Sunday, July 20, 2014

Iri Hati

Ada yang pernah terpikir kalau tuhan itu engga adil?

Saya pernah. Beberapa tahun lalu, saya punya seorang teman yang menurut saya sangatlah sempurna. Selain cantik, dia juga pintar, jago menyanyi, tinggal di rumah mewah, kemana-mana diantar sedan keluaran terbaru, dan bolak/i ke luar negeri saat liburan. Coba saja tanya teman-teman saya yang lain, pasti semua ingin menukar hidup masing-masing dengan hidup si Cantik, sebut saja namanya begitu. Termasuk saya.

Saya engga pernah ke luar negeri -waktu itu-, kemana-mana diantar supir angkot:p, menyanyi pun sumbang, cantik juga engga, kok bisa jauh banget yaaa. Sepertinya tuhan menciptakan si Cantik dengan segudang kelebihan tanpa menyisakan sedikit pun buat saya. Melas?:p Itu yang saya rasakan.

Tanpa saya sadari, rasa jealous pada si Cantik ini semakin menjadi-jadi sampai pada akhirnya suatu hari Cantik mengajak saya ngobrol. Dia bilang kalau selama ini iri pada saya. Hah? APAAA? *mulailebay:)))* Engga salah nih? Kok bisa? Apa yang bisa disiriki dari saya?

Menurutnya-menurutnya lhooo!-, saya ini punya banyak teman dimana-mana dan disenangi siapa saja, saya gampang bergaul, pintar bercerita, selalu senyum dan tidak pernah terlihat susah atau sedih. Selain itu, saya punya orangtua yang walaupun sibuk selalu meluangkan waktu untuk saya. Rupanya, di balik kesempurnaannya, Cantik sedang bersedih karena orangtuanya bercerai dan tidak pernah ada untuknya.

Jleb. Saya langsung merasa tertohok lho! Betapa selama ini saya sudah "menuduh" tuhan tidak adil, tidak memberikan saya kelebihan, padahal sesungguhnya kalau saja saya mau bersyukur, tuhan sudah menganugerahkan saya banyaaaaaaaaaaaak sekali. Alhamdulillah, saya diberi orangtua yang begitu menyayangi saya, Alhamdulillah saya diberi kesehatan, Alhamdulillah saya masih diberi kesempatan untuk selalu senyum, Alhamdulillah.

Saya baru menyadari. Mungkin benar juga quote yang bilang "Jealousy is when you count someone elses blessings' instead of your own". Bukannya bersyukur atas segala nikmat yang saya punya, saya malah lebih berfokus pada nikmat orang lain. Bukannya melihat kelebihan diri, saya malah lebih memperhatikan kelebihan orang lain tanpa melihat kekurangannya.

Pada akhirnya, saya yakin Allah memang Maha Adil dan Maha Mengetahui. Iri hati boleh saja, selama dimanfaatkan untuk memacu diri berusaha lebih baik lagi. Tapi kalau sampai membutakan mata hati dan mempertanyakan keadilan Allah sih engga baiklah ya:D

Sesungguhnya, Allah Maha Adil:)

2 comments:

Farah Diba Genie Permana Fadil said...

:') terima kasih sudah diingatkan untuk selalu bersyukur, Mbak Met..

Ayu Citraningtias said...

pernah banget saya seperti itu juga dan ditegur pula walopun bukan dengan orang yang telah membuat saya iri. karena memang Tuhan telah menciptakan setiap manusia bersama dengan keistimewaannya :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...