Wednesday, December 2, 2015

Tuberkulosis Pada Anak

1. Apa sih Tuberkulosis itu?
Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman TB (Mycobacterium Tuberculosis). Sebagian besar kuman ini memang menyerang paru-paru. Tapi, bisa juga mengenai anggota tubuh lainnya. Mulai kelenjar, tulang, ginjal, otak, mata, dll.

2.Bagaimana cara penularan kuman TB?
Pada intinya sumber penularan adalah orang (dewasa maupun anak) dengan TB paru dan hasil pemeriksaan BTA (Basil Tahan Asam) positif. Artinya, ditemukan kuman TB dari hasil pemeriksaan dahak.

3.Kapan kita bisa mencurigai seorang anak terkena TB?
(Jawabannya panjang nih:p), secara garis besar apabila:
a. Anak kontak erat dengan pasien TB menular.
Anak tinggal serumah atau sering bertemu dengan pasien TB menular. Pasien TB menular ini pada umumnya adalah orang dewasa dengan pemeriksaan BTA positif.
b. Anak mempunyai gejala klinis TB.
Gejala klinis TB bisa berupa gejala umum (sistemik) atau sesuai dengan organ terkait. Yang penting dicatat nih, gejala klinis TB pada anak TIDAK KHAS, karena gejala yang sama bisa disebabkan penyakit lain selain tuberkulosis.


4. Apa saja gejala umum alias sistemik TB anak?
a. Berat badan turun tanpa sebab jelas atau tidak naik dalam 1 bulan setelah diberikan nutrisi yang cukup. ("Makannya sih banyak dok, semua dilahap. Tapi kok berat badannya engga naik blas ya.")
b. Demam lama (lebih dari 2 minggu), namun biasanya tidak tinggi, tanpa sebab yang jelas.
c. Batuk lama (lebih dari 3 minggu), dan segala kemungkinan penyebab sudah disingkirkan.
d. Berkurangnya napsu makan, tidak ada napsu makan atau gagal tumbuh.
e. Lesu, malas bermain.
f. Diare menetap lebih dari 2 minggu walaupun sudah diobati dengan adekuat.

5. Kalau gejala khusus sesuai organ terkait bagaimana?
Tentu tergantung organnya ya. Misalnya pada TB tulang belakang, akan ditemukan penonjolan tulang belakang. Pada TB kelenjar dapat ditemukan pembesaran kelenjar getah bening (seperti benjolan) kecil, dengan diameter >1cm yang tidak nyeri.

6. Bagaimana memastikan anak terkena TB atau bukan?
Untuk menegakkan diagnosis, seharusnya dilakukan pemeriksaan mikrobiologis dari bilas lambung atau dahak. Namun, hal ini sulit dilakukan pada anak-anak. Sehingga, IDAI, Kemenkes dan WHO membuat sistem skoring untuk membantu penegakan diagnosis TB pada anak di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Dasar.

7. Apa itu sistem skoring?
Diambil dari Juknis Manajemen TB Anak Kemenkes 2013
Sistem skoring adalah pendekatan hasil penelitian yang dilaksanakan IDAI, Kemenkes dan WHO untuk membantu diagnosis TB pada anak. Untuk mengetahui skor seorang anak, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan seperti pemeriksaan fisik, laboratorium serta radiologis. Anak didiagnosis TB jika skornya lebih atau sama dengan 6.

8. Bagaimana mencegah supaya anak tidak terkena TB?
Berikan nutrisi yang baik, dan imunisasi BCG.

9. Anak saya sudah imunisasi BCG, tapi kok masih terkena TB ya?
Sama seperti imunisasi yang lain, BCG pun tidak 100% memberikan efek proteksi. Namun dari berbagai penelitian, imunisasi BCG memberikan efek proteksi sekitar 80%, dan melindungi dari tingkat severitas yang parah.

10. Anak saya keringat malam terus kalau tidur, TB bukan sih?
Keringat malam BUKAN gejala spesifik dari TB, jika tidak disertai gejala klinis lainnya.

Semoga berguna ya!:)

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...