Showing posts with label On Media. Show all posts
Showing posts with label On Media. Show all posts

Tuesday, August 13, 2019

Serba Salah

Alhamdulillah, buku ke-9 saya sekaligus buku seri ke-4 dari Mommyclopedia akhirnya terbit jugaaa. Keinginan saya sejak pertama kali menulis buku di tahun 2008 sebetulnya adalah menulis 1 buku setiap tahunnya. Sempat skip 2x karena saya hamil (dan bermasalah banget sampai tidak bisa melihat. Jdi kan ya boro-boro menulis #lahkokcurcol) dan melahirkan bayi prematur yang butuh perawatan lebih hehe. Tapi syukurlah, setelah itu, keinginan saya bisa tercapai terus.

 Sejujurnya, saya sudah merencanakan menulis buku Mommyclopedia seri ke-4 sejak 2 tahun yang lalu dan mulai menyusun draftnya sejak lama. Bukan tentang MPASI, melainkan tentang..errrr...kasih tahu engga ya:p.. Ada deh pokoknya, biar jadi buku seri selanjutnya aja ya hehe. Ternyata, dalam perjalanannya, malah banyak yang request saya membukukan highlight mengenai MPASI di Instagram. Karena itulah, buku yang rencananya akan saya jadikan seri ke-4 jadi mundur disela buku mengenai MPASI ini hehe.

Buku seri ke-4 ini berjudul Mommyclopedia: 567 Fakta Tentang MPASI. Fakta nomor 432 akan membuatmu terkhezoed! Saya sengaja membuat isinya bernomor, hanya poin-poin saja,  supaya lebih ringan dan mudah dibaca orang dengan background pendidikan apapun. Setiap nomornya berisi fakta singkat mengenai MPASI, hanya 1-4 kalimat saja. Saya paham bahwa minat baca kebanyakan orang Indonesia masih rendah, pastinya mumet kalau disuruh baca buku yang monoton penulisannya, apalagi kalau banyak bahasa medisnya. Harapannya, semoga dengan penulisan yang seperti ini, buibu pakbapak lebih paham karena selain lebih detail, lebih fokus, bahasanya pun sengaja saya pilih yang paling sederhana. 

Kenapa 567? Engga ada pertimbangan khusus kok, memang kebetulan saja poin yang saya tulis berhenti di 567:D

Tuesday, December 25, 2018

Terbully

Setelah sekian lama tak mengisi blog, akhirnya hari ini saya tergugah untuk beberes debu di sini nih hehe! Mungkin banyak yang bertanya-tanya ya, ke mana aja sih saya sampai tak juga sempat untuk menulis di blog sekian lama?

Sebenarnya, saya masih rajin menulis kok:p  Hanya saja memang medianya tak lagi hanya blog saja. Untuk mengedukasi orang tua mengenai kesehatan anak, saya lebih sering menggunakan Instagram Story untuk menulis. Saya juga masih berjuang menyelesaikan draft buku Mommyclopedia seri keempat, dan tentunya penelitian-penelitian ilmiah saya. (Duh, doakan segera selesai sayaaa. Pening akutuuuu)

Oh ya, ngomong-ngomong soal Instagram nih. Jadi, seperti yang saya sebut sebelumnya, tahun ini saya lebih sering menggunakan media Instagram Story untuk mengedukasi orang tua. Why? Kalau sudah mengikuti blog saya sejak dulu mungkin sudah paham benar nih, saya memulai mengedukasi sebenarnya sudah sejak lama, lebih dari 10 tahun lalu. Lewat blog, buku, dan lain sebagainya. Hanya saja, saya merasa selama ini apa yang saya sampaikan masih belum terlalu memberikan dampak bagi banyak orang.

Wednesday, May 23, 2018

Adult Metabolic, Presentasi dan Kartini

Sekian minggu berada di Belanda, lama-lama saya dapat beradaptasi dengan sangat baik terhadap situasi bekerja di sini. Saya sudah terbiasa menganamnesis pasien dengan detail (harap maklum ya, waktu yang tersedia sangat cukup. Kalau di Indonesia, banyakan pasiennya daripada waktunya:p), berdiskusi dengan mendalam, hingga membuka update artikel ilmiah terbaru pada saat berpraktik.

