Sunday, April 5, 2015

Naya-4-Tahun

Di dua tahun pertama usia Naya, saya rajin sekali menulis mengenai perkembangan milestonenya. Setidak-tidaknya, paling jarang sebulan sekali. Tapi lama-lama, karena milestone di atas 2 tahun tentu tak secepat 2 tahun pertama, saya jadi lebih jarang menulisnya. Kalau saya lihat postingan ke belakang, malah sudah lama sekali saya menulis soal Naya:D

Kali ini, saya ingin memposting beberapa hal soal Naya yaaa!

1. Naya sudah (tambah) lancar membaca dan menulis. Tulisannya rapi lho, walaupun harus di kertas bergaris. Karena tanpa garis, pasti tulisannya naik turun:)) Kalau dulu Naya sepertinya terobsesi benar dengan membaca, sekarang sepertinya sih sudah lebih seimbang. Tentu Naya masih suka membaca, tapi saat ini Naya sudah suka bermain. Kemajuan pesat deh menurut saya. Naya suka diajak bermain di playground, mandi bola, naik kereta atau yang semacamnya. Agak telat ya buat ukuran seumur Naya? Yaaa tak mengapa, mengusahakan sampai Naya bisa seperti ini pun memakan waktu lamaaaaa dan usaha keras:)
2. Seperti yang pernah saya ceritakan sebelumnya, Naya suka sekali membajak handphone saya. Awalnya sih ia pakai untuk whatsapp-an atau BBM-an dengan Utinya atau bapaknya. Selain itu juga untuk ngobrol dengan teman-teman dekat saya. Tapi lama-lama, Naya mulai random memilih kontak untuk diajak chatting dengannya. Bahaya deh. Masa ya, Naya pernah BBM-an dengan salah satu guru besar yang sungguh saya hormati. Haduhhhh, Nayaaaaaa! Karena itulah, setelah berdiskusi panjang lebar dengan suami, Naya kami pinjamkan iPod milik suami yang biasa dipakainya mendengarkan musik. Akhirnya saya download aplikasi BBM di iPod tadi atas nama Naya (Sebetulnya Naya lebih suka Whatsapp, tapi karena iPod tak ada nomornya yaa tak bisa deh!), lalu saya add keluarga dan teman dekat saya yang Naya kenal. Tahu tidak, begitu iPod ini dipinjamkan ke Naya, saya menghitung-hitung mungkin dalam sehari Naya bisa ganti profile picture sampai 10x!:))

3. Naya punya anxietas berlebih terhadap berbagai hal. Dia bisa lho, menangis histeris begitu masuk ke gedung tempat parkir mal hanya karena khawatir tak dapat parkir. Naya juga sering mengkhawatirkan hal-hal yang terkadang buat kami sepele. Misalnya saja, mulai gaduh gelisah saat hujan datang. Dia khawatir kelak hujan deras sampai banjir, dan kami semua tenggelam di dalamnya. Setiap hari pun Naya selalu mengejar-ngejar saya berangkat pagi, saking khawatirnya terlambat datang ke sekolah. Ya kali jam 4 pagi sudah minta diantar ke sekolah-_-" Hal sepele lain yang bisa membuat Naya histeris karena cemas berlebihan ini misalnya khawatir kehilangan tutup dari pulpen yang ia pakai menulis. Syukurlah, kalau dulu saya sempat takut sendiri karena "keajaiban" Naya ini, sekarang saya sudah mengerti benar memang begitulah karakteristik anak seperti Naya, setidaknya seperti tertulis di buku ini.

