Thursday, September 22, 2016

Makassar Day 4-5-6

Saya sengaja memposting perjalanan di Makassar dua hari terakhir ini secara rapelan. Harap maklum di hari ke-4, saya mulai dilanda stress luar biasa sampai tak sanggup rasanya kalau harus membuka laptop untuk menulis blog.

Salah satu alasan mengikuti PIT di Makassar ini karena saya terpilih menjadi finalis Makalah Penelitian Unggulan atau Young Researcher Award. Sejujurnya, saya mengikuti lomba tersebut hanya karena kewajiban dan sama sekali tak mengira akan lolos menjadi finalis. Dari sekian banyak makalah, finalisnya hanya ada 10 orang se-Indonesia. Engga mungkin saya kan ya? Amanlaaaah.

Karena itu juga, saya sempat shocked saat pertama kali mendapat email notifikasi pemberitahuan lolosnya saya sebagai finalis. Waduh, bagaimana iniiii? Penelitian yang saya lakukan itu sudah 2-3 tahun lalu, dan saya sudah tak ingat sama sekali. Tambah panik lagi karena saat final, saya harus mempresentasikan di depan orang banyak dan siap ditanya-tanya alias disidang.

Sunday, September 18, 2016

Makassar Day-3

Hari ini saya kembali terbangun di pagi hari. Tidak sedini kemarin sih, tapi tetap saja, di luar masih gelap gulita. Saya memanfaatkan waktu untuk menonton serial TV yang sedang saya ikuti. Suits, judulnya. Duh seru banget deh!

Hari ini juga, saya berpindah hotel dari Swiss Bell-Inn ke hotel Four Points by Sheraton. Maka dari itu, saya sibuk packing dan memastikan tak ada yang tertinggal. Setelah sarapan, saya dan mas Wennas (senior saya dulu waktu masih PPDS) berangkat menuju Clarion untuk mengikuti workshop hari ke-2.

Tidak seperti di hari pertama, workshop hari ini lumayan singkat. Tepat pukul 1 acara sudah selesai dilanjutkan dengan makan siang. Tapi saya yang sedikit merasa "tak cocok" dengan makanan Makassar memutuskan untuk mencari makan siang di mall saja:D Kalau ditanya "Jadi selama di Makassar sudah makan apa saja, Met?" Jawabannya: Capcay, gado-gado, tumis pepaya muda, dan roti. Kurang Makassar banget ya?:p



Saturday, September 17, 2016

Makassar Day-2

Di hari kedua di Makassar ini, saya benar-benar letih bukan kepalang. Terbangun jam 4 pagi waktu setempat, lalu tak bisa lagi tertidur. Akhirnya saya menghabiskan waktu dini hari dengan...errr...cuci-cuci hahaha. Kurang emak-emak bagaimana lagi coba saya?:p

Setelah beberes kamar dan mandi, saya breakfast di lantai 2 hotel Swiss Bell-Inn. Makanan yang disediakan cukup bervariasi. Ada pojokan makanan tradisional juga lho! Tapi namanya juga Meta, saya hanya mengambil sepotong croissant cokelat karena tak nafsu makan rasanya. Harap maklum, saya agak sulit mencoba makanan baru. Engga Naya banget deh pokoknya:p

Saat baru saja meghabiskan roti tadi, saya melihat kakak kelas waktu PPDS dulu datang untuk sarapan. AKhirnya, ngobrollah kami saling catch up kabar terbaru. Lalu setelahnya, kami bersama-sama menuju hotel Clarion tempat diadakannya workshop.

Teman seangkatan PPDS nih dulu!

Friday, September 16, 2016

Salamakki Battu Ri Mangkasara


(Arti: Selamat Datang di Makassar!)

Hari ini sampai beberapa hari ke depan saya akan menceritakan pengalaman selama di Makassar nih! Di kota ini sedang berlangsung Pertemuan Ilmiah Tahunan dokter spesialis anak se-Indonesia. Kalau tahun lalu saya repot bukan main karena berperan sebagai tuan rumah, nah tahun ini saya “hanya” sibuk sebagai peserta hehe.

Saya sudah mendaftar dan merencanakan perjalanan ini sejak tahun lalu. Lebay ye?:p Tapi yaa namanya manusia memang bisa berencana, tetap saja Allah Swt yang menentukan. Karena satu dan lain hal yang tak bisa saya ceritakan sekarang (tapi pasti akan saya tulis di blog kok), batallah sudah rencana yang sudah saya susun tersebut.

Wednesday, September 7, 2016

Review: @goclean.id

Seperti yang sudah sering saya tulis di postingan-postingan sebelumnya, saya ini allergic banget. Ada kucing lewat di depan saya, langsung bersin (sayanya yaa bukan kucingnya:p). Makan seafood, gatal seluruh badan. Tak makan seafood, tak ada kucing, bersin bolak/i. Ini sih karena debu biasanya.

Tapi dari semua itu yang paling "menyiksa" adalah saat malam hari menjelang sampai subuh. Saya sulit sekali tertidur nyenyak tanpa gangguan. Dimulai dari hidung buntu sebelah (kadang dua-duanya), kemudian tenggorokan gatal bukan main lalu perih, dilanjutkan dengan hidung meler tak berkesudahan.

Belum cukup sampai di situ, "periode penderitaan" selanjutnya adalah bersin yang terus menerus dan rasa gatal di hidung sampai ke telinga. Engga banget deh. Kesemuanya baru akan mereda lalu menghilang setelah matahari muncul.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...