Monday, September 3, 2012

Breastfeeding Jaundice VS Breastmilk Jaundice

Sesuai janji, nih sekarang Meta bakal nulis soal Breastfeeding Jaundice vs Breastmilk Jaundice

BreastFeeding Jaundice

Selain physiologic jaundice,  bayi yang dapet ASIX bakal mengalami BFJ juga. Penyebabnya jelas adalah kurangnya asupan "makanan" alias ASI. Biasanya BFJ ini timbul di hari ke-2 atau ke-3 waktu ASI ibu belum banyak, sehingga sirkulasi enterohepatik meningkat. (Udah dijelasin di post sebelumnya yaaa). BFJ engga perlu pengobatan apa-apa.

Untuk mengurangi BFJ perlu tindakan sebagai berikut :
- IMD sewaktu melahirkan. (I didnt have the chance, hiks.)
- posisi dan perlekatan bayi harus bener. Bisa konsultasi ke konselor kalo engga yakin.
- susui bayi on demand tapi sekurang-kurangnya 8 kali sehari
- jangan dikasih air gula, air putih atau apapun lainnya selain ASI. (Pasien Meta malah pernah dikasih..air degan *pingsan*)
- liat ASI cukup apa engga, caranya lihat popok bayi (engga disaranin pake dispo dulu yak makanya), pipis seengganya 6 kali dan pup 3-4 kali.

Breastmilk Jaundice
Karakteristik BMJ adalah kadar bilirubin indirek yang masih meningkat setelah 6-7 hari pertama, berlangsung lebih lama dari physiologic jaundice yaitu 3-12 minggu dan engga ada penyebab kuning lainnya. Penyebab BMJ emang berhubungan dengan pemberian ASI dari seorang ibu tertentu dan biasanya akan timbul pada setiap bayi yang disusukannya, tapi bergantung juga sama kemampuan si bayi  mengkonjugasi bilirubin indirek (misalnya seorang bayi prematur kaya Naya nakal lebih berat kuningnya. Dan Meta harus waspada kalo kelak punya anak lagi, biasanya juga bakal kena BMJ).

Sebab BMJ belum jelas, tapi kalo buka-buka jurnal, ada beberapa faktor yang diduga keras sebagai pihak yang bertanggungjawab *halah*:
- adanya hasil metabolisme progesteron yaitu pregnase-3-alpha 20 beta-diol di dalam ASI yang menghambat uridine diphosphoglucocoronic acid (UDPGA) glucoronyl transferase
- adanya peningkatan konsentrasi asam lemak bebas yang nonesterefied yang menghambat fungsi glukoronid transferase di hati
- peningkatan sirkulasi enterohepatik oleh karena adanya 1) peningkatan aktivitas beta-glukoronidase di dalam ASI dan dengan demikian di dalam usus bayi yang mendapat ASI dan 2) keterlambatan flora usus bayi yang mendapat ASI
- gangguan pada aktivitas uridine diphosphoglucocoronil transferase (UGT1A1) pada bayi yang homozigot atau heterozigot untuk sindrom Gilbert.


Engga mudheng? Maaaap, lagi-lagi Meta engga bisa nyari padanan yang lebih sederhana:D

Gimana cara ngediagnosa BMJ?
First thing first, semua penyebab kuning harus disingkirkan. Jadi pemeriksaan penyebab kuning kayak golongan darah anak (untuk kemungkinan inkompabilitas), G6PD, coomb test, dll WAJIB dilakuin dulu. Diagnosa BMJ ini emang by exclusion. Kalo semua kemungkinan penyebab sudah diperiksa dan hasilnya negatif, baru deh kita bisa menganggap bayi kuning karena BMJ.



Emang apa sih bahayanya kuning?
Yang paling nakutin dari hiperbilirubinemia (indirek) adalah kalo sampai terjadi "kernicterus", dimana kadar bilirubin bisa "menembus" otak. Bisa menyebabkan kejang dan sampai kematian. Biasanya tanda-tanda mau kernikterus, bayi demam, lemes banget maunya tidur aja dan nangisnya high-pitch. Ini nih yang bikin para dokter harus waspada setiap liat bayi kuning.

