Tuesday, May 30, 2017

Wajibkah Bayi Merangkak?

Beberapa saat lalu, saya diwawancara oleh MommiesDaily terkait kemampuan merangkak pada anak. Supaya berguna untuk lebih banyak orang, saya share di sini juga yaa. Semoga bermanfaat:)
Sumber: Google


1.     Biasanya/umumnya bayi umur berapa bisa merangkak?
Sekitar usia 7 bulan – 10 bulan.

2.     Betulkah tahapan merangkak para bayi itu sebetulnya nggak wajib. Kenapa k?
Betul, sampai saat ini sebetulnya wajib tidaknya seorang anak masih kontroversial. Mungkin pernah baca/dengar nih, ada yang mengatakan seandainya anak tidak merangkak. Kelak perkembangan otaknya akan terganggu. Padahal sampai sekarang, TIDAK ADA bukti ilmiah yang menyatakan demikian. Merangkak memang banyakmanfaatnya untuk perkembangan anak. Tapi worries nit, yang tidak merangkak pun tidak masalah, otaknya tetap akan berkembang. Jadi, orangtua tidak perlu merasa cemas berlebihan.

Selama bayi dapat melakukan gerak koordinasi kanan kiri dan menggunakan tangan serta kakinya secara seimbang, tidak masalah kok. Kalau dilihat di salah satu screening tool perkembangan anak yang paling sering dipakai para ahli, Denver, jelas tidak ada milestone merangkak yang harus dilewati.


3.     Umumnya bayi yang melewati tahapan merangkak ini, laki atau perempuan?
Ini tidak ada datanya.

4.     Apa sebab ada bayi yang melewati tahapan merangkak?
Tidak ada bukti ilmiah kalau tak merangkak akan menyebabkan kelainan pada anak. Tapi harus diketahui nih kalau skip-nya anak dari merangkak bisa disebabkan karena beberapa hal, misalnya kurang stimulasi, penggunaan baby walker (jadi terlalu nyaman duduk di baby walker), atau alasan yang lebih serius seperti kelainan jantung bawaan, kelainan otot, dll.

5.     Adakah dampak negatifnya kalau bayi melewati tahapan merangkak?
Engga. Banyak yang bilang kelak bayi yang skip merangkak dapat mengalami gangguan konsentrai, gangguan fokus, dan lain sebagainya. Tapi hingga saat ini itu semua TIDAK ADA bukti ilmiahnya. Jadi sebetulnya fine-fine aja sih! Walaupun begitu, karena merangkak punya banyak manfaat, tak ada salahnya juga kalau kita melatih merangkak pada anak.

6.     Merangkak sendiri, sebenarnya punya manfaat kah mbak?
Tentunya. Merangkak dapat melatih motorik kasar anak. Mulai dari menguatkan otot besar dan kecil seperti leher, tangan, sendi, kaki. Selain itu merangkak juga dapat melatih motorik halus anak, dengan menstimulasi koordinasi mata dan kedua tangan anak. Tak hanya itu, merangkak pun dapat merangsang dan melatih otak anak serta kepekaan taktil atau sentuhannya.

7.     Kalau dalam masa2 bayi lagi demen2nya merangkak, apa saja yang mesti diperhatikan oleh orangtua mbak? Misalnya, pastikan lantai rumah selalu bersih, jauhkan benda2 berbahaya dari jangkauan anak2, dll.
Betul, sebetulnya sih merangkak atau tidak, pastikan selalu rumah dalam keadaan bersih, jauhkan benda-benda kecil yang tajam atau yang berisiko diambil dan tertelan anak, pastikan furnitur yang dapat terjangkan anak seperti meja, kursi tidak berujung tajam yang berpotensi melukai anak.
 
Cara melatih merangkak:
1. Biasakan bayi melakukan tummy time, agar otot-otot tubuh dan kepalanya terlatih untuk kuat.
2. Taruh mainan di depan bayi. Geser ke kiri dan ke kanan untuk melatihnya bergerak sedikit dengan perut.
3. Merangkak bersama bayi untuk memberi contoh.
4. Sering-seringlah meletakkan bayi di ruangan luas dan bersih.
5. Beri mainan yang melatihnya “mengejar” untuk membuatnya belajar merangkak.
6. Perhatikan juga keseimbangan motorik di tangan. Kalau bayi tampak belum kuat untuk merangkak, jangan dipaksa. Dudukkan dulu bayi dan rangsang untuk merangkak pelan-pelan.
7. Jangan terburu-buru. Jika anak belum dapat duduk dengan steady, jangan melatihnya merangkak dulu.
8. Hindari penggunaan baby walker.

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...