4. Naya sedang senang-senangnya menajdi polisi. Maksudnya bukan berpakaian ala polisi ya:p Naya senang sekali jika lingkungannya disiplin dan mengikuti aturan yang berlaku. Begitu ada yang dirasa olehnya tak sesuai dengan aturan, jangan kaget kalau Naya akan menegur. Serius lho ini! Saya bolak/i ditegur Naya karena membaca buku sambil tiduran -ya bagaimana dong, abis posisi enak baca memang tiduran ya:p-, lalu nanny di rumah ditegur pula hanya karena terlambat menyiapkan makanan Naya beberapa menit dari waktu makan siangnya. Galak deh pokoknya. Naya juga sedang suka-sukanya "menangkap" omongan yang menurutnya tak sopan. Kalau ada yang kedapatan oleh Naya berbicara tak sopan, haduhhh panjang ceramahnya. Karena kosakata Naya juga masih terbatas, kadang dia suka sotoy:)) Masa ya waktu saya sedang ngobrol sama suami dan membicarakan bahasa medis, Naya langsung protes. "Mama, papa! Engga sopan ya bilang gitu. Meningitis itu ga sopan, ga baik diomongin!" Apeuuuuu deh kaaaaak-_-"

5. Selera makan Naya Alhamdulillaaaaah, selalu baik sejak dulu. Tapi akhir-akhir ini, mungkin karena tambah besar, porsi makan Naya jadi jauh lebih banyak dibanding sebelumnya. Apapun ia makan. Mulai dari roti, nasi soto, nasi rawon, nasi kuning, sampai pecel, bayam, sop dan lalapan. Naya juga suka sambal. Walaupun bolak/i saya larang, tapi rasanya tak pengaruh juga karena kami serumah memang tak bisa makan tanpa sambal. Benar juga kata ungkapan, memberikan nasihat yang paling efektif memang dengan memberikan contoh, bukan sekadar bicara:p Walaupun begitu, Naya tetap mungil dan imut-imut. Entahlah kenapa, selama growth chartnya masih baik-baik saja, saya sih tak begitu khawatir:D

6. Naya tambah bawel. Saking bawelnya, di keluarga kami sampai terkenal ungkapan "Kalau sedang tidak makan atau tidur, pasti Naya lagi ngomong!" :))) Benar lho! Kosakatanya bertambah luas, artikulasi semakin jelas, pilihan kata dan kalimatnya pun terkadang masih saja mengagetkan saya. Padahal seharusnya kan saya sudah terbiasa, tetapi tetap saja selalu terkaget-kaget.
Pernah ya, saat mama saya sedang di Surabaya hendak menghadiri pelantikan spesialis, saya bersama mama menjemput Naya pulang sekolah. Di jalan, saya sengaja mengajak mama berbicara bahasa rahasia jaman dulu agar tidak dimengerti Naya.
Saya: "Mafa, nafantifi kifitafa kefe gafalafaksifi mafal yafa. Nafayafa difi rufumafah afajafa nafantifi."
Mama: "Ofokefe!"
Tetiba Naya yang tadinya sedang asyik bernyanyi teriak,
Naya: "Kakak ikuuuut!"
Saya: "Lah ke mana kak?"
Naya: "Kafatafanyafa mafaufu kefe gafalafaksifi mafal?"
Saya sama mama langsung ngakak bersama, bingung bagaimana Naya bisa mengerti bahasa gaul jadul itu. Lebih heran lagi karena Naya bisa juga berbicara dengan bahasa tadi. Siapa yang mengajarkaaaan?:))) Jika sedang gemas karena kebawelan Naya, saya suka menggodanya dengan bilang akan mengganti nama Naya menjadi Nayara Bawela Cerewetti kalau ngomong terus. Eh langsung deh diam, tapi cuma beberapa detik saja sampai akhirnya...ngomong lagiii!

