Friday, May 8, 2015

Road to #PlayAndLearn Part 1

Dalam rangka beberapa hari menuju launching buku #PlayAndLearn, saya akan menulis beberapa hal mengenai buku tsb di blog ini. Hal yang pertama adalah latar belakang, macam di skripsi gitu lho! *padahal saya engga pernah bikin skripsi seumur-umur* :)))

Kalau ditanya, apa sih alasan saya membuat buku ini? Jawabannya agak panjang sebetulnya. Jadi, buat yang rajin mengikuti blog ini pasti tahu benar, awalnya anak saya Naya, sempat mengalami masa-masa tidak mau main. Tepatnya begitu ia berusia 2 tahun. Permainan apapun tak dilihat. Segala macam mainan, semua tak disentuh. Saya khawatir sekali waktu itu, karena saya tahu betapa pentingnya bermain bagi seorang anak. Apalagi, di umur Naya yang baru segitu, satu-satunya "pekerjaan" Naya seharusnya adalah bermain.



Saya mencoba segala cara agar Naya mau bermain. Saya ajak Naya ke segala macam playground mulai dari yang gratisan -karena menempel di food court atau rumah makan- sampai yang harus membayar lumayan mahal sekali masuk. Mulai dari yang penuh dengan wahana aktivitas fisik sampai yang hanya naik mobil-mobilan elektrik. Semuanya tak membuat Naya berminat sama sekali. Saya mencoba memberikan Naya segala macam mainan tapi yaaa paling hanya dilirik Naya tak sampai 5 menit. Pernah sih, Naya mau bermain mainan wahana seperti korsel atau trampolin, tapi yaaa sebentar saja mencoba, sudah selesai deh.

Akhirnya, saya mencari cara membuat permainan yang kira-kira akan Naya sukai. Karena Naya waktu itu sedang suka-sukanya membaca dan menulis, saya buatkan permainan yang membutuhkan baca dan tulis seperti yang pernah saya tulis di sini. Selain itu, karena Naya sedang suka-sukanya berhitung, saya buatkan juga permainan yang membutuhkan kemampuan berhitung. Nyatanya, Alhamdulillaaaaah, usaha saya berhasil! Naya jadi senang sekali bermain.

Karena itulah, saya terdorong untuk membuatkan berbagai permainan baru untuk Naya. Kebanyakan permainan ini saya buat dari bahan yang ada di rumah alias seadanya sehingga tidak membutuhkan modal apapun, benar-benar murah meriah! Idenya pun bisa saya dapat dari mana saja. Misalnya, ketika Naya berusaha setengah mati untuk menalikan sepatu, saya mendapat ide untuk membuat permainan yang dapat membantu Naya melatih motorik halusnya dalam menalikan sepatu. Kemudian di lain kesempatan, karena Naya kesulitan memasang kancing yang kecil, saya buatkan pula aktivitas permainan yang dapat membantu jari-jari Naya untuk memasang kancing kecil.

Saya sering men-share aktivitas permainan Naya ini di Path maupun di grup BBM pertemanan saya. Eh ternyata, banyak banget lho teman-teman saya yang malah memesan aktivitas permainan yang sama untuk anak mereka. Saya sih senang saja kalau memang mau dibisniskan, engga susah kok bikinnya. Satu permainan bisa saya selesaikan sekitar 15 menit. Tapiiii, setelah saya pikir-pikir lagi, sebetulnya akan lebih baik jika yang membuat aktivitas permainan tsb adalah ibu dan anak sehingga bisa pula dipakai sebagai bonding time.

Maka itulah, saya memutuskan untuk menulis bagaimana cara membuat, apa manfaatnya, dan sekaligus menyiapkan perlengkapannya -untuk para ibu yang malas ribet atau rempong mencari-cari lagi bahannya-dalam paket buku ini.

Sejujurnya, pada waktu itu saya sedang mengerjakan proyek buku terbaru saya yang masih diambil dari blog ini. Sementara kegiatan permainan alias Play And Learn adalah satu bab saja yang terdapat di dalam buku tadi. Setelah didiskusikan dengan pihak penerbit, kami memutuskan untuk menjadikan bab Play And Learn ini sebagai satu buku tersendiri, lengkap dengan foto-foto full color, dan bahan/perlengkapan untuk membuatnya. Jadi deh, draft buku saya dirombak habis-habisan. Makanya agak memakan waktu yaa setelah buku sebelumnya;) *alesan* :))

Ingin menjadi orang pertama yang mempunyai buku saya? Cek di sini ya!

1 comment:

Kania Ningsih said...

ga sabar menanti bukunya mba :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...