Setiap malam sebelum tidur, sejak kecil sampai sekarang saya memiliki kebiasan berefleksi. Eh refleksi di sini bukan berarti pijat ya hehe, tapi lebih ke mengevaluasi diri sendiri. Apa saja yang sudah saya jalani di hari itu, apa yang saya buat, kebaikan apa yang saya lakukan, keburukan apa yang telah saya lewati, dan sebagainya.
Tentu refleksi ini berbeda jauh saat saya masih kecil dengan sekarang. Kalau dulu sih paling berkutat di tugas atau ujian sekolah saja. Tapi menginjak dewasa, banyak hal yang masuk ke dalam daftar untuk dievaluasi setiap malam hari buat saya. Salah satu yang membuat saya seringkali merasa kecewa tehadap diri sendiri adalah kalau merasa diri ini kurang produktif di hari tersebut.
Produktif menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia online adalah bersifat/mampu menghasilkan, mendatangkan manfaat, mampu menghasilkan terus dan dipakai secara teratur. Buat saya sendiri, produktif itu tentu bukan selalu berarti materi. Tapi lebih ke personal enrichment. Misalnya saja saya mampu mengajari koass mengenai status nutrisi. Secara materi sih, tentu tidak menghasilkan apa-apa, tapi saya senang sekali karena insyaAllah ilmu tadi akan dapat berguna untuk orang banyak. Contoh lain misalnya, saya berhasil menulis artikel ilmiah dengan bahasa sederhana yang semoga dapat bermanfaat bagi para orang tua. Dan sebagainya dan sebagainya.
Saturday, February 11, 2017
Wednesday, February 8, 2017
Jalan Jinjit
Tak jarang kita temui anak yang berjalan jinjit. Apakah ini normal? Atau ada gangguan yang harus segera diselesaikan? Berikut hasil wawancara saya dengan Mommies Daily beberapa waktu yang lalu.
![]() |
| Sumber: Google |
Normalkah anak berjalan jinjit?
Banyak anak yang
berjalan jinjit dan ini merupakan bagian yang sangat normal dari perkembangan
mereka. Biasanya berjalan jinjit ini lebih sering ditemui pada anak lelaki, dan
yang paling banyak saat berusia 10-18 bulan dimana memang sedang masanya mereka
belajar berjalan sehingga jalan jinjit dapat membantu keseimbangan. Beberapa
anak akan meneruskan jalan jinjit ini sampai 2 tahun sebelum akhirnya
menghilang sendiri. Tapi, ada sedikit anak yang bisa tetap berjalan jinjit
walaupun sudah bertambah umurnya.
Apakah jalan jinjit pada anak merupakan fase transisi yang
wajar terjadi?
Ya, terutama di usia
10-18 bulan dimana memang sedang masanya mereka belajar berjalan. Jalan jinjit
dapat membantu keseimbangan. Anak-anak
yang sedang melancarkan keterampilan mereka dalam berjalan, sesekali memang
akan terlihat jalan sambil berjinjit -berjalan menggunakan ujung kaki
pada bagian jari-
Apa yang menyebabkan anak berjalan jinjit?
Jalan jinjit dapat membantu keseimbangan
terutama pada anak yang sedang belajar berjalan. Anak-anak yang sedang melancarkan keterampilan mereka dalam
berjalan, sesekali memang akan terlihat jalan sambil berjinjit -berjalan
menggunakan ujung kaki pada bagian jari-
Monday, February 6, 2017
#NayaraLifeGuide
Walaupun sejak dulu saya mengetahui kalau anak gadis kesayangan ini memiliki point of view yang tidak biasa (baca: aneh), apalagi kalau dibandingkan dengan anak seumurnya, namun saya masih saja sering terkejut mendengar omongannya. Entah dia terispirasi dari mana, entah mendengar dari siapa tapi adaaaa saja yang membuat saya terpesona.
Misalnya nih, setiap pagi saat sedang bersiap-siap berangkat bekerja ke rumah sakit, Naya selalu stand by mengamati semua gerak-gerik saya dari samping meja rias.
N: "Mama ngapain sih dandan? Biar cantik?"(Padahal cuma bedakan dan sisiran doang haha).
M: "He-eh." (Jawaban praktis supaya tak ditanya-tanya lagi):p
Misalnya nih, setiap pagi saat sedang bersiap-siap berangkat bekerja ke rumah sakit, Naya selalu stand by mengamati semua gerak-gerik saya dari samping meja rias.
| Penampakan yang selalu mengamati gerak/i saya setiap pagi:)) |
N: "Mama ngapain sih dandan? Biar cantik?"(Padahal cuma bedakan dan sisiran doang haha).
M: "He-eh." (Jawaban praktis supaya tak ditanya-tanya lagi):p
Friday, February 3, 2017
Amandel Pada Anak
Sering kali kita mendengar ada anak mengalami radang pada amandel. Atau malah yang paling sering, disebut dengan "sakit amandel". Sebetulnya apa sih "sakit amandel" ini? Ini adalah tulisan hasil wawancara saya dengan Mommies Daily. Semoga berguna!
1. Mengapa anak-anak sering mengalami radang yang terjadi pada
tonsil atau amandel?
Tonsilitis atau radang
pada tonsil (amandel) memang sering sekali ditemukan pada anak-anak terutama
yang berusia berusia 3-7 tahun. Di usia
ini, anak-anak memiliki tonsil/amandel yang ukurannya lebih besar daripada tonsil
dewasa atau anak yang lebih tua.
2. Biasanya, radang amandel pada anak dialami ada rentan usia
berapa?
Radang amandel ini biasanya terjadi di usia 3-7 tahun.
3. Apa yang meyebabkan terjadinya radang atau amandel ini?
Secara garis besar
dapat dibedakan menjadi infeksi bakteri dan virus (yang paling sering).
Thursday, February 2, 2017
Ngeces Pada Anak
Sesuai dengan hasil wawancara saya dengan tabloid Mom and Kiddie. Semoga berguna:)
1. Apakah ngeces adalah hal yang normal terjadi pada bayi?
Ngeces atau ngiler ini merupakan hal yang sangat normal
terjadi pada bayi sampai sekitar 2 tahun pertama karena bayi seumuran ini belum
sempurna perkembangan otot-otot di mulutnya dan juga belum sempurna dalam
kemampuan menelan. Dengan bertambahnya usia makin lama ngecesnya akan hilang
seiring dengan matangnya perkembangan bayi dalam mengontrol produksi air liur
dan kemampuan menelannya.
2. Pada usia berapa umumnya bayi mulai ngeces/ ileran?
Biasanya dimulai saat berusia 2-4 bulan.
3. Apa saja yang menyebabkan bayi ngeces?
1. Infeksi atau radang
Jika ngeces ini disertai dengan gejala lain seperti demam,
malas menyusu, batuk/pilek, bisa jadi infeksilah penyebabnya. Infeksi atau
radang pada bagian saluran cerna atas yang berfungsi untuk menelan seperti amandel yang meradang dan membesar
misalnya dapat menyebabkan ngeces pada bayi. Nyeri saat menelan karena infeksi
tersebut membuat bayi enggan menelan ludah sehingga akhirnya ngeces.
Subscribe to:
Posts (Atom)



