Monday, April 30, 2012

Horeee!

Beberapa waktu lalu, Meta iseng-iseng ikut kuis yang diselenggarain sama @aimi_asi dan @sky_aviation dalam rangka hut Aimi yang ke-5 tahun.

To be honest, Meta pun agak lupa ini pertanyaannya apa dan jawaban Meta apa:p (saking banyaknya pertanyaan), tapi yang pasti sih soal Asi.

Alhamdulillah, menang! Horeeeee. Masih belum liat penampakan hadiahnya, tapi menurut email konfirmasi, Meta dapet SkipHop swipe case:D

Thank you Aimi! Thank you Sky!:*
Sent from my PurpleBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Book Giveaway Contest - Last Day

Hello end of April! As in my previous post, today is your last day to submit your entry in my Book Giveaway Contest.

I'll be waiting your entry until 18.00 WIB today, and I'll announce the winners soon. Interested? Directly email me!:D
Sent from my PurpleBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Saturday, April 28, 2012

Growth Spurt

Ni ASI Meta yang ga cukup kali ya? Kok Naya nempel terus, rewel banget pula, minta mimik terus kaya ga kenyang-kenyang.
"ASI ibu engga bagus bu, makanya adek nangis terus. Itu engga ada isinya cuma air tok. Ya engga bakalan kenyang." Once, my -former-babysitter said.
Lain waktu, babysitter yang sama komen, "Bu, dipompa aja hasilnya cuma 20cc gini, kasian bu adek kelaperan. Liat deh bu, udah kecil jadi tambah kecil gini".
Lain lagi dengan mama yang sudah Meta jelaskan kalau ASI itu pasti cukup, engga bakalan kurang kalo disusuin terus. Gini komentarnya, "Terserahlah, kamu yang dokter anak, kamu yang ngerti, tapi mama jelas ngerti kalau cucu mama rewel nangis terus kelaperan. Jangan egoislah, kasih susu kaleng dulu emangnya kenapa?"
Flashback ke 14 bulan yang lalu, waktu Meta baru melahirkan Naya dengan niat segunung untuk menyusui eksklusif. Nobody told me that breastfeeding was not easy. Emang salah Meta juga sih, engga mencari informasi sebanyak-banyaknya soal ASI sewaktu hamil. But I have the reason. Selain karena Meta teler dan terkapar tak berdaya terus waktu hamil, penglihatan pun terganggu yang tentu saja menghalangi niat untuk online shopping. Eh maksudnya untuk browsing mengumpulkan info soal ASI:p
Alhamdulillah, begitu melahirkan, ASI Meta langsung keluar. Dan nakes di rumah sakit tempat melahirkan sangat mendukung pemberian ASI, jadi selama di RS itu, Meta engga punya masalah berarti soal menyusui.
Setelah pulang ke rumah dan menyadari Naya jadi tambah rewel, tidak mau tidur, minta mimik teruslah yang bisa dibilang masalah Meta pertama dalam menyusui. Bingung, galau,panik bercampur jadi satu. Just FYI, masalah-masalah menyusui seperti ini engga diajarkan di kurikulum dokter anak secara khusus, jadi wajarlah kalau Meta bingung setengah mati.
Dilema. Bener nih ASI Meta cukup? Teorinya sih pasti cukup. Tapi kenapa Naya nangis terus minta mimik dan kaya engga kenyang-kenyang?
Rakus banget pula.
Thanks to technology, setelah browsing sana sini, Meta akhirnya menemukan si Growth Spurt ini sebagai 'biang' dari masalah Meta.
Growth Spurt alias percepatan pertumbuhan adalah suatu fase dimana pertumbuhan bayi akan mengalami percepatan dan membutuhkan nutrisi lebih banyak dari biasanya. Ini merupakan hal yang sangat normal, baik pada bayi ASI maupun bayi sufor. Hanya saja, yang pasti lebih terasa adalah bayi ASI karena emaknya jadi susah tidur, susah bergerak karena dipepet terus sama bayi yang minta nenen:p kalau sufor kan tidak harus nempel, bisa diwakilkan orang lain untuk memberikan sufor.
Biasanya periode growth spurt ini akan berlangsung sekitar 2-3 hari, walaupun ada juga yang lebih kaya Naya, 6 hari bo! Kebayang telernya sang emak. Engga bisa ditinggal sama sekali.
Periode growth spurt ini juga biasanya akan terjadi saat bayi berusia 1 minggu, 3 minggu, 6 minggu, 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan. Dan masih akan berlangsung sampai usia remaja. But well, babies don't read calendar, jadi bisa saja terjadi di luar umur tadi.
Positifnya, selama growth spurt, produksi ASI kan dirangsang terus, jadilah setelahnya ASI melimpah ruah:D selain itu, berat badan sang emak ikut menurun drastis berlawanan dengan berat badan bayi yang meningkat jauh*bigsmile*
Emang capek banget, kadang ikut engga bisa tidur semaleman, mau pup apa pipis juga bingung karena bayi engga mau dilepas sebentar aja. Tapi ya itu tadi, kebayar semua kok!:D
Meta jadi mikir-mikir nih. Mungkiiiiin, banyak ibu yang ngomong "ASInya engga cukup", "ASInya sedikit" dsb dsb itu mengalami growth spurt ini tanpa tau kalo sebenarnya ini normal. That's why, menurut Meta sangatlah penting terinformasi segala macem soal ASI sebelum punya bayi. Jadi kalo ngalamin hal-hal kaya gini, tau apa yang harus dikerjain dan engga panik.
Tips buat yang bayinya lagi mengalami Growth Spurt:
1. Makan yang banyaaaak. Minta tolong suami nyuapin kalau perlu, karena pas GS ini bayi rewel banget engga mau ditinggal bahkan untuk makan pun.
2. Kalo bisa, jangan pake simpenan ASIP. Sesuai prinsip demand and supply, semakin sering disusui, semakin banyak juga produksi ASI. Kadang emang capek banget sih. Sesekali bolehlah, kalo emang butuh istirahat banget, pake ASIP sementara kita istirahat dulu.
3. Siapin balabantuan yang bisa mijet:p seriuuus pegel banget soalnya:))
4. Sabar2 yaa, inget, semua ada balasannya. Bercapek-capek dahulu, anak sehat kemudian:D
5. Enjoy! Nanti pasti bakal kangen banget sama masa-masa bayi bisa disusui dengan tenang:D Naya sekarang kalo nenen bisa sambil akrobatik narik PD kemana-mana:@
Good luck mamas!:D
Sent from my PurpleBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT


