Seperti yang pernah saya ceritakan sebelumnya, selain di poli Metabolik Anak, saya pun bertugas di poli Metabolik Dewasa. Ini benar-benar pengalaman baru bagi saya, karena di Indonesia, saya belum pernah bertemu pasien metabolik di atas usia anak. Setahu saya, semua pasien metabolik sudah meninggal duluan sebelum mencapai usia dewasa (di Indonesia). Makanya, melihat betapa ternyata mereka bisa hidup secara berkualitas (baca: tak terlihat sakit, bisa berkeluarga, bisa bekerja, hidup secara normal) hingga di usia kakek nenek merupakan insight baru buat saya.

Saya beruntung mendapat kesempatan bekerja sama dengan orang-orang terbaik di bidang ini di Belanda. Bayangkan deh, saya bisa berdiskusi dengan nama-nama yang biasanya hanya saya baca di jurnal-jurnal ilmiah. Rasanya tuh, hmmmm, tak terungkapkan:p

Friday, February 23, 2018

Kehectican Februari

Februari ini rasanya super hectic dan melelahkan sekali untuk saya. Walaupun begitu, saya sangat bersyukur karena diberi banyak "hadiah" oleh Allah Swt di bulan ini. Mulai tanggal 1 Februari, saya memutuskan untuk cuti berpraktik di rumah sakit swasta karena merasa tak mampu membagi waktu dengan baik. Apalagi, karena perkuliahan saya sudah memasuki masa-masa ujian akhir semester.Selain itu, saya ingin menghabiskan lebih banyak waktu dengan Naya sebelum saya pergi ke Belanda meneruskan studi. (Kemudian mewek) :'(

Jadi ceritanya, selama 2 tahun menjalani kuliah subspesialisasi di bidang Nutrisi dan Penyakit Metabolik ini, saya pun harus mengikuti stase luar di luar negeri untuk mendalami inborn error metabolism. "Kebetulan" sekali (saya beri tanda petik karena saya percaya tak ada hal yang kebetulan), di saat yang sama suami saya dikirim untuk melanjutkan studi pula ke Belanda. Oleh karena itu, saya melamar dan mengajukan proposal untuk bersekolah di sana. Pikir saya, kalaupun harus berjauhan dengan Naya, setidaknya saya masih bisa berdekatan dengan suami. Tak apalah beda kota juga, asal masih satu negara. Beda negara asal masih satu benua pun tak masalah deh. Di Eropa, satu negara dengan yang lainnya kan berdekatan, begitu pikir saya.

Talkshow Mommyclopedia

Pada tanggal 10 Februari yang lalu, bertempat di gedung Gramedia Expo, saya dan tim Mommyclopedia mengadakan talkshow terkait launchingnya Mommyclopedia Batita dan Nutrisi. Saya yang baru saja malamnya tiba dari Jakarta, merasa tak enak badan. Sepertinya kelelahan karena memforsir tenaga.

Sebelum berangkat ke acara tersebut, saya masih sempat memvisite puluhan pasien hahaha. Benar-benar deh. Hidung pun meler tak henti-henti. Mau minum obat, tapi takut teler dan mengantuk. AKhirnya, berdoa saja semoga semuanya berjalan lancar.

Launching Mommyclopedia2 dan 3

Alhamdulillah, di bulan ke-2 tahun 2018 ini, akhirnya #Mommyclopedia launching juga. Saya memang sengaja mendekatkan launching Mommyclopedia 2 yang batita dengan yang ketiga ini untuk menghemat waktu, tenaga dan biaya . Jadilah Mommyclopedia Batita yang rilis November 2017 lalu saya gabung saja launchingnya dengan Mommyclopedia Nutrisi yang rilis Februari 2018 ini. (Eh btw, sudah pada beli belum?:p)

Dengan keterbatasan waktu, saya mencoba mengatur launching ini supaya dapat efisien dan efektif. Pada tanggal 7 Februari lalu, saya ke Jakarta untuk syuting program Pagi-pagi di Net TV. Di acara tersebut, saya membicarakan mengenai kekurangan gizi, MPASI, campak hingga mainan yang baik. Buat yang belum menonton, bisa dilihat di link youtube ini yaa: https://www.youtube.com/watch?v=B6zteb5FViw

Saya senang sekali bisa bertemu dengan Ben Kasyafani dan teh Hesti Purwa sebagai host. Apalagi kebetulan, ada teh Dewi Gita pula sebagai bintang tamu. Seru sekali!