Sebenernya, kalo menurut Jack Newman (Berdasarkan email-emailan pribadi ihiiiy), bilirubin pada BMJ ataupun BFJ engga bakal nyebabin kernikterus setinggi apapun karena bilirubin BMJ dan BFJ engga bisa nembus blood-brain-barrier. Tapi tetep aja sih, kalo menurut Meta upaya penurunan bilirubin kayak fototerapi itu penting.

Meta pernah denger nih, ada seorang ibu ngobrol sama temennya yang lagi panik gegara sang bayi kuning, harus opname, dicek darahnya dan disinar. "Sekarang semua bayi ASIX banyak yang kuning, banyak yang cuma disinar di rumah dan buktinya baik-baik aja. Engga usahlah diperiksa darah segala macem apalagi sampe diopname buat disinar. Dokternya aja yang lebay, biar kita keluar uang lebih banyak.

Iya kalau bener emang BMJ atau BFJ. Kalau bukan? Emangnya mau gitu ngambil resiko? Ya kalo mau sih silakan aja, engga usah pake suudzon napeh:p

Ini diambil dari The AAP Clinical Practice Guideline on Management of Hyperbilirubinemia in the Newborn Infant 35 or More Weeks of Gestation. Guideline ini nunjukin batas nilai bilirubin yang perlu difototerapi pada bayi baru lahir dengan usia kehamilan 35 minggu atau lebih.


Contoh ya, X, bayi yang lahir di usia kehamilan 39 minggu, mulai kuning pas umur 5 hari. Kadar bilirubin totalnya 14 mg/dL. Waktu lahir si X ini engga langsung nangis alias asphyxia. Tapi sekarang keliatannya baik-baik aja. Engga males dan nyusunya pinter. Perlu difototerapi engga? Jawabannya... engga.

Liat garis putus-putus yang tengah (infants at medium risk). Kenapa garis yang tengah? Karena walaupun X lahir di usia kehamilan lebih dari 38 minggu, tapi dia punya risk factor, which is asphyxia. Nah setelah itu liat kadar bilirubinnya (14), tarik garis ke kanan. Cocokin umurnya X mulai kuning (5 hari), tarik garis ke atas yang berpotongan sama garis bilirubin tadi. Titik potongnya ada dimana? Di bawah garis putus-putus yang tengah kan? Artinya masih belum perlu difototerapi, begitu:D


Terus beneran engga sih cukup dijemur aja?
 Well, sejauh Meta mencari, engga ada satu pun jurnal yang bilang kalau bilirubin bisa turun dengan cara dijemur di sinar matahari. Tapi, buat Meta sih engga ada salahnya karena sinar matahari pagi bagus buat sumber vitamin D. BUKAN buat ngilangin kuning lho yaaa..


Kalo ada dokter yang ngasih saran stop ASI sementara pada bayi yang bilirubinnya tinggi banget, ya engga salah juga lho! Makanya di post sebelum ini, Meta nulis kalau penghentian ASI HAMPIR engga pernah penting. Hampir, dan bukannya engga sama sekali. Ada lho di guidelinenya AAP.


Kalo kadar bilirubin dekat banget sama batas garis, suplementasi dengan sufor sangat beralasan selain fototerapi. Dengan catetan, pemberian sufor harus tetap dipertimbangkan caranya biar bayi engga bingung puting. Dan selama pemberian sufor itu, kadar bilirubin harus dicek lagi apakah membaik. Pada sebagian besar kasus penghentian ASI untuk beberapa lama akan memberi kesempatan hati mengkonjugasi bilirubin indirek yang berlebihan tersebut, sehingga kalo ASI diberikan kembali kenaikannya engga akan banyak dan kemudian berangsur turun. Apabila kadar bilrubin engga turun maka penghentian pemberian ASI dilanjutkan sampai 18-24 jam dengan mengukur kadar bilirubin setiap 6 jam. Apabila kadar bilirubin tetap meningkat setelah penghentian ASI selama 24 jam maka jelas penyebabnya bukan karena ASI dan ASI boleh diberikan kembali sambil mencari penyebab kuning lainnya.