Rumah Cokelat

Sebagai seorang pembaca setia Sitta Karina, wajib bagi saya membeli buku terbarunya Rumah Cokelat ini, bahkan sebelum saya membaca sinopsisnya.

Tapi sorry to say, saya cukup kecewa karena buku ini tidak sesuai dengan ekspektasi saya. Semua buku Sitta mempunyai benang merah didalamnya, dan diceritakan dengan sangat detail hingga kita terhanyut di dalamnya. Saya adalah fans terbesar dari keluarga Hanafiah. Saya mengikuti semua ceritanya dan bahkan ikut berimajinasi bagaimana kalau saya ada di dalamnya:p
Wajar kalau saya kecewa, karena semua gaya khas Sitta tidak saya temukan dalam Rumah Cokelat.

Buku ini menceritakan kehidupan Hannah, seorang ibu pekerja yang mempunyai seorang anak bernama Razsya. Sama seperti ibu pekerja lainnya di dunia, Hannah pun mengalami dilema antara menjadi working mom dan stay at home mom. Selain itu juga masalah-masalah yang banyak dialami ibu lain seperti keterlibatan orangtua dalam mengasuh anak, 'kalah' oleh babysitter, RUM, hubungan dengan suami yang diuji, dan lainnya.
Membaca novel ini, saya yakin banyak ibu akan berpikir 'eh ini gue banget!'.

Bahasa yang digunakan simple, mengalir dan mudah dimengerti. Setahu saya, ini merupakan novel genre momlit pertama dari Sitta Karina. Kalau membutuhkan bacaan yang bisa dibaca saat santai, buku ini layak jadi pilihan.

Meta's score: 7 out of 10


Sent from my PurpleBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Friday, April 27, 2012

Book Club

Kemarin seorang teman mengimel Meta. Dia menemukan file PDF Jawa Pos edisi Mei 2009 ini. I know its been a while, tapi gpp ya dishare disini, mumpung inget:p



