Tuesday, May 23, 2017

Üdvözöljük Budapesten!

Hari pertama kami di Budapest dimulai dengan shalat Shubuh dan mulai beberes. Rencananya hari ini kami akan memuaskan diri berkeliling Budapest untuk melihat keindahan ibukota Hungary ini. Dari hasil browsing di aplikasi andalan setiap travelling, Trip Advisor, saya sudah mencatat kalau kebanyakan toko di Budapest tutup setiap hari Minggu. Sebetulnya ada sih beberapa toko souvenir yang buka tapi tentunya dengan harga yang lebih mahal.

Jam 8 pagi kami sudah keluar apartemen menuju stasiun kereta. Kami berniat untuk mengikuti Hop On Hop Off selama 24 jam di Budapest. Saya sudah mencari meeting pointnya yang ternyata terletak lumayan jauh dari apartemen. Saat di stasiun, saya setengah mati kebingungan karena tak tahu harus naik kereta yang mana, bagaimana membeli tiket, dan sebagainya. Lagi-lagi, tidak ada satu pun petugas yang bisa berbahasa Inggris. Duh, sengsara amat deh.


Akhirnya saya mendatangi Information Centre, dengan harapan ada petugas yang setidaknya bisa mengerti maksud saya dan bisa menjawab dengan bahasa Inggris seadanya. Nyatanya? Petugas tersebut hanya bisa berkata "Not here. No train. No tram. No bus. Walk."

Sudah mulai desperado, saya mengajak teman-teman lainnya untuk berjalan saja ke arah pusat kota. Siapa tahu ada bus Hop On Hop Off yang lewat sehingga bisa kita ikuti. Ternyata benar saja, baruuu sampai di luar stasiun, kami melihat ada satu bus Hop On Hop Off yang lewat. Rupanya tempatnya berhenti dekat sekali dengan stasiun. Alhamdulillaaah. Kami membayar 24 Euro untuk mengikuti tur yang berlaku selama 24 jam.

Menurut saya pribadi, walaupun mirip, tapi bangunan di Budapest jauh lebih tua dan indah dari di Prague. Arsitekturnya menawan sekali. Kami puas melihat-lihat sambil mendengarkan sejarah Budapest dari earphone masing-masing. Oh ya, cuaca di Budapest sangat panas, mataharinya pun terik bukan main. Jangan kaget, saya tambah hitam sepulang dari sana hahaha.

Mirip seperti di Prague, saya banyak menemukan pojokan kota yang bau pesing, kotor, kusam dan penuh grafiti. Sayang sekali ya, mungkin biaya maintenance bangunan yang dianggap cagar budaya di sana mahal sekali.

Paket dari tur yang kami beli juga termasuk naik kapal untuk mengelilingi sungai Danube. Wah pemandangannya indaaaaah. Walaupun saya kedinginan karena angin yang berhembus tak henti-hentinya, tapi puas deh melihatnya!

Saat kami turun dari bus untuk melihat salah satu landmark Budapest, Citadella, banyak ibu-ibu yang menjajakan karya tangan mereka berupa bordiran yang cantik sekali. Ada taplak, sarung bantal, tempat tissue sampai boneka. Hungaria memang sangat terkenal dengan bordiran handmadenya. Memang kami sudah berniat tidak berbelanja karena menunggu besok saat semua toko dan pasar besar atau Central Market dibuka. Tapi karena takut tak sempat, kami membeli juga masing-masing satu taplak.
Cantik banget ya?


Puas berkeliling, saat jam makan siang kami memutuskan untuk turun di dekat mall terbesar Budapest, West Point Mall. Jangan dibandingkan dengan mall di Indonesia yaa, ini sih besarnya hanya sebesar BG Junction mungkin kalau di Surabaya. Brand yang dijual disana pun layaknya mall di Indonesia, mulai HnM, Marks & Spencer, Mango, dll. Saat berada di sana, saya melihat ada kalung yang lucu dari brand yang tak ada di Indonesia, Bijou Brigitte. Langsung saja saya membelikan mama yang memang sudah menitip.

Kemudian, kami makan siang di McDonald setempat. Harganya lebih murah dari Prague, dan jauh lebih murah dari Vienna. Tapi masih lebih mahal dari di Indonesia. 1 Hungarian Forint setara dengan sekitar 46 rupiah. Saya juga berkesempatan membeli gelato di pinggir jalan yang dijual seharga 300 Forint. Rasanya enaaak sekali deh! Nyaaam!

Setelah dari mall, kami kembali lagi menaiki bus Hop On Hop Off untuk kembali ke stasiun pusat. Dari sana kami jalan-jalan di sekitar apartemen. Ada satu supermarket yang buka, kebetulan pemiliknya orang China. Barang yang dijual di sana murah-murah, semua made in China.

Lalu menjelang Maghrib kami pulang untuk beberes karena besok siang kami sudah harus pulang ke Indonesia. Tunggu cerita terakhir saya dari perjalanan ini di blog yaa:D

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...