Tuesday, February 14, 2012

Valentine's Day

Whether you're the kind of person that hate valentine and think that v-day is unimportant to celebrate, or you're the kind of person that love v-day very much, looking forward to celebrate it every year, happy valentine everyone!:)

Anywaaaay, i was born on valentine's day couple years ago (couple, Met?:p). I dont really care about this controversy on v-day.

I write this post just to greet everyone and wish a happy valentine day:D
My birthday story? I promise to write it down sooonn. Very soooooon:p

Friday, February 10, 2012

Imunisasi

Udah hampir beberapa minggu ini Meta ada di divisi Tropik Infeksi. Jelas, setiap hari berkutat dengan anak-anak yang kena infeksi macem-macem. Mulai dari typhoid alias tipes, Dengue atau orang awam bilang demam berdarah, sampe difteri dan tetanus.

Sedih rasanya setiap meriksa pasien dengan difteri atau tetanus, nanya " Udah pernah diimunisasi bu/pak?" Jawaban orang tua mereka selalu " Engga pernah dok, kasihan anaknya kalo disuntik nanti kesakitan terus nangis". Bahkan ada juga yang engga tau sama sekali apa itu imunisasi atau kenapa imunisasi itu penting.

Kebanyakan penderita tetanus atau difteri emang kalangan menengah ke bawah yang uneducated. Boro-boro mikirin imunisasi, bisa makan tiap hari aja udah Alhamdulillah. Biarpun pemerintah menggalakkan program gratis imunisasi wajib, tetap aja, namanya uneducated yaa, banyak juga yang engga peduli.

Menurut Meta, faktor ketidaktahuan masih bisa dimaklumilah ya. Memang engga tahu atau engga ngerti kok. Wajar.

Yang bikin Meta rada gedek, ada lho seorang dokter (catet ya! DOKTER) yang getol sekali menyebarkan gerakan anti imunisasi ini kemana-mana. Bahkan sampe ada cara memohon ampun juga untuk orangtua yang terlanjur mengimunisasi anaknya.
Bawa-bawa ayat suci AlQuran, dan juga bawa nama orang dengan gelar-panjang-entah-apa-yang-entah-eksis-dimana.

Alesannya banyak. Ada yang bilang vaksin itu haram, tidak halal, memasukkan DNA orang yang engga kita kenal ke dalam tubuh anak. Ada juga yang bilang bahan-bahan kimia dalam vaksin berbahaya, bisa bikin autis. Ada lagi yang bilang vaksin engga ada gunanya.

Terlepas dari itu semua, Meta sama sekali engga keberatan seandainya oknum tadi anti vaksin dan engga mengimunisasi anak-anaknya. Monggo lhoo, anak-anak situ kok. Tapi please dong, jangan menggunakan gelar dokternya untuk mengedukasi orangtua (yang Meta yakin pasti orang awam) untuk ikut tidak memvaksin anak-anaknya.

Mungkin beliau belum tahu ya berapa anak yang meninggal dunia gegara engga pernah imunisasi. Coba deh main-main ke RS Meta sini, biar kebuka mata hatinya.

My current obsession: Mengajak anak-anak orang yang antivaksin ke ruang isolasi Tropik Infeksi. *dududududu* Berani?:p

Saturday, February 4, 2012

The (not) Recommended Online Shop

Fyuuuh, setelah sekian lama bergelut dengan berbagai online shops dan sekian transaksi sudah terjadi, akhirnya Meta kebentur juga sama salah satu os.

Ceritanya, setelah browsing dan cuci mata, Meta berniat beli 2 romper buat Naya. Msg-an sama sang owner untuk konfirmasi total harga dan no rekening, akhirnya Meta transfer sesuai dengan yang diberitakan.

Sebelumnya sempet liat-liat wall dari fb ybs, banyak yang ngasih testi baik, selain itu ternyata ada juga account ke-dua yang menandakan (mustinya sih) pembeli os ini banyak dan terpercaya.

Tunggu punya tunggu, emang agak lama barangnya sampe (7 hari) , tapi Meta masih memaklumi karena waktu itu emang long weekend dan pastinya kurir juga engga buka.

Pas barang nyampe, Meta kaget karena cuma ada 1 romper yang dikirim. Kirim msg fb lagi ke owner dari lit*letigger sh*ppe ini, dikasih pin, sehingga jadilah kami bbman.

Intinya, setelah bbman itu, sang owner baru menyadari kalau emang barang yang dikirim kurang. As simple as that. TANPA permintaan maaf. Cuma 'oh berarti kurang ya? Oke.' dan janji akan dikirim secepatnya. Okelah, Meta masih santai aja. Setelah beberapa hari, Meta dibbm lagi karena ternyata barang yang Meta pesan warnanya kosong. (Which is weird, seharusnya stok barang dicek dong ya sebelum konfirmasi transfer. Meta yang engga punya os aja tau). Karena udah terlanjur transfer, Meta bilang ya sudah, warna lain aja engga apa-apa.

