Tuesday, June 16, 2015

Mogok Makan

Percaya engga, salah satu keluhan terbanyak alasan orangtua membawa anaknya ke dokter spesialis anak adalah "Anak saya susah makan dok!". Setiap orangtua pastilah pernah menghadapi gerakan tutup mulut alias GTM dari anaknya. Termasuk saya lho! Walaupun Alhamdulillah Naya termasuk anak yang suka makan, tetap saja pernah mogok makan.

Apa sih penyebab GTM ini? Banyak. Mulai dari sakit (jangankan anak, kita saja yang dewasa suka malas makan kan ya kalau lagi sakit?), trauma karena berulangkali dipaksa makan, tumbuh gigi sampai karena bosan. 

Namanya juga orangtua, pastilah khawatir kalau melihat anak tak mau makan, sehingga biasanya cenderung lebih permisif saat anak GTM. Contohnya, membiarkan anak  makan biskuit favoritnya saja, daripada tidak mau makan Atau membiarkan anak minum susu saja (malah kalau perlu dibelikan susu seperti di TV yang katanya khusus anak tak mau makan)  yang banyak asal ada nutrisi masuk. Atau membiarkan anak hanya makan makanan favoritnya saja seperti junk food. Yang penting kan ada asupan gizi yang masuk. Benar engga sih ini?
Menurut penelitian di tahun 2011, penyebab tersering GTM pada anak adalah inappropriate feeding practices, perilaku makan yang tak benar atau pemberian makanan yang tidak sesuai usia. Seringkali, hal ini terjadi sejak fase penyapihan atau waktu dimulainya pemberian makanan pendamping ASI (MPASI). 


Pemberian makan yang benar harus memperhatikan beberapa hal seperti ketepatan waktu, kuantitas dan kualitas makanan, kehigienisan penyiapan dan penyajian makanan serta, last but not least, harus sesuai tahapan perkembangan anak. Pemberian makanan sesuai tahapan perkembangan anak mencakup tekstur makanan dan perbandingan makanan padat serta cair.


Apa sih yang seharusnya kita lakukan sebagai orangtua untuk mencegah anak mogok makan? Jawabannya adalah dengan melatih perilaku makan yang benar (feeding rules) pada anak. Bagimana caranya?

DO's
1. Atur jadwal makanan utama dan makanan selingan (snack) yang teratur yaitu tiga kali makanan utama dan dua kali makanan kecil di antaranya. Susu dapat diberikan dua - tiga kali sehari.
2. Batasi juga waktu makan tidak boleh lebih dari 30 menit.
3. Buat lingkungan yang menyenangkan untuk makan. Biasakan makan bersama keluarga di meja makan. Jika tidak memungkinkan untuk makan bersama, sebaiknya tetap latih anak makan di meja makan.

4. Dorong anak untuk makan sendiri. Bila anak menunjukkan tanda tidak mau makan (mengatupkan mulut, memalingkan kepala, menangis), tawarkan kembali makanan tanpa memaksa. Bila setelah 10-15 menit anak tetap tidak mau makan akhiri proses makan. Latih anak untuk mengenali rasa kenyang dan laparnya sendiri.



DONT'S

1. Jangan memaksa anak makan, apalagi sampai memarahinya karena justru membuatnya trauma.

2. Jangan membiasakan anak makan sambil disambi aktivitas lain seperti bermain, menonton televisi atau berjalan-jalan keliling kompleks.

3. Jangan memberikan minuman lain selain air putih di sela makan.

4. Jangan memberikan makanan sebagai hadiah.



Semoga setelah ini, engga mogok makal alias GTM lagi ya:D


1 comment:

Harga Range Rover Sport SVR Gayahidupku said...

wah terima kasih tipsnya, berguna sekali terutama yang memiliki buah hati dan susah makan. Lihat juga tips-tips lain di Gayahidupku.com

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...