Saturday, July 28, 2012

Nikmat Allah

The best part of being a doctor is when someone asks what you do for living, you can answer "I save lives!".
Entah siapa yang pertama kali menulis quote ini, tapi saya membacanya dari tweet seorang teman.

Bener atau engga? Yaa, bisa jadi memang benar. Tapi kalau menurut saya pribadi sih, the best part of being a doctor is the chance given.

Sebagai dokter, saya merasa diberi banyaaaak sekali kesempatan untuk beramal, kesempatan untuk menolong orang lain. InsyaAllah, apabila diniatkan semata-mata karena mengharap ridho Allah, kesempatan ini bisa dijadikan 'tabungan' amal di akhirat kelak. Selain itu, saya juga punya banyak sekali kesempatan untuk bersyukur.

Terkadang, sebagaimana layaknya manusia lain, sering terlintas pikiran seperti 'Kenapa saya engga sekaya si X ya, yang bisa keluar negri bolak-balik." Atau " Yaah, coba saya bisa nyanyi, udah jadi penyanyi dah sekarang, ga perlu jaga rumah sakit terus". Atau bahkan yang jauh lebih sederhana, saya mengeluhkan keadaan mobil yang "Engga secanggih mobil lain, engga matic sih jadi pegel kalau harus nyetir", mengeluhkan handphone yang "Susah banget makenya, boro-boro keren". Atau yang rutin sehari-hari terlintas, "Gila ya, Surabaya panas banget sih", "Ini kenapa deh pilek udah seminggu engga sembuh-sembuh", "Ya ampun, jaga lagi? Kapan bisa istirahatnya?" dan masih banyak lagi yang lainnya.

Untung saja, pikiran demikian hanya sempat terlintas sepersekian detik. Saya langsung tersadarkan begitu melihat kondisi pasien di depan saya. Ada yang terlahir dengan penyakit jantung bawaan, kelainan anatomi bawaan, epilepsi, cerebral palsy sampai ke penyakit keganasan atau kanker. Tentu, kalau bisa memilih, mereka pasti tidak akan memilih terlahir dengan sakit demikian.

Saya teringat waktu masih koass dulu di bagian pediatri. Ada satu pasien leukemia yang sangat kooperatif. Tidak rewel setiap diambil darah, tidak meronta-ronta setiap diperiksa. Saya pernah menulis cerita tentangnya dulu disini. Saya ingat sekali, pasien itu tidak pernah sedikit pun mengeluh. Sama sekali. Tidak walaupun darahnya harus diambil setiap hari, tidak juga ketika dia harus keluar dari sekolahnya karena menjalani kemoterapi. Saat kemoterapi mulai merontokkan rambutnya, membuat mual muntah setiap saat, tetap tidak ada keluhan keluar. Bahkan sampai saat akhir hidupnya, saya tidak pernah mendengar dia mengeluh. Saya sungguh sangat terinspirasi dan terkagum-kagum padanya. Bayangkan, anak kecil lho ini! Menyadari keadaannya, penyakitnya, tapi tidak mengeluh sedikit pun. Malah, dia berusaha membuat sisa hidupnya berguna bagi orang lain. Dia masih bisa menghibur pasien lain yang menangis saat diambil darah, dia masih bisa menghibur pasien lain dengan nyanyian dan senyumnya.

Sungguh saya malu bila membandingkan dengan diri saya pribadi. Bayangkan betapa sepelenya 'masalah' yang saya keluhkan dibandingkan 'masalah' pasien saya yang malah tidak dia keluhkan. Selain itu, sering juga saya menerima pasien dengan gizi buruk karena seumur hidupnya hanya diberi air putih dan tajin. Tidak mengerti bahwa ASI yang terbaik, tapi tidak cukup mampu membeli susu formula. Ada lagi pasien bayi yang datang karena sakit tapi kemudian ditinggal oleh orangtuanya begitu saja, sampai akhirnya harus diambil dinas sosial karena tidak ada keluarga yang mau merawat. Dan masih banyak lagi kasus lain dengan hikmah yang bisa saya ambil.

Mungkin memang saya bukan orang yang kaya raya, bisa keliling dunia, bisa beli mobil canggih atau handphone keluaran terbaru, tapi Alhamdulillah Allah Swt memberikan saya kesehatan yang tak ternilai, memberikan saya kesempatan untuk hidup berkecukupan, memberikan saya keluarga yang sangat mendukung dan menyayangi saya. Saya tersadarkan, tidaklah salah untuk bermimpi atau bercita-cita tinggi, tapi jangan lupa untuk selalu melihat ke bawah juga. Jangan sampai karena "melihat ke atas" terus, kita jadi mendustakan nikmat Allah.

 Semoga tidak ada lagi nikmat Allah yang saya dustakan. Amin.