Thursday, April 26, 2012

Nursing Strike

Apalah yang membuat seorang ibu menyusui patah hati kalau bukan..nursing strike?
Setelah Naya lulus ASIX dan dilanjutkan dengan S2 Asi, saya tidak pernah menyangka bahwa saya akan mengalami nursing strike ini. Dari cerita yang pernah saya baca, kebanyakan nursing strike terjadi di awal-awal menyusui. Penyebabnya bermacam-macam, bisa karena aroma tubuh ibu yang berbeda, perubahan suasana menyusui, teething, bingung puting sampai pulangnya babysitter yang biasa merawat.
Rasanya benar-benar seperti orang yang patah hati ketika saya menyodorkan PD , dibalas dengan gelengan kepala dan teriakan "Nyanya dida nenen mama."
Ada apa ya?
Akhirnya satu persatu kemungkinan penyebab saya cari. Saya tidak mengubah sabun mandi, sehingga kemungkinan penyebab wangi-wangian bisa dicoret. Apakah bingung puting? Sejak dulu, Naya sudah terbiasa minum ASIP menggunakan cangkir kecil, walaupun beberapa waktu ini justru suka pakai dot.-PR banget deh nih buat emaknya-
Jadi kalau bingung puting pun rasanya tidak.
Memang mbak Yani, ART saya baru saja pulang kampung dan tidak kembali lagi. Tapi rasanya Naya pun tidak terlalu kehilangan karena jauh lebih dekat dengan babysitternya.
Suasana menyusui pun masih sama seperti sebelumnya, tidak ada perubahan yang berarti. Gigi pun saya cek tidak ada tanda-tanda mau tumbuh.
Lalu kenapa dong?
Karena saya pun tidak tahu apa sebabnya, saya lanjut dulu mencari cara agar Naya mau disusui lagi. Hasilnya? Fatal. Baru melihat saya membuka baju saja Naya teriak+teriak ketakutan. Saya pun tambah sedih jadinya:(
Akhirnya beberapa hari saya lewatkan tanpa menyusui Naya. Asi masih saya pompa untuk saya berikan ke Naya.
Setelah itu, saya kembali mencoba menyusui Naya. Saya bolak/i mengajak Naya ngomong "Naya harus nenen supaya cepat besar, supaya tidak gampang sakit ya. Mama sedih kalau Naya tidak mau nenen". Saya harap Naya mengerti. Tapi nyatanya, setiap saya bilang nenen, Naya malah membawa boneka bebek, pura2 menyusui bebeknya dan bilang :" Nenen nyanya." ZzzZzzZ.
Setelah saya ingat-ingat kejadian apa yang ada sebelum nursing strike, saya baru sadar. Waktu itu siang hari dan saya harus dinas jaga malam. Bodohnya, saya lupa membawa baju jaga dan harus kembali untuk mengambil ke rumah.
Di rumah,saya yang cepat-cepat disambut Naya minta nenen. "Nyanya nenen mama". Tapi karena saya sangat tergesa-gesa, saya bilang "Naya besok ya nenennya, mama buru-buru nih.". Apa mungkin karena itu ya? Ngambek?
Ya ampuuuun, segala upaya saya lakukan supaya Naya kembali mau disusui. Termasuk dengan menyusui saat Naya setengah tertidur. Tidak berhasil karena begitu dia sadar saya menyodorkan PD, Naya malah terbangun dan menangis. Saya mencoba skin to skin, tapi percayalah, tekhnik ini tidak gampang kalau dikerjakan dengan toddler yang tidak bisa diam.
Naya malah lari kesana kemari dan bukannya menyusu. Saya akhirnya pasrah, sudah siap dengan kemungkinan terburuk, kalau-kalau harus eping aka exclusively pumping sejak saat ini.
Eh tapi entah bagaimana, di suatu pagi tiba-tiba saja tanpa ada angin atau hujan, Naya teriak-teriak bilang 'Nyanya nenen mama,nyanya nenen!'. Saya yang sebenarnya sudah siap berangkat ke rumah sakit langsung balik haluan untuk menyusui. Alhamdulillaaaaah, senang sekali rasanya bisa kembali menyusui Naya:')
Alhamdulillah pula, sampai saat ini saya masih bisa tetap menyusui Naya walaupun nursing strike sudah terulang 2x tanpa saya ketahui penyebab pastinya.Nursing strike yang kedua dan ketiga saya alami ketika saya menyusui sambil blackberry-an.
Saya hanya bisa mengira-ngira. Kemungkinan menurut saya, Naya yang sudah mengerti, tidak suka jika konsentrasi saya terbagi saat sedang menyusui. Jadilah sekarang saya selalu fokus tiap menyusui Naya, dan selalu berakibat membuat saya ketiduran:p
Sedikit tips dari saya buat mama yang sedang sedih mengalami nursing strike:
1. Coba dicari dulu penyebabnya supaya bisa dihindari kemudian hari. Tapi kalau memang tidak tahu juga, tidak apa-apa kok!yang penting usaha kita membuat nursing strike ini berhenti.
2. Terus berbicara dengan anak, sugesti bahwa menyusu itu penting.
3. Sodorkan PD disaat anak mulai mengantuk, kondisi setengah sadar.
4. Jauhkan dulu hp, blackberry, tv atau kegiatan lain. Fokus pada si kecil dan menyusui.
5. Tetap memompa Asi untuk memaintain produksinya. Ini penting sekali lho ma!
6. Skin to skin. Tanpa busana, dekatkan bayi, dekap dan pelan-pelan disusui. Agak susah melakukan ini untuk toddler sih ya tapi.
7. Jangan stress dulu, believe it or not, bayi ikut merasakan juga kalau kita stress. Tambah nursing strike deh jadinya.
Good luck mamas!
Sent from my PurpleBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT




















