Thursday, August 7, 2014

A Better Person

Tulisan ini dibuat dalam rangka hari anak nasional beberapa hari yang lalu. Baru tahu kalau masih nangkring di draft:)))) Maklum deh ya, sibuk mudik *alesan*:p

The best love is the one that will bring out your best qualities and make you want to be a better person.
Sejak dulu kala, saya dikenal teman-teman terdekat dan keluarga karena pelupa. Bukan pelupa terhadap hal-hal penting seperti dosis obat atau hasil pemeriksaan laboratorium pasien lho. Kalau soal yang saya anggap penting seperti ini, wah saya bisa ingat berbulan-bulan:D

Saya memang cenderung melupakan (atau kurang memerhatikan ya?) hal-hal sepele seperti di mana menaruh handphone, di mana meletakkan kunci, di sebelah mana memarkir mobil dsb dsb. Saking parahnya "penyakit" ini, kerabat dekat saya engga pernah heran kalau menemukan handphone saya yang konon sudah hilang berhari-hari di dalam freezer kulkas. Pernah juga jam tangan yang selalu saya pakai tiap hari ditemukan di dalam tempat sampah. Atau yang sempat membuat saya malu bukan kepalang, melaporkan kehilangan mobil di tempat parkir salah satu mal Surabaya sampai membuat para satpam heboh, lalu baru ingat kalau saya datang ke mal tersebut dengan taksi dan bukannya membawa mobil sendiri:p

Setelah ada Naya, saya mulai memerhatikan hal-hal yang selama ini saya anggap sepele dengan lebih fokus. Saya engga pengin ada kejadian meninggalkan Naya di mal karena lupa datang ke mal dengan Naya (Pssstt.. beberapa tahun yang lalu saya pernah meninggalkan ponakan saya karena lupa:p). Saya juga engga pengin kelupaan menyimpan ASIP di kulkas sehingga harus dibuang. Saat ini Alhamdulillah, saya merasa sudah jauh berubah sejak sebelum ada Naya. Saya tidak pernah lagi kelupaan di mana menaruh barang, tidak lagi juga lupa dimana memarkir mobil:D

Saya merasa banyak berubah setelah ada Naya. Bukan hanya sifat pelupa saya saja, tapi masih banyak yang lainnya.

Dulu, hidup saya cenderung tidak teratur. Sesempatnya saja. Saya bisa makan siang pukul 4 sore, dan makan malam pukul 10 malam. Saya bisa shalat Maghrib sesaat sebelum azan Isya berkumandang. Saya sering menonton infotainement yang sebetulnya setiap hari isinya sama saja. Saya bekerja hampir 20 jam sehari, dengan jadwal tidur yang tak tentu. Kadang tidur dalam sehari, kadang juga engga sama sekali.

Setelah ada Naya, saya merasakan hidup saya menjadi jauh lebih teratur. Saya tidak mau Naya mencontoh saya menjadi tidak teratur. Sehingga saya mendisiplinkan diri untuk membuat hidup saya menjadi teratur. Saya tidur tepat waktu, shalat pun diusahakan tepat waktu, makan pagi-siang-malam tepat waktu. Saya merasa lebih sehat dan segar:D

Dulu, saya paling ogah berolahraga. -sekarang juga sih sebenarnya;p- tapi karena sering berkeliling di taman-taman kota Surabaya dengan Naya, saya membiasakan diri untuk setidaknya berjalan sehatlah. Saya juga hobi ngemal:p Rasanya dulu tiap weekend hampir pasti berjalan-jalan ke mal. Setelah ada Naya, saya ingin Naya merasakan weekend tanpa mal. Berwisata kan tidak harus ke mal ya? Jadilah saya jarang ke mal. Lumayaaaan, irit banyak:p

Its true, the best love is the one that makes you a better person. I love my babygirl, and it makes me what i am today. A better person:)

1 comment:

Cindy Anggraeny said...

Wah kok sama yaa bu dokter ..
Saya jg pelupa thdp hal2 kecil, malas makan, sholat pun jg begitu. Nge-mall pun hobi bgt, rasanya klo seminggu gaa ke mall sama sekali itu hampa. Tpi beda nya saya belum punya baby, mungkin nanti ketika sya sudah punya baby hidup sya menjadi lebih teratur kayak mama nya kakak ayya yaa. Hehee

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...