Saturday, October 6, 2012

Diare Pada Anak

Coba tebak, kasus apa yang kejadiannya engga kenal musim? Pasti adaaaaaa aja setiap saat. Apalagi kalu musim, waah tambah banyak banget. Yes,  diare! KIta bahas sedikit yukkk..

Apa sih diare itu?
Diare adalah kondisi dimana anak BAB dengan konsistensi lembek atau cair, dan frekuensinya lebih sering (biasanya 3x atau lebih) dalam sehari.

Kenapa bisa diare?
Secara klinis, penyebab diare ini bisa dikelompokkan menjadi 6 golongan besar. Infeksi (virus/bakteri/parasit), malabsorbsi, keracunan, alergi, imunodefisiensi, dan sebab lainnya, Tapi yang paling sering sih karena infeksi.

Apa saja jenis diare?
Ada 2 macam, akut berlangsung kurang dari 14 hari. Kronis, berlangsung lebih dari 14 hari. Disebut juga dengan diare persisten.

Yang paling 'ditakutkan' dari diare adalah apabila anak jatuh dalam keadaan dehidrasi. Nah keadaan dehidrasi ini sendiri dibagi menjadi 3 macam. Tanpa dehidrasi, dehidrasi ringan/sedang serta dehidrasi berat. Kenapa harus dibagi seperti itu? Karena terapi yang diberikan kelak akan berbeda untuk setiap kondisi dehidrasi. Gitu yaa..

Nah, terkadang orangtua suka 'parno' sendiri. Anaknya diare, engga dehidrasi, tapi orangtua (biasanya ibu sih ya:p) sudah gaduh gelisah karena merasa anaknya dehidrasi berat. Tapi ada juga lho, orangtua yang anaknya sudah dehidrasi berat masih santai-santai saja karena engga tahu anaknya dehidrasi berat. Lah, terus bagaimana kita bisa mengetahui derajat dehidrasi anak?

Derajat dehidrasi.
Turgor yang dimaksud di atas bisa dicoba dengan 'mencubit' kulit di daerah perut. Apakah kembali segera, lambat atau malah sangat lambat.

Bagaimana mencegah dehidrasi sebelum dibawa ke dokter?
Kasih oralit. Kalau engga ada di rumah, boleh sementara dikasih air teh, air putih (yang matang ya, jangan air kran:p), kuah sayur, bahkan air tajin pun boleh.

Ada program pemerintah untuk menuntaskan diare pada anak. Namanya Lintas Diare (Lima Langkah Tuntaskan Diare). Langkah-langkah tsb adalah:
1. Berikan oralit
2. Berikan tablet Zinc selama 10 hari berturut-turut
3. Teruskan ASI dan makan,
4. Berikan antibiotik selektif, hanya untuk infeksi bakteri.
5. Nasihat pada ibu/keluarga. Nasihat tentang tanda dehidrasi, bagaimana menjaga kebersihan supaya mencegah diare, dll.

Bagaimana cara pemberian oralit?
Sebungkus oralit dimasukkan dalam segelas air matang (200cc). Untuk anak kurang dari setahun diberi 50-100cc cairan oralit tiap BAB. Yang lebih dari setahun boleh diberi 100-200cc setiap kali BAB.

Zinc itu apa sih? Penting ya dikasih? Saya engga mau ngasih obat banyak-banyak ke anak saya dok. *Rum mode on*
Ya, harus. Zinc adalah salah satu zat gizi mikro yang penting untuk anak. Waktu diare, zinc pasti akan hilang atau menurun jumlahnya. Makanya, pada anak yang diare, jumlah zinc harus diganti. ZInc ini akan membantu penyembuhan diare serta menjaga agar anak tetap sehat.

Kenapa harus 10 hari dok? Anak saya sudah sembuh kok baru 5 hari. Boleh engga diteruskan zinc-nya?
Jangan distop sebelum 10 hari ya. Ini dimaksudkan untuk meningkatkan ketahanan tubuh terhadap kemunginan berulangnya diare 2-3 bulan kedepan. Selain itu, pemberian zinc selama 10 hari terbukti membantu memperbaiki mukosa usus yang rusak.

Apa sih efek sampingnya zinc?
Sangat sangat sangat jarang dilaporkan. Tapi pada beberapa anak biasanya bisa terjadi muntah. Sebenarnya kalau diberikan dalam dosis yang benar, engga bakalan muntah kok:D

Emang dosisnya berapa dok?
Untuk bayi kurang dari 6 bulan diberi 1/2 tablet alias 10 mg/hari. Untuk yang sudah lebih dari 6 bulan diberi 1 tablet atau 20 mg/hari. Boleh dilarutkan kedalam air matang/ASI lho!

Katanya ASI bisa menyebabkan diare ya dok?
Justruuuu, ASI dapat mencegah diare. Jadi jangan stop ASI saat anak diare ya. Teruskan ASI, dan jangan juga batasi makanan saat anak diare. Lebih banyak makanan akan membantu mempercepat penyembuhan dan pemulihan:D

Apa semua diare harus diberi antibiotik?
Nope. Hanya jika ada indikasim seperti diare berdarah atau karena kolera atau disertai penyakit lain.

Boleh dikasih obat anti diare dok?
Tidak boleh. Jadi pada waktu anak diare, ada peningkatan pergerakan usus untuk mengeluarkan kotoran atau racun. Obat anti diare akan menghambat gerakan tadi sehingga kotoran yang seharusnya dikeluarkan malah dihambat untuk keluar. Obat anti diare juga bisa bikin komplikasi yang disebut prolaps. Ususnya terlipat/terjepit. Ini bahaya banget lho!

Demikian sekilas mengenai diare pada anak. Semoga berguna ya!

1 komentar:

cara menjadi agen ace max's said...

ijin menyimak ya, terima kasih, sukses selalu,,,

 
Design by Free Wordpress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Templates