Thursday, September 18, 2014

Her Name Is Today

Kemarin saat sedang mengikuti kuliah S2, guru besar yang mengajari kami materi nutrisi pada anak membacakan satu kutipan yang diambilnya dari Gabriel Mistral. Saya tidak tahu betul siapa gerangan beliau, tapi kata-katanya menempel di benak saya untuk beberapa lama.

We are guilty of many errors and many faults
But our worst crime is abandoning the children, neglecting the fountain of life
Many of the things we need can wait, the child can not
Right now is the time, his bones are being formed, his blood being made
And his sense are being developed
To him we can not answer tomorrow, his name is TODAY

*

Terkadang saat melihat Naya, saya sering merasa terharu sendiri. Rasanya baru saja kemarin saya hamil dengan penuh perjuangan:p, baru saja kemarin saya membawa segala printilan menyusui setiap pergi, baru saja kemarin saya bingung setengah mati karena Naya sulit sekali tidur, baru saja kemarin saya menanti-nanti kata pertamanya, baru saja kemarin saya mengajarinya berjalan, baru saja kemarin saya membuatkan MPASI perdananya, benar-benar baru rasanya. Kenapa "tiba-tiba" Naya sudah berumur 3 tahun ya? Sudah lancar berbicara ini-itu, sudah bisa bertanya tanpa henti, sudah bisa split, bisa roll depan roll belakang, bisa makan sendiri, bisa mandi sendiri. Time really does fly.
Anak bayi saya:')

Betul, sejak ada Naya saya jarang sekali hang-out bersama teman-teman. Saya sangat mengurangi jadwal siaran radio saya. Saya sudah lama tidak syuting. Saya tak ingat kapan terakhir kali ke salon. Dulu, saya hapal semua lagu terbaru, mancanegara ataupun Indonesia. Sejak ada Naya saya lebih hapal lagu anak-anak macam Ruri Abangku dan Tukang Pos:))) Dulu, saya bisa membaca novel chiclit atau metropop kesayangan setiap hari. Sekarang, saya lebih hapal isi buku anak-anak seperti kisah perjuangan si Kelinci dalam lomba lari atau persahabatan si Gajah dan Semut. Dulu, saat ada waktu luang saya bisa dipastikan sudah melipir ke mall sebelah. Sekarang, di waktu luang saya lebih memilih menggunting dan menempel kertas berwarna atau menyembunyikan "harta karun" berupa potongan kertas berwarna dengan tulisan kata di atasnya. Dulu, setiap sore sepulang bekerja saya masih bisa leyeh-leyeh sekadar scrolling akun socmed untuk melihat apa yang sedang happening, sekarang sore saya diisi dengan mengantar Naya les. Dulu, malam saya isi dengan melihat tayangan talkshow atau infotainment di televisi. Sekarang, saya lebih sibuk mengarang permainan #Playandlearn untuk Naya.

Menyesalkah saya? Tidak. Sama. Sekali.

Karena hang-out dengan teman-teman bisa menunggu, siaran radio atau televisi bisa menanti. Pergi ke salon bisa ditunda, sama halnya dengan mendengar lagu terbaru atau membaca novel kesayangan. Pergi ke mall bisa nanti, update socmed bisa ditangguhkan. Tapi golden period Naya tidak akan pernah bisa diulang. Saat yang tepat untuk membentuk kecerdasan dan perilakunya adalah sekarang, tidak bisa ditunda atau ditangguhkan. Sebelum berusia 6 tahun, otak manusia sudah terbentuk 95%-nya.Sebelum 6 tahun, otak anak akan sangat sensitif dengan stimulasi. Pernah dengar kan kalau otak anak menyerap seperti spons?  Jadi menurut saya, sebelum 6 tahunlah waktu yang tepat untuk memberikan berbagai stimulasi tumbuh kembang, termasuk pendidikan karakter. 
Sebelum 6 tahun. Sebelum terlambat.

Saya bersyukur, walaupun bekerja masih dapat mendampingi Naya di setiap proses tumbuh kembangnya. Saya ada saat Naya mengucapkan kata pertamanya, saya pun hadir menyaksikan jalan pertamanya, konser balet pertamanya, wisuda pertamanya. Saya masih turun tangan membuat MPASI Naya setiap hari, membacakan buku cerita pada Naya setiap hari, dan bermain dengannya. Sampai hari ini pun setiap hari saya masih bisa mengajari Naya berhitung, menulis tegak bersambung atau membuat cerita. Segala kesusahan saya harus lari ke sana-sini demi bisa mengantar Naya, kurangnya waktu tidur, capeknya serasa hilang begitu saja setelah melihat Naya tumbuh menjadi anak sehat, pintar dan -semoga- sholehah. Alhamdulillah, betapa beruntungnya saya:)

ps: yes im a working mother, and im proud of it:D #ibubanggabekerja

Nanti kita nyalon dan hang-out bareng ya kak Aya!

 To her i cannot answer tomorrow, her name is TODAY:D

6 comments:

Ratih Rachma said...

jadi pengen bikin tulisan begini jugaa..hihi...nanti aku tag ya bu dokter metaa :) hehehe

rahma ddy said...

Satu hal yang saya sesali setelah membaca tulisan ini adalah : saya sekarang 'lupa' mengajak Ed menyanyi krn menganggap dia udah gede. Trims udh mengingatkn mba Met

Meta Hanindita said...

@Ratih: monggo:)

@Rahma: Sama2;D

El Fasa said...

Kayaknya baru kemarin saya nyamperin meta ke DJ FM, hehehe

Anonymous said...

Ini ada di diktat pediatri saya dok hehe semoga Naya selalu jadi anak yg sholehah dan membanggakan kedua orang tuanya, aamiin :')

feni Amriani said...

iya, met.. bener banget.. apalagi diriku nih,met.. alhamdulillah punya waktu banyak utk anak2

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...