Wednesday, April 25, 2012

Naya Kartinian






Kartinian pertama Naya:)

Speech Delay

Karena banyak banget kasusnya akhir-akhir ini, dan tentu saja menimbulkan keparnoan sebagai seorang ibu, I'd like to share my case report: speech delay.

Sebenernya apa dan gimana sih speech delay itu?

Speech delay adalah kegagalan mengikuti kemampuan berbicara sesuai umur yang diharapkan.

Untuk lebih jelasnya, coba liat tabel dibawah ya. Ini adalah tabel perkembangan bicara yang normal sesuai umur pada anak. Nah yang dimaksud speech delay adalah kalau anak usia tertentu tidak bisa mengikuti pola normal perkembangan bicara umurnya. Tapi perlu diingat untuk bayi prematur, ada usia koreksinya ya!
Age
Achievement
1 to 6 months
Coos in response to voice
6 to 9 months
Babbling
10 to 11 months
Imitation of sounds; says "mama/dada" without meaning
12 months
Says "mama/dada" with meaning; often imitates two- and three-syllable words
13 to 15 months
Vocabulary of four to seven words in addition to jargon; <20% of speech understood by strangers
16 to 18 months
Vocabulary of 10 words; some echolalia and extensive jargon; 20% to 25% of speech understood by strangers
19 to 21 months
Vocabulary of 20 words; 50% of speech understood by strangers
22 to 24 months
Vocabulary >50 words; two-word phrases; dropping out of jargon; 60% to 70% of speech understood by strangers
2 to 2 1/2 years
Vocabulary of 400 words, including names; two- to three-word phrases; use of pronouns; diminishing echolalia; 75% of speech understood by strangers
2 1/2 to 3 years
Use of plurals and past tense; knows age and sex; counts three objects correctly; three to five words per sentence; 80% to 90% of speech understood by strangers
3 to 4 years
Three to six words per sentence; asks questions, converses, relates experiences, tells stories; almost all speech understood by strangers
4 to 5 years
Six to eight words per sentence; names four colors; counts 10 pennies correctly

Ada beberapa faktor resiko anak untuk terkena speech delay. Akan sangat lebih baik kalau orangtua anak-anak dengan faktor resiko ini waspada dan rajin mengobservasi perkembangan bicara anaknya.
Ini dia beberapa faktor resikonya:
1. Prematur
2. Berat lahir rendah
3. Riwayat kuning alias hiperbilirubinemia saat bayi
4. Kelainan genetik
5. Riwayat keluarga dengan speech delay
6. Cerebral Palsy
7. Tidak langsung menangis saat lahir
8. Bilingualisme
..dan masih banyak lagi yang lainnya:p

Terus kalau udah tau ternyata emang bener nih speech delay, what to do?

Ternyata, mostly kasus speech delay disebabkan karena kurangnya stimulasi dari orangtua. Bukan distimulasi asal stimulasi lho yaa, tapi ada jenis sesuai umurnya. Jadi ada yang bilang "Engga mungkin kurang stimulasi, wong sejak lahir udah saya ajak ngobrol, udah saya becain buku cerita segala kok"

Engingeng.. itu namanya stimulasi yang engga sesuai umur. Yang sesuai umur kaya gimana? Meta contohin satu aja dulu ya. Gampang banget. Waktu masih usia minggu-an, setiap bayi nangis, responlah dengan senyum. Ini 'dasar' komunikasi, dan sudah bisa termasuk ke stimulasi bicara lho! Padahal keliatannya simple ya:D

Itu untuk bayi baru lahir, kalau yang sudah agak besar gimana? Nah, sebaiknya konsulkan ke tumbuh kembang anak ya. Soalnya, engga cuma harus distimulasi bicaranya aja, tapi juga motorik kasar,halus dan personal sosial yang harus dinilai.

