Tuesday, January 7, 2014

Update Soal Naya

Update-an pertama soal Naya di tahun 2014 nih!

Seperti yang pernah saya ceritakan sebelumnya, sampai saat ini pun Naya masih enggan bermain. Segala macam jenis permainan sudah saya tawarkan, tapi sepertinya tidak ada yang berhasil menarik hati Naya. Masak-masakan, salon-salonan, dokter-dokteran, rumah-rumahan, jual-jualan, apa sajalah, engga mau!:'( Saya pun kayaknya sudah masuk dalam tahap desperado dan pasrah. Ya sudahlah nak kalau engga mau main juga engga apa-apa. Alhamdulillah irit engga beli mainan. Tapi kok tetep minta beli buku yang mahal-mahal:'(.

Naya juga masih enggan bermain dengan teman sebaya. Setiap ada anak kecil yang usianya sepantaran, Naya pasti acuh.
Meta: "Kak, itu lho temennya diajak main."
Naya: "Engga ah, itu masih kecil ma."
-_______-"
Naya hanya mau bermain dengan orang dewasa, atau sepupunya yang sering bermain sejak dulu.

Oh ya, di umur yang ke 2 tahun 8 bulan ini, Naya sudah bisa baca dan menulis lho! Sebenarnya saya engga niat-niat banget ngajarin Naya baca dan nulis karena saya merasa belum waktunya. Tapi, Naya merengek terus minta diajarkan, akhirnya saya asal saja mengajarnya. Kaget banget, karena dalam waktu singkat, Naya langsung bisa. Entah ada hubungannya atau tidak, tapi saya sendiri dulu bisa membaca di usia 2,5 tahun menurut mama. Itu pun karena sering mendengar mama saya mengajari kakak membaca.

Gegara sudah bisa membaca dan menulis itulah, saya jadi kelimpungan. Bagaimana tidak, semua buku-buku saya, jurnal, paper ilmiah yang setengah mati saya buat ditulisi besar-besar "NAYA" oleh si unyil.
Meta: "Kakak! Kenapa kakak Aya namain semua buku mama?"
Naya: "Bial engga ilang di lumah sakit ma bukunya mama."
Meta: "Lho, tapi kan nama mama Meta. Bukan Naya."
Naya: "Tapi kan temen-temennya mama pasti tau semua nama anaknya mama Naya."
Meta: *antara mangkel sama pengin ngakak*

Selain itu, Naya juga suka sekali membaca apapun di jalanan. Jadi jangan heran kalau dia bertanya mulai dari "Mama, caleg itu apa?", sampai "Mama, itu lho disana ada toko Makmul". Kalau "cuma" itu sih saya masih engga terlalu ambil pusing. Tapi kalau seperti pagi ini-->

Suatu pagi, saya masih di tempat tidur, belum juga terkumpul nyawa sehabis bangun tidur. Tiba-tiba, Naya masuk kamar dan setengah berteriak bertanya:
Naya: " Mamaaa! Seks itu apa sih?"
Meta: *keselek guling* *langsung lompat* *mata langsung nyala*
           *sok cool* Ehm... kakak Naya tau dari mana?"
Naya: "Itu ada di majalah mama.
Meta: "Oh. Artinya jenis kelamin kak. Mama cewek, kakak cewek, papa cowok."
Naya: "Kalau kelamin apa artinya?"
-____________-" (Dan habislah niatan saya berleha-leha sejenak di kasur)

 Sejak itu, saya berusaha meletakkan segala macam jenis bacaan jauh-jauh dari Naya.

Naya juga sangat teratur, jauuuuuh banget dari saya atau bapaknya. Entah siapa yang menginspirasinya. Naya hapal sekali dimana barang-barang miliknya diletakkan. Seandainya kita meletakkan bukan di tempat seharusnya, anak gadis saya ini bakal engga berhenti ngomel.

