Monday, February 9, 2009

Lupus

Semalem, ada temen meta yang nanya2 soal satu penyakit 'aneh'-mnurut dia-yang diidap sama tetangganya.

Meta jadi inget pernah nulis artikel tentang penyakit ini buat majalah Olga!:)
Kali2 aja bisa membantu yang lagi butuh info atau skedar pengen tau soal Lupus ini, meta share disini yaaa;)

Lupus? Begitu ngedenger kata ini, yakin deh kalau kamu semua pasti langsung kepikiran sama cowok berjambul yang lengket banget sama permen karetnya. Ya ga? Hehe.. tapi Lupus yang bakal dibahas sekarang bukan Lupus itu. Biarpun begitu, yang satu ini engga kalah bikin hebohnya. Mungkin kamu mikir, emang kenapa sih kita musti tau penyakit Lupus ini? Soalnya penyakit ini benar-benar mematikan dan asal tau aja nih, Lupus lebih sering terjadi pada cewek-cewek, terutama seumuran kita!

Wah.. setuju dong kalau kita musti bener-bener aware?

Lupus sendiri berasal dari bahasa latin yang artinya serigala. Hal ini dikarenakan wajah penderita lupus seperti orang yang tergigit serigala.(hiii..serem ya?)

Penyakit Lupus adalah penyakit yang menyerang system kekebalan tubuh dimana jaringan dalam tubuh justru dianggap benda asing. Reaksi dari system ini bisa mengenai berbagai system organ tubuh kita seperti jaringan kulit, otot, tulang, ginjal, system saraf, paru-paru, pencernaan,mata, otak dan lain sebagainya. Penyakit Lupus juga disebut dengan penyakit otoimun. Artinya, antibodi yang terbentuk di dalam tubuh justru merusak organ tubuh sendiri, seperti ginjal, hati, sendi, sel darah merah, dan sel darah putih. Padahal, antibodi dalam tubuh seharusnya dibentuk untuk melindungi tubuh dari serangan bakteri atau virus yang bisa menimbulkan penyakit. Antibodi yang menyerang organ tubuh manusia muncul karena aktivitas sistem kekebalan tubuh yang berlebihan Jumlah penderita Lupus di Indonesia yang terdeteksi saat ini sekitar 1,5 juta orang dan 90% adalah cewek berusia antara 14-40 tahun.
Penyebab dan mekanisme terjadinya Lupus masih belum diketahui dengan jelas. Tapi, banyak ahli yang menduga penyakit ini melibatkan banyak factor seperti genetic, lingkungan, dan system kekebalan humoral. Faktor genetic.keturunan yang abnormal bisa menyebabkan seseorang rentan terkena lupus. Sedangkan, lingkungan disini berperan sebagai pemicu buat mereka yang sebetulnya udah mempunyai gen abnormal. Sampai sekarang, factor pemicu Lupus juga belum dapat dipastikan, tetapi diperkirakan karena kontak sinar matahari, infeksi virus/bakteri, obat-obatan golongan sulfa, trauma psikis maupun fisik.

Hmph..Kenapa ya Lupus lebih sering menyerang cewek? Ini karena ada faktor hormon sebagai pemicu. Buktinya, angka pertumbuhan penyakit Lupus meningkat sebelum periode menstruasi dan juga selama kehamilan. Biarpun begitu, bukannya Lupus ga menyerang kaum cowok lho! Cuman, emang cewek yang lebih banyak.

Ada 3 macam jenis Lupus yang udah berhasil diidentifikasi.

  1. Discoid Lupus (DL), menyerang bagian kulit yang terlihat dari perubahan warna kulit di wajah, leher, kulit kepala, juga sekujur tubuh. Biasanya kulit jadi bersisik, kemerahan dan gatal.
  2. Drug Induced Lupus (DIL), dikarenakan efek dari obat-obatan tertentu.
  3. SLE (Systemis Lupus Erythematosus), merupakan jenis yang paling berbahaya karena menyerang beberapa organ tubuh kita sekaligus. Misalnya, jantung, paru-paru, saraf, dan otak.Penyakit Lupus disebut juga dengan penyakit ‘1000 wajah’, karena gejala pada penderita yang satu bisa berbeda dengan yang lainnya. Selain itu, Lupus juga sering dikenal dengan ‘Peniru hebat’ karena gejala yang muncul mirip banget dengan gejala-gejala penyakit lain. Pada umumnya, setiap serangan disertai demam, badan lemah, nafsu makan yang berkurang dan berat badan menurun. Menurut kriteria dari American College of Rheumatology (ACR), diagnosis SLE dapat ditegakkan secara pasti apabila memenuhi empat atau lebih dari 11 kriteria berikut:

1. Butterfly rash à Bercak-bercak merah pada hidung dan kedua pipi yang terlihat seperti kupu-kupu.

2. Discoid Rash à Bercak merah berkerak.

3. Photosensitive à Kulit sangat senitif terhadap sinar matahari .

4. Oral Ulcers à Luka di langit-langit mulut yang tidak nyeri.

5. Arthritis à radang sendi

6. Xerositis

7. Kelainan ginjal

8. Kelainan system saraf

9. Kelainan darah à Anemia hemolitik, turunnya jumlah sel darah putih, sel darah merah maupun keeping darah.

10. Kelainan system kekebalan tubuh yang ditandai dengan sel LE positif, titer anti-ds DNA abnormal atau antibody ani SM positif.

