Thursday, March 16, 2017

Umroh Trip 2017 Part-1

Karena serba dadakan (menurut standar saya), bisa dibilang saya merasa persiapan umroh trip kali ini kurang maksimal. Bayangkan saja, koper saya yang biasanya sudah siap angkut H-2 minggu tiap ada acara ke luar kota atau luar negeri, untuk perjalanan umroh ini di H-1 masih banyak yang kurang. Panik? Jelas:))) Apalagi karena kesibukan suami, ia menyerahkan persiapan semuanya (termasuk koper dia) ke saya. Warbiyazak deh rasanya.

Jadilah sehari sebelum berangkat saya masih berkeliling kota Surabaya mencari beberapa printilan yang sempat terlewat seperti ikat pinggang ihrom, celana kain sampai kaus tangan untuk shalat. 

Di hari keberangkatan, saya berpamitan dengan Naya.
M: "Kak, kakak ga kangen kalau mama pergi lama?"
N: "Ya kangenlah ma. Tapi mama kan di sana shalat sama berdoa terus. Ya gpp, mama doain kakak ya biar ga pemalu, ga penakut, ga panikan."

M: *mulai mewek*
N: "Its okay mama, 9 hari itu ga lama kok. Nanti ga kerasa, tiba-tiba mama udah ketemu kakak lagi. Smile mama smileeee!"
:')

Anyway, banyak yang menanyakan kenapa umroh kali ini Naya tidak diajak. Jawabannya simple, karena Naya belum baligh:) Saya merasa kalau membawa Naya yang notabene masih kecil dan belum mengerti benar esensi dari umroh ini, akan ada 2 kemungkinan nantinya. Yang pertama, ibadah saya dan suami yang malah tidak khusyuk karena harus menjaga Naya terus, atau yang kedua, Naya akan rewel luar biasa. FYI, saya saja gempor sekali selama di sana, betul juga kata orang kalau umroh bukan hanya harus berbekal spiritual tapi fisik juga.

Saya dan suami tiba di bandara pukul 12 siang, sempat makan siang di sana dan shalat dhuhur yang dijamak dengan Ashar. Kemudian jam 4 sore, pesawat kami berangkat menuju Madinah. Di pesawat, tampak jemaah umroh yang luar biasa banyaknya. Selama perjalanan saya tidur terus, karena memang sengaja meminum obat:D

Kami sampai di bandara Madinah sekitar pukul 10 malam waktu setempat. Lalu mengurusi imigrasi, kami menuju hotel Mubarak Silver dengan bis yang disediakan biro. Hotel ini tidak terlalu jauh dari masjid Nabawi, hanya sekitar 150 meter. Sampai di hotel, saya dan suami langsung mandi dan berangkat ke masjid untuk bertahajud dilanjutkan shalat shubuh dan dhuha. Cuaca di Madinah kala itu sedikit galau. Kalau dicek di accuweather.com sih harusnya berkisar antara 16 derajat Celsius sampai 36 derajat Celsius. Namun nyatanya, semalam sebelum kami tiba di sana, suhunya 9 derajat Celsius!

Kalau malam dingin, namun kalau siang panas minta ampun:D Humiditasnya pun sangat rendah sehingga, jangan lupa untuk membawa body lotion ke mana-mana yaa, kulit pecah-pecah dan perih sekali rasanya.

Hari pertama di Madinah lebih banyak kami habiskan di dalam mesjid. Walaupun ini bukan umroh saya yang pertama, saya masih saja terpesona dengan keindahan mesjid Nabawi ini. Apalagi saat payung-payung besar di pelatarannya terbuka. Duh, cantik sekali! Arsitektur dan interiornya subhanallah deh, tak henti-hentinya saya mengagumi.

Mungkin karena masih jetlag sehabis perjalanan 10 jam, saya dan suami memilih untuk langsung beristirahat di hotel sehabis Isya. Menyimpan energi untuk kembali bangun keesokan harinya untuk shalat tahajud jam 2 pagi.

Oh ya, sekalian review hotel yang kami tempati yaa. Saat mengetahui hotel kami di Madinah adalah Mubarak Silver, sebagai member Trip Advisor, saya langsung mengecek ratingnya. Terkejutlah saya menemukan ratingnya yang "hanya" 2,5/5. Wah, rendah banget!

Dan setelah saya stay disana, saya berikan nilai 2/5. LOL. Serius, satu-satunya poin bagus untuk hotel ini hanya karena lokasi yang sangat berdekatan dengan mesjid Nabawi. Yang lain? Big no. Kotor (apalagi kamar mandinya), tidak pernah dibersihkan (selama 3 hari di sana, tidak sekali pun ada cleaning service yang datang walaupun direquest), lift terbatas sehingga kalau waktu makan super chaos (saya sampai bela-belain naik turun tangga dari dan ke kamar di lantai 14 saudara-saudara!), fasilitasnya pun so-so. Saran saya sih, kalau memang tidak ada pilihan lain yaa bolehlah hotel ini. Tapi selama masih ada pilihan lain, lebih baik cari yang lain:D

Untuk makanan, untungnya dihandle langsung oleh biro umroh kami sehingga tak masalah. Makanannya selalu enak, masakan Indonesia, jumlah cukup, dan dapat memenuhi selera banyak orang.

Jangan lupa untuk ikuti cerita Umroh Trip saya selanjutnya yaa:D

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...