about you, completely unintentionally. (There’s no mystery. You just feel no need to update the social sphere on what’s going on in your life every two hours.)
--> Yes
10. Not to mention the fact that you either have days in which you’re tweeting and status updating every five minutes… or you delete your accounts for a month.
--> Been there:D
11. You become unintentionally awkward because you at once feel the need to be a social life jacket for other people, though you’re just as uncomfortable yourself.
--> yes.

12. You’ve never really understood the whole “introvert vs. extrovert” dichotomy (can we call it that?) Because you’re… both…
--> I guess.

13. You’re always thrown into the wringer because people think you’re best suited to be the one who gives the presentation, confronts the boss, gives the speech, etc. Meanwhile, you’re practically throwing up over the thought of it.
--> Yes.

14. You ebb and flow between wanting to be noticed for your hard work, reveling in the attention and achievement you receive, to sinking and panicking over the thought of somebody else paying more than 30 seconds of attention to you.
--> yeaaaah

15. The entirety of your being is a conundrum, so needless to say, indecisiveness is your Achilles’ Heel.
--> :))

16. You’re at your happiest in places like coffee shops and caf├ęs: surrounded by people, but still closed off and keeping to yourself.
--> Very true!

17. You prefer to travel alone, but meet up with people once you’re there.
--> Yes!

18. It’s taken you years to figure out that you’re shy. Literal years. And when you tell people, even your closest family members, that you’re “actually just shy” they pause, and then their eyes go big, and they go: “Oh my god you so are.”
--> It happens to me ALL THE TIME:))))

Wednesday, January 14, 2015

What Kind of Person Attracts You?

Hari kedua dalam 20 Day Blog Challenge yang saya ikuti. Topik hari ini adalah orang seperti apa yang menarik perhatian saya?

Errrr, baik lelaki atau wanita, saya selalu tertarik pada mereka yang pintar. Bukan hanya pintar dalam hal pelajaran saja tetapi pintar membawa diri, pintar berbicara, pintar bertingkah laku. Saya juga selalu tertarik pada mereka yang selalu tepat waktu. menurut saya, orang yang tepat waktu menghargai diri mereka sendiri sehingga layak untuk kita hargai.

Selain itu, saya suka sekali dengan orang berselera humor tinggi. Tapi bukan yang hobi becanda mesum atau slapstick ala komedi di televisi ya, kalau itu saya paling engga suka deh-___-. Maksud humor di sini adalah mereka yang tahu waktu, tempat dan sasaran saat bercanda. Menurut saya orang yang suka bermain kata seperti plesetan itu menarik. Aneh ya? Hehehe.

Above all, saya seringkali tertarik pada mereka yang terlihat sekali mempunyai passion dan menjalaninya dengan semangat. Kelihatan jelas lho seseorang mengerjakan sesuatu karena terpaksa atau karena memang suka. Melihat seseorang menjalani passion dengan semangat ikut memberikan saya semangat menjalani hari. Makanya saya suka deh dekat-dekat orang seperti ini:D

Tuesday, January 13, 2015

20 Day Blog Challenge-Day 1

Detik-detik menjelang ujiang seperti sekarang membuat saya stress bukan kepalang. Apalagi yang paling pas untuk menghilangkan stress selain menulis?:D

Karena itulah saya memutuskan untuk mengikuti 20 Day Blog Challenge ini. Semoga setelah terapi jiwa ini, stress saya jadi menghilang dan saya jadi refreshed lagi, amiiiinnn!
Saya akan memulai challenge ini dengan tema hari pertama, your zodiac sign and if you think it fits your personality.

Saya lahir pada tanggal 14 Februari sehingga zodiak saya adalah Aquarius.
Ada beberapa kepribadian Aquarius yang saya dapat hasil googling:D
Menurut saya sih, ini saya banget:D Saya sangat open-minded, suka pengetahuan dan quirky hehe.
Ini pun saya akui. Semua teman dekat dan keluarga bilang saya keras kepala hahaha. Tapi susah juga buat berlama-lama marah sama saya, kata mereka lho:p

Saya lebih suka menyimpan perasaan sendiri dibandingkan mengungkapkannya, saya juga memilih belajar sesuatu bukan untuk menghasilkan uang/keuntungan tetapi karena memang saya ingin bisa. Sisanya saya anggap saya banget:D

Kesimpulannya, sepertinya memang saya cocok banget bernaung di bawah zodiak Aquarius, karena semua kepribadian Aquarius itu saya banget:D

Friday, January 9, 2015

Its (NOT) All About The Money

"Met kamu kok masih siaran aja sih sampai sekarang? Bayarannya gede banget ya?"
"Aku kemarin baca namamu jadi narasumber lho di salah satu portal berita, hebat ih pasti kaya raya dong kamu."
"Emang masih kurang ya jadi penyiar sama penulis? Kok masih mau susah-susah jadi dokter anak sih?"
"Enak ya Met kamu diem aja royalti buku terus mengalir."

