Wednesday, May 23, 2018

Adult Metabolic, Presentasi dan Kartini

Sekian minggu berada di Belanda, lama-lama saya dapat beradaptasi dengan sangat baik terhadap situasi bekerja di sini. Saya sudah terbiasa menganamnesis pasien dengan detail (harap maklum ya, waktu yang tersedia sangat cukup. Kalau di Indonesia, banyakan pasiennya daripada waktunya:p), berdiskusi dengan mendalam, hingga membuka update artikel ilmiah terbaru pada saat berpraktik.

Seperti yang pernah saya ceritakan sebelumnya, selain di poli Metabolik Anak, saya pun bertugas di poli Metabolik Dewasa. Ini benar-benar pengalaman baru bagi saya, karena di Indonesia, saya belum pernah bertemu pasien metabolik di atas usia anak. Setahu saya, semua pasien metabolik sudah meninggal duluan sebelum mencapai usia dewasa (di Indonesia). Makanya, melihat betapa ternyata mereka bisa hidup secara berkualitas (baca: tak terlihat sakit, bisa berkeluarga, bisa bekerja, hidup secara normal) hingga di usia kakek nenek merupakan insight baru buat saya.

Saya beruntung mendapat kesempatan bekerja sama dengan orang-orang terbaik di bidang ini di Belanda. Bayangkan deh, saya bisa berdiskusi dengan nama-nama yang biasanya hanya saya baca di jurnal-jurnal ilmiah. Rasanya tuh, hmmmm, tak terungkapkan:p


Jangan salah fokus ya:p Lagi-lagi saya yang paling pendek dibanding yang lain. Kalau sudah begini, rasanya menyesal deh waktu kecil dulu selalu uber-uberan dengan mama saya setiap disuruh minum susu:)))

Salah satu dokter yang bekerja dengan saya kebetulan sedang sangat terkenal di Belanda. Beliau bahkan baru menerima penghargaan tertinggi (Pearl) dari pemerintah Belanda karena berhasil membuat obat untuk penderita penyakit metabolik dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan harga pasaran. Sudah terbayang belum bagaimana pintarnya beliau? :)))

Setiap menonton televisi, pasti ada wajah beliau. Baca koran, ada lagi wajah beliau. Buka internet, terpampang nyata kembali wajah beliau. Salut deh saya.Oh ya, selama di Belanda, saya mendapat beberapa tugas literature study yang harus dipresentasikan di depan tim besar. Selain dokter-dokter terkait, juga di depan koass, PPDS, mahasiswa Phd, dietisien, analis laboratorium, analis genetika, dll. Jangan ditanya deg-degannya yaa. Biarpun saya sudah 1000x presentasi, sepertinya sih setiap akan memulai presentasi lagi, pasti deh gaduh gelisah dan deg-degan bukan main. Apalagi karena kasus yang saya presentasikan, seumur-umur, mendengar namanya saja belum pernah:))) Tapi Alhamdulillah, semua berjalan lancar. Mungkin karena orang di sana iba melihat saya yang sudah tampak super stress:p







Oh ya, minggu ini ada yang istimewa buat saya. Saya terpilih menjadi salah satu Kartini Masa Kini versi harian Radar. Wah, suatu kehormatan buat saya. Semoga bisa bermanfaat dan menjadi berkah:D

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...