Monday, February 29, 2016

Bye Wisdom Teeth!

Seperti yang pernah saya ceritakan di postingan sebelumnya, saya telah berhasil mengukuhkan niat untuk melakukan operasi wisdom teeth alias gigi geraham. Memang sih, seharusnya operasi ini sudah dilakukan waktu saya masih remaja -yaa sekarang juga masih kayak remajalaaah:p-, tapi jujur saya ini penakut banget. Apalagi kalau menyangkut soal gigi:D

Anyway, kembali ke soal operasi gigi. Setelah niat terkumpul, saya langsung menghubungi dokter gigi pilihan saya,  Prof Coen. Karena memang ratu survey, jauh hari -sudah berbelas tahun yang lalu tepatnya- saya sudah sering bertanya pada teman sejawat yang dokter gigi, teman sejawat dokter sampai teman PPDS Bedah Mulut yang mengambil MKDU sekelas dengan saya. Siapa yang mereka rekomendasikan untuk tindakan pencabutan gigi geraham. Percaya atau tidak, semua menjawab dengan seragam. Sehingga sudah sejak jauh hari pula saya putuskan, seandainya suatu hari nanti saya berani dioperasi, maka dokternya harus beliau.


Setahun yang lalu, saya sudah melakukan pemeriksaan rontgen gigi atau panoramic. Waktu itu saya sudah berniat juga untuk operasi, namun rupanya nyali menciut ketika melihat hasil rontgen. Saya merasa hanya gigi geraham bawah kiri saja yang bermasalah. Lah kok ternyata malah keempatnya. Kiri dan kanan, atas dan bawah. Karena menyiapkan mental operasi 1 gigi, tentu saya mundur teratur dan tak siap mental begitu tahu harus dicabut keempatnya. Namanya juga penakut:p

Setelah mengumpulkan niat dan menyiapkan mental, saya mendatangi tempat praktek beliau dengan gagah berani. Sendirian, karena suami sedang berada di Jepang. Inginnya sih langsung dioperasi saat itu juga, karena saya takut kalau diundur, nanti nyali saya ciut lagi. Tapi, suami meminta saya mengatur jadwal operasi setelah ia datang dari Jepang. Jadilah selama seminggu menunggu suami itu, setiap harinya saya -ingat ya, ratu survey!- sibuk browsing cerita pengalaman orang lain operasi gigi geraham, melihat video di youtube prosedur pencabutan gigi geraham sampai akhirnya stress sendiri. Percaya engga, hampir setiap malam, saya mimpi buruk gegara gigi!

Hampir semua cerita pengalaman orang lain yang ada di blog mengenai pencabuta gigi geraham ini menyarankan untuk makan sebanyak-banyaknya sebelum operasi karena setelah operasi, akan kesulitan makan. Saya? Boro-boro terpikir makan, sudah stress bangeeeet. Kata suami, wajah saya pucat pasi seharian hahaha.

Saya tiba di tempat praktek Prof tepat sesuai janji jam 9 malam. Beberapa kali diajak ngomong, sudah tak nyambung jawabannya. Ya maaaap, namanya juga stress. Menurut ngana?
Saya dijelaskan risiko operasi, karena gigi impaksi tadi dekat sekali dengan syaraf, kemungkinan besar terjadi parestesi. Parestesi adalah sensasi abnormal, bisa berupa kesemutan, rasa tertusuk atau terbakar. Dan parestesi ini bisa jadi permanen. Waduh. Saya yang sedang stress berat jadi tambah stress. Untunglah suami ikut serta, dan memutuskan untuk tetap operasi. COba kalau saya sendiri, pasti gagal lagi deh operasinya:p

Karena sebelumnya sudah rajin menonton youtube dan membaca teori operasi, saya sudah hapal langkah-langkah yang akan dilakukan. Pertama, saya diminta meminum tiga macam obat. Antibiotik, anti nyeri dan anti radang. Setelah itu, di sekitar bibir dan gusi dioleskan jelly yang rasanya seperti strawberry namun pahit. Jelly ini berfungsi sebagai anestesi lokal. Benar saja, beberapa menit setelah dioleskan jelly, gusi dan pipi saya terasa tebal dan kebas. Setelah itu, gusi di sekitar gigi tadi disuntik dengan obat bius. Rasanya ngilu sedikit, tapi karena saya sudah berpikiran nyerinya luar biasa, jadi tidak terlalu terganggu dengan ngilu tadi.

Beberapa menit menunggu, proses operasi akan dimulai.  Bagian atas tubuh ditutupi dengan doek steril, dan disterilisasi. Awalnya memang ada 4 gigi yang akan dioperasi, namun setelah saya diskusikan, Prof setuju untuk mengoperasi 2 gigi bawah dulu yang urgent. Tahapan selanjutnya adalah menyobek gusi sekitar gigi, lalu gigi tadi dipotong menggunakan bor sampai kecil-kecil. Karena pengaruh obat bius, serius deh, tak terasa sakit sama sekali. Cuma saya tetap tegang karena mendengar suara bor yang mengerikan -buat saya-:p

Begitu gigi telah terpotong kecil-kecil, kemudian dicungkil agar tercabut. Saya tetap tak merasakan apa-apa selain tegang -karena suara bor-, dan kepala yang ditarik kesana kemari haha. Setelah itu dijahit, selesai deh! Kaget juga, karena untuk operasi 2 gigi, hanya memakan waktu setengah jam saja. Highly recommended deh buat yang sedang mencari dokter untuk operasi gigi geraham.

Potongan gigi saya:')
Begitu selesai, satu hal yang saya sadari. Lho..kok saya engga bisa ngomong? Apa kabaaar siaran? (Iye yang penting memang siaran):p Semoga hanya efek obat bius yaaa.

Buat yang masih galau gegara takut mau operasi, percaya deh. Saya penakut -banget!- dan setelah operasi, menyesal juga kenapa tak sejak dulu dioperasi. Silakan kumpulkan niat ya!:)

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...