Kalimat-kalimat di atas adalah beberapa hal yang sering sekali saya dengar dari kerabat atau teman. Awalnya sih saya senyum saja menanggapinya, tapi lama-lama kok sebal juga ya. Kok kesannya saya ini material-minded banget gitu. Memang sih, yang ngomong seperti itu pastilah bukan mereka yang benar-benar kenal saya. Tapi tetap saja, gemas:p

Belum lagi kalau "omongan" tadi berekor dengan "Ah masa sih kamu engga bisa ikut ke luar negeri buat berlibur?" atau "Ga mungkinlaaah kalau kamu engga punya uang buat beli mobil baru, masa mobil tahun jebod gitu masih dipake ke mana-mana?" atau "Ya ampun Meeeet, masa dokter kayak kamu yang punya sampingan banyak handphonenya kayak handphone pembantuku begini?" :)))) dsb dsb.

Sejak kecil, saya dididik oleh orangtua untuk hidup sederhana. Saya ingat waktu kecil pernah protes pada papa karena mobil keluarga kami sering sekali mogok. Saya melihat ada program cicilan mobil yang lebih baru dan membujuk papa untuk membeli mobil baru secara cicilan. Papa bilang "Buat apa nyicil? Kalau memang belum mampu beli yang baru ya engga usah. Iya kalau papa masih hidup sampai cicilan berakhir. Kalau sudah engga ada kan jadi hutang yang dibawa mati. Toh mobilnya masih bisa jalan, mogok juga masih bisa dibenerin. "

Pernah juga saya merayu papa membelikan saya tas baru bergambar Tweety -dulu karakter favorit saya-, jawabnya selalu "Tasmu masih ada kan? Masih bisa dipakai kan?"-______-"

Dulu sih saya sebal bukan kepalang. Pelit amat sih, masa dokter anak mobilnya jago mogok? Masa anaknya dokter anak tasnya cuma 1 itu-itu saja? Hih.

Tapi semakin lama saya justru sangat berterimakasih pada papa. Sepertinya papa memang sengaja mengajarkan saya hidup sederhana untuk lebih menghargai uang. Bukan itu saja, papa juga menanamkan pola pikir pada saya kalau dalam hidup yang penting kebutuhan dasar kita terpenuhi. Kalau ingin kaya raya sih sulit ya, karena definisi "kaya raya" pun relatif. Lagipula sudah sifat dasar manusia yang tidak pernah puas. Punya mobil satu masih kurang, beli lagi jadi dua. Dua mobil masih juga kurang, beli yang ke-3,4,5,6 dst. Betapa sulitnya kalau semua hal didefinisikan dengan materi.
Apalagi kalau kita terbiasa melihat ke atas, tentu kita akan merasa "miskin" terus.

Seingat saya, papa engga pernah tuh bilang bekerja untuk mencari uang. Kalau saya tanya tujuannya bekerja, jawaban papa selalu untuk mencari tabungan di akhirat. Tanpa disadari, sepertinya saya pun meniru papa sekarang ini. Setiap saat saya bekerja, entah sebagai penulis atau dokter atau penyiar atau yang lainnya, saya tidak pernah memikirkan berapa banyak uang yang ingin saya dapat. Saya hanya ingin bermanfaat bagi orang banyak, mengamalkan ilmu yang saya punya sehingga inshaAllah bisa menjadi tabungan saya juga kelak di akhirat. Saya bekerja karena menyenangi pekerjaan saya.

Its not all about the money or the fame, when you do something with all of your heart, all that stuff comes. - David Cassidy-

Tidak munafik, tentulah uang penting untuk kehidupan. Tanpa uang, bagaimana kita bisa makan? Susah juga membayangkan hidup tanpa uang, tapi percayalah buat saya, its not all about the money.

Saya percaya bahwa rejeki masing-masing orang sudah dicukupkan dan diatur olehNya. Tidak akan tertukar, tidak akan menghilang begitu saja. Selama kita berihktiar, pasti Allah mencukupkan rejeki kita. Menurut saya, rejeki tidak selalu berupa materi. Kesehatan, keluarga yang harmonis, anak dan suami yang sehat,  teman-teman yang care justru adalah rejeki yang tak ternilai dengan uang.

