Wednesday, August 20, 2014

Naya Masuk Sekolah

Mengupdate tulisan saya yang ini, sudah beberapa hari Naya masuk sekolah. Namanya saja emak-emak, Naya yang sekolah tapi saya yang dag-dig-dug sebelumnya. Sejuta deh rasanya! Saya khawatir Naya ternyata engga bisa mengikuti pelajaran di sekolah, takut kalau teman-temannya membuat Naya engga nyaman dan malah bikin Naya mogok sekolah, deg-deg-an takut keputusan saya memutuskan Naya sekolah di TK B salah, dan sejuta ketakutan serta kekhawatiran lainnya.

Kekhawatiran saya diperburuk saat seorang teman mengirimkan link ini. Kalau membaca pengalaman emak-emak yang lain, sepertinya lebih baik menyekolahkan anak di usia yang lebih tua daripada lebih muda. Saya sendiri punya pengalaman punya teman yang berusia muda saat masuk SD (5 tahun). Dia bisa mengikuti pelajaran, tapi saat sudah kelas 4 atau 5 jadi malas-malasan belajar dan hampir tidak naik kelas. Kalau kata guru saya, mungkin saja karena waktu yang seharusnya dia masih bermain sudah digunakan untuk bersekolah. Seram kan ya:"(

Sebenarnya sih, saya tahu kekhawatiran saya sungguh sangat tidak beralasan. Semua keputusan saya untuk Naya termasuk menyekolahkannya di TK-B sudah melalui konsultasi dan diskusi intensif dengan beberapa konsultan tumbuh kembang, beberapa psikolog serta psikiater. Bukan sekadar googling, membaca forum ibu-ibu, atau berbekal "katanya" "kata tetangga" "keponakan saya bla bla bla""tetangga saya bla bla bla" dkk dkk.  Walaupun usia Naya saat ini masih 3 tahun, dari hasil pemeriksaan dan pengamatan, usia mental Naya sudah mencapai 2x lipat dari umur sesungguhnya. Demikian pula dengan kemampuannya. Jadi mustinya engga usah khawatir yaaa. Tapi tetap saja, namanya emak-emak, kalau engga parno rasanya kurang lengkap:p

Naya sangat bersemangat mau sekolah. Semalam sebelumnya, Naya tidak bisa tidur karena sibuk menyiapkan seragam, tas sekolah sampai jepit rambut yang akan dipakai keesokannya. Saya sampai sebal karena Naya bolak/i mengecek tas sekolah. Rempong bener-____-"

Keesokan harinya, Naya bangun pagi sekali, langsung mandi dan mengenakan seragam. Wah saya terharu melihatnya. Anak unyil saya sudah TK-B:')

Mau pas foto tapi gayanya pose begini-__-"

Mungkin karena way too excited, menjelang jam masuk sekolah, Naya malah ketakutan, menangis engga mau sekolah. Eaaaaa, anak labil, emak galau:)))) Saya tanya kenapa Naya tidak mau sekolah, jawabnya karena takut teman baru. Setelah dijelaskan, mau juga Naya bersekolah walaupun di sekolah menurut gurunya menangis sebentar.

Saat pulang sekolah, Naya terlihat bahagia sekali. Dia bercerita diajarkan menghapal Pancasila, menghitung pecahan sampai menyanyikan lagu 17 Agustus. Saya lega sekali. Kekhawatiran saya tak terbukti:) Eh tapiiii, siklus berulang keesokan paginya. Naya menangis karena takut sekolah. Kembali saya bujuk sampai mau. Rasanya menurut saya masih wajar sih, karena di sekolah yang sebelumnya Naya pun seperti ini, setidaknya sampai 2 minggu pertama. Sekarang, setelah hampir seminggu Naya bersekolah sudah tidak ada lagi drama paginya. No more tears! *kok kaya iklan shampoo bayi ya:)))*

Saya belum pernah melihat Naya bersemangat sekali sekolah, rutin menceritakan saya pelajaran di sekolahnya sampai mati-matian menghapal lagu kebangsaan. Oh ya, kemarin Naya ikut upacara, sepertinya dia sangat terkesan sehingga bolak/i mengajarkan saya cara upacara di rumah-__-", Saya senang sekali melihat Naya bahagia, dan merasa yakin bahwa keputusan saya mengikuti rekomendasi para ahli untuk menyekolahkan Naya di TK-B adalah benar adanya:D