Walaupun begitu, lagi-lagi menurut Jack Newman, penghentian ASI engga seharusnya dilakukan hanya untuk mendiagnosis apakah itu BMJ atau bukan. Banyak pendapat, terserah mau diambil yang mana:D

Udahan ah, segitu dulu yaaa.. Semua yang Meta tulis ini adalah rangkuman dari berbagai jurnal dan review, plus juga oom Jack Newman dong *sok kenal*. Semoga engga bingung lagi, dan semoga ngebantu!:D


Bayi Kuning dan ASI

Mitos: Bayi yang kuning harus distop dulu ASI-nya.
Fakta: HAMPIR engga pernah ASI harus distop pada bayi kuning.   

Bukan cuma karena engga perlu, tapi juga karena hampir engga ada gunanya. Selain itu, menghentikan menyusui bisa membuat proses menyusui jadi lebih sulit kedepannya, buat ibu maupun buat bayi.

Terus, kenapa dong kayanya jaundice atau kuning ini jadi masalah besar? Banyak ibu yang justru diminta stop menyusui supaya (katanya) bilirubin bayi turun. Kalau kuning memangnya apa bahaya apa buat bayi?

Pertama, kenalan dulu yuk sama bilirubin. Apaan sih bilirubin?

Bilirubin adalah pigmen dalam darah yang membuat bayi kelihatan kuning. Bilirubin merupakan hasil pemecahan sel darah merah (SDM). Hemoglobin (Hb) yang berada di dalam SDM akan dipecah menjadi bilirubin. 

Bilirubin ini dinamakan bilirubin indirek yang larut dalam lemak dan engga larut air. Bilirubin ini akan diangkut ke hati dan terikat oleh albumin.(Protein dalam tubuh). Di dalam hati alias liver, bilirubin dikonyugasi oleh enzim menjadi bilirubin direk yang larut dalam air. Nah, kalo sudah larut air, bilirubin ini  bakal disalurkan lewat saluran empedu ke usus. Di dalam usus, si bilirubin direk ini bakal terikat oleh makanan dan dikeluarkan bersama tinja. Kalau engga ada makanan di dalam usus, bilirubin direk akan diubah oleh enzim di dalam usus yang juga terdapat di dalam ASI, menjadi bilirubin indirek yang akan diserap kembali dari dalam usus ke dalam aliran darah. Bilirubin indirek ini akan diikat oleh albumin dan kembali ke dalam hati. Rangkaian ini disebut sebagai siklus enterohepatik.

Kenapa bayi baru lahir aka newborn bisa kuning? Ada beberapa penyebabnya: 

1. Terlalu banyak bilirubin yang dibentuk 
Bayi baru lahir memang mempunyai jumlah SDM yang lebih banyak, selain itu lama hidup SDM lebih sebentar disbanding orang dewasa. Makanya, bayi ‘memecah’ lebih banyak SDM. Inilah kenapa ada jaundice yang disebut physiologic jaundice alias kuning fisiologis. Dan ini normal banget lho! Tapi ada kasus yang engga normal juga. 

Misalnya ada karena inkompabilitas ABO. Biasanya inkompabilitas ABO ini terjadi sama ibu yang golongan darahnya O dan bayi bergolongan darah A atau B. Kok bisa? Jadi begini, antibody anti A dan anti B dari ibu yang punya golongan darah O bisa masuk kedalam peredaran darah bayi. Nah bayi yang punya golongan darah A atau B secara alami punya anti A atau B dalam bentuk molekul IgM (pardon me, i couldn’t find any easier word to explain) sehingga engga bisa ngelewatin plasenta. Sementara ibu yang bergolongan darah O punya antibodi terutama dari IgG. IgG anti A atau B dari ibu bergolongan darah O akan bereaksi dan menyebabkan hemolisis atau pemecahan SDM.

