Sunday, July 13, 2014

Fun Facts;)

Kalau dulu saya pernah menulis 11 hal tentang diri sendiri, kali ini saya ingin menulis 11 hal tentang Naya.

1. Naya super sensitif.
Maksud sensitif di sini bukan bisa merasakan yang gaib-gaib ya:p Kalau yang itu sih wallahualam.
Naya peka sekali terhadap lingkungan sekitarnya. Berlebihan alias lebay menurut saya! Misalnya saja Naya melihat tetangganya menangis. Bisa-bisa Naya sampai tidak tidur semalaman memikirkan kenapa tetangganya menangis. Sampai sekarang pun setiap Naya mau makan, dia akan  bertanya dulu apakah mama, papa, mbak pengasuh sampai ART di rumah sudah makan. Kalau semua sudah makan, baru deh Naya mau makan.

Mau belanja bulanan tapi tidak tahu apa saja yang habis di rumah? Tanya Naya saja. Pasti dia hapal. "Mama, telul habis, kentang habis, sabunnya mbak Siti juga habis, minyak goleng, bawang melah, bawang putih tinggal sedikit, supelpel juga tinggal dikit." Macam emak-emak ya?:p Waktu saya tanya kok Naya bisa hapal begitu? Jawabnya "Iya, halus ma. Kasihan papa engga bisa makan telul kalau habis. -Bapaknya memang pecinta telur- Mbak Siti engga bisa mandi kalau sabunnya habis, dll dll dll." So sweet ya?:')

Saya juga selalu menahan diri untuk tidak ngobrol masalah pasien di rumah sakit dengan suami di rumah, setidaknya tidak di depan Naya. Bukan apa-apa, karena Naya akan bersedih hati dan memikirkan pasien saya tadi -yang bahkan engga pernah ketemu Naya!-,lalu bolak/i bertanya, "Mama, pasien mama yang kejang kemalin gimana? Sudah sembuh? Sudah bangun?" dan percaya atau tidak, moodnya pun jadi berubah tergantung keadaan pasien tadi. Kasihan juga melihatnya memikirkan keadaan pasien saya.

Terlepas dari sisi positifnya, ada juga negatifnya dari ke-oversensitivitas-an Naya. Naya gampang sekali merasa "sakit hati" dan tersinggung. Bagi anak lain mungkin biasa saja, tapi Naya akan mengingat suatu kejadian yang menyinggungnya sampai berbulan-bulan, dan mogok bicara dengan orang yang membuat dia tersinggung. Padahal besar kemungkinan, orang tsb hanya bercanda. Maka dari itu, saya selalu ekstra hati-hati berbicara dengan Naya.

2. Naya punya fokus yang sangat tinggi.
Setiap melakukan sesuatu -apapun-, Naya tidak bisa diganggu gugat. Perhatiannya sangat fokus terhadap hal yang ia kerjakan, sehingga apapun yang terjadi engga bakal bisa mengganggu. Naya juga selalu menyelesaikan semua yang ia kerjakan. Misalnya, bermain congklak/dakon. Saya yang sudah dewasa saja terkadang bosan menunggu sampai biji congklak habis. Tapi Naya sabaaaar sekali menanti sampai permainan selesai. Seandainya saya memintanya memotong permainan untuk mengganti dengan permainan lain, Naya engga bakal mau. Dia bisa lho mengerjakan puzzle berjam-jam. -Sekali lagi- Saya saja yang sudah dewasa malaaaas. Hehe, apa memang saya saja yang pemalas ya:p

3. Naya banyak makan, dan engga pernah pilih-pilih.
Alhamdulillah, tidak menurun dari saya, Naya engga pernah pilih-pilih makanan. Semua yang ada dilahap. Semua jenis makanan diakunya sebagai makanan kesukaan. Mulai buah alpukat, anggur, jeruk, durian, nangka, mangga, pepaya, sayuran brokoli, bayam, kangkung sampai ayam, sapi, udang, ikan semua mau. Sehari Naya bisa makan lebih dari 5x lho! Tapi engga gendut-gendut ya:))) Yang penting sehat ya nak!:)