Sekarang PR saya ada 1 lagi nih, survey SD! Saya sih sejujurnya ingin Naya mengulang TK-B sampai 3 tahun sehingga bisa masuk SD saat berusia 6 atau 7 tahun. Tapi, sebelum Naya diterima di TK-B, pihak sekolah sudah mendapat catatan khusus dari Diknas kalau Naya tidak boleh sekolah di TK-B lebih dari setahun. Artinya, anak bayi saya tahun depan HARUS bersekolah di SD di usianya yang ke-4. Ehm.. mencari sekolah yang mau menerima Naya TK-B di umur 3 tahun saja setengah mati rasanya sampai emaknya ikut mutung, apa kabar ya mencari SD?

Oh ya satu lagi ding, saya harus bisa cuek, cukup tersenyum manis dengan kedipan mata *halah* setiap ada orang yang tidak tahu benar cerita soal Naya.  Entah berapa orang yang sudah menjudge saya dengan berbagai cara. Mulai dari menyindir halus sampai terang-terangan mengomeli saya saat mengetahui Naya sudah bersekolah di TK-B. Ada juga yang menakut-nakuti saya. Waduh, terima kasih banyak ya atas "bantuannya". Benar lho! Ada yang kaget mengetahui Naya sudah bersekolah di TK-B dan "bercerita" -entah benar apa engga- tentang keponakannya.

"Eh keponakanku dulu juga gitu. Pinter, akhirnya dimasukin ibunya ke SD padahal masih kecil banget. Akhirnya engga naik kelas karena engga bisa ngikutin, terus stress karena dianggep bodoh sama temen-temennya. Sekarang minderan banget."

Waktu saya tanya apa sebelum disekolahkan sudah dites macam-macam? Jawabnya engga pernah-_-"
Malas kan ya saya nanggepin yang beginian?-____________-"

Banyak juga yang malah meminta konta konsultan tumbuh kembang, psikiater dan psikolog Naya supaya anaknya bisa direkomendasikan untuk bersekolah lebih muda di usia sesungguhnya-_-" Saat saya tanya apakah anaknya juga "special" seperti Naya, jawabnya ya engga sih, masih normal tapi pengin sekolah lebih cepat biar keren. Kalau begini yang ambisius itu siapa coba?-__"

*BRB latihan senyum dengan kedipan mata*

Doakan yaa semoga Naya betah dan nyaman di sekolahnya yang baru, bisa mengikuti semua pelajaran dengan baik, bisa bersosialisasi dengan baik pula di lingkungannya. Selain itu doakan juga emaknya ini dianugerahi kesabaran tanpa batas bukan hanya untuk menghadapi anak unyil tapi juga untuk menghadapi para kaum pen-judge di luar sana:p Amiiin!

6 comments:

Farial Naftalin said...

Hebat banget ibu dan naya..top!!
btw, bisa secerdas itu di usia 3 tahun bagaimana ya mba?

Retsa said...

a mother knows best Meta... yang penting anak-nya happy dan juga bersemangat, disamping udah melalui berbagai test ya. Klo aku bandingin ama anak aku yg seumuran, emang beda jauh kok kemampuannya ;p All the best for the new school Naya!

ndutz said...

Hai kak meta.. salam kenal aku yesha adik kelasnya kak meta skrg lg internsip.. pas lg googling cari2 bekal buat masuk ppds pedi ehh tyt ketemu ni alamat web.. sekali baca udh langsung ngfans sama kak meta dan naya.. wahh lucunya yaaa @.@
Kak meta berbagi donk gmn caranya bs masuk ppds pedi hiks.. pengen banget kayak kak metaaa @.@

Rahmawati said...

Waahhh....hebat ya Naya. Edsel di usianya skrg 3.5 tahun, masuk PAUD aja masih ga mau. Normal ga sih?

Meta Hanindita said...

@Farial: Hehe, alhamdulillaaah mbak. Gimana ya caranya? Saya juga ga ngerti:D

@Retsa: Thank youuuu Retsaaa!

@ndutz: Hehehe, coba dicek postingan yang dulu2.

@Rahmawati: Masih normaaaaal, di bawah 4 taun belum ada kewajiban sekolah:D

zata ligouw said...

gemez deh liat gayanya Naya pas mau difoto, sadar kamera banget :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...