Selain itu ada juga yang disebut inkompabilitas rhesus. Prosesnya mirip-mirip, tapi bedanya, biasanya sih kasus inkompabilitas rhesus ini lebih serius dan berat. 

2. Hati atau liver masih belum sempurna: 
Ini pun sangat normal. Liver bayi baru lahir (apalagi kalau premature) bisa dibilang belum matang dan belum sempurna untuk ‘menghandle’ si bilirubin ini, terutama di awal kelahiran. Ini juga salah satu sebab dari physiologic jaundice. Ini juga alesan kenapa bayi premature punya kadar bilirubin dari bayi cukup bulan.

Bayi dari ibu yang diabet juga biasanya punya bilirubin lebih dari normal karena biasanya liver bayi dari ibu yang diabet juga belum matang benar.

Selain itu, bayi yang waktu lahir sempat engga nangis, atau malah biru juga berkesempatan besar kuning karena kerja dari liver juga membutuhkan oksigen.  Infeksi, dan beberapa peyakit genetik yang jarang seperti defisiensi enzim G6PD bisa bikin kuning juga. 

3. Meningkatnya sirkulasi enterohepatik.
Inget dong, di dalam usus, bilirubin ada yang diserap kembali, ada yang bakal terikat oleh makanan dan dikeluarkan bersama tinja. Kalau engga ada atau ada tapi sedikit makanan di dalam usus, bilirubin yang diserap kembali semakin banyak, dan bikin bilirubin tinggi. Ini juga bisa terjadi kalau pergerakan usus bayi menurun, biasanya pada bayi dengan underactive thyroid.

Tapiii, sebab paling sering dari meningkatnya sirkulasi enterohepatik ini adalah kurangnya ASI atau yang biasa disebut dengan breastfeeding jaundice. Wajar dong ya, secara engga semua ibu ‘beruntung’ ASI-nya langsung lancar jaya begitu melahirkan. Selain itu, bayi dan ibu masih sama-sama belajar menyusui. Bisa saja selama nenen, bayi cuma ngempeng. 

4. Hiperbilirubinemia conjugated (direk) : 
Ini ada hubungannya dengan gangguan liver dan PASTI TIDAK NORMAL. Biasanya pipis bayi warnanya kecoklatan atau malah kaya teh. Bayi yang kuning, dan bilirubin direk-nya tinggi harus dicek segera penyebabnya.

Kira-kira demikian beberapa penyebab kuning pada bayi. Ribet ya? Hehe.. Itulah kenapa dokter (spesialis anak) harus sekolah bertahun-tahun sebelum boleh praktek. Bukan sekedar googling aja untuk ngediagnosis:D Tunggu part 2-nya ya, Meta bakal ngebahas soal breastfeeding jaundice dan breastmilk jaundice! (And yes, they're not the same!)

Sunday, September 2, 2012

Liebster Award

Pertama kali dikasihtau kalo Meta dapet award, dan artinya harus ngerjain 'PR' dulu, Meta langsung keinget jaman Friendster dulu waktu ngisi Bulbo alias Bulletin Board masih ngehits:d
Baiklah, blogpost ini ditulis hari Minggu pagi kelar siaran begitu ditag sama Unun demi dapetin award ini:
Syaratnya :
- Tiap orang yang kena tag harus nulis 11 hal mengenai dirinya sendiri
- Jawab pertanyaan yang diajukan oleh orang yang nge-tag kamu
- Bikin 11 pertanyaan baru untuk orang yang ingin kamu tag. Tentuin 11 orang untuk dapat award ini dan link-kan mereka ke post-mu. Pergi ke halaman blog mereka dan kasih tau kalo mereka dapat award ini.
- Gak boleh nge-tag balik (padahal Meta engga tau siapa aja yang udah di tag. (Jadi kalo keulang maapkan yak!)

