Sunday, July 19, 2015

HK Trip Day-2: Gemporisme

Sewaktu menyusun itinerary, saya hanya terfokus pada satu hari penuh untuk dihabiskan di Disneyland demi memenuhi janji ke Naya. Sehingga saat ada sisa satu hari lagi, saya bingung juga mau dipakai apa. 

Ke Ocean Park, amusement park yang penuh wahana permainan dan jauh lebih besar dari Disneyland sempat menjadi pertimbangan saya. Tapi karena saya yakin Naya pasti kelelahan kalau menghabiskan waktu dua hari penuh, berturut-turut pula di wahana permainan. Selain itu, pertimbangan lainnya, di Ocean Park sendiri tak begitu banyak permainan yang bisa dinaiki anak seumur Naya. Okelah ya, Ocean Park lewaat! 

Gimana? Udah turis banget belum kita?:))
Next, Ngong Ping 360 dimana pengungkung dapat menaiki kereta gantung kurang lebih setengah jam dan menikmati kebudayaan plus pemandangan Lantau Island. Ini pun sudah saya tanyakan ke Naya yang tak acuh saja menanggapinya. Jadi, Ngong Ping pun lewat! 

Atraksi lain yang sering dikunjungi turis adalah museum Madame Tussauds. Sayangnya, baik saya maupun Naya, ditambah suami pula kurang tertarik. Hahaha jadi lewaaaat juga. Lalu apa dong? Setelah banyak googling dan membaca forum travelling, pilihan saya jatuh pada Big Bus Tour Hop On Hop Off Bus. Hah? Apa itu? 

Big Bus ini berhenti di hampir seluruh landmark, pusat perbelanjaan ataupun public attraction di Hongkong. Dengan membayar HKD 480/orang (kemudian kami mendapat diskon menjadi HKD 400), kami bisa berkeliling ke mana pun di Hongkong sesuai rute Big Bus tadi selama 24 jam penuh. Harga tersebut juga sudah termasuk tiket pulang pergi naik Ferry, tiket naik The Peak Tram (tanpa mengantri!), dan naik sampan di Aberdeen (juga tanpa mengantri). Ada 3 rute yang bisa diikuti. Red route, blue route dan green route. 

Awalnya sih kami merencanakan mengikuti 3 rute sekaligus. Ambisius banget ya? Haha tapi baru 2 rute Naya sudah tampak lelah sehingga kami putuskan balik kanan pulang saja ke hotel. 

Eh ya, ngomong-ngomong soal hotel, saya suka sekali dengan hotel kami saat ini. Dengan harga yang affordable, letak yang strategis, service memuaskan, kami pun mendapat handphone yang dipinjamkan gratis oleh hotel. Handphone ini berisi kuota data unlimited yang bisa digunakan sepuasnya dan bisa juga dipakai menelpon rumah. Gratis! Ah seandainya kembali ke Hongkong lagi, saya mau banget ke Nathan Hotel ini. Kembali ke soal rute. Pagi-pagi, saya sudah terbangun sejak jam 3 subuh waktu Hongkong. Kebiasaan bangun sahur sih hahaha. Karena susah tidur lagi, saya browsing-browsing saja soal Hongkong. 

Setelah mandi, kami sarapan di dekat hotel. McD saudara-saudara! Yang buka 24 jam dan sudah jelas kehalalannya. Rupanya, rasa McD di Hongkong jauh berbeda dengan di Indonesia. Saya (seperti biasa) tak selera sehingga hanya menghabiskan sepotong hash brown saja. Naya? Jangan ditanya. Selain hash brown, Naya pun menghabiskan scramble egg, segelas susu dan pancake plus daging sapi. Sama seperti suami saya. Setelah sarapan, kami sempatkan diri untuk berfoto-foto mumpung masih sepi. Maklum, masih sangat pagi di Hongkong. Lihat deh, seperti cuma ada kami bertiga saja di sana kan?:p

Menaiki bis yang berhenti tepat di depan hotel, kami menuju tempat pemberhentian Big Bus pertama di Tsim Tsa Tshui. Lalu, berburu tiket Big Bus Tour di sana. Jangan khawatir, banyak sekali petugas mengenakan polo merah berlogo Big Bus yang menawarkan tiket dengan harga diskon. 

Kami lalu naik ferry menyebrangi lautan. Wah saya mabuk laut pula, memalukan sekali. Ya maap, saya ini memang gampang sekali mabuk, darat/laut/udara. Cuma mabuk cinta saja yang tidak:p 
Lagi mabuk pun tetap pose:p

Naya senang sekali naik ferry. Sepanjang perjalanan ia menyanyi tak henti/henti. Lalu setelah itu, kami mengikuti rute Big Bus yang membawa kami ke The Peak, puncak tertinggi Hongkong. Kami naik tram ke atas lalu berfoto-foto di sana. Wah, pemandangannya! Breathtaking! Bagus bangeeeet. Sayangnya, cuaca sedang panas-panasnya, gosong deh saya. Sebenarnya dengan di Surabaya sih panasan di Surabaya. Tapi  karena di Hongkong kami lebih banyak jalan kaki, jadi terasa sekali deh.

Naya sudah letih dan tertidur di stroller. Kemudian kami mengelilingi Hongkong di Big Bus yang nyaman, sambil menanti Naya terbangun. Setelah Naya bangun, kami lanjut makan siang berupa kebab, karena halal. Tak diduga, saya suka sekali denagan kebabnya. Enak banget! Sudah kenyang semua, kami menuju ke museum maritim Hongkong. Saya dan suami memang ingin sekali Naya mengenal museum. Setelah puas berputar keliling museum, kami melanjutkan perjalanan kembali naik ferry, lalu menuju hotel. 

Sebelum sampai hotel, kami berkeliling melihat mesjid terbesar di Hongkong, lalu menuju Golden Crown Guesthouse. Di guesthouse ini, banyak tiket untuk atraksi publik yang dijual lebih murah dari harga pasaran. Saya membeli tiket Disneyland untuk keesokan harinya dengan diskon HKD 50/orangnya. Lumayan banget ya!

Besok, rencananya akan kami habiskan seharian di Disneyland. Wah padahal saya sudah gempor bukan main hahaha. Yaa anggap saja sauna sambil olahraga biar langsing setelah lebaran:p

Eh iya, saya jadi ingat. Tadi selama di bis saya mengobrol sama Naya.
M: "Kak, i really can't wait to go to Disneyland tomorrow!"
N: "Really? Why, mama?"
M: "Because i loooove Disneyland. Its the happiest place on earth, they said."
N: "Well, you have to be patient mama. Everything has its own time. Please mama, don't rush on anything. Slow down. Calm down."
M: Errrrrrr
(Sementara suami yang mendengarkan di belakang kami asyik ngikik, siaul!)

But honestly, really, i can't wait to go to Disneyland!:))
(Naya engga baca ini kan ya?:p)

1 comment:

Yenny Kristanto said...

wah naya english nya bagus ya mba Meta.. Kalo dirmh di ajarin ngomong pake bahasa inggris ya?

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...