Wednesday, January 7, 2015

A to Z- Meningitis

Sudah lama saya ingin sekali menulis mengenai meningitis pada anak ini namun selalu saja terlupakan. Beberapa bulan terakhir, jumlah kasus anak dengan meningitis ini meningkat, ditambah keponakan saya sendiri pun meninggal karena meningitis, saya jadi ingat keinginan sebelumnya.

Semoga membantu ya!

1. Apa sih meningitis itu?
Meningitis adalah radang datau infeksi selaput jaringan otak yang dapat disebabkan oleh bakteri atau virus. Berdasarkan kuman penyebabnya, meningitis dapat dibagi menjadi meningitis bakterial, meningitis viral dan meningitis TB yang disebabkan kuman TBC.

2. Anak umur berapa yang bisa terkena meningitis?
Meningitis paling sering terjadi pada anak di bawah 5 tahun. Jangan salah, baru lahir saja bisa lho terkena meningitis.

3. Bagaimana gejalanya?
Meningitis seringkali didahului infeksi pada saluran napas atau saluran cerna, misalnya batuk, pilek, diare atau muntah. Gejala meningitisnya sendiri bervariasi mulai dari demam, nyeri kepala, lemah, kejang, muntah sampai penurunan kesadaran. Penurunan kesadaran ini bukan hanya berarti koma ya, anak mengantuk minta tidur terus atau melek tetapi pandangan kosong dan tidak kontak mata sudah bisa dikatakan penurunan kesadaran. Untuk anak yang lebih kecil atau bayi terkadang gejalanya hanya rewel. malas minum atau menangis melengking.

4. Bagaimana pertolongan pertama pada anak yang diperkirakan meningitis?
Tergantung pada gejala yang timbul. Saat anak kejang misalnya, jangan memasukkan apapun pada mulut anak, sendok atau kopi, teh atau susu tidak dianjurkan. Longgarkan pakaian pasien, kemudian jauhkan barang-barang di sekitar pasien. Kemudian bawa segera ke dokter (Saya sih lebih memilih IRD atau UGD karena fasilitas yang lengkap dan penanganan yang segera) untuk ditangani lebih lanjut. Jika gejala yang timbul penurunan kesadaran, pastikan jalan napas anak tidak terhalang, lalu segera bawa ke rumah sakit.

5. Apa yang akan dilakukan dokter di rumah sakit?
Pertama, dokter akan menanyai riwayat penyakit anak. termasuk status imunisasinya. Kemudian setelah pemeriksaan fisik, dokter akan meminta pemeriksaan laboratorium untuk menentukan adanya proses infeksi juga radiologis seperti CT Scan. Selain itu yang tak kalah penting, dokter akan melakukan pemeriksaan LP (Lumbal Pungsi).

6. Apa itu Lumbal Pungsi?
Lumbal pungsi adalah tindakan pengambilan cairan otak di daerah tulang belakang untuk diperiksakan. LP dilakukan untuk mengetahui penyebab penyakit, apakah karena bakteri/viral/TBC. Dengan mengetahui pasti penyebabnya, maka terapi yang diberikan tentu akan lebih maksimal.

7. Benarkah pemeriksaan Lumbal Pungsi berbahaya? Katanya bisa bikin lumpuh atau buta ya?
Tidak. Bila dilakukan sesuai dengan prosedur, LP tidaklah berbahaya.

8. Bisakah meningitis dirawat jalan?
Karena membutuhkan pengawasan ketat dan pengobatan jangka panjang, tentu harus dirawat di RS.

9. Obat apa yang diberikan?
Tergantung pada penyebabnya. Untuk meningitis karena bakterial, maka diberikan antibiotika. Untuk meningitis viral diberikan antiviral, sementara meningitis TB diberikan OAT (Obat Anti TBC).

10. Bisakah meningitis disembuhkan?
 Lagi-lagi tergantung dari penyebab dan komplikasinya. Meningitis viral misalnya, lebih berkemungkinan sembuh sempurna dibandingkan meningitis bakterial maupun TB. Untuk meningitis bakterial dan TB, ada risiko sekuel setelah sembuh. Sekuel di sini maksudnya adalah gejala sisa seperti kehilangan pendengaran, menjadi retardasi mental, epilepsi atau cerebral palsy. Prognosisnya pun tergantung adakah komplikasi selama dirawat. Beberapa komplikasi yang bisa terjadi misalnya saja pneumonia atau radang paru,sepsis atau infeksi berat yang menyebar di darah sampai henti napas.

11. Bagaimana pencegahannya?
Imunisasi tepat waktu, jaga kebersihan diri dan lingkungan dengan baik, tingkatkan imunitas tubuh anak dengan gizi yang baik.

12. Bisakah meningitis menular? Tetangga saya ada yang terkena meningitis, saya takut juga nih.
Tidak.

 
Design by Free Wordpress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Templates