Tuesday, July 17, 2012

#10 Tahun di Radio-Part 1


Engga kerasa, di tahun 2012 ini, genap sudah 10 tahun Meta jadi penyiar radio:D

Sebenernya dari dulu emang pernah kepikiran buat jadi penyiar radio aja, terutama kalo pas lagi ngomong atau cerita sesuatu dan engga didengerin:p Many people I know said that im talkative. I thought, it would be nice to be an announcer. Everyone would (have to) listen to me while im speaking. Tapiii, karena sadar diri suara Meta cempreng,engga sebagus para penyiar radio umumnya di masa itu (baca: serak-serak basah ala Reza atau berat), ya sudahlah, tenggelam deh keinginan jadi penyiar. Lagi pula, dengan jadwal penuh ala mahasiswa kedokteran, mana bisa kerja sambilan?

Suatu hari di tahun 2002, teman kost Meta bilang kalau ada audisi penyiar di radio EBS Surabaya. Pendaftar harus berpasangan dan nantinya, 8 pasang yang beruntung diperkenankan siaran mengisi 1 jam acara hari Minggu berjudul DJ On Sunday setiap minggunya selama 1 bulan. Teman kost yang sedang mencari pasangan siaran ini kemudian membujuk rayu Meta supaya mau ikutan.

Berdasarkan ‘sungkan’, akhirnya Meta iyakan saja ajakannya. Pada hari-H audisi, Meta janjian dengan teman kost untuk langsung ketemuan di stasiun radio yang dimaksud. Yang sudah ada disana banyaaaak sekali, ratusan, tapi tidak ada teman kost (calon) pasangan Meta.

Ditelpon ke kost, katanya tidak ada. Di-SMS, tidak dibalas, ditelpon ke HP, tidak diangkat. Sesaat setelah Meta memutuskan untuk pulang, nama kami berdua dipanggil oleh pihak radio. Meta masuk ke ruang audisi untuk menjelaskan pasangan yang seharusnya datang malah tidak hadir. Waktu itu, mas Iyok dari pihak radio memutuskan Meta diaudisi sendiri saja. Karena Meta pikir sudah kepalang basah, ya sudaaaah, hayuk aja deh!

Waktu itu audisinya berupa tes pengetahuan umum, mulai gossip sampai berita yang aktual. Selain itu ada tes bahasa inggris dan kepercayaan diri. Karena nothing to lose, Meta cuek aja ngejalaninnya. Keterima engga keterima terserah dah!

Selang seminggu kemudian, Meta ditelpon dan dinyatakan lulus ke audisi tahap kedua. Padahal serius, Meta udah lupa sama sekali sama audisi sebelumnya:p Oh ya, ternyata sang teman kost waktu itu ketiduran! Begitu dia tau Meta lolos ke babak selanjutnya, dia juga yang meminta supaya Meta ikut terus. Sempet ragu-ragu karena di saat yang bersamaan, Meta lagi heboh-hebohnya mau ujian. Entah gimana, Meta akhirnya setuju untuk lanjut ke babak audisi selanjutnya dan selanjutnya dan selanjutnya. (Ada 4 tahap cyiiiin!).

Alhamdulillah,  Meta lolos dan berhak untuk siaran selama 1 jam di radio tsb. Pasangan Meta diambil dari peserta audisi yang sama-sama tidak punya pasangan. Inget banget, selama siaran 1 jam itu, Meta malah baca buku kedokteran karena besoknya mau ujian hahaha. Di akhir bulan, pendengar boleh memvote siapa pasangan favorit mereka yang kelak akan mendapatkan hadiah magang sebulan di radio.

Karena Meta yakin engga bakal menang, (ps: sadar kok suara Meta cempreng:p), Meta yakin aja buat pulang kampung ke Bandung pasca ujian. Baruuuuu sampai di stasiun, Dina, pasangan siaran Meta menelpon dan ngabarin kalau kami jadi pemenang voting pendengar. Yaaayyy!

Teringat obsesi dahulu, Meta langsung kembali ke Surabaya. Apalagi mama yang tau kalo Meta pernah pengen banget jadi penyiar, langsung nyuruh balik ke Surabaya lagi. Yaa lumayan bisa dapet kesempatan siaran sebulan:D

Selama magang, Meta dapet jam siaran lumayan banyak, partneran sama Andra dan Alvin. Ampir 12 jam sehari dihabiskan di radio deh. I really love it! Suka sama suasananya, suka sama teman-teman kerjanya, menyenangkaaaan<3
Banyak pengalaman yang Meta dapet, bahkan sempet jadi target Katakan Cinta juga, hahahahaha kalo inget itu bawaannya pengen ngakak:p

Begitu sebulan berlalu, sedih juga. Tapi Meta sadar kalo kewajiban utama sebagai mahasiswa FK mungkin emang engga bisa diduakan, jadilah Meta pamitan ke pendengar, teman-teman yang lain, mengira that was my last time announcing on radio. Dan kembalilah kesibukan Meta sebagai mahasiswa FK setelah liburan.