Thursday, November 30, 2017

KLB Difteri

Sudah beberapa hari terakhir ini grup Whatsapp saya yang berisi dokter-dokter spesialis anak ramai. Apa pasal? Di internet sedang banyak beredar infografis yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengenai Mapping KLB (Kejadian Luar Biasa) Difteri hingga minggu ke-44 tahun 2017 ini.Tak sedikit lho kasusnya.  Bahkan kematian karena difteri ini sudah lebih dari 10 kasus!

Sebetulnya, bukan hanya di Indonesia, bahkan di negara maju seperti Amerika Serikat saja, difteri pernah menjadi momok yang menakutkan. Bayangkan deh, negara sekaliber Amerika nih, pernah mencatat 206.000 kasus difteri, dengan 15.520 kematian hanya dalam waktu satu tahun! Tapiiiiiii, itu terjadi di tahun 1921. Sudah seabad yang lalu hehe. Sejak penggunaan vaksin, angka difteri di sana merosot drastis. Antara tahun 2004-2015, "hanya" ada 2 kasus difteri di Amerika Serikat.

Coba bandingkan dengan di Indonesia. menurut pencatatan WHO di tahun 2003-2014 (sama ya rentang waktunya) ada 5756 kasus difteri. Baru yang tercatat lho ini, belum yang tidak tercatat.  Jauh banget? Sedih ya:'(

Apa sih difteri ini?
Difteri adalah infeksi yang sangat menular dan berbahaya, disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae. Kata "Diphtheria: berasal dari bahasa Yunani yang berarti leather atau kulit, merujuk pada membran/lapisan di faring (tenggorokan) yang menjadi tanda klinis infeksi ini. Tak hanya di faring, difteri juga dapat menyerang mukosa hidung, tonsil, laring (saluran napas) hingga kulit.

Apa gejalanya?
Gejala awal difteri bisa sangat tak spesifik, misalnya saja:
- Demam (tidak tinggi alias sumer)
- Nafsu makan menurun
- Nyeri menelan/ nyeri tenggorok
- Lemah
- Ingus kuning kehijauan, bisa disertai darah

Lalu bagaimana membedakan difteri dengan infeksi virus atau bakteri lainnya?

Difteri memiliki tanda khas berupa selaput putih keabu-abuan di tenggorok atau hidung, yang dilanjutkan dengan pembengkakan leher atau bull neck. 
Bull Neck. Sumber: Google

Sunday, November 5, 2017

Bisnis Buku

Linimasa di media sosial kini seringkali menampilkan berita "mati"nya usaha yang sudah berdiri berpuluh-puluh tahun, entah karena memang daya beli masyarakat menurun, atau era digitalisasi. Sebut saja Matahari, departement store yang namanya sudah begitu melekat di masyarakat Indonesia. Sewaktu kecil dulu, saya ingat selalu membeli pakaian, sepatu hingga tas sekolah baru di pusat perbelanjaan ini. Bahkan sampai sekarang, saya masih sering mengunjungi Matahari untuk membeli berbagai kebutuhan. Ditutupnya beberapa cabang Matahari (dan bisa jadi, cabang lain akan menyusul) sempat membuat saya terkejut. Masa sih?

Tak hanya Matahari, Ramayana, Lotus di Jakarta hingga bisnis ritel macam Debenhams pun perlahan mengikuti jejak menutup satu persatu outletnya. Demikian pula dengan bisnis supermarket seperti Hypermart.

Sebetulnya, saya tidak terkena imbas dari penutupan beberapa bisnis ini secara langsung. Toh sejujurnya, saat ini saya lebih sering berbelanja online. (Mungkin saya juga nih salah satu penyebab bisnis offline jatuh:p). Entah lewat Tokopedia, Shopee atau Instagram. Engga ngefek-ngefek amat sih:D

Tuesday, October 31, 2017

Late Post: DJFM RadioActive

Sejak berkenalan dengan dunia radio 15 tahun lalu sebagai penyiar, sepertinya saya menemukan passion yang benar-benar "saya banget". Benar lho, tanpa dibayar pun, saya akan dengan senang hati tetap bersiaran radio. Di dunia radio pula saya merasa telah belajar banyak hal. Public speaking, contohnya. Saya tidak pernah memiliki background pendidikan baik formal maupun non formal di dunia public speaking, broadcasting ataupun media. Semua yang saya miliki murni berdasarkan pengalaman sebagai praktisi di dunia ini.

Selain menemukan penyeimbang dengan dunia kedokteran yang dapat membuat saya tetap waras tidak stress, radio jugalah yang mengenalkan saya ke banyak pengalaman baru. Kalau ditanya orang "Kamu kok masih siaran aja sih, Met?", saya selalu menjawab kalau siaran radio ini adalah "satu yang tak bisa lepas" untuk saya hehe.

