Saturday, March 18, 2017

Umroh Trip 2017 Part-3

Hari ketiga umroh, kami dijadwalkan untuk tahajjud bersama lalu city tour ke mesjid Quba, Kebun Kurma, Jabal Uhud, Mesjid Qiblatain dan Sab'ah. Acara hari ini tidak begitu padat karena diharapkan setelahnya, kami masih sempat shalat Jumat bersama.

Jam 2 pagi, kami sudah mandi dan bersiap-siap tahajjud bersama di mesjid Nabawi. Suasananya masyaAllah, merinding deh kalau diingat. Tausiyah yang diberikan oleh ustadz pun sangat menyentuh dan related dengan hidup sehari-hari. Sehabis tahajjud bersama, shalat shubuh dan shalat jenazah, kami kembali ke hotel untuk sarapan.

Di sana, hari libur nasionalnya adalah setiap hari Jumat. Maka itu jangan heran kalau dimana-mana ramainya minta ampun. Bis yang membawa kami city tour sangat nyaman. Luas, dingin (penting!) dan ada colokan USB yang dapat digunakan untuk men-charge handphone (sangat penting!). Rombongan kami dibagi dalam 4 bis dengan masing-masing bis didampingi satu orang ustadz sebagai guide. Saya sangat menikmati sejarah Islam dan kota Madinah yang diceritakan selama tour berlangsung.
Siap city tour

Tujuan pertama kami adalah mesjid Quba. Mesjid ini adalah mesjid pertama yang dibangun oleh nabi Muhammad SAW. Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang telah bersuci (berwudhu di rumahnya, kemudian mendatangi Masjid Quba lalu shalat di dalamnya dua rakaat, maka baginya sama dengan pahala umrah." (Sunan ibn Majah, no 1412). Maka kami pun tak mau ketinggalan mengerjakan shalat sunnah 2 rakaat di sana.

Saya terkesan sekali dengan arsitektur mesjid ini, subhanallah cantiknya! Di pelataran mesjid Quba, berjejer para pedagang yang berlomba-lomba menawarkan dagangannya, mulai cokelat, parfum sampai kurma dan pashmina. Mereka semua bisa berbahasa Indonesia lho, sama seperti pedagang di Madinah dan Mekah pada umumnya. Mungkin karena sangat sering berinteraksi dan berkomunikasi dengan jemaah Indonesia yaa. Justru bahasa Inggris yang adalah bahasa internasional, kurang begitu dikuasai oleh mereka:D


Dari mesjid Quba, kami beralih ke Kebun Kurma. Di sini, kami diberikan waktu lumayan lama untuk berbelanja. Ada berbagai macam kurma yang dijual di tempat ini. Bukan hanya kurma sih, tapi cokelat, kacang-kacangan dan makanan kecil lainnya. Karena memang tak begitu suka belanja, apalagi harus berdesak-desakan dan tempatnya penuh, saya malah asyik menunggu rombongan di bis sambil ber-video call dengan Naya.

Setelah acara belanja selesai, kami menuju Jabal Uhud. Jabal Uhud adalah sebuah gunung di utara Madinah dengan ketinggian sekitar 350 meter. Umat Islam cukup mengenal nama Jabal Uhud karena di lembah gunung inilah pernah terjadi perang besar antara umat Islam dan tentara Quraisy. Perang yang terjadi pada 15 Syawal 3 Hijrah atau Maret 625 Masehi itu terkenal dengan nama Perang Uhud.

Jabal Uhud ini adalah gunung yang dijanjikan Allah SWT akan berada di surga. Nabi Muhammad SAW sangat mencintai gunung ini dan demikian pula sebaliknya. Paman nabi, Sayidina Hamzah dimakamkan pula di sini. 

Tour selanjutnya adalah mesjid Qiblatain yang mempunyai 2 kiblat (historically ya, tapi yang dipakai sampai sekarang ya tetap satu tentunya), serta Sab'ah. Kami tidak turun untuk mengunjungi kedua tempat ini karena keterbatasan waktu, jadi hanya melintasi saja dari dalam bis. 

Sampai di hotel, kami langsung bersiap-siap wudhu dan pergi ke mesjid untuk mencari tempat. Benar saja, masih 2 jam sebelum waktu shalat Jumat, saya sudah tak kebagian tempat di dalam mesjid. Penuuuuuh minta ampun! Akhirnya, saya shalat di pelataran mesjid. Sinar matahari waktu itu terik sekali, namun alhamdulillah cuaca tak terasa panas karena sekian banyak blower di halaman mesjid dinyalakan sehingga tetap terasa adem. 

Setelah Jumat'an, kami kembali ke hotel untuk makan siang, istirahat sebentar di hotel kemudian lanjut lagi kembali ke hotel untuk bersiap shalat Ashar, Maghrib dan Isya. 

Dari Indonesia, begitu saya tahu bahwa cuaca di Arab akan sangat ekstrim, saya membawa moisturizer, body lotion dan sunblock untuk menjaga kulit tidak kering dan pecah-pecah. Itu sih idealnya yaa hehe tapi kenyataannya? Tak pernah sempat dipakai:D Sehabis mandi sempat sih pakai, tapi karena dalam sehari saya tak pernah putus wudhu (bisa 10x lebih wudhu), jadilah tak sempat bolak/i menggunakan segala skin care yang saya bawa itu. Rencana tinggal rencana, dan hasilnya setiba di Indonesia kulit saya perih bukan main, mengelupas dan gosong hahaha. Tak apalah ya, yang penting kan ibadahnya;)

Segera selepas Isya, kami beristirahat karena besoknya akan menjalankan ibadah umroh. Bagaimana umroh kami  yang pertama di tahun ini? Tunggu tulisan saya selanjutnya yaa:D


1 comment:

Cindy Anggraeny said...

Dok bahas/review ttg gimana sinyal provider dan cara mencegah datang bulan ketika di sana dong. hehee.. insya Allah umroh april ini tapi pas lihat jadwalnya kok barengan sama waktu nya si tamu merah datang hehee.. terimakasih bu dokter cantikk 😍😍

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...