11. Antibodi antinuclear (ANA est) positif.

Kelainan yang paling sering pada SLE adalah kelainan sendi dan kelainan kulit. Sendi yang sering terkena adalah sendi jari-jari tangan, sendi lutut, sendi pergelangan tangan dan sendi pergelangan kaki.

Ada deteksi sederhana Lupus yang bisa kita lakuin sendiri, seperti yang tertera di situs kesehatan www.careforlupussd.org . Supaya kita mengetahui kita terkena Lupus atau engga, coba lakuin Saluri (Periksa Lupus Sendiri) yang awalnya disampaikan The Lups Foundation Of Ontario ini:

  1. Apakah persendian kamu sering terasa sakit, nyeri atau bengkak lebih dari 3 bulan?
  2. Apakah jari tangan dan atau kaki pucat, kaku, atau tidak nyaman saat kedinginan?
  3. Apakah kamu pernah menderita sariawan lebih dari dua minggu?
  4. Apakah mengalami mengalami kelainan darah, seperti anemia, leukositopenia, atau trombositopenia?
  5. Pernah engga di wajah kamu terdapat ruam kemerahan berbentuk kupu-kupu yang sayapnya melintang dari pipi ke pipi?
  6. Apakah kamu sering demam di atas 38 derajat Celciius dengan sebab yang engga jelas?
  7. Apakah kamupernah mengalami nyeri dada selama beberapa hari saat menarik napas?
  8. Apakah kamu sering merasa sangat kelelahan dan sangat lemas, bahkan setelah cukup istirahat?
  9. Apakah kulit kamu hipersensitif terhadap sinar matahari?
  10. Apakah terdapat protein pada pemeriksaan urin kamu? (Bisa dilakukan di laboratorium)
  11. Pernahkah kamu mengalami kejang? Nah, kalau kamu ngejawab ya untuk at least 4 pertanyaan diatas, mendingan langsung konsultasi ke dokter ya.. Sebelum semuanya terlambat!


7 comments:

citra said...

menurutku yang kurang adalah sosialisasi ttg penyakit ini, baik dari sisi masyarakat juga sampe k pihak penyedia layanan kesehatan.
contohnya adalah mamanya temenku, yang meninggal karena penyakit ini. parahnya,, dokter yang waktu awal meriksa gk ngerti ttg penyakit ini (tepatnya sih mengakui dia gk tau klo di dunia ini ada penyakit yg namanya LUPUS -d'oh!-),, dan yang menyadari klo si pasien menderita lupus adalah anak-anaknya si pasien -hasil gk sengaja browsing internet-. dan atas inisiatif anak2nya juga si pasien dibawa k bbrp RS di Bandung dan Jkt, demi kenyamanan bersama, akhirnya dipilih RS Borromeus (pihak yg menyanggupi untuk merawat dan tentunya dengan dokternya yg mumpuni dan ngerti ttg penyakit ini).

unfortunately, perawatan udah terlambat (gk nyampe 6 bulan klo gk salah),, dan akhirnya setelah hampir 2 tahun berjuang dari awal gejalanya, sang mama harus menyerah.

jadi,, baiknya sih kita saling menjaga satu sama lain yaa..

saling berbagi info ttg penyakit ini *disadari atau ngga* bisa menyelamatkan nyawa orang tersayang di sekitar kita ;)

waspadalah.. waspadalah..!!!

Meta Hanindita said...

hmphhh..sorry to know that:(

tp emang iya, musti diakui klo banyak bgt masyarakat kita yang msh blm 'sadar' kesehatan.. masih blm ngerti pnyakit2, msh blm nyadar ptgnya ngejaga ksehatan..

thx to internet yg mpermudah akses buat nyari tau sgala mcm info ttg ksehatan, tp ttp aja -sayangnyaaa- msh sedikit masyrakat kt yg melek internet:(

Lagi nyari cara ni buat 'mnyebar; info2 soal ksehatan dan ngefek ke sasaran tp yg jelas bukan hoaz imel2 fwdan gt..hihihihi..smoga bs twujud-entah kpn-;;)

martha said...

iya... sekarang makin banyak masyarakat yang malah lari ke pengobatan alternatif setelah tau dirinya atau keluarganya mengidap penyakit ini.... kasiann.. ironis..

Padahal dgn begitu kondisi tubuhnya kian tak terkontrol

masgugum said...

Wah bagus sekali artikel nya, bisa menjadi banyak masukan nih.
Makasih ya!

saya juga sedang menulis perihal Lupus di blog saya. silakan berkunjung ya!

http://distributor4lifeindonesia.wordpress.com/2008/12/26/pengobatan-lupus-dengan-transfer-factor/

LuqMaN "luXsmAn" Kumara said...

NumPAng BAcA tANTE......

BLOG WalkinG

gsyah said...

makasih infonya ni,main ya ke gudang hikmahku di http://newmasgun.blogspot.com/

arifgiyanto said...

Btw... sewaktu Hilman bikin nama Lupus, dia kepikiran soal ini ngga, ya?

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...