Monday, September 11, 2017

BAB Bayi ASIX

Beberapa hari lalu saya diberikan pertanyaan oleh Mommies Daily mengenai BAB pada bayi yang mendapat ASI eksklusif. Saya share di sini yaa:D
Sumber: Google


Apakah benar, pola buang air besar pada bayi akan dipengaruhi oleh usia mereka? Mengapa?
Betul. Hal ini karena komposisi ASI selalu sesuai dengan tahap perkembangan sistem pencernaan bayi sehingga zat makanan mudah dicerna.

Bagaimana frekwensi  BAB bayi yang baru lahir hingga usianya 6 bulan, hingga mengenal MPASI?
Bayi baru lahir akan mengeluarkan mekonium, minimal 1x pada hari pertama. Kemudian bayi BAB minimal 2 di hari ke-dua, minimal 3x di hari ketiga. Setelah itu lebih dari 3x, sampai berusia satu bulan. “Lebih” di sini pun sangat variatif. Ada anak ASIX yang bisa BAB sampai 10x/hari di minggu pertama, ada yang hanya 4x, tapi yang jelas minimal 3x.
Di atas usia 4-6 minggu, bayi ASIX mulai akan jarang BAB-nya, bahkan ada yang sampai 10 hari tidak BAB. Itu pun normal banget.  Selama tidak ada keluhan lain, berat badan naik baik, tidak apa-apa.

Friday, September 1, 2017

Kontrasepsi Saat Menyusui


Ini adalah beberapa pertanyaan yang diajukan pada saya oleh Mommies Daily terkait kontrasepsi saat menyusui. Saya share di sini yaa:D
 
Sumber: Google

Sebetulnya (secara umum) menggunakan kontrasepsi saat menyusui aman apa nggak?

Aman kok.

Ada nggak alat kontrasepsi yang disarankan, yang aman digunakan selama ibu menyusui? 
Hampir semua alat kontrasepsi saat menyusui aman. Yang tidak disarankan hanyalah penggunaan pil KB  kombinasi yang mengandung hormon estrogen dan progesteron karena mengurangi produksi ASI. Jika memang mau menggunakan pil, gunakan pil KB yang hanya mengandung progesteron saja karena tidak mempengaruhi produksi ASI. 

Saturday, August 5, 2017

Cinta Dia Putri Ayu

Seperti biasa, hari Minggu pagi saya sudah berangkat ke studio radio tempat saya siaran sejak jam 6.15 pagi. Seperti biasa pula, jalan yang saya lewati cukup ramai karena banyak orang menuju ke Car Free Day yang memang tempatnya berdekatan dengan studio. Namun saat tiba, ada yang tak biasa. Tumben-tumbenan, ada beberapa orang yang duduk di sana. Biasanya sih, boro-boro, sampai kelar siaran pun, saya sendirian! :))

Ternyata, yang sudah hadir di sana adalah Putri Ayu! Memang saya terjadwal melakukan interview dengannya. Tapi saya pikir, jadwal interviewnya lebih siang. Biasanya sih, interview baru diadakan di satu jam terakhir siaran saya.

Masih ingat Putri Ayu? Runner up Indonesia Mencari Bakat pertama yang ditayangkan 2010 ini jauh berbeda dengan yang sering saya lihat di televisi waktu itu. Lebih remaja, suara pun lebih matang. Yang pasti sih, sama enaknya hehe. Maklumlah, saat di IMB, Putri masih berusia 13 tahun sedangkan sekarang sudah semester 5!

Friday, August 4, 2017

Travelling Dengan Anak


Berikut ini adalah beberapa pertanyaan dari Jawa Pos yang telah dimuat mengenai melakukan perjalanan atau travelling dengan anak. Semoga berguna ya:)


Sumber: Google


Di usia berapa bulan/tahun anak bisa diajak traveling? Lalu, di usia berapa anak mulai bisa bepergian dengan pesawat?
Sebetulnya tidak ada aturan baku kapan anak sehat dapat diajak travelling atau bepergian dengan pesawat. Banyak juga lho newborn yang baru berusia beberapa hari (dengan catatan sehat) sudah bepergian dengan pesawat. Walaupun begitu, pada umumnya sangat penting untuk mencegah bayi baru lahir terekspos dengan orang banyak karena sistem daya tahan tubuhnya yang masih rentan, Apalagi belum imunisasi kan ya, tinggi risikonya untuk terkena virus atau bakteri yang ada di sekitarnya. Perusahaan penerbangan juga memiliki kebijakan sendiri-sendiri mengenai batas umur bayi boleh dibawa naik pesawat. 