Sebenernya, Meta pernah nulis post semacam ini disini, tapi engga ada salahnya deh nulis lagi.
Okeee, Meta siap sedia ngejawab!:p

11 things about me:

1. Pengen banget jadi vegetarian lagi. Just fyi, Meta pernah jadi vegetarian selama hampir 12 tahun. Terus stop sewaktu hamil sampe menyusui sekarang. Kerasa beda banget, enakan waktu masih vegetarian dulu. Lebih sabar, lebih kuat, lebih engga emosian:p Nanti deh yaa, nunggu Naya 2 taun dan udah disapih.

2. Pengen di-LASIK. InsyaAllah nunggu Naya disapih dulu. Kemarin sempet dateng ke salah satu rumah sakit yang punya fasilitas LASIK, dan ternyata salah satu syaratnya adalah tidak sedang menyusui.

3. NOT a risktaker. Apalagi kalo udah ada di comfort zone, rasanya ya udah, engga pengen apa-apa lagi:D Mulai dari hal yang sepele kaya potongan rambut. Entah udah berapa lama potongan rambut Meta sama kaya gini:D Eh tapi btw, Meta baru potong poni lhoooo *bangga* hahaha, itu pun setelah dipikirin masak-masak beberapa minggu. Ampun deh:p

4. Lagi mencoba memulai gaya hidup sehat. Tidur cukup, makan sehat, dan olahraga termasuk di dalamnya, seperti yang pernah Meta tulis disini.

5. Pengen jadi penulis di majalah nasional. Dulu sih pernah jadi kontributor buat majalah remaja nasional, tapi sekarang pengennya majalah parenting atau motherhood gitu, ada yang minat ngasih job?:p

6. Berencana punya tempat praktek yang merangkap jadi daycare. Di Surabaya, jarang banget (atau malah engga ada ya?) daycare yang bersih, nyaman, terpercaya dan sehat. Sementara Meta yakin, banyak ibu yang butuh. Kan lumayan tuh, kalo pagi sampe siang dijadiin daycare, malemnya buat tempat praktek. Eh tapi modalnya gede banget ya?:p

7. Bangga banget bisa menyusui Naya sampai sekarang. Engga pernah nyangka bisa nyusuin Naya selama ini. Semoga bisa sampe 2 taun ya! Lebay? Ah peduli amat! I know, ive been through some hard and even hardest days of breastfeeding. Nevertheless, im still breastfeeding, and im proud of myself for it:D

8. Pengen bisa terus siaran sampe tua:D :))) Siaran tu nyandu banget deh soalnya:D

9. Lagi suka-sukanya sushi. Dulu ngeliat aja emoh, sekarang dikasih seberapa pun pasti abis:)) Awalnya waktu hamil, Meta muntah-muntah terus dan engga bisa makan apa-apa. Anehnya, begitu dikasih sushi malah engga dimuntahin. Ehhh keterusan deh sampe sekarang.

10. Pernah "menggembung" gegara naik 25 kg pasca melahirkan. Mau ngapa-ngapain males karena ngerasa berat dan cepet capek. Alhamdulillah, thx to breastfeeding, sekarang kembali normal lagi:D