Thursday, July 26, 2012

Superkids Indonesia

  Superkids Indonesia

The interview





Yayyyy.. i was interviewed by Superkids Indonesia, an indonesian edutainment portal for kids in english language. You can read the whole interview here.

Really hope it could inspire all kids not to be afraid of doctors. Well, especially when the doctor is me myself:p

Credits for mbak Pipit and mbak Anastasya:D

Wednesday, July 25, 2012

16 mo Naya

Happy 16 mo baby!

Sent from my PurpleBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Sunday, July 22, 2012

Another Review

This is another review of MetaMatika written by Riza Farrie, (one of) the giveaway contest winner. Thank you, Riza!:*

MetaMatika..
Udah lama banget selese bacanya, tapi belum sempet nulis reviewnya, karena lagi suibuk kerja tugas feat uas plus kerja juga :D

Hari Sabtu (7/7) kemaren bukunya nyampe rumah, pulang kerja jam 4 sore, tau bukunya ada di tempat tidur Riza, langsung deh posisi pw banget buat baca, dan jam 6 pun udah selesai bacanya :)

Bukan bacanya dengan tergesa2, atau dilompat2in loo, tapi emang excited banget buat pengen tahu isi dalamnya gimana, karena sebelumnya Riza sudah bacain blog Meta mulai tahun 2008..dan menginspirasi Riza untuk kembali menulis, nulis apa aja deh :

Apa yang Meta tulis itu semunya bener2 dari hati, dan apa2 yang dari hati itu pasti jujur, dan setiap apapun yang disajikan dari hati nyampainya ke hati yang lain ya gampang banget.

Kalau Meta itu orang yg bisa jadi inspirasi, itu bener banget. Dari buku ini Riza terispirasi oleh kemandiriannya, sekolah dengan banyak side job, menjadi ibu yang baru melahirkan tapi ditinggal suami dinas, Meta ga sedikitpun bercerita keluhannya.

Meta menjadi sosok wanita yang emang sibuk dg banyak "dunianya", dia sangat enjoy dengan apa2 yang menjadi kegiatannya sehari-hari, dari baca buku ini, saya pribadi terispirasi juga dengan beberapa contoh sikap yang tidak diharuskan untuk ditiru, tapi saya berkeinginan besar untuk meniru,yang Riza suka banget ada kata2 "I can say proudly to my husband, u're my first and wud be my very last luv", suka A Letter for (Her) Dad, suka Harapan Untuk Naya, semoga papanya dikasih banyak rezeki untuk masa depan Naya.

Meta itu wanita yang modern, bagi setiap wanita yang baca buku ini harusnya punya suatu harapan, khususnya Riza pribadi ingin menjadi seorang wanita yang benar2 punya "this is my world",,terus berkarya ya mbak Meta :) karena emang menginspirasi :)
Sent from my PurpleBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

#10 Tahun di Radio-Part 3

"Penyiar radio? Emang ada yang masih dengerin radio jaman gini Met?"

Meta yakin, banyak juga yang punya pendapat gini. Radio didengarkan untuk mendapat informasi aktual dan lagu-lagu terbaru sebagai sarana hiburan secara gratis. (Cuma bayar listrik aja).

Tapiiiii..di era bebas merdeka kaya sekarang, gampang banget buat dapetin file MP3 lagu terbaru di internet. Tinggal googling aja judul lagunya, langsung deh bisa diunduh gratis! Atau kalau engga mau ngunduh, CD MP3 lagu-lagu terbaru sampai album terbaru banyak beredar dengan harga murah kok di pasaran kok sekarang.

Informasi aktual? Bisa didapet dari televisi yang engga cuma bisa ngasih "penjelasan" lewat audio tapi juga visual. Lebih jelas dong yang disampaikan. Selain itu, sama gratisnya. Siapa sih yang engga punya televisi jaman sekarang? Kayanya engga ada ya. Kalo Meta balik, siapa sih yang engga punya radio jaman sekarang? Meta yakin jawabannya pasti banyak:D

Terlepas dari itu semua, Meta yakin seyakin-yakinnya kalo radio ga bakal pudar dimakan waktu *halah*. At least, engga sekarang-sekarang ini. I'm pretty sure, masih banyak lho pendengar radio sekarang. Saat berkendara di tengah kemacetan,bosan mendengarkan koleksi MP3 yang dibawa, radio adalah jalan keluarnya. Ga mungkin juga kan bawa2 TV di jalan? Atau kalopun ada yang masang TV di mobil, gak nyaman juga ngeliat TV dengan layar kecil.

Buat Meta pribadi, mendengarkan coincidentally lagu yang Meta suka diputar di radio itu senangnya berkali lipat dibandingkan dengan mendengarkan di MP3 player. Beda aja rasanya:D

Ada yang (masih) suka dengerin radio juga? Share dong:)
Sent from my PurpleBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...