4. Naya engga suka bermain.
Sejak berusia 2 tahun, Naya benar-benar mogok bermain. Apapun. Boneka, masak-masakan, kasir-kasiran, lego, apa sajalah. Yang dia suka hanya buku dan belajar menulis. Akhir-akhir ini Naya tertarik dengan thinking games -yang sebenarnya untuk anak berusia 6 tahun ke atas- seperti Topple, congklak, Falling Monkeys, dll. Tapi karena lawannya -baca: saya- selalu bisa dikalahkan (bukan sengaja mengalah lho!), rupanya dia bosan dan mogok bermain lagi. Saya masih mencari jenis thinking games lain nih supaya Naya mau bermain. Oh ya, Naya terkadang masih mau bermain di area bermain dimana dia bisa berloncatan trampolin, berayun atau naik kuda. Walaupun engga terlalu lama dan hanya kadang-kadang saja, saya sudah bersyukur sekali. At least, Naya mau.

5. Naya sering meminta namanya diganti.
Naya pintar sekali mengarang nama. Bagus-bagus lho walaupun engga jelas apa artinya. Seingat saya, dia pernah meminta namanya diganti dengan Migiya, Atrisha, Alana, Miru, dan entah apa lagi saking banyaknya:)))

6. Naya punya tanda lahir.
Karena letaknya di wajah, beberapa kali Naya meminta tanda lahirnya dihilangkan. Malu katanya. Untunglah saya punya tanda lahir yang jauhhhh lebih besar di kaki dan bisa dijadikan contoh kalau tanda lahir itu bukan sesuatu yang memalukan. Akhirnya, Naya bangga sekali dengan tanda lahirnya itu.

7. Naya kepo:)))
Mungkin menurun dari saya kalau ini ya:))))) #salamkepo :p
Bukan hanya rajin bertanya mengenai sains yang ada di sekitar, Naya pun engga bisa engga ingin tahu soal apapun yang terjadi. Misalnya saya sedang BBMan lalu senyum-senyum sendiri, Naya pasti langsung merebut smartphone saya untuk melihat apa yang membuat saya senyum sendiri. Begitu pun kalau mendengar saya ngobrol dengan papanya, pasti Naya ikut bertanya. "Si X itu siapa ma? Temen mama di mana? Kampus? Doktel juga? Doktel apa? Punya anak? Namanya siapa? Umul belapa? dst dst" Kepo banget dah!:)))

8. Naya pemalu banget.
Walaupun kalau difoto gayanya numero uno, di rumah pun ngomongnya ga bisa dihentikan, di luar rumah Naya sangat pemalu. Ini sepertinya menurun dari saya #pret :))))
Naya membutuhkan waktu beradaptasi cukup lama dengan lingkungan baru, demikian juga halnya untuk bersosialisasi. Semua akan dia observasi dulu. Kalau menurutnya "orang baru" yang dia amati bisa berinteraksi baik dengannya, baru deh mau mingle. Naya juga engga pede-an, sepertinya karena Naya sangat perfeksionis.

9. Naya perfeksionis. Banget.
Naya seperti "memaksa diri sendiri" untuk selalu menjadi no 1. Ini PR banget nih buat saya-_-". Saking perfeksionisnya, Naya lebih memilih engga mau mencoba hal baru sama sekali lho daripada salah atau kalah.

Pernah suatu hari, Naya meminta ikut lomba mewarna. Tentu saja saya menyambut gembira. Naya bahkan sampai menelpon saya di rumah sakit untuk didoakan.
N: "Mama, kakak mau lomba. Doain yaaa supaya menang."
M: "Kak, engga usah menang juga engga apa-apa, yang penting kakak senang."
N: "Engga mau, maunya menang."
M: "Engga perlu kak. Menang apa engga itu engga penting. Yang penting itu usahanya kakak, dan kakak senang ikutannya,"
N: *diam* "Dadah mama" *tutuptelpon*

Beberapa menit kemudian, pengasuhnya menelepon saya karena Naya menangis minta pulang bahkan sebelum lomba dimulai. Padahal Naya sudah duduk manis di tempat lomba. Di rumah, saya bertanya kenapa Naya menangis dan batal ikut lomba. Jawabnya, "Takut kalah."

