Friday, August 8, 2014

Perjalanan Naya

Menyambung kembali tulisan soal Naya yang ini nih!

Setelah mendapat surat rekomendasi dari psikolog yang khusus menangani anak gifted, kali ini PR saya adalah mencari sekolah yang bersedia menerima Naya di TK-B dalam usianya yang tiga tahun. Saya sendiri sejujurnya sudah dalam taraf "mutung" karena sudah mendaftar ke 15 sekolah, mengikuti seleksi masuk, tes psikologi sampai tes wawancara tanpa hasil. Saya khawatir kali ini akan mengalami hal yang sama. Saya sih personally engga masalah ya, tapi bagaimana dengan psikis Naya? Saya sudah mencoba mati-matian mengembalikan kepercayaan diri Naya setelah jadi minderan gegara tidak diterima di 15 sekolah tsb. Kalau dengan surat rekomendasi psikolog yang ini pun saya harus kembali mengulang pengalaman yang sama, saya angkat tangan deh! Mendingan engga usah mencoba mendaftar.

Syukurlah, dari psikolog yang menangani Naya, saya mendapatkan 3 sekolah yang kemungkinan mau menerima Naya. Sekolah ini ketiganya adalah sekolah umum tapi menerima anak special needs di kelas umumnya. Saya si ratu survey segera mendatangi ketiga sekolah ini untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya. Naya sengaja tidak saya ajak supaya seandainya Naya tidak bisa diterima, tidak akan kecewa.

Sekolah yang pertama adalah sekolah yang cukup terkenal. Saya sering mendengar namanya direkomendasikan di forum ibu-ibu. Lokasinya tidak jauh dari rumah, dan bangunannya bagus. Secara umum sesuai deh dengan kriteria saya dalam mencari sekolah untuk Naya. Hanya saja, yang cukup mengganjal adalah sekolah ini berbasis agama Kristen. Saya engga keberatan karena saya pun dulu pernah bersekolah di sekolah Katolik selama 9 tahun. Tapiiiii, rupanya di sekolah tersebut, agama Kristen diterapkan secara menyeluruh. Apapun dihubungkan dengan agama. Saya jadi pikir-pikir dulu deh. Apalagi Naya masih sangat muda. Jadilah sekolah pertama ini saya skip.

Sekolah yang kedua pun letaknya tidak jauh dari rumah. Saya pernah meliput sekolah ini waktu masih bekerja di stasiun televisi. Sekolah ini cukup terkenal dan bisa dibilang unggulan di antara sekolah swasta. Namun karena berbasis agama Kristen juga, saya skip lagilah sekolah ini.

Sekolah yang ketiga tidak pernah saya dengar namanya sebelum ini. Lokasinya lumayan jauh dibanding kedua sekolah lainnya. Saya googling untuk mencari review dari orangtua murid, tapi hampir tidak ada yang saya temukan. Saya mulai ragu-ragu. Kok namanya engga terkenal begini ya? Jangan-jangan kualitasnya pun diragukan?

Karena tidak ada pilihan lagi, saya menelepon pihak sekolah dan diminta datang di hari yang ditentukan. Saya ingat waktu itu adalah hari pertama tahun ajaran baru anak sekolah. (Naya memang terlambat mendaftar karena ya itu tadi, emaknya yang kece ini sempat mutung:p)

Saya datang ke sekolahnya mengajak Naya karena kepala sekolah ybs ingin mengobservasi Naya. Ternyata sekolah ini termasuk baru, sehingga bangunannya masih bagus dengan halaman yang cukup luas. Menggunakan metode pengajaran Montessori, sekolah ini berbasis agama Budha. Saya mulai kembali ragu. Namun setelah berdiskusi dengan kepala sekolahnya, saya malah jadi yakin menyekolahkan Naya di sana. Menurut beliau, walaupun berbasis Budha namun di playgroup serta TK, anak-anak diajarkan agama secara universal. Barulah di tingkat setelahnya, diajarkan agama sesuai kepercayaannya. Saya melihat beberapa foto murid berjilbab di website mereka:)

Hari itu, Naya diminta ikut trial dengan teman-teman dari TK-B. Saya melihat sendiri betapa bersemangatnya anak-anak sekolah tsb bersekolah. Mereka tampak enjoy sekali dalam belajar. Setiap pagi ada circle time dimana murid playgroup A-B-TK A-TK B berkumpul membentuk lingkaran dan saling bercerita tentang apa saja, berdoa dan bernyanyi bersama. Hal ini supaya anak dapat menempatkan diri saat bergaul dengan anak yang lebih kecil, sebaya dan lebih besar. Ini yang saya cari buat Naya!

Saya melihat betapa anak-anak yang bersekolah di sana merasa senang belajar, tidak ada paksaan sama sekali. Saya bisa bilang begini karena di sekolah-sekolah Naya sebelumnya, saya sering melihat murid-murid yang ngambek atau menangis karena harus masuk sekolah. Di sekolah ini, tidak ada pemandangan begitu yang saya temukan. 

Awal trial, Naya tampak masih takut namun lama-lama malah dia yang bersemangat sekali bersekolah. Sepulang sekolah, Naya menelepon saya meminta dibelikan pensil baru, penghapus baru serta rautan baru untuk bersekolah di TK-B. Setiap saat Naya menceritakan harinya di TK-B. Saya belum pernah lho melihat Naya se-excited ini, sesenang ini dan sesemangat ini.

Setelah menjalani trial selama 2 hari, saya diminta menunggu kabar apakah Naya bisa diterima di TK-B atau tidak. Serius, saya menunggu dengan deg-degan. Naya sudah bertanya terus kapan dia masuk sekolah di TK-B. Naya sudah meminta dibuatkan seragam, dibelikan tas baru dan sepatu baru untuk TK-B. Setiap hari Naya menghapal bunyi Pancasila, menghapal lagu-lagu yang diajarkan di TK-B sampai berlatih menggunting yang rapi karena waktu trial diajarkan menggunting. Bagaimana coba kalau Naya engga diterima? Duh membayangkannya saja hancur hati ini:'( Setiap hari, Naya tak lupa berdoa kepada Allah meminta supaya diterima di TK-B. Engga sampai hati saya melihatnya.

Hampir 3 minggu menunggu (karena liburan panjang lebaran), saya dipanggil untuk datang ke sekolah. Saya benar-benar dag-dig-dug. Diterima atau engga? Kalau engga diterima, saya musti bilang apa ke Naya? Kalau engga diterima, apa rencana saya selanjutnya buat Naya? Segala pikiran sejenis berkecamuk di otak saya.

Di hari yang ditentukan, saya ijin sebentar dari rumah sakit untuk datang ke sekolah. Saya sengaja tidak membawa Naya. Setelah menunggu beberapa menit, saya bertemu kepala sekolah yang memberikan kabar menyenangkan buat kami. Alhamdulillah, Naya diterima!
Anak unyilku sudah TK-B:')

Naya super happy mendengar kabar ini, saya juga jadi ikut happy:D

Semoga Naya merasa nyaman di sekolahnya yang baru ini ya, amiiiin!

1 comment:

anggraeni septi said...

yeeyy naya udah TK-B. berarti naya sekarang diterima di sekolah mana dok? :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...