Wednesday, March 25, 2015

Pelantikan Spesialis

Kebetulan sekali deh, beberapa momen yang istimewa datang dalam waktu yang berdekatan untuk saya tahun ini. Setelah awal tahun disibukkan dengan ujian bla bla bla -sampai malas menulisnya:))- , di bulan Maret ini selain pelantikan dokter spesialis, ada juga momen ulang tahun Naya dan -sebentar lagi-launching buku terbaru saya.

Pelantikan saya direncanakan sejak jauh hari sebelumnya akan dilaksanakan pada tanggal 25 Maret. Saat mengetahui tanggal tsb, saya sudah girang bukan kepalang. Maklum saja, saya sudah deg-degan setengah mati takut kalau pelantikan saya bersamaan harinya dengan ulang tahun Naya. Biarpun tak dirayakan besar-besaran, Naya sudah sangat menantikan ulang tahunnya ini sejak tahun lalu. Serius lho, setiap tanggal di kalender dihitungi satu demi satu dengan semangat. Tak tegalah hati ini kalau harus mengundur hari spesialnya.

Eh, mungkin memang belum rejekinya Naya ya. Rupanya saya mendapat undangan mengikuti gladi resik pada tanggal 24 dengan catatan singkat di bawahnya. "Bagi yang tidak dapat menghadiri gladi resik tidak diperkenankan mengikuti pelantikan, dan dipersilakan mengikuti pelantikan periode selanjutnya." Eaaaaa. Menurut ngana?


Saya memberi pengertian berulang kali pada Naya yang awalnya kecewa namun pada akhirnya bisa menerima. Senang, malah. Karena ulang tahunnya dirayakan 2 kali. Tepat pada tanggal 24 dirayakan dengan keluarga kecil, tanggal 26 baru dirayakan di sekolah.

Tahu dong ya, kalau saya sudah menyiapkan printilan ulang tahun Naya sejak jauh hari sebelumnya? Gegara gladi resik tadi, saya langsung heboh memundurkan jadwal macam-macam. Alhamdulillah semua berjalan lancar. Cupcake bisa diundur, demikian pula dengan nasi kuning bento.

Oh ya, mungkin ada yang belum tahu. Setiap Naya ulang tahun, saya memang sengaja mengajak suami dan Naya berfoto keluarga. Anggap saja sebagai suatu tradisi;) padahal memang banci foto:p
Untuk menghemat pikiran dan tenaga, baju yang saya siapkan untuk foto keluarga ini saya samakan dengan baju pelantikan. Malas repot deh:p Ada untungnya juga sih. Jadi ceritanya, waktu suami saya pelantikan, saya sudah merencanakan berfoto keluarga setelahnya. Namun ternyata saya salah perhitungan. Acara tsb selesai siang hari, make up saya sudah tak karuan, Naya pun sudah rewel bukan kepalang -karena waktu itu sakit juga sih-, sehingga akhirnya rencana tsb tak pernah terwujud sampai sekarang. Sayang juga ya, kan pelantikan spesialis cuma sekali seumur hidup. Belajar dari pengalaman, saya sengaja membooking studio foto dekat rumah untuk berfoto pelantikan sekalian untuk foto keluarga. Jadi pada saat pelantikan, semua orang berebut mengantri berfoto, saya sih santai saja karena sudah colong start duluan:p
Udah kayak ibu kita Kartini belum?:p

Kembali ke soal pelantikan ya. Selain suami, saya mengajak mama dan mama mertua saya. Kebetulan papa mertua ada tugas yang tak bisa ditinggal. Naya sengaja hanya saya ajak sebentar untuk berfoto di kampus, lalu segera bersekolah.

Pelantikannya sendiri ramai, ada 78 dokter spesialis yang dilantik. Saat memasuki aula, mama saya mulai terlihat mewek. Hadeuhhh, tahu ya saya dapat gen mewekan dari siapa?:p Saya jadi ingat, sebenarnya malas sekali ikut pelantikan ini karena malas dan ribet dengan seremoninya. Tapi suami saya mengingatkan kalau pelantikan ini tujuan utamanya memang bukan untuk yang dilantik, melainkan orangtua dan keluarga dari yang dilantik. Baiklah:p
2 orang dokter spesialis anak senasib sepenanggungan:))

Setiap orang yang masuk ke dalam aula diberi buku angkatan wisuda dan buku berisi surat untuk orangtua, ditulis oleh para dokter spesialis yang akan dilantik, termasuk saya. Saya menanti waktu pelantikan sambil ngobrol kiri kanan dan foto sana-sini haha. Sampai  saya mendengar isakan tangis di sebelah, yang masyaAllah... datangnya dari mama saya lagi saudara-saudara! Maskaranya luntur berantakan karena membaca surat dari saya.

Setelah menenangkan diri, acara pun dimulai dengan sambutan dan pembukaan. Jreeeeng.. tetiba nama saya dipanggil  untuk berdiri dan dinyatakan sebagai lulusan termuda. Hah? Engga salah nih? Kalau terkece sih okelah ya-:p-, kok termuda? :)) Setelah berdiri dan membungkuk penuh salah tingkah, saya dikagetkan lagi dengan mama yang -yasalaaaaaam- menangis lagi! Hadeeeeuuuhhh.. Ini acara apa sih ya kok penuh tangisan begini:)))

Acaranya berlangsung lancar, dan diakhiri oleh ramah tamah. Satu bonus kejutan lagi nih buat saya. Kakak saya datang, horeeeeee! Jauh-jauh dari Bandung, hanya untuk membuat surprise buat saya. What a happy day! Alhamdulillah.
Saya, kakak ipar dan kakak saya:D

Baiklah, saya berjuang dulu ya menghapus make up ala ondel-ondel dan sanggul macam ibu pejabat ini. Doakan sayaaaa! Foto lengkapnya menyusul yaaa:D

2 comments:

lolipop candy said...

Muda, cantik, berprestasi, seorang istri,dan seorang ibu, dibalik kesuksesan psti ad kerja keras, sgt menginspirasi, congrats :)

Kus miati said...

Baju nya cantik sekali bu dokter?? Jahitin d mana klo boleh tauu.. hehe :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...