Sunday, April 16, 2017

Khitan pada Anak


Masalah khitan atau sunat seringkali ditanyakan oleh orangtua. Karena kebetulan saya mendapat beberapa pertanyaan terkait khitan ini dari Detik.com, sengaja saya share di sini juga. Semoga bermanfaat:)


1. Sebenarnya apa manfaat kesehatan dari sunat untuk si kecil?
a. Mencegah terjadinya infeksi saluran kencing
b. Menurunkan risiko terjadinya kanker penis
c. Menurunkan risiko terkena STD (Sexually Transmitted Disease) atau Penyakit Menular Seksual.
d. Mencegah terjadinya fimosis, kondisi di mana kulup melekat erat pada penis.
e. Lebih mudah menjaga kebersihan saluran kencing.

2. Kapan sebenarnya sunat dilakukan? Apa ada waktu yang berbeda antara anak laki-laki dan perempuan?

Sebetulnya sunat dapat dilakukan kapan pun. Namun karena di Indonesia pratik sunat dikaitkan dengan aturan agama, maka yang pasti dilakukan sebelum anak mencapai umur baligh. Secara medis, semakin muda sunat dilakukan pada seorang anak maka risiko perdarahan akan berkurang dan masa penyembuhan akan semakin cepat.

3. Biasanya, perempuan disunat sejak masih bayi, kenapa?
Pertama, saya ingin menyamakan persepsi dulu mengenai definisi sunat perempuan itu seperti apa. MUI telah mengeluarkan fatwa tahun 2008 yang intinya mengatalan bahwa sunat perempuan hukumnya Makrumah atau salah satu ibadah yang dianjurkan seperti mencukur bulu kemaluan, menggunting kuku, khitan dll. Tata cara secara syariahnya pun telah diatur yaitu dengan hanya menggores selaput pada klitoris perempuan menggunakan jarum steril, BUKAN melukai atau memotong klitoris sama sekali. Pengertian ini sangat berbeda dengan Female Genital Mutilation yang sering dilakukan di Afrika. Tapi memang, karena kerancuan definisi ini, WHO juga Amnesty International menganggap sunat perempuan di Indonesia yang dilakukan berdasarkan kaidah syariah ini sama dengan praktik Female Genital Mutilation. Padahal tidak.

Permenkes 2010 yang mengatur soal sunat pada perempuan sebenarnya sudah dicabut lewat Permenkes 2014. Pertimbangannya karena sunat pada perempuan bukan suatu tindakan kedokteran dan tidak berdasarkan indikasi medis.

Kembali ke soal budaya dan agama, karena khitan pada perempuan ini mengikuti syariat agama maka pelaksanaannya pun merujuk pada syariat agama dimana disunnahkan khitan pada hari ke-7.

4. Bagaimana juga perawatan pasca sunat untuk bayi perempuan?
Tidak ada yang spesifik. Ingat, sunat perempuan yang saya maksud ini berbeda sekali dengan sunat pada bayi lelaki. Biasanya, setelah bayi perempuan disunat yang sesuai dengan syariat agama, cukup dicuci menggunakan larutan antiseptik. Begitu saja kok.

5. Dalam kondisi tertentu, anak laki-laki biasa sudah dilakukan sunat bahkan sejak bayi, biasa kondisi apa yang mengharuskan hal tersebut?
Kembali semua tergantung pada orang tua. Ada yang ingin mengikuti teladan nabi yang mulai khitan saat anak bayi. Namun ada juga yang menunggu sampai anak berusia lebih besar. Walaupun begitu, ada beberapa kondisi yang membuat dokter menyarankan anak dikhitan, misalnya terjadi fimosis dan infeksi saluran kencing berulang.

6. Bagaimana juga perawatannya?
Pada intinya pasca sunat, diharap luka bekas sunat tetap kering. Jangan menggosok luka bekas sunat, jika perlu gunakan celana longgar untuk mencegah gesekan pada luka bekas sunat. Tetap jaga kebersihan dengan membersihkan kelamin anak perlahan setelah buang air.

7. Selain punya manfaat, apa hal yang mungkin terjadi dari resiko sunat? Baguskah sunat sejak bayi?
Proses sirkumsisi adalah prosedur medis minor yang membutuhkan waktu singkat. Walaupun sangat jarang, ada beberapa komplikasi yang bisa terjadi misalnya perdarahan, iritasi dari ujung penis, infeksi, komplikasi pada uretra. Walaupun begitu, sunat dianjurkan pada saat bayi justru karena selain mengurangi risiko perdarahan juga agar waktu recovery atau penyembuhan lebih cepat.

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...