Thursday, February 26, 2015

Sembelit Pada Anak

Engga jarang, orangtua datang membawa anaknya ke dokter dengan keluhan sembelit. Mumpung saya sedang kebagian tugas membahas sembelit, sekalian saja saya tulis di blog ini ya. Semoga berguna!
Apa sih sembelit itu?
Sembelit atau konstipasi adalah gangguan buang air besar (BAB) ditandai keluarnya tinja yang sulit, keras, tidak basah dengan ukuran lebih besar dari biasanya atau frekuensi BAB kurang dari 3 kali seminggu.


Memang sembelit bisa terjadi pada anak ya? Apa sebabnya?
Bisa banget. Sembelit dapat disebabkan karena gangguan anatomis, masalah syaraf, obat-obatan atau faktor metabolik seperti kurangnya hormon tiroid. Namun lebih dari 95% sembelit pada anak di atas satu tahun adalah konstipasi fungsional yang berawal dari kurangnya makanan berserat, kurang minum atau kurangnya aktivitas. 

Apa saja gejala penyerta sembelit?
Sembelit bisa dikuti dengan nyeri perut, nyeri saat BAB, turun atau hilangnya nafsu makan, turunnya berat badan, rembesan tinja pada celana dalam (soiling), kembung, buang angin berlebihan sampai bercak garis darah yang menempel pada tinja. 

Apa yang harus dicermati saat anak sembelit?
Pada anak di bawah satu tahun, kemungkinan selain konstipasi/sembelit fungsional harus diamati dengan cermat, terutama jika sembelit disertai gejala lain seperti:
1.    Keluarnya tinja pertama lebih dari 48 jam setelah lahir, diare yang disertai darah, muntah kehijauan atau teraba benjolan di perut.
2.    Perut yang kembung.
3.    Lemahnya otot kaki.
4.    Selalu tampak lelah, denyut nadi yang lambat, gagal tumbuh.
5.    Diare atau pneumonia (radang paru) berulang,
6.    Anus yang tidak tampak normal baik bentuk maupun posisi.


Bagaimana penanganan anak sembelit?
Anak yang mengalami sembelit harus dilatih untuk embangun kebiasaan BAB yang baik. Salah satu caranya adalah dengan membiasakan anak duduk di toilet secara teratur sekitar 5 menit setelah sarapan walaupun anak tidak merasa ingin BAB, Anak juga harus belajar untuk tidak menahan keinginan BAB. Selain itu, makanan tinggi serat penting untuk anak sembelit. Serat membuat BAB lebih lunak karena menahan lebih banyak air sehingga lebih mudah dikeluarkan. Perbanyak jumlah serat untuk anak dengan buah, sayur, roti gandum sebagai ganti roti putih atau sereal tinggi serat seperti oatmeal dan wheat.

Apakah benar banyak minum dapat mencegah sembelit?
Ya. Biasakan anak untuk minum setiap kali makan, sekali di antara waktu makan dan sebelum tidur. Perlu diperhatikan bahwa terlalu banyak susu sapi atau produk susu lain seperti keju dan yoghurt justru dapat mengakibatkan sembelit pada sebahian anak.
 
Apa itu obat laksatif? Perlukah diberikan pada anak sembelit?
Obat laksatif adalah obat-obatan yang digunakan untuk mengosongkan isi usus. Salah satu contoh laksatif adalah Bisacodyl (Dulcolax) yang bekerja dengan menstimulasi usus untuk mengosongkan isinya. Laksatif bisa jadi dibutuhkan untuk menangani sembelit. Namun jika laksatif tidak bekerja atau harus diberikan berulang kali, anak harus dievaluasi oleh dokter.

Bolehkan supositoria (obat yang dimasukkan ke dalam dubur) digunakan?
Boleh. Jika setelah 2-3 hari penggunaan laksatif sembelit tetap tidak membaik, supositoria seperti gliserin atau dulcolax dapat digunakan. Sebaiknya pemberian obat seperti ini berdasar konsultasi ke dokter.

Kapan anak sembeilt harus dibawa ke dokter?
Pada umumnya, kasus sembelit pada anak dapat membaik sendirinya. Walaupun begitu pada beberapa keadaan, segeralah bawa anak ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut. Keadaan tersebut:
1.    Sembelit bertahan lebih dari 2 minggu.
2.    Disertai demam.
3.    Terdapat darah pada tinja.
4.    Disertai muntah.
5.    Berat badan anak menurun.
6.    Terdapat nyeri berat saat anak BAB.

Pada keadaan bagaimana anak lebih mungkin terkena sembelit?
Sembelit pada anak lebih sering terjadi pada anak yang:
1.    Tidak cukup makan mengkonsumsi serat.
2.    Tidak cukup minum.
3.    Sedang minum obat-obatan tertentu.
4.    Mempunyai riwayat keluarga lain dengan sembelit.

3 comments:

Kania Ningsih said...

makasih sharenya mba, anak saya juga pernah sembelit...

Meta Hanindita said...

Sama-sama mbak, semoga berguna ya:D

Wahyu Kristanti said...

Bermanfaat sekali... makasih ya dr.meta artikelnya... :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...