Daaaan, lagi-lagi, sang owner mengiyakan TANPA permintaan maaf. as simple as 'OK'. Bukannya Meta gila hormat atau gimana ya, tapi kok kesannya kaya seolah-olah jadi Meta yang salah?

Setelah sekian hari (hampir sebulan), barang yang Meta order tak kunjung sampai, Meta bbm lagi ownernya. Ga nyampe-nyampe, jadi Meta message fbnya. This is exactly how I wrote the message. ' Sis, romper yang 1 lagi kok engga nyampe2 ya? Udah ampir sebulan lho. Waktu kemarin saya dibilang barang kosong (padahal seharusnya konfirm dulu sebelum nyuruh transfer) saya masih oke walaupun tanpa permintaan maaf. Sekarang kok masih tetep belum dikirim juga? Kalau emang barangnya engga ada atau engga niat jualan, refund aja deh'

Daaaan.. Meta mendapat bbm balasan dari sang owner bernama J*s*cca, sambil ngomel2 seolah ini salah Meta. How weird is that? Menurut dia, barang yang harus dikirim banyak bukan cuma Meta aja, wajar kalau ada salah, namanya juga orang. Setelah itu, Meta yang lagi ngejelasin apa yang bikin Meta minta refund, (belum selesai ngetik), udah langsung di-cut sama dia dan dibilang : 'udahlah engga usah panjang lebar, langsung saya refund sekarang juga!'
Dan berakhir dengan diremovenya pin Meta oleh dia.

Beretikakah itu?

Emang, namanya juga manusia, bisa khilaf.Sangat bisa dimengerti. Makanya setelah beberapa kali kesalahan, Meta engga ngomel kan?

Just so you know, Meta pernah pesan beberapa bandana ke littlewindow shop di fb, ketinggalan satu. Waktu dikonfirmasi, ownernya minta maaf dan langsung ngirim barang tadi ke Meta.

Pernah juga Meta pesen apron ke plum shop, terlambat beberapa hari, ownernya sampe nelpon sendiri buat konfirm kalau barangnya bakal telat. Kejadian serupa terjadi juga waktu Meta beli sesuatu di Aiyana's shop. Terlambat hampir seminggu, tapi engga masalah buat Meta karena ada info dari ownernya.

Lah ini? Coba kalau Meta engga nanyain, kayanya sampai tahun depan juga engga bakal dikirim-kirim tuh barang.

Pas dikonfirmasi, malah ngomel-ngomel seolah Meta yang salah. Padahal semua kewajiban sebagai pembeli udah dipenuhi.

Dear J*s*cca, you pissed off the wrong person. Kalau memang alasannya adalah karena barang yang dikirim banyak, artinya memang andalah yang tidak siap jualan. Pernah dengar istilah "Pembeli adalah raja?" Kesalahan yang terjadi memang sangat wajar, tetapi coba diperhatikan HAK DAN KEWAJIBAN pembeli. Wajar kan kalau kewajiban sudah terpenuhi lalu kami meminta hak? Diingatkan kok malah jadi ngomel-ngomel. Seharusnya saya lho yang ngomel.

Untung Meta masih baik hati dan dermawan. Coba kalau korbannya emak-emak lain, habis deh tuh.

Tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman pribadi Meta. Belum tentu semua pembeli dilayani dengan cara yang sama*khusnudzon*.
Ada hikmahnya, harus lebih hati-hati memilih os buat online shopping:D

Friday, February 3, 2012

Baju Menyusui AKA Nursing Wear

Emang penting?

Yaa.. penting engga penting tergantung gimana kita ngeliatnya sih. Kalo emang baju yang ada bisa dipake nyusuin, jadinya mungkin engga penting buat punya baju menyusui ini. Tapi buat Meta, sangat sangat sangat penting. Engga lebay lho ini. Pertama, ukuran badan yang melar sampe 25 kg setelah melahirkan praktis bikin baju-baju lama engga bisa kepake. Daripada beli baju biasa (yang kemungkinan besar setelah badan menciut engga bakal kepake lagi) sekalian aja bikin baju menyusui.

Yang kedua, susah dan lumayan ribet lho nyusuin di tempat umum tanpa pake baju menyusui. Ribet nutupinnya, susah juga bukanya.

Kalo pas lagi di RS, kan engga nyusuin tuh. Masih butuh baju menyusui engga? Buat Meta, perlu. Sangat memudahkan dalam proses pumping.

Model baju menyusui yang dijual emang macem-macem, tapi Meta lebih suka model yang praktis, bukaan horisontal persis di dada. Kalo nyusuin pake baju kaya gini gampang, tinggal buka ritsletingnya, meminimalisir bagian tubuh yang terekspos:p, dan lebih nyaman jelasnya.

Beberapa model baju Meta nih:



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...