Monday, September 9, 2013

The Unanswered Questions

Karena sekarang Naya sedang memasuki masa never ending questions, saya selalu berusaha sebaik mungkin dalam menjawab pertanyaannya. Simple sih, saya engga mau berbohong pada Naya apapun alasannya. Walaupun karena itu, terkadang akhirnya pertanyaan Naya akan mengundang pertanyaan lain.

Contoh ya, kami lagi mengantri masuk jalan tol.
Naya: "Mama, kita lagi ngapain nih kok engga cepet jalannya? Nunggu apa?"
Meta: "Lagi ngantri kak masuk jalan tol."
Naya: "Ngantri itu apa ma?"
Meta: "Tunggu giliran kak."
Naya: "Giliran apa?"
Meta: :"Giliran masuk. Kalau semuanya mau masuk barengan kan engga cukup jalannya, harus satu-satu kayak kakak kalau baris mau masuk kelas di sekolah itu lho."
Naya: "Kok bayal ma? Di sekolah kakak kok mau masuk ga bayal?"
Meta: "Di sekolah kakak juga bayar kok, tapi setiap bulan engga setiap hari. Yang biasanya mama masukin amplop dititipin mbak itu kan bayar."
Naya: "Bayalnya ke siapa?"
Meta: "Uang sekolah kakak bayar ke miss kan, kalau jalan tol bayar ke pak-nya."
Naya: "Pak tol tuh juga suka ngajalin nyanyi-nyanyi sama gambal-gambal kayak miss?"
Meta: "Ya engga dong, kan kerjanya beda. " *mulaibete:p*
Naya: "Pak tol kerjanya apa?"
Meta: "Kasih tiket tol  buat yang mau masuk."
Naya: "Tiket itu apa ma?" *agakagakesmosiiiii*
Meta: "Tiket tuh kertas kecil gitu kak, tanda kita udah bayar."
Naya: "Kayak sulat ya ma?"
Meta: "Iya"
Naya: "Belalti pak tol sama kayak pak pos ma. Kok pak pos engga dibayal tiap dateng?"
Meta: "Dibayar kok. Sebelum kirim barang kan mama bayar. Yang kirim ke mama juga udah bayar."
Naya: "Kenapa dibayal ma?" *mulaistresssendiri*
Meta: "Karena sudah kerja."
Naya: "Keljanya apa?"
Meta: *ngebatin Ya Allaaaah gustiiii berikan hambaMu kesabaraaaaan* "Kirim-kirim barang kan."
Naya: "Kalau sudah kelja dibayal ya ma?"
Meta: "Iya."
Naya: "Kakak Naya juga minta dibayal ma. Kan kakak sudah kelja."
Meta: "Kerja apa emangnya?"
Naya: "Yah macem-macemlah. Makan, mimik, main-main, gambal-gambal. mewalnai, nyanyi-nyanyi, ada banyak keljaannya kakak."
Meta: -___________________________-"
Jalan tolnya sudah kelewat entah sejak kapan, tapi bahasannya masih berlanjut teruuuuus.

Jujur, sampai sekarang masih ada beberapa pertanyaan Naya yang (belum) bisa saya jawab. Masih PR deh nih buat saya.

Naya: "Mama, Allah itu cewek apa cowok?"
Meta:*bingung* "Errrr...mama engga tau kak."
Naya: "Kok engga tau? Liat dong Allah itu pake rok apa celana? Pake bando engga? Lambutnya panjang apa pendek?"
Meta: *tambahbingung* "Mama engga tau. Nanti mama tanya papa ya."
Naya: "Makanya sekolah dong ma bial tau. Engga sekolah ya engga pintal, engga bisa tau!"
*ngakak*
Syukurlah, gegara omongan sekolah itu saya terselamatkan dari pertanyaan Naya yang tadi, saya sendiri masih mencari bagaimana seharusnya jawaban saya.

Yang lain lagi,
Naya: "Mama, kita sholat itu pake bahasa apa sih? Kok bukan ingglis? Bukan indonesa?"
Meta: "Iya, bahasa Arab kak."
Naya: "Kenapa bahasa Alab?"
Meta; *binguuuuung!* "Yaa supaya Allah mengerti."
Naya: "Katanya Allah pintel sekali. Kok bahasa indonesa apa ingglis aja engga ngelti ma? Allah sekolah engga? Suluh sekolah BumbleBee sama kakak aja bial ngelti."
Astaghfirullaaaah, saya bingung deeeeh beneran gimana jawabnya. Akhirnya saya suruh Naya tanya papanya saja yang belum pulang. Setelah papanya pulang, dia malah lupa. Alhamdulillah, saya masih punya waktu cari jawabannya:D

Kesempatan lain,
Naya: "Mama, gimana calanya jadi cowok?"
Meta: "Ha? Kakak mau jadi cowok?"
Naya: "Iya, bial bisa lali-lali, loncat-loncat, panjet-panjet."
Meta: "Memangnya kalau cewek engga bisa?"
Naya: "Iya, kata mbak anak cewek engga boleh panjet-panjet."
Meta:*bingungmaujawabapa*

Naya: "Mama, yangti kenapa pake jibab?"
Meta: "Yangti kan perempuan, agama Islam."
Naya: "Mama juga pelempuan, Islam juga, kenapa ga pake jibab?"
*JLEB* :)))) InsyaAllah nanti ya nak:)

3 comments:

Ratna Wahyu said...

Ah Nayaaa, kamu lucu sekali. Tapi aku jadi deg-degan klo nanti ditanya macam-macam sama Bintang

Bunda 'Aqila said...

hehe...meski bingung tapi pasti bahagia anaknya pinter :-)

anak saya seumuran Naya (lebih tua beberapa bulan kayaknya) cerewet suka tanya2 juga, bahkan sering diulang-ulang. Salah satu pertanyaan yang masih belum bisa saya jawab adalah Siapa nama ibu& ayahnya Ipin Upin, trus kemana ayah dan ibunya Ipin Upin kok nggak ada di TV? :-)

rahma ddy said...

Iya nih, saya juga sering mikir lama dulu sebelum jawab pertanyaan dari Edsel (2,5 tahun). Misal tentang mengapa laki dan perempuan berbeda? Mengapa Mbah Buyut meninggal? Kalo udah meninggal tinggalnya di mana? dsb.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...