Untuk usia bayi, apakah anak perlu menjalani pemeriksaan dokter lebih dulu sebelum melakukan perjalanan?
Kembali lagi ke aturan perusahaan penerbangan, ada yang mewajibkan bayi di bawah 3 bulan jika ingin terbang membawa surat keterangan sehat dari dokter. Kalaupun tidak, tak ada salahnya memeriksakan bayi untuk meyakinkan bahwa ia sehat sebelum travelling. Selain itu, orangtua pun bisa berkonsultasi mengenai obat-obatan apa saja yang perlu dibawa pada saat travelling.

Apakah ada kondisi yang membuat anak dilarang bepergian? 
Tentunya saat ia sakit. 

Monday, July 17, 2017

Luka Lebam pada Anak

Beberapa waktu lalu saya mendapat pertanyaan dari Mommies Daily terkait postingan yang sedang viral di social media mengenai pasien anak yang datang dengan luka lebam di area mata. Sudah merah kehitaman, terasa lembut, bengkak dan berwarna hitam. Ibu pasien tadi langsung memberikan Thrombophop begitu anak terbentur. Benarkah ini?
 
Sumber: Google
1.   Ketika anak luka lebam akibat terbentur, apa yang sebenarnya terjadi pada area yang terbentur itu? 
Luka lebam sebenarnya adalah bercak kebiruan atau berwarna ungu yang muncul di kulit saat pembuluh darah kapiler pecah. Darah dari kapiler ini bocor ke jaringan lunak di bawah kulit yang menyebabkan perubahan warna. 

Friday, July 14, 2017

Congenital Rubella Syndrome


Pernah dengar Congenital Rubella Syndrome atau Sindrom Rubela Kongenital? Kemarin saya sempat diwawancara oleh Detik Health mengenai ini. Saya share sekalian yaa. Semoga berguna:)

1. Apa itu definisi Congenital Rubella Syndrome? Apa bedanya dengan rubella biasa?

Congenital Rubella Syndrome atau Sindrom rubela kongenital (SRK) adalah suatu kumpulan gejala penyakit yang terdiri atas katarak, penyakit jantung bawaan, gangguan pendengaran, dan keterlambatan perkembangan, termasuk keterlambatan bicara dan disabilitas intelektual.

SRK disebabkan infeksi virus rubela pada janin selama masa kehamilan akibat ibu tidak mempunyai kekebalan terhadap virus rubela.

Infeksi rubella yang sering disebut dengan German Measles atau campak Jerman sendiri adalah infeksi yang disebabkan virus Rubella. Gejala yang ada adalah demam serta ruam pada kulit.

Thursday, June 15, 2017

Campak pada Anak

Baru-baru ini, ramai pemberitaan adanya seorang artis (artis atau bukan yaaa hmmm) yang anaknya sakit campak. Yang membuat pemberitaan ini menjadi heboh adalah karena ternyata ia memilih untuk tidak mengimunisasi kedua anaknya. 

Karena kebetulan saya baru saja diwawancarai Detik Health mengenai campak, saya share di sini sekalian yaa. Semoga berguna:)


1. Apa sih gejala utama campak? Bagaimana membedakan sakit campak dengan penyakit infeksi lain karena sama-sama demam tinggi, cacar air misalnya?
Sumber: Google
Sebetulnya gejala campak memang hampir mirip dengan infeksi virus yang bergejala fever and rash (demam dan ruam). Walaupun begitu campak atau morbili ini punya gejala klinis khas yang terdiri dari 3 stadium:

1.Stadium prodormal berlangsung kira-kira 4-5 hari dengan gejala demam, malaise, batuk, fotofobia, konjungtivitis dan koriza.
2.Stadium erupsi yang berlangsung 4-7 hari setelah stadium prodormal ditandai dengan timbulnya bercak koplik dan ruam mulai muncul dari belakang telinga menyebar ke wajah, badan, lengan dan kaki. Ruam ini mulai muncul saat demam tinggi.