Karena Naya punya banyak faktor resiko diatas, sampe sekarang pun masih Meta kontrolkan ke klinik tumbuh kembang:D
Hasilnya alhamdulillah, biarpun prematur, Naya termasuk cepat:D

Saturday, April 21, 2012

Berat Badan

Bagaimana menurunkan berat badan setelah melahirkan?

Inilah yang sering sekali saya pikirkan begitu tahu kalau berat badan saya naik 25 kg setelah melahirkan Naya. Jelas bingung, karena seumur-umur, berat badan saya stabil di kisaran 49-50 kg sejak SMP. Tidak pernah terlalu jauh bedanya, kalau pun turun atau naik paling hanya 1-2kg yang pasti akan kembali lagi setelah beberapa waktu. Tapi ini 25 kg. Dua puluh lima kilogram. Huwow.

Baju-baju saya jelas tidak ada yang muat. Selamat tinggal celana panjang size 26-27, selamat jalan juga blus-blus saya yang berukuran S-M. Semuanya digantikan oleh celana bersize 31 dan kemeja berkancing berukuran L atau bahkan XL *tutupmuka*

Awalnya saya tidak terlalu peduli sebenarnya. Apalagi suami juga tidak pernah meminta saya menurunkan berat badan. Yang penting sehat, katanya. *Entah basa-basi atau bukan:p* Dan selain itu kesibukan saya sebagai ibu baru cukup menyita waktu sampai saya tidak ingat kalau berat badan saya melambung jauh:D

Setelah melahirkan Naya –yang beratnya hanya 2,sekian. Kebayang kan sisanya nempel di sang emak-, berat saya berkurang dan menyisakan hutang 12 kg untuk kembali ke berat semula sebelum melahirkan. Saya tidak merencanakan untuk diet karena saya bertekad menyusui Naya secara eksklusif. Percaya deh, kalau menyusui, kalori yang dibutuhkan banyak sekali. Makanya saya pun makan gila-gilaan. Menyerupai porsi makan godzila. Engga lebay lho iniii.
Dan gara-gara ini pula yang tadinya ‘tinggal’ 12 kg bertambah kembali menjadi 15 kg. Saya masih tidak peduli. Toh selama cuti, saya jarang sekali keluar rumah. Jarang sekali bertemu orang lain. Jadi bebas dari komentar yang mungkin menyakitkan:D

Setelah masa cuti habis dan saya harus kembali bersekolah, mulailah banyak komentar yang tidak mengenakkan hati. Saya ini orangnya super cuek, biasanya. Tapi lama-lama engga tahan juga kalau harus mendengar omongan seperti “Ini hamil lagi apa kemarin itu belum melahirkan dok?” atau “Ini pasti udah isi lagi deh” dsb dsb. Wajar kan ya kalau lama-lama saya jengah? (I swear to God that i WILL NOT EVER comment on people like that. Dont they know how rude it is btw?)

Selain itu, berlebihnya berat membuat saya merasa ‘berat’ dalam beraktivitas. Saya cepat sekali kelelahan padahal baru jalan sedikit, sewaktu dinas jaga pun saya tidak bisa segesit biasanya. Akhirnya saya memutuskan : saya harus menurunkan berat! Entah bagaimana caranya.
Saya pun memulai diet dengan mengatur pola makan. Eh tapi ternyata ada efeknya. Karena saya masih aktif memompa ASI selama di rumah sakit, saya justru merasa lemaaaas sekali, dan mungkin karena itu juga saya rasakan hasil pompaan saya seret nian. Hoah. Karena niat saya memberi ASI untuk Naya lebih besar daripada niat saya untuk menurunkan berat, selamat tinggal diet! *dadah2*

Ada seorang teman yang menawarkan produk jualannya berupa minuman pembakar lemak yang konon aman untuk busui dan efektif menurunkan berat badan. Harganya lumayan mahal. Tapi lagi-lagi saya kurang berminat karena saya tidak yakin mengenai keamanan produk tsb untuk ASI.

Kenapa engga olahraga aja sih? Yaaa begini, sebagai ibu baru yang juga baru kembali bersekolah setelah cuti setahun dengan jadwal jaga dan tugas-tugas ilmiah yang dirapel, kalau ada waktu luang, bukankah lebih baik saya pakai untuk menemani Naya daripada olahraga?:p Mungkin ini cuma sekedar pembenaran sih ya, tapi saya pikir waktu itu saya lebih memilih bermain dengan Naya daripada olahraga.