11. I am a family person, and will be that way always. My family always comes first.

Daaan.. PR kedua adalah menjawab pertanyaannya Unun:
  1. Sebutkan macam-macam air yang keluar dari bagian tubuh minimal 3? Kecuali BAK dan BAB  --> Keringat, air ingus:p, air liur, cairan empedu. 
  2. Pernak kutuan enggak? :D --> dulu pas kecil pernah kutuan satu kelas, entah siapa yang mulai. Rasanya maknyuuus, gatel banget:))
  3. Pernah menjilat upil, atau nelan ingus nggak, hayooo ngaku? Bagaimana rasanya? Jika pernah, mengulanginya lagi nggak? Kenapa hayooo?--> berhubung Meta jijikan (banget), alhamdulillah engga pernah.
  4. Punya teman yang namanya Unun nggak? (asli ini survei nama saya :) Kalau iya, nama panjangnya siapa?--> Selain unun yang ngetag Meta, engga ada lagi:D
  5. Kapan terakhir kali menangis? Kenapa? Beberapa minggu yang lalu, waktu nyadar kalo Naya udah gede:') (diceritain disini)
  6. Paling siang dan paling pagi, kamu pernah bangun jam berapa?--> Paling pagi? Walah.. kadang sampe engga tidur semaleman kok. Kalo siaran sahur kemarin malah bangun jam 1 pagi. Paling siang jam 5.30. Engga pernah bisa lebih siang soalnya pasti udah dibangunin Naya duluan.
  7. Paling banyak sehari berapa jam di depan lappi?--> Kalo ada case/journal/review yang harus dikerjain bisa lebih dari 4 jam. Tapi ya fokus ngerjain tugas.
  8. Paling sering, Fb-an, Twitteran, Ngeblog, atau apa? Apa asyiknya?--> Engga pernah fb-an, bukanya paling sebulan sekali. Twitteran tiap hari krn paling praktis, ngeblog engga tentu.
  9. Tertarik nggak untuk jadi PNS, alesannya?--> Pengen, cita-cita dari kecil;)
  10. Jika disuruh pilih (kamu atau istrimu, *nantinya) untuk menjadi guru atau menjadi ibu rumah tangga? kenapa?--> Dua-duanya menarik. Engga ada yang bilang kalo udah jadi guru engga boleh jadi IRT kan? Vice versa. Kalo bisa ngejalanin 2-2nya, why not?:D
  11. Dewi Persik atau Julia Peres? Kenapa? (harus pilih salah satu dan enggak boleh enggak milih dua-duanya)--> Kata hati sih jelas, engga dua-duanya. Tapi kalo harus milih sih, engga dua-duanya juga *mbulet*:)) Julia Perez aja deh. Pernah interview Jupe di radio, orangnya rame, engga jaim:D
Oke, bagian ketiga, bikin 11 pertanyaan ala Meta. Here it is:
1. Cita-cita terpendam kamu apa?
2. Selebriti yang paling menginspirasi kamu siapa sih? Kenapa?
3. Film yang terakhir kamu tonton apa? Bagus engga menurut kamu?
4. Kalo lagi blogwalking, biasanya kamu tertarik sama tulisan tentang apa sih?
5. Pilih mana? McD atau KFC?
6. Kamu lagi suka dengerin lagu apa sekarang?
7. Sebutin 3 benda yang engga boleh ketinggalan kamu bawa?
8. Buku yang terakhir kamu baca apa? Menurut kamu gimana?
9. Apa sih hal terakhir yang bikin kamu menyesal?
10. Kalo kamu cuma punya 1 kesempatan buat minta maaf, bakal minta maaf ke siapa dan kenapa?
11. Sering main ke blog Meta engga? Menurut kamu gimana? Ada saran?:D

Yang terakhir, nge-tag 11 orang yang kebagian jatah dapet PR kaya gini juga:D
and the award goes to....
1. Liana Kirana
2. Inga Yudiansyah
3.  Marissa Fauzia
4. Sari Kembang
5. Enny Mamito
6. Astri
7. Rahmi Aziza
8. Cici Pratama
9. Bung Penho
10. Pandi
11. Sitti Rasuna

 DONE! Yang belum tinggal ngasih tau para korban selanjutnya:p

Selamat mengerjakan;)

Meta VS Naya


Ini adalah foto Meta sewaktu seumur Naya dan suka diaku-aku bocah fotonya.. Mirip engga?
Kalo kata mama Meta sih:

-Meta dulu putiiiiih dan sipit banget, sampe dipanggil siomay. Persis orang Cina (just fyi, saking penasarannya karena selalu dikira punya keturunan Chinese, Meta menelusuri garis keturunan papa dan mama sampai 7 turunan diatasnya . Hasilnya: nihil sodara-sodara! Meta engga punya leluhur berdarah Cina. Papa berdarah murni Sunda (Aki saya urang Sunda, Bandung asli. Nini saya pun urang Sunda.), sementara mama berdarah campuran Madura-Jawa-Belanda. (Eyang kakung dari Pamekasan-Surabaya. Eyang putri Belanda-Surabaya). Engga ada Cinanya sama sekali kan? Naya sekarang pun selalu dikira Chinese karena putih dan sipit. Pergi kemana-mana, selalu dipanggil "Meme", malah pernah di mall, diajak bicara mandarin sama seorang nenek. Naya bingung, emaknya apalagi:p

-Rambut Meta dulu lurus rus rus, jatoh ke bawah, tambah persis orang Cina. Naya? sami mawooon, rambut Naya lurus banget, tapi bedanya kata mama, rambut Meta jauh lebih tebal dibanding rambut Naya.

- Meta dulu lahir prematur 7 bulan alias 28 minggu, sementara Naya (juga) prematur 34-35 minggu.

-Meta termasuk cepat ngapa-ngapain. Sudah bisa jalan umur 10 bulan, kalo ditanya siapa namanya bisa ngejawab di umur 8 bulan. Naya jalan di umurnya yang ke-9 bulan, dan sudah bisa ngejawab siapa namanya (walaupun engga tepat Naya tapi Haya) waktu umur 8 bulan. Engga beda jauhlaaah ya:p

- Meta paling engga bisa diem kalo ngedenger musik. Pasti goyang-goyang. Sama aja sih sama Naya:p

-Meta termasuk hiperaktif. Pernah gegar otak segala gegara jatoh abis niruin superman loncat dari lemari. Pernah juga disetrap mama gegara santai kaya di pantai niruin Doraemon di errrr.. atap rumah:p Naya? Bisa dibilang hiperaktif tapi Alhamdulillah, engga sampe (dan moga-moga jangan sampe) kaya Meta dulu.

-Meta termasuk picky eater. Susah banget makan. Ngabisin 3 sendok nasi aja butuh waktu ampir sejam! Itu pun harus disediakan sapu lidi di samping. Hyaaah.. Alhamdulillah Naya engga susah makan. Malah kadang suka susah nyetopnya:p Syukur banget kalo soal ini nurun babenya:p

-Meta engga bisa ngeliat kamera nganggur. Biarpun engga ada film-nya (jaman dulu bo!), tetep action kalo liat blits kamera. Kalo lagi nangis, ngedieminnya gampang aja. Tinggal ambil kamera, Meta pasti langsung ngapus airmata dan siap-siap pose:))) *malu-maluin banget dah ini*. Naya? Naya juga suka difoto, tapi engga separah Meta dulu. Kadang-kadang aja bilang "Ma cis ma cis" (Ma, cheese ma cheese alias pengen difoto) tapi kalo engga mood, setengah mati nyuruh bocah senyum depan kamera.

-Meta minum sufor sejak lahir:D Sempet dapet ASI 3 bulan doang. Naya ASI sampe sekarang dong, belum pernah sufor:D

-Meta dilahirkan secara normal, Naya dilahirkan secara SC.

List ini masih bakal berlanjut nih! Secara semakin besar usia Naya, semakin banyak juga kemungkinan mirip sama emaknya waktu seumuran. Wait for the update yak!
Anyway, mumpung masih setema, Meta mau pamer foto Meta-mama-kakak waktu kecil nih. Hehehe liat deh, siapa yang petakilan kaki dimana-mana?:p

Me, my beautiful mom (Keliatan ada darah Belandanya ya?) and my older bro. (Masih ada Indo2nya dikit)

Saturday, September 1, 2012

Sayaaaa!

M: "Siapa yang mau ikut mama ke mall?"
N: "Sayaaaaa!"

Siapa coba yang engga gemes ngeliat tampang begini?:p

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...