Monday, August 17, 2015

Belanja di Lazada

Siapa sih yang tak kenal dengan nama Lazada? Di social media, bertebaran banner maupun linknya. Walaupun memang sudah lama mendengar dan mengetahui pusat belanja online ini, saya belum berkesempatan mencoba belanja di sana.

Sempat juga sih mendengar kabar miring soal Lazada, salah satunya yang sempat menghebohkan dunia maya dimana pembeli iPhone justru mendapat sabun dalam paketnya. Tapi, saya antara percaya tak percaya membaca berita tersebut. Malah sempat berpikir jangan-jangan itu hanya strategi marketing? Maklumlah, jaman sekarang apa-apa serba settingan:p

Suatu hari, saya sedang membutuhkan sepatu boot tanpa hak. Lumayan susah juga ya mencarinya karena kebanyakan, yang dijual adalah yang berhak. Saya sendiri sering jatuh atau keseleo kalau pakai sepatu hak, kurang bakat memang jadi peragawati. Karena mencari di beberapa mall besar Surabaya tak kunjung menemukan, saya putuskan untuk searching online saja.


Pencarian saya berakhir setelah saya menemukan sepatu persis seperti yang saya cari di Lazada. Harganya pun jauh di bawah harga pasaran mall. Yes! Rejeki anak solehah. Proses pembeliannya pun sama seperti online shopping lainnya, cepat dan mudah. Tinggal isi identitas, pilih barang, transfer, selesai deh! Tunggu barang sampai:D

Dengan nama sebesar Lazada, saya merasa aman dan nyaman berbelanja di sana. 

Saya mulai galau ketika sudah seminggu lebih barang tak kunjung tiba di tangan. Memang sih Lazada mengirimkan email kepada saya yang menyatakan bahwa ada sedikit keterlambatan pada proses pengiriman. Waktu itu saya sempat membatin, wah keren juga nih Lazada, semua terdata dengan rapi. Tapi saya pikir, keterlambatan yang dimaksud tak sampai selama ini.

Iseng-iseng, saya login kembali menggunakan account saya di Lazada untuk melihat status order. Jreng! Saya terheran-heran membaca statusnya yang dibatalkan, padahal saya tidak pernah membatalkan secara sepihak. Karena bingung, saya teleponlah pihak Lazada di Jakarta. Setelah menunggu lumayan lama (pulsa Surabaya-Jakarta pas jam sibuk berapa ya?:p), akhirnya pihak Lazada memutuskan untuk membatalkan pesanan saya yang lama dan mengulang proses pemesanan kembali dengan nomor order baru. Sebelumnya, pihak Lazada menawarkan apakah saya ingin refund atau tetap memesan. Saya katakan tetap memesan walaupun konsekuensinya menunggu lebih lama.

2-3 hari setelah saya menelpon Lazada, ada paket kiriman di rumah yang saya sambut gembira. Akhirnyaaa yaa, setelah 2 minggu, datang juga! Tapi, kembali saya terheran-heran. Kok, sepatunya tak muat dengan saya ya? Membeli sepatu online memang terkadang sangat tricky, Nomor standar setiap merk sepatu berbeda. Saya sendiri biasanya memakai sepatu no 39, atau 40 di merk tertentu.

Setelah saya kebingungan dan berpikir apakah mungkin kaki saya yang bengkak tetiba, saya melihat dengan jelas nomor sepatu yang dikirimkan Lazada. Eaaaa, ternyata memang 2 size lebih kecil dari pesanan saya. Pantas saja tak muat. Setengah mangkel bercampur sebal, saya kembali menelpon pihak Lazada untuk mengajukan complain.

Mas-mas yang menerima telepon mengatakan kepada saya bahwa barang yang salah kirim tsb bisa dikembalikan asal tidak lebih dari 2 minggu, Beliau pun mengirimkan email berisi langkah-langkah yang harus saya kerjakan. Karena besoknya adalah long weekend, saya belum mengurusi soal sepatu kekecilan ini.

Hari Senin malam, saya bersiap-siap mengirim kembali sepatu tadi, Sebelumnya, saya baca email berisi langkah-langkah yang harus saya kerjakan. Salah satunya adalah login dengan account saya di Lazada, lalu mencetak formulir pengembalian.

Semua saya lakukan seperti yang diminta. Tahu tak, saya terheran-heran lagi! Bagaimana tidak, ketika saya berusaha mendownload formulir pengembalian, di sana jelas tertulis bahwa tidak bisa didownload karena barang belum dikirim. Eaaaaa. Lalu yang mengirimkan sepatu kekecilan tadi ke alamat saya siapa ya? Masa ya makhluk halus?
Menurut nganaaaaa?



Saya segera mengirimkan email complain (kembali) kepada pihak Lazada. Saya memang malas menelpon karena merasa membuang waktu dan pulsa. Daripada buang waktu menelpon yang tetap saja tak jelas juntrungannya, mendingan saya tulis di blog deh supaya ada yang bisa mengambil hikmahnya:D Kan lebih berguna ya?

Anyway, di email tsb saya bilang kalau tetap akan mengirimkan kembali si sepatu kekecilan (yang entah kesalahan pengiriman atau kesalahan penglihatan pihak seller) dengan atau tanpa refund. Saya sudah ikhlas lahir batin, kalaupun pihak Lazada memutuskan tidak bisa me-refund uang saya karena tidak menyertakan formulir pengembalian tadi. Walaupun memang sudah menjadi hak saya (dan saya sudah menunaikan kewajiban membayar lunas), tapi saya malas ribet.

I choose  to shop online to avoid the hassle, not the opposite. 

It was my first experience to shop in Lazada, and no doubt, it would be the last one too:)

Saya tak menggeneralisasi ya, ada juga kok teman saya yang membeli hard disk external di Lazada dan super puas dengan pelayanannya. Anggap saja saya yang sedang apes. Tapi kalau harus belanja lagi di sana, hmmmm saya pikir-pikir dulu deh! Masih trauma:p

2 comments:

Leyla Hana Menulis said...

Waduuuh.. tapi Lazada ini memang udah beberapa kali kejadian kayak gitu :(

Kus miati said...

Cuman mau memberikan tips aja mending klo beli d lazada cek dlu suppliernya, klo supplier nya lazada langsung insya Allah aman. Soalnya sya d kasi tips sama tmn sya sperti itu dan Alhamdulillah pesanan mixer sya yg lagi promo besar besar an sampai dgn selamat. Hehee

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...