7. Naya sedang suka-sukanya berbicara bahasa Inggris. Saya suka geli sendiri kalau sedang ngobrol dengan Naya, lalu tetiba ia menimpali omongan saya -yang sebenarnya biasa sajaaa- dengan "Oh My God! Are you seriouuuuus?"Apaan sih kaaaak:)))))
ART di rumah pun bolak/i diomeli olehnya karena tak menjawab omongan dalam bahasa Inggris. Walaupun begitu, Naya masih struggling untuk menulis kata dalam bahasa Inggris. Terkadang ia masih bingung dengan spelling bahasa Indonesia dan Inggris yang jauh berbeda. Misalnya saja, menulis "Car" yang dibaca dengan Kar" membuat Naya bingung, harus menulis dengan C atau K. Kenapa harus C? Kenapa kalau Chicken bukan dibaca dengan Kiken? -_-" Meneketehe kakaaaak:O

8. Mungkin karena euforia melihat ibunya tak pernah jaga lagi, dan tak pernah pulang malam, Naya sekarang menempel sekali pada saya. Apa-apa harus sama emaknya. Nanny yang biasanya menemani Naya bahkan tak jarang dimarahi kalau dekat-dekat Naya. "Kan ada mama, mbak Yaci ke kampung aja sana! Nyapu apa ngepel!"--> Judes banget ya:))
Pernah suatu siang, saya menjemput Naya pulang sekolah dengan nanny. Biasanya memang saya sendiri yang menjemput Naya, nanny di rumah. Tapi karena hari itu kami ada keperluan lain jadi bareng-barenglah pergi sekalian menjemput Naya. Tahu tidak, Naya menangis tak kunjung berhenti begitu melihat nannynya. "Pulang aja mbaaak, pulaaang. Kakak ga mau sama mbak. Kan ada mamaaaa!". Saya senang sih, ditempel anak gadis terus. Namun pada saat yang bersamaan saya juga khawatir, bagaimana ya kelak kalau saya harus bekerja full-time?

9. Naya suka sekali dengan sepatu. Bahkan jumlah sepatu Naya sendiri masih lebih banyak dibandingkan jumlah gabungan sepatu saya, suami, nanny dan ART lho! Iyaaa, segitu banyaknya! Saya juga tak tahu awal mulanya bagaimana, tapi dari dulu memang Naya selalu suka sepatu. Sama seperti mama saya. Memang bisa ya kesukaan terhadap satu hal menular? Atau menurun, gitu?:p
Saya sih suka sayang membelikan Naya sepatu baru karena ukuran kakinya cepat sekali berubah. Baru dipakai 2 bulan, sepatu Naya sudah tak cukup lagi. Untunglah, sebagai sesama gila sepatu, mama saya selalu membelikan Naya:)))

10. Di kelasnya, Naya adalah satu-satunya perempuan. Walaupun paling kecil, Naya juga dipercaya menjadi asisten wali kelasnya. Saya sih percaya saja, wong hapal sekali kalau anak gadis suka mengatur:)) Oh ya, mungkin karena ini juga, Naya jadi lebih tomboy sekarang. Kerjaannya memanjat-manjat, bermain "Zombie-zombie-an", ngobrolin soal superpower para superheroes sampai enggan mengenakan rok. Saya harus ekstra keras deh memakaikan rok atau dress ke Naya akhir-akhir ini.

Well, that's it! Nanti saya update lagi kapan-kapan yaaaa..

2 comments:

Ummu Salim said...

Naya

Ummu Salim said...

Bismillaah....alhamdulillaah saya ikut senang dan bersyukur mendapati ada anak yg cerdas sekali spt naya. Dan sejujurnya saya belm pernah sebelum ini mengetahui 'keajaiban' ini. Tapi mohon maaf sebelumnya, dok, kalau membaca cerita ttg naya itu sebaiknya tdk dibiarkan terlalu bawel sampai pada tingkatan judes. Apalagi thd orang bawah semisal PRT. Kuatirnya spt banyak contoh anak2 orang kaya yg kecilnya terlalu dimanja dan -maaf- mentang2 dia 'diatas' suka berbicara, bertindak semena-mena dengan orang lain. Dan itu terrbawa hingga dewasa menjadi pribadi yg kurang menghargai orang 'bawahan'.
Sekali lagi mhon maaf jika kekata saya ada yg kurang berkenan. Semoga Allah Ta'ala memberi taufiq pada dokter Meta dan kelg.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...