Naya: "Mama! Sepatu itu mustinya ditaruh dimana? Boleh engga kalau ditaruh di depan pintu?"
Meta: "Iya kak. Maaf ya, mama lupa tadi buru-buru."
Naya: "Iya, jangan diulang lagi ya. Sepatu itu harus ditaruh di rak." *ngintil bawa sepatu emak ke rak*

Naya juga concern banget mengatur lemari dan raknya. Lemari bukunya diatur sesuai alfabet. Lemari baju harus diatur sesuai warna, atau gambar atau entah apalagi terserah moodnya. Agak rempong yak?-_-"

Berikut beberapa percakapan saya dengan Naya.

Saat saya sedang bermalas-malasan di kamar.
Naya: "Mama lagi ngapain?"
Meta: "Engga lagi ngapa-ngapain kak. Males-malesan aja."
Naya: Ih! Mama jangan males-malesan. Nanti sekolahnya engga pintal. Nanti engga dapet stikel. Ayo mama belajal sekalang!" *Narik emak ke meja belajar*
*JLEB*

Atau:
Naya: "Mama! Kenapa baju mama kok belantakan sekali begini? Halusnya dilipat dong. Kalau sudah engga dipakai, masukkan kelanjang baju kotol." *Ngomel sambil bawa baju emak ke keranjang baju kotor*
Emak: *Terharu dan seneng ada asisten baru, gratisan pula:p*--> emak engga tau malu:))

Kalau ditilik-tilik, kok kayak kebalik ya anak sama emak:p *malu*

Naya suka memakai kata-kata advanced dalam omongannya. Saya juga engga tahu Naya denger darimana. FYI, di rumah saya engga ada televisi selain di kamar, yang hanya nyala setelah Naya tidur. ART dan babysitter pun rasanya bahkan engga tahu arti kata-kata tsb. Entahlah, Masih misteri buat saya:D

Naya: "Mama, papa pulang jam berapa?"
Meta: "Jam 9 malem ntar kak."
Naya: "Mama udah kalifikasi ke papa?"
Meta *Kaget* "Apa kak?"
Naya: "KALIFIKASI ma."
Meta: "Apa itu artinya kak?"
Naya: "Masa mama engga tau? Kalifikasi itu mama nanya ke papa benel engga pulang jam segitu. Gitu lhoooo ma!"
Meta: "Kakak Naya tau dari mana?"
Naya: "Itu kata-kata biasa aja kok ma, sedelhana aja."
Meta: -___________________-"

Berikut saya sertakan video waktu Naya belajar baca beberapa saat lalu.:D

I love you Nayooo!:*

3 comments:

Yenny Kristanto said...

Hi mbak Meta.. Aku salah satu fans mbak.hehe.. Kenal tulisan-tulisan mbak semenjak baca buku momlit " Don't worry to be a mommy". Lalu penasaran katanya mbak Meta ada blog, jd aku baca ulang tulisan mbak di blog dari awal sampe yg terakhir ini. Lucu banget sih Naya nya, ya ampun..hehe... Smoga ntar saya bisa punya anak selucu Naya dan sepintar Naya..hehe..
Kagum banget sama mbak Meta yang bisa bagi waktu di antara berbagai kesibukan nya untuk menjalankan profesi dokter dan menjadi seorang ibu.. two thumbs mbak.. smoga ntar klo saya sudah punya anak jg bisa seperti mbak. Strong and Tough.
Thanks ya mbak uda memberi inspirasi bagi all Moms to be :)

Meta Hanindita said...

Aaaaa.. terimakasih mbak Yenny! Senang sekali baca komen ini:*
Tenang aja, semua ibu pasti strong and tough. im sure you will be one, too:D

bukanbocahbiasa said...

Subhanallah.... itu anak kamuuuu, dokterr... Dia pasti masuk kategori-super-jenius gitu deh. Punya anak kayak Naya harus bener2 hati-hati, karena dia calon "orang luar-biasa-bermanfaat" mirip Pak Habibie. Bersyukur terus mbak Meta, insyaAllah cerita ini juga sumber inspirasi bagi seluruh emak di muka bumi.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...