Beberapa minggu setelahnya, harian DetEksi Jawa Pos mengadakan polling ke pembacanya mengenai penyiar radio favorit arek Surabaya, daaaaann.. I was one of them! Meta ada di posisi 3 besar, while I was not even a real announcer:D
3 besar penyiar favorit radio Surabaya

Karena itulah, Program Director radio tadi manggil Meta dan nawarin untuk siaran tetap. Happy? Jelas! Bingung? Jelas juga! I really wanted to be an announcer but above all, I wanted to be a doctor. Akhirnya Meta diskusi sama bang Yudi, PD radio tadi, dan dapat beberapa kesepakatan kalau kegiatan di radio engga bakal mengganggu kuliah Meta. Bayangin deh saking baiknya beliau, Meta dapet jadwal siaran jam 5-7 pagi, sementara kuliah Meta dimulai jam 7 pagi teng. Beliau mengijinkan Meta untuk pamitan jam setengah 7, dan setelahnya memasang lagu non-stop. Selain itu, Meta dibebaskan untk tidak ikut meeting kalau memang sedang kuliah, dibebaskan untuk mengambil libur siaran waktu dapat jadwal jaga, dan sejuta kebijakan lain yang sangat-sangat mempermudah Meta.

Juli 2002, pertama kalinya Meta mengudara di radio sebagai penyiar. Banyak kejadian lucu, menyenangkan yang pernah Meta alami. Yang Meta inget banget, Meta sempet diledekin dan dicap si kutu buku sama teman radio lain karena setiap break siaran bacaannya buku kedokteran yang tebal.

Inget juga, harus bisa bagi waktu antara siaran dan kuliah. Terbiasa ngebut di jalan, karena pantang bagi Meta untuk terlambat datang, bahkan satu menit pun.

Semua terbayar saat Meta lagi-lagi terpilih jadi penyiar favorit versi DetEksi Jawa Pos:D
Yaaay! Jadi penyiar paling favorit!

Meta engga punya basic pendidikan tentang dunia broadcasting. Sama sekali. Semua dilakuin dengan learning by doing. Suara memang penting, tapi Meta sadar kalo ternyata ada yang lebih penting lagi dari sekedar suara. On-air personality, being smart dan humble adalah modal penting buat jadi penyiar. Jangan pernah terlambat, dengan alasan apapun. As far as I remember, Meta cuma pernah satu kali terlambat siaran, itu pun karena banjir mencapai setengah meter di jalan raya Kertajaya. Mobil Meta mogok, dan akhirnya siaran by phone. Tapi selebihnya engga pernah semenit pun terlambat. Dengan menghargai waktu, sebetulnya menurut Meta, kita menghargai profesi kita dan juga pendengar kita. Penting!

Bersambung ke part 2 yaa.. Panjang sih, 10 taun gitu lho!

4 comments:

cici pratama said...

ya allah... Saluuuut banget sama mb meta ini... For managing time. For being smart. For being on time. For everything... I cant imagine how fuss i am when i am be like you. Sooooo amazing mba meta!!!! I am your stories' fans, your baby's fans, your abillities' fans... Oh God! I beg to God for oneday, i can meet you :D

Bunda 'Aqila said...

Heeee........ini dia penyiar favorit dulu waktu acara 9-11 di EBS..suka ngakak kalo denger dr.meta cuap2 apalagi kalo Noel sudah nyanyiin lagu Meta Hanindhita ;-)
dan karena taun2 tu lulus kuliah & hijrah dr surabaya g pernah deh denger suara dr.meta lagi..bahkan sampe 3 taon lalu balik ke surabaya jg g pernah denger hehe....btw sekarang siarannya jam berapa sih??

cici pratama said...

mb meta, ini sedikit review dr saya. Hehehe... :D love your writing... http://momogeo.blogspot.com/2011/06/metamorphosis.html

Niar Ci Luk Baa said...

10 tahun yang lalu jaman niar masih sd :D

Mbak meta bener2 menghargai wkatu penting banget, apah lagi berkomitmen untuk bisa humble sama banyak orang :D

Learning by doing :D #dicatet buat niar :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...