Wednesday, November 25, 2015

Akhirnyaaa..

Sudah hampir setahun berlalu dari kelulusan saya sebagai dokter spesialis anak. Walaupun begitu lulus, saya langsung bekerja sebagai staf di rumah sakit terbesar di Jawa Timur, tapi banyak sekali yang menanyakan "Praktik di mana, Met?" yang biasanya hanya saya jawab dengan senyum simpul.

Kalau rajin membaca blog saya, pasti tahu benar mengapa hingga kini saya belum juga berniat mencari tempat praktik sore di luar jam kerja. Iya, satu-satunya alasan saya hanya Naya.
Sampai sekarang pun setiap saya terlihat sibuk, Naya akan bilang:
N: "Tuh kan, mama engga praktik aja udah sibuk. Gimana kalau praktik?"



Belum lagi, Naya masih susaaah sekali dibelikan apapun. Contoh yang paling sederhana deh, misalnya ada tukang bakpau lewat di depan rumah. Saya tahu kalau Naya ingin sekali mencicipi bakpau. Tapi bukannya meminta saya membelikan langsung, Naya malah bertanya dulu:
N: "Mama, itu bakpau harganya berapa ya?"
M: "Engga tau kak, paling tiga ribu."
N: "Tiga ribu itu mahal engga?"
M: "Mahal murah kan relatif. Tapi kalau buat bakpau sih ya engga mahal dan engga murahlah kak. Pas."
N: "Mama punya uang engga sekarang?"
M: "Punya."
N: "Kalau mama belikan kakak bakpau uang mama habis engga?"
M: "Engga kok, sudah panggil aja kak! Cepetan keburu lewat lho!"
N: "Beneran mama masih punya uang? Mama engga harus kerja kan buat beliin kakak bakpau?"
M: "Engga. Ayo ah, cepet panggil!"
N: "Sebentar. Mama engga harus ngajar? Engga harus praktik sore sampai malam?"
M: "Engga kak, mama masih punya uang kok."
N: "Ya sudah kakak panggil ya!"
(Kemudian si tukang bakpau sudah pergi entah sampai mana-_-")

Itu "cuma" bakpau, jangan tanya soal barang lain yang harganya lebih mahal menurut Naya. Baju, celana, biarpun sudah kekecilan dan sempit sekali di tubuhnya, Naya tetap enggan dibelikan baju baru. Alasannya. "Nanti mama harus praktik sampai malam kalau beli-beli baju kakak. Sudahlah kakak mending pakai baju sempit daripada mama kerja sampai malam."

(Kan emaknya mewek ya mendengarnya:p Emang cengeng sih LOL)

Oh ya, saya pun sering sekali diomeli Naya kalau sewaktu-waktu mengajaknya ke mall. Maklum, namanya juga anak mall, saya ingin juga sesekali jalan-jalan. Tak harus beli kok, sekedar lihat-lihat saja. Tapi, kalau Naya tahu, waaaah saya bisa diomeli panjang lebar.

N: "Mama, engga usah deh beli-beli terus. Nanti uang mama habis, mama harus praktik malam lho!"
M: "Ga beli-beli kok kak. Cuma ke mal jalan-jalan, lihat-lihat aja."
N: "Nanti ya kalau lihat-lihat pasti yang engga butuh dibeli juga."
M: "Engga kok."
N: "Sudahlah, di rumah aja mama, engga usah ke mal segala."

(Kan bosan juga ya di rumah melulu)

Makanya, betapa terkejutnya saya ketika suatu malam Naya bertanya pada saya,
N: "Mama, mama engga praktik malam kayak papa ya? Kenapa?"
M: "Engga. Kan engga boleh sama kakak."
N: "Terus pasiennya mama gimana?"
M: "Iyaa kan ada dokter anak yang lainnya, tapi mamanya kakak kan cuma mama."
N: "Tapi dokter anak yang lainnya emang engga punya anak?"
M: "Ya punya kak."
N: "Terus anaknya sama siapa kalau dokter anaknya kerja terus?"
M: "Ya sama babysitternya mungkin. Atau sama bapaknya."
N: *mikir*  "Mama, yasudah engga apa-apa kok mama praktik tapi jangan tiap hari. Gantian sama dokter anak lainnya biar anak dokter anaknya itu bisa main sama mamanya juga kayak kakak. "
M: "Serius kak?"
N: "Iya, engga apa-apa kok. Tapi sebentar aja ya ma!"
M : *mulai berkaca-kaca* --> pertanda awal mulai mewek:))

Karena Naya sudah memberikan lampu hijau, mulailah saya bergerilya mencari tempat praktik. Maklumlah ya, namanya ratu survey:p

Alhamdulillah, saya (bakal) praktik juga! Hahahaha. Terima kasih ya kakak:*

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...