Friday, October 23, 2015

Bye London, Bien Venue en France!

Mungkin karena sejak jam 6 sore sudah terlelap, di hari terakhir di London ini saya sudah terbangun sejak jam 2 pagi. Update blog, packing lagi untuk memastikan tidak ada yang tertinggal, mandi dan bersiap-siap ke Paris.

Kereta kami akan berangkat pukul 07.01, namun kami diminta untuk check in dulu at least sejam sebelumnya. Di London, jam segitu masih gelap gulita dan sepi dimana-mana. Bingung juga, naik apa ya ke stasiun? Ada sih bis yang 24 jam melayani, tapi ribet juga membawa bawaan berat dengan bis lagi, mengingat waktu datang repotnya bukan main. Mau naik taksi alias black cab, mahalnya minta ampun. Akhirnya setelah bertanya ke Elliot, host airbnb kami, kami booking Uber yang ternyata available jam berapapun, harganya pun tak mahal.


Proses pemesanan Uber sama seperti di Indonesia. Menggunakan aplikasi yang sudah diunduh sebelumnya, dan pembayaran dilakukan menggunakan credit card. Berdasarkan estimasi  jarak, biaya yang harus kami bayar sekitar 6-9 Poundsterling, beda jauuuuh jika menggunakan black cab. Tak sampai 6 menit dari klik tombol OK di Uber, mobil yang kami pesan datang.

Wah mobilnya bagus dan besar (jangan tanya saya merknya apa ya hihi), dan begitu masuk kami disuguhi 2 botol air mineral. Supirnya berasal dari Rumania dan baru 3 bulan tinggal di London. Ternyata, biaya akhir yang kami bayar adalah 7 Poundsterling. Suami saya memberikan tip pada pengemudi yang menolak dengan halus. Hebat banget!

St. Pancras International letaknya berdekatan sekali dengan King's Cross Station. Tentulah saya tak mau melewatkan mampir sebentar kesini untuk melihat platform 3/4-nya Harry Potter dan berfoto di sana. Oh ya, sebetulnya kemarin saya dan suami sudah mampir ke sini dalam perjalanan ke Oxford Street. Toko Harry Potter menjual berbagai memorabilia seperti tongkat sihir Severus Snape, Harry Potter, syal keempat asrama Hogwart's sampai pin dan buku Harry Potter. Penuhnya minta ampun! Saya sampai tak bisa bergerak. Demikian pula yang mengantri untuk berfoto di platform 3/4, mengular panjang sekali. Karena itu, kami memutuskan besok pagi saja sebelum ke Paris mampir lagi.

Betul saja, namanya juga masih gelap gulita, walaupun memang tokonya masih tutup, tapi saya dan suami leluasa berfoto di depan platform 3/4 karena tidak ada orang lain lagi. Horeeee, mission accomplished!

Perjalanan ke Paris dengan kereta ditempuh dalam waktu 2 jam, sehingga kami tiba di Paris pukul 10.16 (perbedaan waktu sejam antara London dan Paris). Sampai di Paris, kami langsung membeli tiket public transport untuk segera menuju airbnb.

Host airbnb kami di Paris, Jeremy adalah seorang seniman dan web designer yang tinggal bersama pacarnya, Ann. Apartemennya berada di lantai 3 gedung yang tidak dilengkapi lift. Lumayan deh ngos-ngosan angkut barang bawaan ke atas. (Yang ngos-ngosan suami saya ding;p)

Sempat ngobrol dengan Jeremy sebentar (Ann belum pulang dari tempat kerjanya), kami berpamitan karena suami tak sabar ingin berkeliling Paris. Saya? Jujur, masih belum bisa move on dari London hehe. Apalagi karena saya pernah berkeliling Paris sebelumnya, sehingga yaaa tak se-excited suami:D

Kami naik metro menuju Trocadero. Wah di sana banyak sekali turis yang memenuhi untuk melihat dan menikmati keindahan Eiffel Tower. Untuk yang berkesempatan mampir ke sana, hati-hati ya karena banyak sekali scam dan copet berkeliaran. Waktu saya di sana saja sudah ada sekitar 4 atau 5 orang yang mendekati untuk meminta nama. (Konon katanya sih cuma catat nama kita, eh belakangnya kita akan dimintai "donasi" untuk apalah apalah apalah).

Kami menghabiskan waktu cukup lama di Eiffel Tower. Selain berfoto, kami juga menyempatkan diri duduk-duduk di taman dekat Eiffel sambil makan siang. Indah sekali deh!

Setelah dari Eiffel, kami melanjutkan perjalanan ke Arc de Triumphe yang tak kalah indahnya.

Cuma sebentar sih karena saya mulai gempor dan suami mulai lapar. Setelah berfoto, pulang deh ke airbnb. Di airbnb, tahu tidak apa yang kami lakukan? Googling rumah makan yang menjual makanan Indonesia karena:
a. Suami saya kangen nasi
b. Saya kangen sambal! Hiks, i need it so bad.

Eh ternyata ada lho 3 rumah makan yang khusus menjual makanan Indonesia. Sayangnya mahal banget huhuhu. Tapi ada 1 yang lumayan reasonable harganya, Mungkin kalau sudah tak tahan banget, akan kami coba juga:D


3 comments:

Joice said...

Dok fotonya kece2 ;) *view and foto modelnya ehehe

Wulan Dari said...

Dari kemarin, liat cerita dan foto2nya bagus smua
Tapi yg paling bikin ngeces....peron harry potter nya

Meta Hanindita said...

@Joice: Haha terima kasih lhooo!

@Wulan: Gratis pula!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...