Duh, saya langsung sedih seharian mendengarnya. PR buat saya nih, bagaimana mengatur supaya perfeksionisnya Naya bisa diarahkan ke sisi positif.

10. Naya engga bisa diam.
Maksud engga bisa diam di sini adalah baik mulut dan motoriknya. Rumah selalu ramai dengan "kicauan"nya. Kalau sampai tidak ada suara Naya, kami serumah pasti curiga. Jangan-jangan dia lagi ngumpet di tudung saji. Saya pernah panik lho waktu itu, mencari Naya kemana-mana dan tak kunjung ketemu. Untunglah engga berapa lama, terdengar suara unyil nahan tawa:D

Siapalah yang nyangka si unyil ngumpet di sini?-__-"
Motoriknya pun engga bisa diam. Lompat-lompat, memanjat-manjat, menari balet atau apalah pokoknya bergeraaaak teruuus.

11. Naya bawel.
Sejak bayi pun, kemampuan verbalnya sudah terlihat jelas. Apalagi sekarang, Naya selalu berbicara menggunakan kalimat panjang, terkadang menyertakan kata-kata sulit yang membuat saya terkejut melulu. Misalnya konfirmasi, klarifikasi atau istilah lain yang saya juga tak tahu dari mana datangnya,

Contohnya nih, kemarin saat saya omeli karena dia minta es teh kotak milik saya walaupun cuma sedikit.
M: "Kak, jangan minum es teh punya mama terus. Kalau batuk gimana?"
N: "Mamaaaa, jangan khawatil. Sebetulnya minum es teh itu tidak menyebabkan batuk. Minum dingin juga engga. Yang membuat batuk hanyalah satu hal. "*ini beneran engga saya ubah lho, asli Naya ngomongnya beginih!*.
M: "Satu hal? Apa itu kak?"
N: "Kelupuk ma! Kan mengandung banyak minyak."
M: :))))))

Karena inilah, saya seringkali lupa kalau anak saya ini masih berusia 3 tahun. Saat Naya ikut saya mencoblos pun dia engga mau kalah berkomentar.
N: "Mama, olang2 ini pada mau pilih plesiden Indonesia ya?"
M: "Iya kak."
N: "Kenapa ya kok semua sibuk sekali? Padahal kan sudah jelas yang menang yang nomol 2, pak Jokowi." (Saya shocked banget dengernyaaaa! Engga ada koran atau TV lokal di rumah saya, entahlah dengar darimana si unyil ini).
M: "Ya belum tentu kak. Kan tergantung hari ini."
N: "ENgga kok. Yang menang yang nomol 2 ma, liat aja ntar. Mama pilih no 1 ya? Ya gpp sih, tapi jangan sedih ya kalau kalah."
-______________-"

Demikian beberapa fakta soal Naya. Nanti saya lanjutkan lagi kapan-kapan yaaa:D
Btw, setelah saya baca ulang, ternyata banyak yang mirip dengan ciri anak gifted ya?:D

6 comments:

HPY said...

Like parents like daughter.. nurun bo-nyoknya tuh.. huehehehe...

Anonymous said...

Sumpah kak met. . Paling demen bingiiit kalo baca tulisan tentang naya ;))))))

ourcosmic said...

aku juga suka naya, ngefans juga, hihi.. makasi sharing cerita naya mbak

AsTri Pasaribu said...

Luar biasa Kak Naya...
Selalu senang membaca ttg Kak Naya..
Ngefans deh.

Sehat terus ya kak..tambah pinter.

Gbu

Yanuarty Paresma Wahyuningsih said...

masya Allah emejing banget si Naya, persis kayak sepupu saya, waktu masih 3 tahun cerdas dan rewelnya sama kayak Naya..

ngefans deh sama si Naya ^__^

scientiafifah said...

ahahaaa, cerdas dan kocak banget mbaak,Nayanyaaa :D
ditunggu cerita2 ttg Naya selanjutnnya ya Mbak :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...