Akhirnya karena kesibukan, saya berhenti memikirkan bagaimana cara menurunkan berat badan, saya tetap makan dengan porsi gila-gilaan karena ingin terus menyusui dan mulai pasang tampang cuek kemana-mana setiap ada komen yang tidak mengenakkan (baca: kurang ajar).

Setelah 6 bulan pasca melahirkan, banyak orang di sekitar saya yang bilang saya kurusan. Bahkan ada teman yang lama tak bertemu sejak hamil dan baru bertemu malah bilang “Kamu nih beneran habis melahirkan? Kok engga keliatan bekas hamilnya sih?”. Atau “Kamu kok hamil engga hamil sama aja sih badannya?”
Hidung kembang kempis deh langsung:p

Saya langsung pinjam timbangan anak di ruangan rumah sakit saya, dan huwowww benar lho, ternyata saya sudah kembali ke berat normal alias turun 25 kg.
Setengah tidak percaya, saya timbang lagi saat di rumah. Hasilnya sama! Yeeeeyyy..

Sekarang Naya sudah hampir 13 bulan, sudah lulus S2 ASI, saya masih menyusui terus sampai sekarang, masih makan dengan porsi godzila. Well, porsi anak godzila deh sekarang:p dan berat badan saya sudah turun 27 kg setelah melahirkan atau malah defisit 2 kg dibanding berat biasanya:D

Saya masih berniat olahraga untuk kebugaran, karena punya satu bayi seperti Naya yang bagaikan kelinci energizer-bedanya Naya engga bisa diswitch off dan punya cadangan genset-sungguh sangat memakan energi.

Kalau ada yang nanya saya apa rahasianya, simple: menyusui full, jangan terlalu dengerin apa kata orang, dan kalau bisa, coba jadi dokter jaga anak di rumah sakit:p Stressnya itu lhoooo:))) mungkin bisa membantu banget:p
Hahahaha engga kok engga, beneran, saya yakin turunnya karena menyusui terus.
Happy mind, happy body:)

Friday, April 20, 2012

Abses Gigi

Hellooo, lama juga ya Meta engga ngupdate blog. Maafkaaan, selain karena kemarin-kemarin rempong mau maju ilmiah di ruang sidang, Meta juga sibuk mondar-mandir ke dokter gigi nih. Kenapa? Karena ternyata Meta ...engingengg.. ABSES GIGI sodara-sodara!

Awalnya Meta ngerasa pusing banget. Bukan sekedar pusing biasa, tapi semacam dipukul godam berkali-kali dalam jeda waktu yang sama. Tension type headache alias TTH-lah. Karena Meta juga diare dan mules-mules, Meta pikir pasti karena psikosomatik mau maju ilmiah ruang sidang. Engga diapa-apain selain minum analgesik paracetamol.

Semalem sebelum maju ilmiah, Meta makan cumi-cumi yang keras (masaknya kematengan kayanya) dan menyebabkan gigi geraham bawah kanan-eh atau kiri ya itu, whatever- jadi sakit. Berencanalah Meta ke dokter gigi. Masih engga nyangka kalau sakit kepala dan sakit gigi itu sebagai suatu hubungan.

Setelah maju ilmiah, Meta dapet tugas jaga, jadi belum bisa langsung ke dokter gigi. Pusing dan sakit gigi semakin berat. Bahkan,besok paginya Meta nyadar kalau gusi bengkak dan sakitnya amit-amit jabang bayi. Segala macam analgesik mulai paracetamol, asam mefenamat, cataflam buat NSAID-nya, sampe tramadol bahkan lidocain udah dicoba. Engga ngefek bo! Masih sakit buanget.

Ternyata ya itu, ketauan kalo ada abses gigi:(
Penyebabnya, diduga keras karena gigi M3 alias molar 3 Meta baru tumbuh, dan bukannya ke atas malah nyamping, 'menubruk' gigi yang akhirnya jadi abses ini.
Gigi Meta dibor, dibolongin buat ngeluarin nanah dari sang abses-jangan ditanya sakitnya huhuhu-terus ditutup sementara. Belum bisa diapa-apain dulu karena nunggu proses radangnya udah engga aktif lagi.
Rencananya sih besok mau perawatan lagi.

Sementara itu, beberapa hari ini ke rumah sakit dengan pipi bengkak kaya ngemut bola pingpong di pipi huks. Temen-temen malah ngetawain bilang Meta kaya korban KDRT:p

Well, doain yaa semoga cepet sembuh. Orang yang bilang lebih baik sakit gigi daripada sakit hati pasti engga pernah ngerasain abses gigi deh.

Monday, April 16, 2012

Monday, April 9, 2012

Beda Atau Sama?

