Alhamdulillah, sesuai rencana, hari ini telah berlangsung juga perayaan ulang tahun Naya yang ke-5 di sekolah. Sayangnya, suami saya berhalangan hadir karena harus mengikuti kuliah. Namanya juga anak sekolahan (lagi).
Sejak pagi, Naya sudah excited sekali ingin ke sekolah. Setelah menyiapkan baju pilihannya (dress Minnie Mouse ungu), Naya berangkat dengan gembira. Saya yang harus ke rumah sakit dulu, mendelegasikan beberapa tugas pada ART yang ada di rumah.
Kalau biasanya yang memasak nasi kotakan untuk ulang tahun Naya adalah Yangti, tapi karena sedang sakit, tahun ini saya harus mencari katering yang mampu memasak sesuai keinginan Naya. Nasi putih, dibentuk kepala Mickey Mouse. Gampang sih, karena saya sudah mempunyai katering langganan;)
Monday, March 28, 2016
Friday, March 25, 2016
#smartwomenstalk
Menemukan tanggal merah di ujung hari kerja itu benar-benar menyenangkan ya! Saya sih happy banget, asyiiiik bisa lebih lama menghabiskan weekend bersama keluarga di rumah. Kok di rumah (saja)?
Sejujurnya saya malas ke luar rumah di masa long weekend ini. Pasti macet dimana-mana. Selain itu sadar engga, beberapa hari ini di Surabaya (sepertinya di kota lain se-Indonesia juga) panasnya minta ampun. Mungkin ada hubungannya dengan fenomena equinox yang sedang banyak dibahas di linimasa social media. Gegara panas ekstrim ini, kulit jadi terasa banget kering dan cenderung kasar.
Untung saya sudah siap sedia dengan berbagai produk skin care yang mengandung moisturizer. Supaya tetap lembab dan halus;)
Eh, terus liburan di rumah ngapain saja? Banyak yang bisa dikerjakan lho! Selain mengademkan tubuh di rumah, saya juga bisa beberes lemari, mengatur ulang rak buku, membersihkan koleksi tas dan sepatu (kayak yang banyak saja!:p) sampai bermain dengan Naya.
Sejujurnya saya malas ke luar rumah di masa long weekend ini. Pasti macet dimana-mana. Selain itu sadar engga, beberapa hari ini di Surabaya (sepertinya di kota lain se-Indonesia juga) panasnya minta ampun. Mungkin ada hubungannya dengan fenomena equinox yang sedang banyak dibahas di linimasa social media. Gegara panas ekstrim ini, kulit jadi terasa banget kering dan cenderung kasar.
Untung saya sudah siap sedia dengan berbagai produk skin care yang mengandung moisturizer. Supaya tetap lembab dan halus;)
Eh, terus liburan di rumah ngapain saja? Banyak yang bisa dikerjakan lho! Selain mengademkan tubuh di rumah, saya juga bisa beberes lemari, mengatur ulang rak buku, membersihkan koleksi tas dan sepatu (kayak yang banyak saja!:p) sampai bermain dengan Naya.
Thursday, March 24, 2016
Nayara is Turning 5!
Seharusnya ulang tahun Naya hari ini dirayakan di sekolah. Tapi karena ternyata sekolah diliburkan dalam rangka hari raya Paskah, acara perayaan dijadwalkan ulang menjadi tanggal 28 Maret alias hari Senin. Nah, masa pada hari-H-nya tak ada apa-apa?