Tuesday, June 13, 2017

Jatuh Dari Tempat Tidur

Ayo mengaku deh, siapa orangtua yang pernah mengalami kepanikan dan kekhawatiran luar biasa saat anaknya jatuh dari tempat tidur? Saya yakin pasti banyak karena memang kasus ini sering terjadi. Nah, kebetulan sekali beberapa waktu yang lalu saya menjadi narasumber mengenai hal ini di Detik Health. Saya share di sini juga yaa, semoga berguna:)
Sumber: Google


1. Apa saja yang harus diwaspadai saat bayi jatuh dari tempat tidur?
Yang paling ditakutkan oleh orangtua saat bayinya jatuh dari tempat tidur adalah jika terjadi cidera kepala dan gegar otak atau cidera otak.

2. Bisakah menjadi suatu kefatalan, misalnya terjadi gangguan persarafan atau patah tulang atau gegar otak? Apa tanda-tandanya terjadi kefatalan akibat bayi yang jatuh dari tempat tidur?
Tanda-tanda gegar otak yang harus diwaspadai:
- Muntah-muntah terus
- Kejang
- Mata juling atau pupil yang tidak sama besar
- Pucat
- Keluar cairan atau darah dari telinga
- Tidak seimbang saat duduk, merangkak atau berjalan
- Gangguan napas (pola napas tidak seperti biasanya)
- Penurunan kesadaran mulai tidur terus sampai tidak sadar

Sunday, June 4, 2017

Kejang Demam

Sesuai hasil wawancara saya dengan Mommies Daily beberapa waktu lalu, berikut adalah beberapa pertanyaan yang seringkali ditanyakan orangtua terkait kejang demam pada anak. Semoga bermanfaat ya!:)


Apa yang dimaksud dengan Febrile Seizures? 
Sumber: Google
Febrile seizure atau kejang demam adalah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu rektal di atas 380C) yang disebabkan oleh suatu proses ekstrakranium.
Seberapa umumkah kejang demam (febrile seizure)? Siapa saja yang berisiko mengalaminya?
Kejang  demam  terjadi  pada  2-4%  anak  berumur  6  bulan    5 tahun. Anak yang pernah mengalami kejang tanpa demam, kemudian kejang demam kembali tidak termasuk dalam kejang demam. Kejang disertai demam pada bayi berumur kurang dari 1 bulan tidak termasuk dalam kejang demam.

Thursday, June 1, 2017

Gendongan Bayi

Karena beberapa waktu lalu saya baru saja diwawancara oleh tabloid Mom and Kiddie mengenai gendongan bayi yang saat ini sedang hip, sekalian saja saya share di blog ini yaa. Semoga lebih bermanfaat:)
Sumber: Google


1.     Apa manfaat gendongan untuk bayi?
Ada beberapa manfaat gendongan untuk bayi dan ibunya:
- Bonding. Jalinan kedekatan ibu dan anak dapat lebih dilatih dengan menggendong bayi.
- Menenangkan. Menggendong bayi dapat memberikan rasa aman dan nyaman pada yang bayi yang dapat menenangkannya.
- Menstimulasi sistem keseimbangan bayi yang dapat menstimulasi gerakan motoriknya.
- Lebih mudah menyusui.
- Praktis jika bepergian atau tetap beraktivitas.

Tuesday, May 30, 2017

Wajibkah Bayi Merangkak?

Beberapa saat lalu, saya diwawancara oleh MommiesDaily terkait kemampuan merangkak pada anak. Supaya berguna untuk lebih banyak orang, saya share di sini juga yaa. Semoga bermanfaat:)
Sumber: Google


1.     Biasanya/umumnya bayi umur berapa bisa merangkak?
Sekitar usia 7 bulan – 10 bulan.

2.     Betulkah tahapan merangkak para bayi itu sebetulnya nggak wajib. Kenapa k?
Betul, sampai saat ini sebetulnya wajib tidaknya seorang anak masih kontroversial. Mungkin pernah baca/dengar nih, ada yang mengatakan seandainya anak tidak merangkak. Kelak perkembangan otaknya akan terganggu. Padahal sampai sekarang, TIDAK ADA bukti ilmiah yang menyatakan demikian. Merangkak memang banyakmanfaatnya untuk perkembangan anak. Tapi worries nit, yang tidak merangkak pun tidak masalah, otaknya tetap akan berkembang. Jadi, orangtua tidak perlu merasa cemas berlebihan.

Selama bayi dapat melakukan gerak koordinasi kanan kiri dan menggunakan tangan serta kakinya secara seimbang, tidak masalah kok. Kalau dilihat di salah satu screening tool perkembangan anak yang paling sering dipakai para ahli, Denver, jelas tidak ada milestone merangkak yang harus dilewati.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...