Saya sedang menonton televisi bersama suami sore itu. Serial TV kesukaan saya New Girl episode yang kami tonton sedang menceritakan Jess, karakter utamanya, wanita yang bubbly, quirky dan eksentrik akhirnya bertemu dengan seorang pria yang dia sukai. Yang menarik, gebetannya ini betul-betul mirip dengannya. Sama bubbly-nya, serupa quirky dan eksentriknya. Bahkan mereka sama-sama suka menyanyikan apa yang ingin mereka ucapkan. Ha! Singkat kata, sang gebetan ini bisa dibilang kembaran Jess, hanya bedanya (tentu saja) Paul-begitu nama gebetan Jess- ini lelaki.

Saya sempat nyeletuk begini,
“Wah mungkin mereka memang jodoh ya, habis semuanya sama dan serupa. “

Kemudian saya jadi berpikir, wait.. seharusnya cocok dan berjodoh itu karena sama atau beda ya? Karena kalau dipikir-pikir, saya dan suami hampir tidak ada persamaannya.

Suami tergila-gila dengan musik jazz. Bukan jazz yang ringan yang masih bisa didengarkan di radio, tapi jazz kelas berat yang nama penyanyinya saja saya tidak pernah dengar. Bahkan, saya juga sering pusing mendengarkan musiknya. Sebaliknya, profesi saya sebagai penyiar radio (dan sudah berjalan hampir 10 tahun ini) menempatkan saya di posisi tahu-segala-macam-jenis-penyanyi-girlband-boyband-band-baru-yang-kata-orang-kacangan. Bukan hanya penyanyinya, saya hafal semua lagu-lagu yang menurut suami cheesy itu. Saya hafal lagu terbaru Cherybelle, bahkan gerakan dance mereka. Suami? Ah, saya yakin, kalau bukan karena istrinya ini, pasti dia tidak tahu Cherybelle itu apa. Malah mungkin mengira itu adalah jenis makanan baru.

Saya –layaknya emak-emak yang lain:p- mengikuti gosip yang beredar di infotainment. Saya tahu siapa artis yang digosipkan dekat dengan artis lainnya, siapa yang mau bercerai, siapa yang terkena musibah, siapa yang ternyata hamil sebelum menikah dan lain-lain. Sementara ketika saya dengan hebohnya menceritakan gosip yang baru saja saya tonton di tv, suami hanya bertanya enteng, “Siapa itu? Artis?” yang akhirnya membuat saya kehilangan gairah dan napsu untuk meneruskan cerita dengan berapi-api. Padahal artis yang saya ceritakan itu bukan skuter alias selebriti kurang terkenal lho. Benar-benar terkenal. Errrr.

Tapi sebaliknya, ketika suami bercerita kepada saya dengan semangat tak kunjung padam mengenai tekhnologi per-gadget-annya lengkap dengan sejarah hidup penciptanya dan segala macam trivia yang saya juga tidak mengerti darimana sih dia tahu, saya hanya bisa menatapnya dengan pandangan “Errrr.. apaan tuh?”

Sama halnya dengan tontonan kami. Disaat saya gampang sekali tercampur aduk emosinya karena serial Switched At Birth atau Revenge, suami malah kebingungan apa menariknya yang saya tonton. Sementara saya yang berpikir apa menariknya sih melihat suatu benda dibuat (dalam How It Made) atau malah melihat kehidupan binatang-binatang di Nat Geo Channel. Bagaimana proses pembuatan sebuah jam tangan bisa lebih menarik dibandingkan usaha balas dendam Emily Thorne yang penuh dengan intrik itu?

Saya hobi membaca. Novel, setebal apapun pasti akan saya baca habis dalam sehari. Suami? Oh no, seumur pernikahan kami, sekali pun saya tidak pernah melihat dia membaca novel. Tapi buku-buku tentang finance (yang tidak akan saya sentuh) menumpuk di kamar kami dan rajin dia baca.

Suami saya sangat tergila-gila dengan aktivitas fisik, terutama yang menantang. Semakin ‘mengerikan’, semakin beresiko, semakin baik. Saya? Duh, saya sih masih sangat mencintai jantung saya. Lebih baik nge-blog deh daripada disuruh diving atau bungee jumping. Saya bahkan pernah bilang ke suami, dibayar sejuta pun untuk disuruh diving saya tidak mau. NO!

Jadi, sebenarnya apa persamaan kami? Atau masa kami tidak cocok?

Ketika saya –yang kepikiran- menanyakan ini pada suami, eh dia malah menjawab dengan pernyataan yang tidak pernah saya duga. “Lho? Kita kan sama banget”.