Akhirnya sama seperti tahun lalu, untuk di rumah saya merencanakan mendekor ala kadarnya, Naya tiup lilin, berdoa bersama, selesai. Kebetulan pernak-pernik dekorasi ulang tahun Naya tahun lalu masih ada. Karena temanya sama, jadi bisa terpakai lagi deh! #emakirit
Akhirnya sama seperti tahun lalu, untuk di rumah saya merencanakan mendekor ala kadarnya, Naya tiup lilin, berdoa bersama, selesai. Kebetulan pernak-pernik dekorasi ulang tahun Naya tahun lalu masih ada. Karena temanya sama, jadi bisa terpakai lagi deh! #emakirit
Monday, March 21, 2016
Posisi Duduk
Sudah beberapa hari terakhir ini linimasa social media saya dipenuhi gambar ini. Peta posisi tempat duduk dalam kelas saat masih bersekolah dan "definisi"-nya. Saat pertama kali melihat gambar ini, saya malah jadi tertawa sendiri mengenang masa lalu. Siapa teman sebangku saya sejak kelas 1 SD sampai kelas 3 SMA. Ternyata, ingatan saya lumayan lho. Saya bisa mengingat sebagian besar, kecuali kelas 1 SD. Lupa sama sekali. Siapa ya teman sebangku saya?
Gambar yang sama pun diupload oleh teman sekelas SMA di grup Whatsapp dengan caption "Meta sih selalu duduk di wilayah kuning". Sepertinya memang niat mau mengejek -huahahaha- tapi saya jadi tersadar, memang betuuuul sekali!
Sejak kelas 1 SD sampai kelas 3 SMA, saya selalu duduk di tempat yang sama, siapapun teman sebangkunya. Selalu di wilayah kuning alias yang paling depan, dan meja ke dua dari sebelah kanan papan tulis. SELALU.
Saturday, March 19, 2016
Phone VS Messenger
Ada orang yang merasa lebih senang ditelepon langsung dibanding dikirimi pesan lewat messenger seperti Whatsapp, Telegram atau BBM. Namun ada juga yang sebaliknya. Lebih suka dikirimi pesan daripada ditelepon langsung.
Apapun pilihannya, pastilah ada alasan masing-masing yang mendasari. Saya pribadi, paling sebal kalau ditelepon langsung. Kecuali pada kasus-kasus emergency ya. Bayangkan, sehari-hari saat beraktivitas, misalnya sedang mengajar, rapat, memeriksa pasien, atau menangani pasien gawat lalu bolak/i berderinglah telepon yang ketika diangkat ternyata seorang teman lama yang hanya menanyakan nomor telepon mutual friend kami, atau malah orang yang menawarkan produk bank terbaru. Menggemaskan banget kan ya:)) Pernah juga lho saat saya sedang maju ujian presentasi, telepon bergetar terus di kantong. Setelah saya hubungi balik, eaaaaaa, yang menelepon adalah seorang teman menanyakan tempat saya membeli breastpump dulu-_-"
Lah, kenapa tak di-silent saja teleponnya? Saya merasa tak nyaman dengan memasang mode silent di handphone. Karena memang ada beberapa telepon emergency dari pasien yang saya rawat di rumah sakit, misalnya. Kan kasihan kalau telepon tak terjawab hanya karena saya silent.
Apapun pilihannya, pastilah ada alasan masing-masing yang mendasari. Saya pribadi, paling sebal kalau ditelepon langsung. Kecuali pada kasus-kasus emergency ya. Bayangkan, sehari-hari saat beraktivitas, misalnya sedang mengajar, rapat, memeriksa pasien, atau menangani pasien gawat lalu bolak/i berderinglah telepon yang ketika diangkat ternyata seorang teman lama yang hanya menanyakan nomor telepon mutual friend kami, atau malah orang yang menawarkan produk bank terbaru. Menggemaskan banget kan ya:)) Pernah juga lho saat saya sedang maju ujian presentasi, telepon bergetar terus di kantong. Setelah saya hubungi balik, eaaaaaa, yang menelepon adalah seorang teman menanyakan tempat saya membeli breastpump dulu-_-"
Lah, kenapa tak di-silent saja teleponnya? Saya merasa tak nyaman dengan memasang mode silent di handphone. Karena memang ada beberapa telepon emergency dari pasien yang saya rawat di rumah sakit, misalnya. Kan kasihan kalau telepon tak terjawab hanya karena saya silent.
Subscribe to:
Posts (Atom)