Ha? Apa samanya?

Kemudian suami saya menyebutkan beberapa point yang akhirnya membuat saya tersadar. Kami memang sama!

Walaupun berbeda aliran, tapi kami mencintai musik. Kami sama-sama menguasai alat musik dan sama-sama mengharapkan kelak Naya juga akan mencintai musik. Ikut aliran yang mana? Yang mana saja yang kelak dia sukai:p

Sama halnya dengan membaca. Walaupun jenis buku yang dibaca berbeda, kami sama-sama suka membaca dan sama-sama mengharapkan kelak Naya juga akan senang membaca. Apa yang dibaca? Tidak kami batasi, karena kami percaya apapun jenis bacaannya, pasti akan memberikan pengetahuan baru. Semakin banyak pengetahuan, semakin luas wawasan bukan?:D

Saya tersadarkan, saya menyukai serial drama ataupun mengikuti gosip terbaru itu sama saja esensinya dengan suami saya yang menyukai tontonan dokumenter atau binatang-binatang yang menurut saya engga jelas itu:p Demikian pula dengan aktivitas fisik ataupun gadget yang disuka suami saya dibandingkan dengan kesukaan saya terhadap menulis. Kami sama-sama suka mencari wawasan-atau pelarian ya?;p-di luar bidang kedokteran yang sudah kami temui setiap hari. Masalah kenapa saya lebih memilih drama dan gosip mungkin karena naluri saya sebagai wanita ya hehe. Lain lagi alasan saya menulis. Saya menulis karena saya suka sekali mengeksplor diri saya sendiri. Sama saja ya sepertinya dengan kegiatan penuh adrenalin rush suami yang tentu saja tujuannya pun untuk mengeksplor diri.

Jadi, sebenarnya saya dan suami sama atau tidak sih?

Ah setelah saya pikir-pikir kembali, tergantung juga dari cara pandangnya. Banyak juga lho kesamaan kami. Im not really into fashion things. Neither is my husband. Kami sama-sama menyukai Friends, How I Met Your Mother, New Girl, Numbers dan Walking Dead. Kami sama-sama suka travelling. Kami sama-sama suka berbicara di depan orang banyak. Kami sama-sama suka fotografi (Walaupun yang satu sebagai subyek, lainnya sebagai obyek:p). Saya tidak suka keramaian, begitu juga suami saya. Yang paling penting, prioritas saya nomer 1 dalam hidup adalah keluarga kecil kami dengan Naya didalamnya, dan demikian pula suami:)

Jadiiiii, kesimpulannya sama atau beda sih?

Terserah deh, yang jelas menurut saya,mau sama kek, mau beda kek, yang terpenting tujuan kami dalam membina rumah tangga ini sama. Semoga keluarga kami bisa menjadi keluarga yang sakinah mawadah warrahmah, amin:)

Sunday, April 8, 2012

A Mother

“A mother is the truest friend we have, when trials heavy and sudden, fall upon us; when adversity takes the place of prosperity; when friends who rejoice with us in our sunshine desert us; when trouble thickens around us, still will she cling to us, and endeavor by her kind precepts and counsels to dissipate the clouds of darkness, and cause peace to return to our hearts.”
(Washington Irving)

Friday, April 6, 2012

Halo?

Sejak umur 10 bulan, inilah kelakuan Naya setiap liat handphone nganggur.




Dengan suara imutnya ngoceh "Haoo haoo..wawawawawa..." terus tiba-tiba ketawa sendiri. Bayi yang aneh:p

Bukan cuma itu aja gayanya, ada juga yang kaya begini:
Udah dibilangin "Naya, itu terbalik teleponnya, dibalik dulu yuk" tapi tidak dihiraukan. Ya sudahlah. Sempat bertanya-tanya ni bayi niruin dari mana ya nelpon-nelpon gini. I know the answer when i saw her like this:
This is exactly how i have a phone conversation hahaha. Karena sinyal telepon CDMA Meta lemper banget deh di rumah, jadilah biar agak jelas, harus ditutupin tangan. Persis banget!

Beneran deh, kids see, kids do:D

Tuesday, April 3, 2012

Monday, April 2, 2012

Hello April!

Today is the second day on the fourth month in 2012.
I am so excited yet thumping for my next review presentation about Neutrophil gelatinase-associated lipocalin as biomarker for acute kidney injury in children. It will be held on April 17th, wish me luuuuck!

And by the way, about the books giveaway contest, im waiting until April 30th, still a lot of time to go, so just take your time:)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...